
Tanpa ancang-ancang Noel langsung menyerang Siniken dengan kemampuan miliknya. Di satu sisi Siniken merubah wajahnya menyerupai orang lain, dan baru kali ini aku melihatnya berubah wajah dengan sangat jelas.
Swosh.. swosh..
Menggunakan pedang dari kemampuan miliknya Noel menyerang Siniken yang sudah berganti wajah sekarang ini. Dia terlalu cepat hingga Noel terlambat untuk menjangkaunya, sehingga Siniken berhasil mengubah wajahnya sama persis dengan seseorang yang ditiru nya.
"Awas di belakangmu Anita!!" ujar Noel berteriak kepadaku, aku pun langsung mencoba menghindari sebuah batu besar, namun sayangnya timingnya tidak terlalu pas yang akan meninggalkan luka di badanku jika kena.
Brakk!
"Lebah raksasa?" berkat hadangan tubuh lebah aku berhasil lolos dari batu besar tadi.
"Makasih..."
"Hey... waspada!" ucap Kwen memperingati dari kejauhan. Yang aku balas dengan kedipan mata.
Crak! crak! crak!
"Dion dengan gampangnya menghabisi hewan-hewan melata raksasa itu, ya, lagipula dia memiliki kemampuan menjadi hantu. Dalam mode tersebut dia seakan tidak dapat di serang dalam keadaan apapun!"
"Cuma kelemahannya pada saat jeda waktu dalam mode hantunya tersebut, dan waktu itulah yang pas untuk menyerang balik."
Boom! boom! boom!
Semakin banyak hewan yang Kwen panggil untuk melawan pasukan kerajaan dan berubah menjadi ukuran besar, meskipun begitu sedikit dari hewan tersebut yang dapat membunuh atau mengalahkan orang-orang berkemampuan disini.
Malahan jika aku hitung ada banyak hewan malang yang menjadi korban kekejian para pelindung raja dan orang lain yang ikut menyerang dan berpihak pada kerajaan.
Tanah ini hampir saja berubah menjadi lautan darah jika pertikaian ini terus berlanjut beberapa menit hingga jam kedepan.
Saat ini aku melihat pemandangan mengenaskan dari para hewan melata, serangga, yang mati karena berbagai macam serangan.
Untuk saat ini memang mereka mati dalam kondisi tubuh yang masih dalam keadaan raksasa akibat kemampuan Kwen, namun seiring waktu sampai pada waktunya hewan-hewan tersebut kembali seperti bentuk semula.
Walaupun aku tahu yang harus disalahkan terhadap banyaknya kematian hewan-hewan tersebut adalah Kwen sendiri, dia kan yang mengirim hewan-hewan itu kemari.
"Hiaa!"
Sekuat tenaga aku berjuang di tempat yang bisa saja aku sebut sebagai tempat medan perang, karena tempat ini adalah lahan bekas tempat wisata yang luas. Hingga kini banyak sekali darah segar di berbagai tempat yang berceceran.
Disini aku melihat banyak wahana dan permainan seru yang bisa dimainkan, walau hanya dapat dinikmati lagi di waktu tempat bermain ini beroperasi.
Sayangnya harus ternodai lagi oleh percikan darah.
Sring...
"Haaa.."
Pedang yang melayang hampir saja mengenai kakiku, untungnya karena mataku jeli pedang tersebut tidak sampai mengenai ku setelah aku menghindarinya.
__ADS_1
Greb!
"Aku lengah..ergh!" nafasku tersengal karena tercekik oleh Dion yang muncul secara tiba-tiba dari dalam tanah.
"Maaf tuan Putri, waktunya kamu berhenti berbuat onar!"
Note: Di sisi lain Noel masih berhadapan dengan Siniken yang meniru menjadi orang berkemampuan psikis.
Wosh.. brak!
wosh.. brak!
"Orang yang menentang harus dimusnahkan secepat mungkin, karena aku tahu kamu dari awal memang dicurigai orang yang hendak menyerang kerajaan secara diam-diam."
"Rasakan ini!!"
Buush...
"Kamu tahu orang yang aku benci dari apapun, orang itu yang membawa jalan yang tidak baik kepadaku saat aku kecil. Dan aku korban dari ambisinya."
"Apa yang kau bicarakan?"
Srakk!
Dap!
"Tch, hewan-hewan yang menganggu!"
"Menyerang secara diam-diam, huh! Aku tahu kamu merencanakan sesuatu saat kamu bercerita tadi."
Note: kembali kepada Anita
"Aku harus bagaimana sekarang ini. Dion adalah orang yang sulit untuk dihadapi seorang diri, apalagi..."
