
Dan di hari dimulai rencana yang sudah aku tunggu-tunggu semalaman demi menunggu hari esok, jauh sebelum itu. Semangatku sudah membara.
Lantaran yakin dengan segala persiapan diriku melalui latihan, rencana cadangan yang telah aku atur sendiri, tekad kuat, dan semangat yang berkobar yang tengah aku rasakan sekarang ini.
Brain mendapati informasi jika cincin ruang saat ini berada di luar wilayah kerajaan, informasi tersebut dia dapatkan dari drone ciptaannya yang masih berfungsi dengan baik.
Sementara ribuan drone lainnya diketahui telah dihancurkan oleh orang-orang kerajaan.
Aku dan yang lain kini berdiri di sebuah bundaran dibawanya terdapat gambar hewan mitologi dan hukum astronomi.
Blash.
Rasanya seperti kembali ke tempat pertama saat aku bangun dari tidurku sebagai permulaan aku menyadari di dunia yang berbeda, perasaan ini sama seperti yang aku rasakan di hari itu.
"Akhirnya kita bebas dari dunia cincin ruang, aku ingin sekali bertarung dengan musuh terkuat!" ucap orang dari rekan Brain dengan penampilannya bak seorang kaisar yang memakai jubah.
Sebelumnya semua orang memang dibebaskan memakai apa saja dalam menjalankan misi ini.
"Tempat ini... masih sama seperti sebelumnya, tidak ada yang berubah semenjak kejadian itu," ucap rekan Ryu.
Setelah Brain menyampaikan pesan kepada semua orang dan akan bertemu pada titik yang telah ditentukan. Kini aku bersama dengan kedua rekan baruku mulai memasuki wilayah kerajaan secara diam-diam agar tidak diketahui.
Tugasku membimbing mereka berdua untuk mengecek keadaan wilayah kerajaan dan menemukan keberadaan raja. Bila perlu langsung membunuh raja jika saja dia lengah.
Serta Brain mengingatkan kepadaku dengan tegas agar mencegah dua rekanku supaya tidak menimbulkan perkelahian terlebih dahulu yang dapat menimbulkan kecurigaan. Kecuali dalam keadaan mendesak.
Sejak mengetahui diriku bisa melayang di udara sore itu aku berlatih dengan keras agar diriku tidak terlalu kaku saat melayang sehingga sekarang ini aku sangat lancar dalam bergerak di udara.
Sementara dua rekanku yang tidak dapat terbang memilih untuk berlari.
"Aku belum melihat keberadaan Noel sejak dia meninggalkan kediaman itu, bahkan perempuan yang dia suruh untuk menjaga diriku sudah tiada karena terbunuh."
__ADS_1
Kali ini aku ingin melihat bekas hantaman serangan senjata terkuat manusia tidak berkemampuan itu dengan seksama. Apakah persis seperti yang digambarkan oleh Brain. Dan sekalian saja aku mencari keberadaan Noel, mantan kucing manis ku.
Benteng yang sebelumnya jebol kini aku lihat sudah diperbaiki malahan sekarang ini lebih tinggi dari yang sebelumnya.
Terlihat pula pondok-pondok di atas benteng yang mungkin berfungsi sebagai tempat prajurit mengamati keadaan di luar wilayah kerajaan.
"Kita akan terus bersama, jangan ada yang bergerak gegabah tanpa keputusan pasti dariku!" titah ku.
"Tentu saja, karena aku ini tipe orang yang setia pada majikan," ucap Lu Yang dengan wajah agak memerah yang sepertinya sedang membayangkan sesuatu.
"Cih, orang sepertimu memang memiliki sifat masokis plus sadistik," sahut Marin.
Pepohonan yang ada di luar benteng wilayah kerajaan memang bisa dijadikan kamuflase agar tidak terlihat dari pandangan orang-orang kerajaan yang sedang berjaga.
Karena rimbunnya pepohonan di bagian ini.
Dan persis seperti yang Brain katakan, ada bagian dari benteng yang memang masih kosong tidak ada penjagaan di atasnya. Dan akan menjadi jalur masuk diriku dan rekanku.
