
"Aku ini mempunyai dua tubuh, satu dalam wujud kebaikan satu lagi dalam wujud jahat. Seperti dua sisi yang berbeda antara jahat dan baik, namun beberapa ratus tahun sebelumnya kami terpecah!"
"Jadi benar kalau pangeran berumur tua?"
"Ya, itu benar. Tapi yang kamu maksud pangeran bukan aku, dia adalah diriku yang lain."
"Begitu ya, terus..."
"Demi mencegah terjadinya banyak korban aku sendiri menolong banyak orang di berbagai tempat, itupun bekas kerusakan yang di timbulkan oleh diriku yang lain. Dia itu sangat kuat."
"Hah, itu aneh. Lalu kenapa wujud pangeran tidak diketahui oleh yang lain sampai sekarang?"
"Itu karena aku di segel oleh seseorang berkemampuan Tao, kira-kira sudah sangat lama hingga aku bangkit kembali. Mungkin karena waktu segel ku telah habis."
"Jadi lebih lengkapnya..." pangeran lalu menjelaskannya lebih rinci kepadaku.
Aku terus bersembunyi setelah aku bangkit kembali, yang kemungkinan sudah banyak orang-orang yang menjadi korban dari wujud jahat ku saat aku tersegel.
Bahkan orang berkemampuan Tao itu sudah tewas di bunuh olehnya.
Selama beberapa tahun ini aku terus mencari informasi tentang diriku yang lain dan aku menemukannya yang telah menjadi seorang pangeran di sebuah kastil.
Diriku yang lain bernama Julian, sedangkan aku Ryu. Sekarang ini aku sedang berperan menjadi dirinya, karena dari segi pandang wajah kami ini sangatlah mirip, hanya berbeda dari segi penampilan.
Lalu menurut informasi yang aku dapatkan, dia sekarang sedang menjalani serangkaian peningkatan kemampuan.
Kemampuan kami ini sama elemen "air" tapi ketika di tambah dengan peningkatan maka akan bertambah kuat seiring berjalannya waktu.
Kemungkinannya dia sudah lebih kuat dariku, bahkan awalnya pun sangat hebat. Bahkan aku pun pernah di segel, tapi dia. Sama sekali tidak pernah, aku nyakin.
"Jadi paman Ryu, bolehkah kamu membantuku karena sepertinya tujuan kita sama!"
"Hey... beraninya kamu bilang aku paman, meskipun umurku tua tapi wajahku masih muda, lihat!"
"Iya iya, oke aku memanggil mu kakak tertua. Gitu kan?"
"Kedengarannya terlalu akrab, lagipula kita tidak memiliki hubungan darah. Bagaimana kalau Ryu saja, tapi ketika ada orang lain kamu bisa memanggilku pangeran agar tidak terlihat mencurigakan."
"Oke, setuju!"
"Bukannya kamu wujud baik ya, tapi kenapa bisa dia yang memiliki kemampuan lebih kuat dibandingkan dirimu, aku masih bingung?"
"Entahlah, aku juga tidak tahu."
"Oh, ya. Untuk kerja sama aku akan menyetujuinya. Mulai sekarang kita akan sama-sama membantu satu sama lain sampai tujuan kita tercapai!" ujar Ryu.
__ADS_1
"Mustinya kita harus berusaha keras, karena lawan kita bukan orang-orang yang sembarangan. Pangeran tahu kan, pelindung raja memiliki orang berkemampuan luar biasa?"
"Hum, benar juga. Kamu tahu banyak ya. Tapi... kamu tenang saja, aku memiliki beberapa rekan setim yang sama halnya seperti mereka para pelindung raja, dan besok aku akan menemuinya!"
"Yaa, terserah kamu aja, aku ngantuk sekali. Bye..." ucapku sembari menutup diriku dengan selimut dan mulai memejamkan mata.
"Boleh aku tidur disini?"
"Gak! Kamu tidur di kamar lain aja."
"Tapi... karena kamu sudah jujur dan berterus terang kepadaku aku sangat tersentuh, kamu pria yang baik Ryu, tidak seperti pria-pria yang aku temui di duniaku..."
"Terimakasih banyak atas bantuan mu, Ryu. Kalau saja kamu tidak bertemu denganku... mungkin aku sudah dalam kondisi menyulitkan sekarang ini!"
"Iya, sama-sama. Lagipula kita ini kan..."
