
Kini aku kembali menuju rumah tempat tinggal Kino bersama dengan Yanwu, setelah mengecek keadaan sekitar di tempat ini. Yang aku khawatirkan dari awal ketika tersadar setelah mengulang waktu ini cuma satu, aku tidak ingin mengulang waktu namun dalam keadaan yang berubah pula.
Karena hal tersebut akan membebani diriku meski aku memiliki beberapa informasi penting di waktu asli yang dapat membantuku.
Berhubung sekarang aku mempunyai rekan baru melalui kesepakatan aku jadi merasa tenang untuk sementara waktu maupun kedepannya
Alasan aku mengajaknya kerja sama selain karena dia orang reinkarnasi juga karena dia memiliki kemampuan yang lumayan unik. Seperti kemampuan milik Kino yang mempunyai ciri khusus.
Suatu kemampuan yang dapat menghapus keberadaan seseorang sehingga tidak diketahui keberadaannya. Misalnya jika aku ada didalam keramaian mungkin aku tidak dapat diketahui.
Hanya saja apakah dapat menghapus seluruh keberadaan diriku sampai tidak tersentuh, ya, itu masih aku cari tahu dari kemampuan milik Yanwu itu.
"Kamu sedang memikirkan apa, kelihatannya sangat serius sekali memikirkannya?" tanya Yanwu sambil menoleh ke arahku. Dia kelihatannya sangat penasaran sekali dengan sorot mata seperti itu, memperhatikan.
"Umm aku lagi mikirin bagaimana jelasin kamu kepada temanku, dia itu orangnya sensitif banget..."
"Dia laki-laki kan?"
"Lah, kok kamu kamu tahu?"
"Tidak tidak, aku hanya menebaknya. Kalau begitu biar saja aku yang jelaskan tentang diriku kepadanya, sesama pria pasti akan saling mengerti!"
"Oke, aku setuju."
Krek! krek! krek!
"Ada suara di balik pohon itu!"
Ketika asyik berjalan aku mendengar suara yang menganggu. Suara itu berasal dari balik pohon besar yang sekitarannya terdapat patung-patung.
Aku yakin Yanwu pasti mendengar suara tadi, karena dia ikut menghentikan langkahnya saat aku tiba-tiba berhenti.
"Stsst suara itu berasal dari sana!" ucapku memberitahukan keberadaan asal suara kepada Yanwu, namun dia merespon ucapanku dengan biasa-biasa saja.
Yanwu kemudian mengangkat satu lengannya yang dapat membuat batu yang ditunjuk nya terangkat ke udara, sehingga membuatku garuk kepala.
Ctak!
Tak disangka dia melesatkan batu yang lumayan besar itu kearah pohon tempat suara tadi berasal.
Lalu keluarlah seseorang dengan wajah seperti bertato dan mata berwarna merah menatap kami tajam dengan pandangannya.
Bukan itu yang aku takutkan selain pakaian ia kenakan sangat lusuh dan kotor, melainkan mulutnya yang berwarna merah darah.
"Beraninya kalian menganggu waktu makan ku, apa sudah bosan hidup?" ia pun akhirnya yang berkata duluan.
__ADS_1
"Aku..."
Sebenarnya aku ngeri melihatnya dengan tampang seperti itu, itu membuatnya jadi merasa sesak dan tidak tahan.
Dia saat aku amati seperti orang dari suku pedalaman. Ya. Sangat persis untuk menyamakannya.
Wosh... brak!
"Hah, kamu kenapa menyerangnya?" tanyaku kebingungan saat Yanwu langsung menyerang orang itu. Dan aku pun bingung karena dia bisa menghempaskan orang itu dengan elemen angin.
Hanya dengan satu hempasan orang itu langsung terpental hingga merusak pohon dibelakangnya.
"Dia terlalu membuatku tidak nyaman!" sahut Yanwu kemudian.
"Eh, dia juga merasakan tidak nyaman sama sepertiku?"
Saat Yanwu menyuruhku untuk lanjut jalan orang itu lalu berkata dengan nada marah kepada kami.
"Rupanya kalian benar-benar mau mengusik ketenangan ku! Heeh rasakan ini!" ucapnya yang membuatku berbalik badan.
Sebuah boneka yang mirip seperti Yanwu dipegang oleh orang itu, sedangkan satu lengannya memegang jarum.
