Last Life

Last Life
Bagian 7 : After Three Years


__ADS_3

Bagian 7 : After three years


Sudah tiga tahun Zoe hidup terkurung di kamarnya. Kabar tentang dirinya tidak sekolah hanya diketahui Miss Nadia. Ayah dan kakaknya tidak curiga kalau Zoe terus mengunci diri di kamar dan keluar ketika sudah jadwalnya toh dia gak dipedulikan juga.


Di sekolah sendiri, Miss Nadia menatap selembar kertas di meja gurunya. Sekilas kertas putih itu berisi data lengkap seorang siswi. Matanya perlahan melirik ke arah siswa dan siswi di kelas yang dimasukinya itu. Lamunannya buyar begitu seorang siswi memanggilnya.


“ Eh? Iya ada apa, Lila?” ucapnya terkejut buru-buru membalikkan kertas putih itu seakan tidak ada yang boleh melihatnya.


“ Ponsel Miss berdering!” ucapnya kemudian berbalik berbincang kepada temannya.


Matanya menangkap layar ponselnya yang bergetar dia segera menggeser tombol hijau itu kemudian beranjak keluar. “ Ya, ya saya segera kesana!” ucapnya menutup telpon itu. Lila hanya berkedip heran dengan tingkah gurunya itu, wajar saja gurunya lebih banyak menyuruh membaca kemudian merangkum dan gurunya tampak sibuk melamun setiap masuk ke kelasnya setiap ada jam tatap muka antar mahasiswa.


Nadia turun dan menuju lobby universitas. Dengan hati-hati dia keluar menuju gerbang sekolah dan menuju seseorang yang sedang bersandar di sebuah pohon depan sekolah tak jauh dari gerbang.

__ADS_1


“ Belakangan ini auramu semakin meningkat, hati-hati dengan auramu itu! Manusia bisa mencium baumu!” ucapnya setengah berbisik memberikan selembar amplop tipis kepada orang yang menunggunya.


“ Terima kasih, ...Miss Nadia!” ucapnya mengangkat sedikit wajahnya yang tertutup topi dan masker hitam.


“ Ya, sama-sama! Hati-hati Zoe!” ucap Miss Nadia ketika Zoe berbalik pergi. Miss Nadia memang bukan siluman namun dia memiliki kemampun khusus yaitu merasakan aura siluman, bisa dibilang Rigil*


*Rigil adalah sebutan untuk seseorang yang mampu bisa merasakan aura siluman tertantu. Umumnya para pria yang memilikinya dan hanya kecil kemungkinan wanita mempunyainya.


Pukul 18:00 matahari sudah tampak lebih menenggelamkan diri dan hanya yang tersisa gradasi senja yang indah memukau pesona. Zoe duduk di atas atap kamarnya. Menatap tenang gradasi indah itu. Dia duduk tenang sampai bulan muncul walau hari ini tidak bulan purnama Zoe bersyukur masih bisa menyerap sinar bulan sebagai familiarnya.


“ Lila?” wajah yang begitu familiar dengan ekspresi ketakutan setengah mati. Tangannya memegang erat apa yang harus dipertahankannya. “ Arghhhhh!” hembusan nafas yang panas menyentuh udara dingin menciptakan uap putih yang terbang memudar ke atas.


Mau sampai kapan? Mau sampai kapan kamu akan terus diam? Mau sampai kapan kamu akan menyembunyikan instingmu? Mau sampai kapan kamu akan diam begitu melihat orang yang menyangimu mati? Mau sampai kapan?! Tidak, aku tidak mau lagi terus terpendam dalam kerangka ini dalam jeruji panas. Aku harus melawan!

__ADS_1


Dengan mata merahnya yang berubah menjadi sosok yang ganas. Aku merasakan ada yang menjalar di tubuhku. Srek! Sebuah cakaran sempurna mendarat di punggung hidung belang itu. Belum sempat satunya lagi berbalik untuk menyelamatkan diri sebuah pukulan mentah menyentuh tubuh laki-laki kotor itu. Keduanya meringis kesakitan dengan pukulan mentah yang datang entah dari mana.


