Last Life

Last Life
Penilaian Kedua


__ADS_3

Peraturan yang aku pahami dari tes kecepatan ini pertama dilakukan tanpa menggunakan kekuatan khusus yang dapat mempercepat gerakan.


Dan sangat menguntungkan bagi orang yang memiliki bakat kecepatan tersendiri melalui latihan.


Kedua tidak diperbolehkan untuk menyerang satu sama lain dan ketiga tidak diperbolehkan untuk bekerjasama.


Aku tertinggal empat orang yang kini berada tak jauh di depanku berusaha sebisa mungkin agar aku mendapatkan juara terbaik yaitu 1-3 meskipun begitu berbicara saja tidak membuatku mampu.


Maka kulakukan dengan sekuat tenaga mengingat kembali pelatihan beladiri yang pernah aku lalui dan bukan sekedar untuk menghabiskan waktu saja.


Pelatihan keras yang pada akhirnya membuatku menjadi selangkah lebih maju dibandingkan 2% manusia di bumi. Yah. Menurut perhitungan ku.


Posisi pertama masih tetap dipertahankan oleh Marin rupanya dia menuruti nasehat dariku, dia sekarang ini berlari cepat namun dalam batas wajar dirinya agar tidak dicurigai.


"Dua orang ini, harus aku lewati."


Tidak terdengar sorak-sorak dukungan maupun taruhan dari para penonton, karena memang hanya segelintir orang saja dan para prajurit yang menonton dalam diam. Mungkin mereka lebih memilih menjaga citra mereka.


Adu kecepatan ini selesai pada tiga putaran dan sekarang ini adalah putaran terakhir untuk menentukan juara dan penilaian dari mereka yang duduk disana.


"Mungkin saja mereka adalah para pembesar raja atau mungkin orang-orang penting. Dan kelihatannya Lu Yang menjalankan tugasnya dengan baik, dia tampak tenang menjaga diri disana dalam bercengkrama dan beretika maupun menarik seseorang pada rencananya."


Masih dalam posisi ketiga setelah diriku melampaui kecepatan salah satu prajurit sebelumnya, dan yang kulakukan hanyalah mempertahankannya saja.


Dua orang itu kelihatannya memiliki ambisi yang sangat besar.


Pada akhirnya aku berhasil mendapati juara tiga dengan penilaian 80 sedangkan Marin menempati posisi juara satu dengan penilaian 95 oleh para petinggi dan orang penting-penting berjumlah 9 orang.


"Jangan senang dulu kau bisa mendapati juara satu, karena penilaian kali ini bukan tipe yang aku sukai. Tunggu saja pembalasan ku nanti."


Pria berambut coklat dengan mata biru terlihat mendekati diriku dan juga Marin lalu menyorot tajam kepada Marin, namun Marin hanya diam dan bersikap acuh. Hingga pria itu pergi dengan raut wajah kesal.

__ADS_1


"Marin kamu..."


"Tidak usah dipikirkan, dia kesini hanya untuk membual saja atas kekalahan yang tidak dia terima."


Mendengar ucapan Marin dan wajahnya yang begitu dekat membuatku agak canggung. Padahal dia itu wanita.


"Kenapa dengan wajahmu yang memerah itu, apa kamu demam? Jika iya mending kamu istirahat saja, akan aku selesaikan sendiri semua penilaian dari seleksi prajurit ini."


"Ah... tidak apa-apa, aku baik-baik saja," jawabku gelagapan sambil mengibas-ngibas kedua telapak tangan.


Lanjut pada penilaian kedua yaitu menghindari serangan tertentu seiring dengan level, artinya jika seseorang menyelesaikan level sebelumnya maka bisa lanjut ke level selanjutnya hingga pada level terakhir.


Aku sangat memahami apa yang dikatakan oleh orang itu yang memberi aturan pada penilaian kali ini, katanya dilakukan oleh satu persatu orang. Namun dalam tempat yang berbeda dan secara bersamaan. Di bagi menjadi tiga tahap.