Tap!
Swosh...
Brak!
Tanpa diduga Yanwu sudah ada didepan orang itu dengan satu tangannya yang hampir menyentuh leher orang yang akan disentuhnya.
Namun tak disangka dia ambruk sebelumnya mengenainya.
"Kenapa bisa seperti itu, apa mungkin karena boneka yang mirip dengan Yanwu itu?"
"Hey.. segini saja kemampuan pria berpakaian rapi dan sok hebat ini. Hanya dengan satu serangan saja dia langsung tumbang, mengecewakan!" ejeknya dengan raut wajah sombong kepada Yanwu, ia bahkan menuding dengan jari jemarinya.
"Apa yang kamu lakukan!?" tanyaku sambil memikirkan apa yang orang ini lakukan terhadap Yanwu, kuncinya pasti ada pada boneka itu.
"Tentu saja membunuhnya dengan sekali serang, lagipula dia kelihatannya hebat dari tampangnya saja."
"Aku ingat! Dia menggunakan teknik Voodoo yang dapat menyerang seseorang dengan menggunakan boneka yang menyerupai targetnya."
"Dilihat-lihat kamu sangat cantik juga, bagaimana kalau kita melakukan transaksi saja!"
Dalam keadaan ini aku bukannya tidak mau menolong Yanwu dan menyerang orang itu, aku cuma merasa bahwa Yanwu berbeda seperti yang aku sebutkan tadi.
__ADS_1
Dia terlalu mudah untuk dikalahkan. Apa teknik Voodoo tersebut sangatlah kuat.
"Seperti apa?" sahutku meminta penjelasan darinya.
"Aku sendiri memiliki ikatan dengan roh iblis sebelumnya. Yang mengharuskan ku di setiap harinya untuk mendapatkan seseorang sebagai persembahan!"
"Jadi apabila aku dapat mengorbankan dirimu yang cantik jelita, mungkin saja roh iblis akan memberikan kemampuan yang lebih luar biasa lagu kepadaku."
"Memangnya apa untungnya buatku?" tanyaku setelah ia selesai menjelaskan panjang lebar.
"Tentu saja ada, dia akan aku selamatkan sekarang juga. Dengan cara menghilangkan efek boneka Voodoo lalu memindahkan dirinya ketempat yang paling aman, bagaimana?"
"Tsk, banyak keuntungan yang dia ambil. Kurasa aku harus menggunakan kemampuan untuk saat ini."
Tap!
Disaat aku hendak fokus sembari menenangkan diri untuk menggunakan kemampuan milikku. Dari arah matahari datanglah seseorang sambil berjalan dengan bayangan dari kejauhan yang aku kenal.
Orang pengguna Voodoo ini melihat ke arahnya juga dalam diam seperti sedang menunggunya.
Perlahan dia semakin dekat sehingga wajah dan perawakannya terlihat dengan sangat jelas.
"Kebetulan sekali orang yang aku cari ada disini!" ucapnya dengan senyuman sembari menatapku.
Dia ternyata si pria pembawa sabit bernama Willy. Kemungkinan dia sengaja lewat dan melihat apa yang terjadi saat ini.
Kedatangannya seperti pahlawan yang terkena angin sepoi-sepoi di bagian rambutnya. Bahkan kali ini aku melihat wajahnya dengan jelas tanpa penutup kepalanya lagi.
"Kenapa dia tampan sekali..." batinku berteriak saat melihatnya.
Seperti halnya sang MC yang datang menyelamatkan pemeran Heroine. Willy bahkan bergaya sambil membenarkan rambutnya.
Shut!
Entah karena dia tahu aku sedang dalam bahaya tanpa berpikir panjang dia langsung menyerang dengan kecepatan yang miliki.
Sedangkan orang yang diserang menggunakan kemampuannya dalam merangkai sebuah boneka, terlihat hampir membentuk persis mirip Willy.
Bersamaan dengan Willy aku juga maju mengarah kepada orang ini. Sebenarnya aku tidak ingin berhutang budi pada seseorang lagi.
Srak!!
Willy yang pertama menyentuh orang pengguna teknik Voodoo dengan sabitnya. Namun...
"Boneka!?" aku terkejut saat dia hancur bagaikan boneka saat terkena sabit Willy, atau apakah selama ini dia memang boneka.
__ADS_1
Brak!