Last Life

Last Life
Permulaan Ini Sepertinya Sama


__ADS_3

Di tempat yang sama dan waktu sama pula aku terbangun dari tidurku, sementara ingatan terakhirku mengarah di detik terakhir diriku berpisah dengan Ryu begitupun dengan rekanku bahwa kenyataannya aku telah meninggalkan mereka semua.


Sekarang ini adalah permulaan dimana waktu normal diriku pertama kali di dunia ini lebih jelasnya sebelum diriku mengulang-ulang waktu tanpa henti menurut penuturan Kino.


Sayangnya masih banyak hal belum aku ketahui sebelumnya seperti Hiyou masih menjadi tanda tanya, tuan Mizu belum aku ajak bicara mengenai rencana rahasia, dan wanita yang dicari-cari Yanwu.


Kino hanya memberitahukan sedikit informasi tentang mereka tidak semuanya yang aku ingin tahu sekarang ini.


Sebenarnya masih banyak pertanyaan belum terjawab dalam pikiranku dan ku biarkan saja hingga berlalu, bagaimanapun akhirnya sudah seperti ini, aku di lupakan lagi oleh mereka.


Tapi itu tak masalah jika disebut sad ending selagi aku memiliki kesempatan pergi dari dunia ini dan bisa kembali ke dunia asalku, jujur aku baik-baik saja berada disini tanpa teman.


Aku masih merebahkan tubuhku pada kasur di kamar kosong ini dimana keadaannya sedikit berbeda terakhir kali aku meninggalkan rumah ini.


Kamar ini pun keadaannya agak kotor dan berdebu serta di luar terdapat banyaknya warna hijau dari tumbuhan merambat dan sebagainya.


"Aku cek saja setiap ruangan, siapa tahu ada perubahan lain, yang belum ku lihat sama sekali sebelumnya!" gumam ku di sahut oleh suara cicak seperti halnya menjawab. Aku pun beranjak bangkit untuk memastikan lagi.


Ku langkahkan kaki untuk keluar dari kamar ini, diriku ternyata berada di lantai dua.


Wus...


Tak..tak..tak


Suara angin mulai bergemuruh diikuti suara sesuatu yang jatuh di atap rumah ini membuatku menengadah ke langit-langit.


Rumah ini memiliki beberapa lubang di bagian atapnya sampai bisa kulihat cuaca di luar dan memperkirakannya.


Melewati dengan hati-hati lantai rapuh secara perlahan-lahan sambil melihat sekitaran sekilas takutnya ada seseorang.


Entah kenapa firasatku mengatakan ada seseorang di tempat ini padahal waktu itu aku damai sekali berada di rumah kosong tanpa menemukan kehadiran seseorang.


Aku mempercepat langkah saat menuruni tangga dan langsung menuju arah pintu keluar, perasaanku sekarang ini agak lain.


Biasanya aku tidak merasakan kegelisahan seperti yang aku alami sekarang ini dan semenjak bangun perasaanku menjadi berubah-ubah, apa efek pengaruh permulaan awal.

__ADS_1


"Hmm, coba aku ingat-ingat lagi."


Flashback on


"Ada efek yang akan kamu alami saat kembali pada permulaan waktu asli, pertama perubahan tak disadari, merasa berbeda seperti bukan dirimu, emosi berlebihan, paling parah ingatanmu lamamu mulai terhapus. Tapi berlaku bagi ingatan yang kamu simpan menggunakan kemampuan milikmu!"


"Bagaimana kamu bisa mengetahui semua itu Kino?"


"Bukannya aku sudah bilang aku ini salah satu penyebab dirimu mengulang di waktu yang sama, kurasa jika kepalaku aku pompa tentang dirimu ada banyak sekali ingatan diriku di waktu lain, dan hal itu agak mengganggu diriku sekarang."


"Kamu sepertinya kesakitan Kino, apa kamu baik-baik saja?"


"Tenang saja, aku baik-baik saja. Hanya migrain kecil!"


Flashback off


Di luar terlihat sama menurutku, tidak ada yang berubah secara mendasar dari segi manapun. Mungkin aku lupa atau tidak ingat terhadap keadaan ini sebelumnya.


