
Api lalu keluar dari bawah lingkaran yang terdapat simbol dan tulisan misterius kemudian menyambar orang-orang yang meniru wujud Willy hingga hangus tak tersisa. Sungguh, aku yang melihatnya hanya bisa diam tak bergeming.
Mengetahui kemampuan lain Yanwu saat ini sambil menghitung beberapa banyak kemampuan yang telah aku lihat darinya. Sepertinya baru pertama kalinya aku melihat kemampuannya yang seperti ini.
"Sudah selesai, mereka tidak akan bisa meregenerasi diri lagi. Lalu dimana orang berkemampuan senjata?" tanya Yanwu.
"...Aku kehilangan jejaknya," sahut Willy.
Dorr...
Suara tembakan mesin terdengar dari atas menembak kami yang ada dibawah.
Karena ruangan ini luas atapnya pun tak kalah tingginya.
Dorr...
Seperti biasa ada shield yang melindungiku dari serangan mendadak tadi, bahkan Willy mendapatkannya juga.
"Dia bisa mengambil berbagai senjata dengan mudahnya dari suatu lubang yang dia panggil atau semacam portal, jadi hati-hati saat melawannya!!" ucap Willy dari kejauhan berteriak.
Dilihat dari posisi ku ini, aku melihat lubang tempat orang itu mengambil senjata berikutnya yang akan dia gunakan.
Kini senjata yang akan dia gunakan adalah senjata yang belum pernah sama sekali aku lihat bentuknya.
Blosh...
"Sial! Dia hanya bisa melakukan itu," kata Willy dengan kaki bersiap-siap menghadapi.
"Menghindar!!!"
Bomm!!
Seketika ruangan ini dipenuhi oleh asap putih setelah ledakan tadi terjadi, yang mana membuat diriku tidak bisa melihat keadaan. Sebelumnya ledakan akibat senjata yang orang itu pakai memiliki efek ledakan yang sangat dahsyat.
Swosh..
Dorr...
Dari arah jam 9 aku melihat bayangan Yanwu sedang menghadapi seseorang hingga terdengar suara tembakan lagi.
Diwaktu-waktu ini aku tetap bersiaga jika saja ada serangan mendadak lainya dari samping, depan ,dan belakang. Sambil ku dekati bayangan seseorang.
"Willy?"
__ADS_1
"Anita, orang yang kita hadapi benar-benar menyusahkan. Jadi aku ingin memberimu suatu informasi, kemarilah!" ujar Willy kepadaku.
"Kamu sebelumnya sudah melawannya bukan? Yanwu mengatakannya kepadaku."
Dorr...
"Iya, justru aku mau memberimu sedikit informasi selagi pria itu melawan orang berkemampuan senjata. Bahwa orang yang kita lawan ini bisa berteleport!"
"Huh...?"
Asap yang menghalangi pandangan mata pun kian menghilang sejalan dengan waktu, sementara Willy dan Yanwu berkerjasama dalam mengalahkan lawan yang tangguh kali ini.
Ruangan yang awalnya rapi hanya beberapa properti yang terlihat kotor karena darah kini hancur menyisahkan kayu-kayu dan bekas tembakan.
Dor!
Yanwu menyuruhku untuk tetap diam jangan ikut campur pada pertarungan ini namun...
"Jangan bergerak kalau tidak ingin dia mati! ancam orang berkemampuan senjata menodongkan senapan di dekat kepalaku.
Sebelumnya memang terdengar suara tembakan yang kemudian tak disangka orang ini sudah ada didekat ku.
Aku mengingat perkataan Willy barusan jika dia ini bisa berteleport.
Walaupun aku tahu shield tersebut dapat melindungi diri seseorang dari efek ledakan, peluru, dan kemampuan jarak jauh. Tapi aku tidak nyakin seratus persen bisa memblokade peluru senjata dari jarak sedekat ini.
"Menyerah saja, orang sepertimu sering aku temui. Bila rencananya tidak sesuai dan hampir membuatnya kalah maka orang sepertimu pasti menggunakan trik kotor sebagai jaminan memutar balik keadaan!" ucap Yanwu, aku tidak tahu dia sedang memprovokasi atau mungkin merencanakan sesuatu. Yang pasti aku tidak mau sesuatu hal buruk menimpaku.
"Meskipun kemungkinan kecil aku menang, aku tetap akan berusaha keras untuk keluar dari situasi ini. Misalnya aku menyerah pun kalian pasti akan membunuhku, bukan?" sahut orang yang mengancam ku, diakhir katanya dia memastikan suatu pendapatnya.
