Last Life

Last Life
Terselamatkan Untuk Kesekian Kalinya


__ADS_3

"Menjauh lah dariku, aku sedang marahan sama kamu!" tegas ku agar Leonin jauh-jauh dariku untuk sekarang ini, karena aku sudah tidak peduli padanya lagi.


"Jujur sekali, jika kamu seperti ini aku malah akan semakin menyukaimu lho...."


"Apa kamu bilang, berhentilah main-main!" sahutku sembari berbalik badan dan mengomel didepannya dengan ketus.


"Hahaha.. seperti dimarahi oleh istri saja, lanjutkan, lanjutkan!" ucap Leonin tak merasa bersalah sama sekali padaku dan membuatku tersipu malu setelah dirinya berkata seperti itu.


Aku pun langsung menjauh darinya dan tidak berkata sepatah lagi intinya jika aku memarahinya maka Leonin makin senang dalam menggodaku.


Reina lalu datang menghampiri yang sedang duduk dibawah pohon rindang.


"Kamu tadi digoda oleh pria itu, kan? Kalau begitu aku akan membalasnya!"


"Ah... tidak usah kak, dia memang begitu, malah membuang-buang tenaga jika berurusan dan menasehatinya."

__ADS_1


"Hmm, kamu benar."


Pada akhirnya Yui dibuat luluh oleh perkataan Leonin dia pun memutuskan untuk ikut dengan kami hanya saja dirinya ingin satu hari lagi berada di pulau ini.


"Dia memang memiliki keahlian untuk membuat wanita terkesan ya, tapi sayangnya dia itu playboy."


Malamnya kami menginap di rumah Yui lantaran permintaannya ingin menghabiskan satu hari lagi di tempat ini.


Aku tidur bersama dengan kucing ciptaan Yui yang mengemaskan bersebelahan dengan kasur tempat Reina tidur. Dan bersebelahan pula dengan Yui, jadi aku berada di tengah-tengah.


Sementara laki-laki dipisahkan dan berada di kamar yang berbeda.


"Bukannya... Yanwu bilang di pulau ini hanya ada satu ras manusia dewa ya, mana mungkin ada satu lagi. Jadi bisa saja kan, Leonin salah mengira. Lagian anggapannya waktu itu hanyalah kemungkinan terbatas pada penuturan Yanwu bahwa pulau itu di huni oleh satu orang saja saat di cek menggunakan kemampuannya, hmm?"


Hal itulah yang terjadi dalam pikiranku menyebabkan diriku tidak bisa tidur untuk sementara waktu.

__ADS_1


Tak lama Yui bangun dan mengejutkan diriku sampai aku berpura-pura tidur. Sebenarnya aku penasaran dengannya yang tiba-tiba setengah bangun tadi dan aksinya begitu dadakan sekali.


Tak ku sangka perempuan misterius itu ternyata adalah Yui dikala dirinya beranjak bangun dan membelakangi diriku sembari menatap cermin, lalu dirinya merubah tampilan sama persis dengan perempuan yang waktu itu aku dan Leonin temui.


"Sudah saatnya aku balas dendam, mereka masuk dalam perangkap kepribadian diriku yang polos itu. Aku sangat berterimakasih pada diriku itu hihi.." gumamnya yang masih ku dengar, dan beruntungnya diriku karena memiliki pendengaran yang tajam.


Dia lalu berbalik sehingga diriku menutup rapat-rapat mataku.


Untuk sekarang aku tidak bisa melihat apa yang tengah Yui lakukan.


Merasa tidak enak aku pun membuka mataku sedikit dan aku melihat Yui yang akan melayangkan pisau padaku.


Aku pun membuka mata namun dia masih melancarkan serangannya tanpa jeda lagi sepertinya.


"Tidak..."

__ADS_1


Aku menutup mataku ketika diriku tidak bisa digerakkan dan berpikir bahwa diriku akan mati, tapi nyatanya. Saat aku membuka mata Yui sudah membeku oleh es pada posisinya yang hampir saja membuatku kehilangan nyawa.


Serta aku melihat Leonin tepat dihadapan kasur tempat tidurku.


__ADS_2