
Tuan Mizu lalu pergi meninggalkan tempat ini, dia masih belum menjelaskan alasan yang sesuai mengapa dia pergi begitu saja. Padahal perang besar dunia ini bisa saja terjadi.
Aku pun menghampiri Geisha yang masih meratapi kepergian Willy si pria sabit. Dengan memeluknya sambil menangis semacam itu membuatku teringat pada masa lalu, namun untungnya aku tepis takut mengarah pada ingatan itu.
Sampai saat ini aku masih mengingat hukum alam yang ada di dunia ini, begitu juga dengan berbagai sejarah di masa lampau, meskipun sedikit yang ku ketahui.
"Geisha, kamu relakan ya kepergian Willy," ucapku sembari mengelus bahu Geisha.
"........."
"Mungkin setelah ini akan sulit, karena kalian pernah menghadapi berbagai masalah dan kesulitan bersama. Hanya saja hal itu tidak berlangsung selamanya, ada waktu dimana seseorang yang paling kau cintai dan sayangi pergi, itu semua adalah hukum dunia!"
Geisha tetap tidak merespon perkataan ku sama sekali seakan dia sibuk dengan apa yang dia kehendaki. Mungkin karena aku terlalu memaksakan diri untuk berbicara bijak kepadanya yang bahkan aku sendiri di tatap oleh mereka setelah berbicara tadi.
"Sudahlah... mungkin dia butuh menenangkan diri terlebih dahulu!" ucap Ryu.
"Mm aku mengerti."
Kini hewan-hewan yang telah mati kembali ke ukuran semula seperti sediakala namun bekas pertarungan dan penyerangan tadi masih membekas di tempat bekas wahana ini.
Tidak ingin menimbulkan berbagai kecurigaan serta Incaran dari pihak kerajaan, Ryu akhirnya mengusulkan semua orang untuk bersembunyi.
Semuanya setuju dengan usulan Ryu namun tiba-tiba saja raja dan para pasukannya datang mengejutkanku dan semua orang yang ada disini. Sepertinya Raja menggunakan portal yang memungkinkan seluruh pasukannya dapat berpindah tempat dengan cepat.
Crak! crak! crak!
Begitu aku melihatnya dengan jelas aku mendengar suara serangan dan ketika beberapa saat akhirnya aku mengetahuinya.
Ya. Semua orang yang ada di depanku tersayat secara tiba-tiba hingga mereka tumbang begitu saja. Mengejutkannya lagi, badan mereka terbelah menjadi dua.
Seperti semacam serangan dengan gerakan cepat pada hitungan detik atau lebih kecil darinya. Sebelumnya mataku menangkap ada pergerakan seseorang yang bisa aku simpulkan dia adalah Klie orang yang memiliki kemampuan bergerak dengan cepat.
Kembali lagi aku menyaksikan pemandangan gore dan juga mengerikan serta sadis. Namun di satu sisi aku malahan bingung memikirkan Raja, apakah dia se-benci itu terhadap orang yang menentangnya sehingga mengharuskan membunuhnya secara keji.
"Kita ketemu lagi Putri, kali ini dengan pemandangan yang... Ya. Mungkin kamu bisa merasakan dan menggambarkannya sendiri. Aku menyebutnya semacam penyambutan khusus!"
Tak tahan mendengar omongan tersebut aku pun berniat untuk menggunakan kemampuan ku dan mengakhiri sebagian rencananya.
Sayangnya ketika aku hendak fokus melihatnya diriku langsung dihentikan oleh seseorang dari belakang yang ketika ku tengok dia ternyata adalah Klie. Dia menatapku begitu intens dengan senyuman jahatnya sembari memegangi bahuku.
__ADS_1
"Kamu tidak mau kan seperti mereka Putri, jadi, menurut dan dengarkan apa yang dikatakan oleh Raja saat ini!"
"Memangnya kamu berani membunuhku sekarang, tidak kan!" aku menimpali kata-katanya barusan.
"Persis seperti yang dikatakan oleh Siniken, kamu ini memang cerdas. Sayangnya terlalu menahan diri terlalu lama."
"Bukan urusanmu. Lagipula sebentar lagi kalian akan aku kalahkan!"