Mungkin saja benar apa yang dikatakan oleh orang ini, meskipun dia menyerah pun akan dibunuh. Entah itu Willy yang melakukannya atau bisa saja Yanwu.
Dan aku baru saja tahu jika orang ini bisa membuka portal tanpa melafalkan mantra ataupun melakukan gerakan, portal disampingnya terbuka begitu saja seraya tangan yang satunya memasuki portal tersebut.
Senjata di tangannya ada dua, satu yang dia todongkan padaku satu lagi memasuki portal. Saat aku melirik kearah portal tersebut ternyata dia mau menekan pelatuk senjatanya.
Menurut kesimpulan ku dia pasti akan melakukan teleport di bantu dengan peluru yang melesat. Dari caranya berteleport pasti melibatkan peluru, bahkan saat menghindar dari serangan dikedua arah dia sebelumnya menembak ke sembarang arah.
Yang aku kira dia cuma asal menekan pelatuk, tapi dia itu hendak berpindah tempat pada peluru yang melesat.
"Apa kamu masih perjaka?" tanyaku.
Wugh.. brak!
__ADS_1
Perkataan ku tadi membuatnya lengah hingga mengharuskannya menoleh ke arahku, spontan dalam hitungan detik aku langsung mengunci dirinya dan menepis senjata di kedua tangannya.
Menggunakan teknik beladiri aku berhasil mengalahkan orang berkemampuan senjata ini sekali dia melakukan kesalahan.
"Wow, hebat juga kamu, Anita," ucap Yanwu.
"Hanya dengan perkataan seperti itu saja dia sampai lengah hmm!?" Willy kelihatannya tidak percaya dengan kenyataan didepan mata.
Setelah itu aku dan yang lain mengecek keadaan tempat-tempat di dalam bungker ini, karena sebelumnya terdengar suara gemuruh dan gaduh yang mungkin saja berasal dari ruangan lain.
Yanwu mengatakan jika orang-orang yang menerobos masuk kedalam bungker ini dibantu oleh kemampuan orang bersenjata tadi yang sudah ditangkap.
Jumlah pasti mereka pun lumayan banyak dan setengahnya lagi sudah dikalahkan.
"Dia ternyata masih hidup!" ucap Yanwu.
Pada pintu ruangan yang ada di samping dari kejauhan, muncul Kay yang membuat diriku terkejut. Keadaannya tidak ada yang berubah hanya saja aku memiliki firasat buruk sekarang ini.
"Dia lolos!? Biar aku yang tangani!" kata Willy.
"Tunggu. Ada sesuatu yang tidak beres darinya!" ujar Yanwu sembari mencegah Willy untuk maju.
Kay lalu mendongakkan wajahnya terlihat raut ekspresinya yang datar menatap kami. Seingat ku terakhir melihatnya di ruangan tempat wadah air besar berada, yang secara tiba-tiba meledak lalu aku dipaksa Yanwu untuk meninggalkannya.
Dan seharusnya ruangan itu dipenuhi oleh air hingga menuju ke tempatku sekarang, namun sampai saat ini aku belum melihat air mengalir sampai kesini.
Dari arah belakang tak jauh dari Kay terlihat wanita cantik berpakaian ala-ala selir kerajaan berjalan kemari, dia adalah Lina salah satu pelindung raja. Kemampuannya mengendalikan seseorang yang tidak kuat dalam menahan diri.
Misalnya aku memiliki dendam sedikit saja padanya atau rasa ketakutan, kebencian, dan sebagainya maka dia bisa saja mengendalikan diriku. Memang tidak masuk akal tapi menurut penuturan tuan Mizu begitulah caranya mengendalikan seseorang.
Melihat tatapan Kay berbeda dari sebelumnya membuatku jadi seratus persen nyakin jika Lina sudah mengendalikan dirinya.
Shut!
Crak!
Kay bergerak menyerang Willy diposisi paling depan, namun pergerakan Kay sudah terlebih dahulu terbaca dan mengakibatkan dirinya terkena tebasan sabit.
"Apa-apaan menyerang secara tiba-tiba!" kata Willy sembari menunjuk pada lantai dengan sabitnya.
Setelah terkena tebasan Kay langsung saja berubah wujud menjadi air dan berceceran di lantai.
"Kemampuan seperti ini tidak berguna," ucap Willy menekankan kata diakhir.
__ADS_1