Berniat untuk mencari seseorang untuk memastikan kemampuan memasuki ingatan apakah masih aku memiliki atau telah lenyap.


Yah. Aku merasa jika diriku ini bukan aku yang biasanya.


Padahal sekalian aku mau mengambil ponsel di supermarket beserta makanan, lokasinya pun tak jauh dari sini.


Krieek...


Belum sampai pada pintu rumah didepan ku tiba-tiba saja pintu itu tertutup seakan tidak memperbolehkan diriku untuk masuk kembali.


Sambil menenangkan diri dari pikiran negatif aku pun melanjutkan langkah memasuki rumah ini.


"Oh ya... angin, kenapa aku jadi berpikiran hal mistis ya."


Sama seperti sebelumnya aku berinisiatif membereskan rumah ini untuk dijadikan hunian sementara, karena aku masih belum menentukan tujuan berikutnya.


Bahkan mengecek tempat-tempat disekitar sini pun untuk sekarang ini aku tidak berani gara-gara efek permulaan.

__ADS_1


Ku usahakan akan memikirkan sebuah rencana agar diriku dapat keluar dari dunia ini secepatnya, setelah membereskan kekacauan di rumah ini bak kapal pecah. Walaupun butuh proses setidaknya aku berusaha untuk memperbaiki keadaan.


Lagian manfaatnya aku yang akan merasakannya saat rumah ini dalam kondisi bersih.


Beberapa menit kemudian, aku selesai membersihkan rumah ini pada bagian kamar dan dapur serta kamar mandi, sementara bagian lain seperti rumah tamu, membaca, dan kamar lain belum aku bersihin.


Sepertinya akan aku bersihkan secara berkala saja agar diriku tidak terlalu kecapean satu hari full.


Dan yang aku sebut beberapa menit diselesaikan ternyata hitungan jam sudah aku melakukannya.


Aku mengetahuinya dari cara mengunakan bayangan matahari dan kayu sebagai penunjuk waktu ternyata sekarang ini waktu menunggu siang hari antara jam sebelas atau dua belas.


Saat mood ku rasanya sudah membaik beserta perasaan takut untuk keluar dari rumah ini telah tiada aku pun bergegas menuju supermarket di sekitar sini.


Ku usahakan berhati-hati saat berjalan di tempat sepi seperti ini, meskipun disebelah kanan dan kiri terlihat tidak ada siapa-siapa.


"Mengenai buku terlarang itu... aku belum sempat mencurinya dari Raja. Aku terlalu terburu-buru, tapi ya sudahlah, memang seperti ini harusnya. Kini bilang jika terlalu lama menunda penghapus kemampuan maka akan berakibat buruk," gumamku dengan suara kecil sembari berjalan dan melihat sekitaran.


Saat aku mencoba menggunakan kemampuan berlian nyatanya tidak bisa aku keluar dari tanganku, berarti pengulangan ini memang berpengaruh terhadap keseluruhan.


"Akhirnya sampai."


Setelah berusaha keras untuk masuk kedalam supermarket ini akhirnya aku berhasil memasukinya. Tempat ini masih sama tidak ada yang berubah.


"Kalender ini pun menunjukkan tahun 2012, tapi tunggu... Huh? Jadi ada orang yang sengaja mengubah kalender?"


Kertas tempelan mirip dengan bagian kalender ini terjatuh saat aku menyentuh di waktu sekarang ini menunjukan kenyataan, atau mungkin orang iseng dengan tujuan tertentu yang melakukannya.


Tahun aslinya pada kalender ini adalah 2015 agak berbeda dua tahun dari sebelumnya.


"Hem, biarkan sajalah. Aku lanjutkan tujuanku kesini. Mencari makanan instan yang banyak untuk aku stok di rumah itu, terus aku harus makan terlebih dahulu. Karena cacing pada perutku sepertinya minta diisi."


Perasaan Dejavu kembali aku rasakan lagi, tapi kali ini aku ingat dengan jelas apa yang menyebabkan perasaan itu muncul.


Aku lalu mengambil beberapa produk makanan instan dan kebutuhan sehari-hari pada rak khusus.

__ADS_1


Hari yang cerah membuatku bersemangat berada di supermarket ini sendirian, walaupun didalamnya agak gelap.


__ADS_2