"Hmm, ternyata level 5 adalah serangan petir, jadi level 4 angin, lalu 3, 2, dan 1 hanya kerikil. Dan level terakhir pada 10 level keatas."


Selanjutnya adalah giliran-ku itulah mengapa aku terus memperhatikan lebih seksama orang yang lebih dulu melalui penilaian ini.


"Oh ya, aku baru ingat. Sekarang kan giliran Marin. Dia pasti mudah melalui penilaian ini, dan setahuku belum ada yang berhasil ke level 7 umm siapa ya yang bakal memasukinya?" gumam ku.


"Memangnya belum ada yang pernah, aku awam disini?!" sahutku dengan malas dikala dia tidak memperhatikan.


"Kamu belum tahu, apa pacarmu itu tidak memberimu informasi seputar penilaian ini padamu?" dia malah balik nanya kepadaku. Dan siapa yang dia sebut sebagai pacarku.


"Tenang saja, lagian aku akan menoleh sejarah hari ini. Jadi kamu perhatikan diriku juga selain pacarmu itu. Karena aku menganggapnya sebagai rival, ingat itu!" ucapnya lagi sembari melenggang pergi.


Dan ternyata yang dia maksud pacarku adalah Marin yang memang kelihatannya sekarang ini seperti seorang kesatria laki-laki yang tangguh. Pria itu sudah salah paham.


Level pertama Marin melaluinya dengan mudah tanpa terkena kerikil yang melesat kearahnya sedikitpun.


Sebenarnya serangan tersebut berasal dari kemampuan seseorang yang mampu membuka dimensi tertentu dengan portal seukuran bola.

__ADS_1


Mampu mengeluarkan berbagai elemen maupun unsur guna membantu jalanan nya penilaian kedua ini.


Di level lima Marin masih tetap tenang tanpa adanya kesulitan sama sekali, bahkan aku melihatnya saja jadi kagum padanya.


Jdarr!!


Kali ini serangan petir lebih cepat dan berbahaya dari yang sebelumnya sebagai pertanda bahwa sebentar lagi level ini akan selesai.


Dan seperti biasa Marin mampu melewatinya tanpa tergores sama sekali. Seperti halnya dirinya memiliki tubuh hantu, kecepatannya yang bagaikan cahaya mampu menghindari serangan tajam maupun mematikan sekaligus.


Hingga Marin memasuki level terakhir yaitu serangan air yang tidak aku sangka sama sekali sebelumnya. Terbesit di pikiranku jika elemen air tidaklah cocok sebagai elemen yang dimunculkan terakhir pada penilaian kali ini.


"Aku baru tahu level terakhir adalah elemen air, sangat tidak terduga sama sekali."


"Kau benar, aku malahan tidak membayangkan elemen itu akan ditempatkan di akhir, memangnya apa hebatnya elemen air?" bisik prajurit yang tengah menonton.


"Mungkin ada hal yang tidak aku ketahui dari elemen air."


"Yee, kamu benar."


"Huh? Kamu bisa membaca pikiranku?" ucapku terperangah saat mendengar ucapan seseorang yang kini berada di sampingku.


"Tentu saja, lagian elemen air itu memiliki tingkat berbahayanya sendiri, apalagi saat melesat pada kecepatan cahaya. Mungkin bisa membelah membela lautan sekalipun!"


Benar apa yang dikatakan oleh orang ini mungkin inilah alasan elemen air dimunculkan pada level akhir.


Dengan artian sekarang ini sekali Marin lengah maka bagian tubuhnya akan ada yang berlubang.


Untungnya di level 8 dan 7 memiliki pelindung untuk menutupi area tersebut, sehingga tidak membahayakan para penonton.


"Gawat!?" ucapku spontan saat air mulai meledak dan menenggelamkan diri Marin. Kini pelindung setengah bundar pada area tersebut dipenuhi oleh air.

__ADS_1


"Hehe mungkin ini adalah fase terakhir level 10 yaitu menghindari serangan air didalam air itu sendiri."


Setahuku saat seseorang berada didalam air pergerakan cepat pun bisa diperlambat akibat massa air.


__ADS_2