"Zzzz,"
"Sudah tidur ternyata."
Sinar mentari yang cerah menyambut ku pagi ini, dengan udaranya yang sejuk di tambah nuasa alam yang sangat asri.
Di sebuah danau bersebelahan dengan hamparan rumput hijau kami saat ini berada di sebuah rumah yang tertutupi oleh tumbuhan.
Cukup besar untuk sebuah rumah, didalamnya pun juga bersih.
"Ada apa, Putri?"
"...Aku kayak pernah kesini sebelumnya!"
"Ryu, kamu datang dengan membawa tiga wanita cantik. Apa kamu mau mengelar pesta disini?" lalu terdengar suara pria yang merujuk pada Ryu.
"Eh, dia?"
"Kamu!?"
"Kalian saling kenal?" ucap pangeran.
"Ternyata rumah ini. Pantas saja seperti tidak asing bagiku. Terus aku bertemu pria pirang ini lagi."
"Kami pernah bertemu sebelumnya, namun aku dikagetkan oleh mereka berempat waktu itu!" ucapku menjelaskan.
"Maksudmu bersama dengan mereka berdua juga?" tandas Ryu(pangeran).
"Enggak, cuma aku seorang."
__ADS_1
"Ya, sudah berhubung kalian saling kenal maka aku tidak lagi mengenalkan kamu dengan mereka. Cuma dua wanita itu saja!"
"Dunia sangat sempit ya, aku bertemu kamu lagi!" kata pria pirang kepadaku.
"Mmh..."
Namun ketika aku bertemu lagi dengannya, ada yang berbeda ketika terakhir kali aku melihatnya.
Mereka kalau tidak salah ada empat orang terus rumah ini sebelumnya sangat kacau dan kotor, lalu kenapa bisa jadi sebersih ini.
Anak tangganya pun sudah ada lagi setelah aku merusaknya.
Serta letak rumah ini berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Karena aku ingat sebelumnya rumah ini letaknya bukan dipinggir danau.
"Hmm, pria pirang ini semakin bertambah keren ya," ucapku dalam hati mengomentari.
Di ruang tamu kini aku dan yang lain berada. Sedang membicarakan mengenai kerja sama antara aku dan Ryu. Apalagi menyangkut mereka berempat sebagai bala bantuan.
Kami duduk di sebuah kursi dengan meja besar di tengahnya. Lalu di suguhkan dengan makanan dan minuman di atas meja oleh seorang perempuan berpakaian pelayan.
"Aku setuju," kata pria berbadan kekar, namanya Billy.
"Ya, boleh-boleh saja asal menguntungkan satu sama lain!" ucap pria berkacamata, namanya Hiyou.
"Apa boleh buat, aku ikutan saja," ucap pria beraura dingin malas berkata. Namanya dia rahasiakan.
"Aku setuju, apalagi kita ini rekan," ucap pria pirang, namanya Kwen.
"Berarti di tengah peperangan yang akan terjadi kita harus menyusup di dalam kerajaan terlebih dahulu! Ada seseorang yang akan kita selamatkan!" perintah Ryu sebagai ketua tim kepada yang lain.
"Lalu sebagian dari kita menyusup ke tempat manusia tidak berkemampuan!"
"Buat apa kita masuk kesana, bukannya akan sangat membahayakan bagi kita?" tanya Billy.
"Iya, aku setuju. Lagipula aku ikut bekerja sama karena ada orang yang ingin aku tolong, bukan urusan lainnya," Nie ikut nimbrung dan setuju dengan Billy.
Sementara Hiyou dan pria beraura dingin hanya diam menyaksikan. Kelihatannya mereka akan berbicara ketika sudah waktunya.
"Justru ini berhubungan dengan peperangan, aku akan memberi tahu kepada kalian!" seraya Ryu melirikku. Mungkin karena dia ingin bertanya apakah boleh kemampuan milikku dia ceritakan.
Aku pun membalasnya dengan sedikit anggukan.
"Anita memiliki kemampuan perang yang sangat mendominasi, dia dapat membangkitkan kenangan masa lalu seseorang, bahkan mengorek informasi lebih dalam dan detail orang yang dia incar!"
"Jadi masih ada orang berkemampuan seperti itu ya," kata Kwen.
__ADS_1
"Tentu saja, Anita memilikinya. Yang aku takutkan kalau saja kemampuan itu jatuh di tangan orang yang salah, maka bisa berbahaya."