"Aah, aku rasa ini saatnya aku menggunakan kemampuan milik ku hanya saja aku akan membunuh seseorang lagi."
Saat aku fokus menggunakan kemampuan ku Dion kelihatannya khawatir hingga wajahnya berkeringat. Kemudian ia langsung melepaskanku begitu saja dan masuk kedalam tanah.
"Huf... cengkraman tangannya kuat sekali, sampai-sampai aku bisa terbunuh jika terus-terusan dicekik dia, untungnya menggertak nya tadi."
Dalam mode hantu miliknya, Dion dia tidak bisa disentuh oleh seseorang kecuali jika ia yang menyentuhnya. Cuma mode hantunya itu tidak seperti hantu pada umumnya, dia masih terlihat dengan jelas oleh pandangan mata.
"Apa kamu baik-baik saja Anita?" ucap Kwen yang baru saja datang kemungkinan dia tahu aku sedang diancam sebelumnya. Meskipun dia sendiri datang terlambat.
"Ya, aku baik-baik saja. Sekarang bagaimana rencana kedepannya?"
"Aku masih belum bisa memastikan apakah kita akan berhasil, yang pasti sekarang ini kita butuh beberapa orang di pihak kita, selain kedatangan Noel tadi!" ujar Kwen.
"Kamu mengenal Noel, Kwen?"
__ADS_1
"Begitulah, sebelumnya kami pernah bertemu!"
"Kurasa dengan membebaskan mereka yang ditangkap, pihak kita pasti memiliki kesempatan menang. Tapi untuk membebaskan mereka kayaknya agak susah dan aku harus melepas tali yang mengikat mereka serta pengaruh dari Lina."
Yang tidak terduga Lina saat ini datang menghampiriku secara tiba-tiba seperti turun dari atas, lalu dihadapan ku dia langsung menggunakan kemampuannya. Hingga membuat Kwen terdiam ketika aku ajak dia bicara.
Untungnya aku kuat emosi, mental, dan jiwa. Sehingga kemampuannya tidak bisa menembus pertahanan ku.
"...Kamu kenapa bisa tidak mempan dengan kemampuan memikat ku?" tanya Lina menatapku terkejut.
"Aku cuma mengetahui kelemahan seseorang dari perilakunya!"
"Apa!? Tidak mungkin kamu... Jadi aku yang berbuat seperti itu... kamu tahu juga?"
"Mmm apapun target yang aku amati pasti aku tahu detail. Dari kesehariannya, identitas, sifat asli orang tersebut, dan kemampuan yang dimilikinya secara rinci!" ucap ku membohongi Lina. Dan kelihatannya dia percaya dengan perkataan ku.
"Bagaimana? Apa kamu sudah mau menyerah?" tegas ku menyeringai.
"Aku ini jago beladiri, orang-orang menyebutku saat di dunia adalah master beladiri, meski aku berpenampilan menarik aku hanya menggunakannya untuk mencari uang saja. Jadi kalau bisa aku mau mengajakmu berduel, Siniken bilang kamu cukup mahir dalam beladiri!"
"Tantangan duel ya, aku keberatan."
"Apa, kenapa? Apa aku tidak layak berduel denganmu?"
"Bukan begitu, tapi bayaran yang pantas jika aku berhasil mengalahkan mu."
"Baiklah, aku akan berada di pihak mu. Tapi sebaliknya jika kamu kalah, aku akan meluapkan semua emosiku, tidak peduli Siniken menyuruhku untuk tidak membunuhmu, aku tetap akan melakukannya."
"Aku setuju. Jadi kita deal ya, kamu jangan mundur saat ini..."
"Mmm."
Kini aku telah berakting cukup jauh sehingga berada pada situasi ini, harusnya ini tidak masalah karena aku juga bisa beladiri untuk menghadapinya.
Tapi terkadang melawan seseorang bisa saja membuatku lengah dan emosiku tidak terkontrol, yang kemungkinan pada saat itulah Lina akan menggunakan kemampuan miliknya.
"Aku mulai duluan!"
"Dia bersemangat sekali."
Shut!
"Kenapa lompatannya sangat tinggi sekali, diluar nalar?"
Brakkk!!
Untungnya aku sempat menghindarinya, ternyata kemampuan seseorang master beladiri yang berada di dunia ini pun bisa meningkat drastis dengan sendirinya.
Di duniaku hal seperti tadi mungkin sangat langkah di temukan. Namun dunia ini dimana ras manusia dibagi menjadi dua kelompok terutama ras berkemampuan, mereka dapat mencapai hal yang tidak dapat manusia biasa lakukan.
__ADS_1
"Hiiyaat!"