Last Life

Last Life
Hanya Drama Tidak Disadari Dari Awal


__ADS_3

"Apa ini dirimu yang sebenarnya, seorang pemimpin yang hanya main-main saja. Pantas dirimu sangat menyukai berada di dunia ini dan tidak ingin kembali! sindir Yanwu keluar begitu saja perkataan ketus dari mulutnya tak lain kepada ras manusia dewa itu.


"Oke, aku masih maafkan perkataanmu tadi. Tapi sebagai gantinya gadis itu harus tinggal disini!" sahut pria itu yang malah memutuskan sesuatu seenaknya.


Tentu saja perkataannya barusan adalah bumerang bagi dirinya, karena sekarang ini Sekai nampak kesal saat aku meliriknya dari samping.


Maksudku kedua pria yang bersamaku ini pasti akan menghajarnya, aku yakin sekali.


Bugh!


Belum satu menit omonganku langsung terbukti saat aku membalikkan badan dan melihat keadaan pria itu yang kini mengeluarkan darah segar dari mulutnya.


Sepertinya Yanwu bergerak cepat tanpa aku sadari dan langsung meninju pria itu tepat diwajahnya.


Sangat di sayangkan menurutku, orang yang memiliki kemampuan luar biasa memiliki sifat buruk.

__ADS_1


Disaat Sekai akan menggunakan kemampuannya aku langsung saja menahannya, karena pria itu tidak melawan balik. Dia hanya berusaha bangkit dari posisi terduduk di tanah salju ini.


"Puas?"


"Cih, masih sok kuat setelah terkena pukulan telak dari pria ini," timpal Sekai sembari menunjuk Yanwu yang berada di samping diriku.


Salju yang berubah menjadi senjata yang sebelumnya ada di atas kami lenyap tanpa disadari. Aku baru saja menengadah ke atas untuk mengejeknya.


Mengartikan bahwa pria ini memang tidak serius menahan kami maupun berniat buruk lagi.


Dan tidak ku sangka Yanwu mendekatinya lalu melakukan tos dengannya. Sungguh membuatku bingung sekarang ini.


"Dia ini adalah rekanku di masa lalu terkadang kami berdua saling membantu jika salah satu dari kami terkena masalah!" jelas pria itu dan benar dugaanku bahwa dia memang melakukan drama sebenarnya.


Berarti Yanwu memang sengaja saling bekerjasama dengannya hanya untuk keberhasilan dramanya.

__ADS_1


Tidak ku sangka hari ini begitu cepat mendapatkan rekan baru dari ras manusia dewa untuk ikut berkerjasama, apalagi dia orang kenalan Yanwu.


Jika aku ingat-ingat lagi Yanwu pernah bilang dirinya di dua pengulangan waktu sudah lama hidup di dunia ini, bahkan seratus tahun lebih dia lewati.


Kurasa pria dari ras dewa ini pun begitu, hanya saja bisa kebetulan sekali mereka berdua adalah rekan di masa lalu dan sama-sama dari ras manusia terkuat di dunia misterius ini.


Bukannya ini kebetulan luar biasa.


Dengan ini sudah ada tiga ras manusia dewa yang sudah dikumpulkan tentunya beberapa langkah lagi dekat dengan tujuan kami.


Masih pagi dan ini terlalu cepat menyelesaikan misi padahal aku ingin mengeksplor wilayah ajaib itu.


"Tenang saja, kita bisa merasakan sensasi persis seperti di wilayah ini menggunakan ruangan itu!" ucap Sekai membuatku senang karena ada sedikit harapan agar keinginanku bisa terlaksana. Walaupun tidak benar-benar berada di tempat aslinya.


Saat kembali ke kastil Reina maupun kekasihnya terkejut saat melihat diriku sudah pulang bersama dengan yang lainnya.

__ADS_1


"Kalian cepat sekali kembalinya?" tanya Reina.


"Iya nih, soalnya orang yang dicari-cari ternyata teman lama Yanwu. Cepat deh selesain misi kali ini. Mungkin kedepannya bakalan berbeda!" sahutku.


__ADS_2