“ Brengsek, siapa beraninya mukulk-“


“Sia-“


Keduanya terkejut melihat makhluk mengerikan yang berdiri membelakangi sinar remang bulan. Mata merah yang mengerikan dengan cakar tajam panjang ditambah silauan kecil taring panjangnya. “ Ma-makhluk a-apa i-itu?!” teriak mereka ketakutan. Tak hanya sampai disana makhluk yang tak sempurna itu mengahajar, mengigit, dan meminum darahnya hingga kering tak tersisa.


Glek! Tegukan terakhir terdengar begitu marah dan kesal. Dengan langkah gontai makhluk tak sepurna itu mendekat perlahan kearah gadis itu. Menangis adalah pilihan yang tepat ketika waktu seperti ini. Pelan-pelan bersamaan dengan terkenanya sinar bulan pada tubuhnya. Dengan langkah tegap matanya menatap kearah gadis yang ketakutan itu. Akibat terkena sinar bulan dia berubah menjadi seekor makhluk yang dikenal manusia. Serigala yang berwarna abu-abu putih itu mendekat menjilat air mata gadis itu. Satu kata yang begitu teringat ketika melihat manusia itu berubah menjadi serigala wajah yang begitunya dikenalnya. Sebuah keajaiban terjadi.


“ Zoe?” itu adalah kata diucapkannya begitu menatap serigala itu. Buram, itulah yang dilihat wanita itu. Deg! Zoe terkejut mendengar namanya disebut. Setelah 3 tahun berlalu Zoe menghapus ingatan temannya itu. Kini, dia tidak mengerti kenapa terjadi sesuatu yang tidak pernah dia duga. Badannya menahan tubuh gadis itu yang pingsan tak


sadarkan diri. Dengan pelan-pelan Zoe menarik Lila naik ke punggungnya dan membawanya pergi. Tubuh Zoe berubah saat cahaya bulan tertutup awan malam. Pelan-pelan dan hati-hati aku meletakkan Lila di atas tempat tidur. Wajahnya tidak bertukar sama sekali seperti dulu masih tetap menampilkan wajah cantiknya yang khas. Sepintas Zoe yang masih bertubuh aslinya itu menatap wajah itu. Wajah yang tak pernah dia lupa wajah yang pertama dilihatnya. Sangat jarang ada orang yang mau mendekati Zoe dengan menggunakan hati murni berbeda dengan manusia lainnya yang hanya mencoba mengincar kekuatan siluman Zoe.

__ADS_1


“ Kenapa diam saja?” ucap Hanson tiba-tiba. Dirinya datang dan berubah menjadi manusia bersamaan kakinya meminjak di lantai balkon. Zoe hanya bisa melirik mengingat tubuhnya masih menggunakan tubuh aslinya. Hanson mendekat kemudian memberi sebuah ramuan berwarna merah kepada Zoe. Zoe mennjilat habis cairan merah yang alias darah khusus itu. “ Tahukah kau Zoe?, darah Novo sudah mulai sekarat. Ditambah darah Novo tinggal dua tabung lagi!” seraya melihat Zoe yang mulai berubah menjadi manusia.


“ Ada makhluk lain yang menyurupai manusia dan bukan manusia. Mereka berbeda setiap jengkalnya” gumam Zoe berdiri tegap mendekat kearah Lila yang masih pingsan Zoe mendekat dan menaikkan selimutnya. Mata Zoe yang perhatian mendekap tangan temannya yang pertama kali. Pertama dan mungkin yang terakhir...mungkin. “ Aku tak menyangka Lila mau mendekat kepadaku yang mempunyai banyak bahaya siapa saja yang mendekatinya. Aku selalu gugup ketika bertemu denganmu tapi aku menyukainya. Selama aku hidup tak pernah ada yang mau mendekatiku. Tapi, Lila menganggapku sama sepertinya dia menganggapku sama. Dia menigisi kekosongan hati dan sisiku ini. Apakah karena aku seorang penguasa kekuatan dari segala kekuatan siluman? Apakah ras membuat kita saling menjauh? Apakah karena aku klan serigala tidak boleh menyentuh manusia? Akatakan kepadaku apa alasannya? Apa alasannya?!!”


__ADS_2