Sesaat setelah aku mengatakan hal barusan Raja dan yang lainnya menatapku dengan ekspresi terkejut seolah-olah aku benar akan melakukannya.
"Apa itu gertakan Putri? Kalau iya aku memberimu kesempatan untuk bisa menjadi bagian dari kami, karena kecerdasan otakmu bisa berguna suatu saat!"
"Aku janji akan memberimu kehidupan yang layak dan mewah!" ucap Raja.
"Gitu ya, emang bisa kalian mengalahkan ras manusia normal terlebih dahulu!"
"Putri, aku sudah memberimu kesempatan emas tapi kenapa kamu mala berkata seperti itu, kamu tenang saja. Asalkan menggunakan kemampuan milikmu semuanya akan beres."
Aku hanya bisa mengulur waktu sembari menemukan rencana kedepan yang tepat. Tapi saat ini aku tidak mempunyai siapa-siapa selain diriku. Mereka semua terbunuh tak tersisa.
"Tunggu dulu, bukannya Ryu itu memiliki kemampuan air ya. Dia kan tidak bisa terbunuh hanya dengan serangan seperti tadi."
"Ya udah deh, aku mau bergabung sama kalian. Dengan syarat kalian bisa menghidupkan Kino!"
"Dia temanku, jadi apa salahnya!" jelasku singkat.
"Gimana ini Yang Mulia?" tanya salah satu prajurit disekitar Raja.
"Huh? Siapa Kino?"
"Dia pria itu Yang Mulia!"
"Oh, dia. Manusia normal yang tidak memiliki kemampuan itu!"
"Bener Yang Mulia."
Raja kemudian menggunakan salah satu kemampuan tiruannya untuk menghidupkan Kino. Dan kenapa aku memilih Kino untuk dibangkitkan, karena dia dapat merubah keadaan sekarang.
Saat itu, ketika aku berada di rumah tempat yang ditinggalinya. Kino pernah berkata jika dia dapat mengulang masa depan yang akan terjadi dengan masa kini.
__ADS_1
Kino sekarang telah dibangkitkan kembali.
........
Lalu kepalaku terasa sakit karena merasakan sesuatu yang tiba-tiba. Aku pun membuka mata dan melihat sekeliling tempatku sekarang ini.
Suatu keajaiban yang tak terduga karena aku kembali di rumah tempat Kino tinggal.
"Huh!?"
"Kamu mimpi buruk ya, Anita?"
"...aku kenapa berada disini?"
"Ada apa denganmu?"
"Barusan aku sedang ada di tempat wahana terbengkalai lalu kenapa aku ada disini?"
"Kamu mungkin habis mimpi buruk jadi begitu, pikiranmu masih samar-samar mengingat mimpimu barusan. Sebentar aku ambilkan kamu minum!"
"Kino. Kamu tidak mengingatnya?" tanyaku dalam keadaan kebingungan.
"Mengingat apa? Hmm bentar-bentar, aku ambil air."
Saat Kino beranjak pergi aku pun mengingat kembali semuannya. Tentang ingatanku di kejadian di masa depan.
Ya. Kini aku akhirnya aku kembali ke waktu ini. Dimana kedua kubu ras manusia belum menyiapkan segala persiapan untuk berperang.
Yang aku ingat di waktu ini aku habis bersenang-senang dengan Kino menonton televisi sampai larut malam, bahkan kami mengobrol banyak hal dan saling bercerita.
Hari ini pula kami berteman dan bertemu untuk yang pertama kalinya. Yang kemungkinan kenapa aku kembali di waktu ini pasti ada hubungannya dengan kemampuan milik Kino yang bisa mengulang waktu.
Tapi aku masih bingung tentang cara kerjanya, aku yakin rumus matematika saja kalah dengan berbagai teori yang aku pikirkan saat ini.
"Nih. Kamu minum dulu biar hilang pusing di kepalamu. Saat seseorang tidur dan bermimpi itu memang membutuhkan kadar ion yang banyak, apalagi saat kamu bermimpi. Kamu bisa saja mengalami dehidrasi!" jelas Kino.
"Iya iya, kamu faham sekali ya tentang itu?"
"Tentu saja karena aku dulu orang pintar dikelas!"
__ADS_1
"Tapi berkat kamu juga hal ini dapat terjadi!" ucapku.
"Hmm?"