Namun yang mengejutkan diriku aku terlampau lamban dari Marin, dia sudah ada di atas seperti sedang menungguku. Padahal aku yakin sebelumnya aku lebih dulu bergerak.
Terakhir Lu Yang dengan teknik khusus sehingga membuatnya sampai tanpa ada kesulitan. Dirinya sekarang memakai jazz hitam dan pakaian putih didalamnya.
Sebenarnya aku senang dengan antusiasnya yang begitu besar terhadap misi ini, atau mungkin tampilan dirinya ini memang sudah mendarah daging seperti ini.
Dari atas benteng aku bisa melihat keadaan yang ada didalam wilayah ini, dengan syarat mempunyai mata yang awas.
Angin sepoi-sepoi kini menerpa diriku dan juga dua rekanku.
Serta bagian atas ini memiliki jalan setapak dan pos khusus.
"Lu Yang, waktunya kamu mengubah penampilan kami!" ucapku kepada Lu Yang.
__ADS_1
Penyamaran adalah salah satu cara untuk dapat memasuki singgasana raja. Dan Lu Yang adalah orang yang cocok untuk step kali ini yaitu mengubah tampilan diriku dan Marin menjadi prajurit.
Sementara dirinya menyamar menjadi orang yang akan menjadi perantara agar aku dan Marin dapat melihat raja setelah lolos seleksi menjadi prajurit terbaik.
"Kalian dari pos mana? tanya salah seorang prajurit kepadaku. Mereka berjumlah 3 orang.
"Pos 3 yang kini belum di bentuk!" jawabku.
"Hmm, sepertinya kalian akan jadi orang baru yang menempati pos ini. Selamat datang. Semoga saja kalian dapat menampakkan kaki disini lagi setelah seleksi pemilihan prajurit!"
Sebenarnya orang baru tersebut berjumlah 20 orang 2 dari mereka telah ditargetkan untuk dihabisi dan sedang menuju kemari, tugas dari Lina dan rekannya yaitu mencegah orang-orang itu di perjalanan. Dengan kata lain aku dan Marin kini mengantikan posisi mereka berdua.
Sedangkan tugas Ryu selain mengabari Informasi penting dia dan rekannya berjumlah satu orang, dia juga ditugaskan untuk mengincar salah satu anggota pemilihan prajurit, jika berhasil maka Lu Yang yang akan menggantikan posisi orang itu.
Dengan alat khusus yang Brain ciptakan maka komunikasi antar rekan lain jadi mudah dengan menggunakan alat kecil yang dapat di pasang pada sekitaran telinga seseorang.
Setelah melewati tiga prajurit aku langsung saja menuju tempat selanjutnya disana adalah tempat perekrutan prajurit, dan sebentar lagi akan dimulai.
Karena penyamaran Lu Yang berbeda denganku maka dia sekarang ini berpisah dengan diriku dan Marin.
Beberapa menit hingga pemilihan prajurit dimulai. Dan peserta pemilihan prajurit sudah lengkap semuanya, pemilihan pertama di tentukan dalam penilaian kecepatan.
Ronde pertama dalam penilaian ini aku sebut sebagai adu kecepatan, karena semua prajurit berjumlah 20 orang ini dikumpulkan dalam satu kelompok.
"Apa kamu siap, Marin? Oh ya, kamu jangan terlalu mencolok sekali ya, soalnya ada kemudahan kamu di curigai!" tanyaku sembari mengingatkan pesan Brain waktu itu kepada Marin, karena dia memiliki kecepatan diluar batas manusia normal.
"Oke, aku akan mengingatnya," jawabnya dingin.
Sebenarnya dia ini adalah wanita yang cantik dengan rambut panjang menjuntai berwarna hitam saat aku lihat dia melepaskan ikatan pada rambutnya. Serta memiliki tubuh yang diidamkan oleh kebanyakan wanita.
"Mulai!!"
__ADS_1
Setelah orang yang memberi aba-aba sudah usai dengan ucapannya yang panjang dan diakhiri dengan aba-aba yang diartikan sebagai memulai adu kecepatan, semua prajurit pun langsung bergerak cepat demi mencapai garis finis pertama kali.