
Adapun yang membuatku takjub saat melihat pertarungan mereka di atas sana yang saling meloncat dari satu gedung ke gedung lainnya, adanya hujan deras ini aksi mereka terlihat begitu estetik.
Tapi yang menghilangkan kesan estetik itu sendiri adalah kelakuan mereka dalam mencelakai targetnya.
Dilihat dari bawah aku dapat dengan jelas melihat pangeran yang sedang kesusahan melawan mereka bertiga.
"Kino, menurut kamu apa pengulangan waktu ini sama dengan waktu alternatif saat kamu seharusnya mati?"
"Erg, membayangkan itu aku jadi lemas. Menurutku sendiri kemungkinan kita mengulang waktu pada kondisi dan situasi yang berbeda!"
"Tuh kan, kamu..."
"Dengerin dulu, aku merahasiakan ini darimu karena satu hal. Aku tidak mau kamu drop setelah mengetahuinya!"
"Memangnya kenapa? Mana mungkin aku bisa..."
"Ah... aku lupa, kalau aku memerankan sifat polos. Mungkin itu yang melatarbelakangi Kino untuk merahasiakan perbedaan pengulangan waktu ini."
"Tapi kan Kino, sama aja kamu membohongi informasi yang lainnya dariku," sahutku setelah ucapan tadi terputus.
"Kalau yang itu aku jujur, serius. Aku nggak berbohong sama kamu. Dan saat inilah waktu Willy berkhianat kepada kita!"
Memahami perkataan Kino barusan membuatku agak terkejut bahwa Willy akan berkhianat di situasi seperti ini, saat aku pikirkan dalam-dalam dari sini mana alasan yang dapat membuatnya membelot.
"Oh ya Kino, kata kamu waktu itu... Willy berkhianat diantara raja dan para pelindungnya, tapi sekarang?"
"Ini awal darinya untuk berkhianat. Biar aku jelaskan mengapa dia melakukannya, berawal dari perkataan manipulatif "orang itu" yang kamu sebut pangeran bukan, lalu dia mengancam bahwa nyawa dua gadis sedang berada di tangannya!"
Sekarang aku faham alasan Willy berkhianat, itu karena rasa sayangnya kepada Geisha dan Nie yang tidak ingin mereka berdua kenapa-kenapa. Walaupun jika Willy memilih pilihan yang salah.
Memang benar menyelamatkan nyawa seseorang adalah perioritas daripada apapun cuma Willy terlalu gegabah dalam memilih.
Tapi tunggu dulu, bukannya sebelumnya yang aku pikirkan bahwa penghianat itu ada dua orang Nie dan Willy yang sekarang aku ketahui, lalu kenapa bisa timku dimasa depan tidak bisa mengalahkan raja. Tidak mungkin kan mereka berdua awal dari sebab akibat yang fatal itu.
"Hmm, apa mungkin alur yang terlihat oleh penglihatan masa depan Kino belum aku rangkai dengan urut dan logis? Ya, pasti karena itu."
"Lalu bagaimana caranya kita...??" tanyaku seraya menoleh kebelakang tapi rupanya Kino sudah tidak ada di belakangku.
"Dia itu suka ngilang sama kayak Noel!" ucapku mengungkapkan kekesalan.
Aku sendiri sedang mengamati sembari memikirkan kemungkinan yang terjadi bilamana Willy mulai terlihat terancam atau di waktu-waktu pangeran memanipulasinya.
__ADS_1
Dan karena kemampuan diriku yang tidak bisa terbang hanya mengandalkan memasuki ingatan seseorang, itu sulit untuk diriku melawan kemampuan lain ataupun pergi ke atas sana.
Reruntuhan bangunan mulai berjatuhan dari atas yang mana membuatku langsung berlindung pada sebuah gedung perkantoran.
Dari bawah sini mengamati tindakan pangeran memang sangat sulit ditambah karena hujan deras jadi fokus ku selalu terganggu.
Rencananya aku akan memasuki ingatan pangeran, tapi tidak masuk pada ingatan masa lalu yang membuatnya meninggal di dunia alternatif. Aku hanya ingin menilik ingatannya yang lain lebih bagus lagi ingatan tentang kerajaan, bila perlu informasi berhubungan dengan perang dunia dan segala rencana-rencananya.
Ya. Kalau memang pangeran tertukar dengan waktu yang seharusnya.
"Ah gawat! Gedungnya akan runtuh!"
Melihat gedung yang perlahan-lahan roboh akibat air yang mengelilingi gedung tersebut sangat banyak seperti air bah, karena dorongan atau mungkin tekanan, bangunan di depanku sekarang ini dalam keadaan membahayakan.
"Gagal total rencana untuk memasuki ingatan pangeran," gumam ku sambil menerjang hujan tidak peduli basah yang penting menjauh terlebih dahulu dari gedung pencakar langit yang akan runtuh.
Gubrak!
"Aww..!!"
Tanah licin dan berlumut membuatku jatuh dengan kerasnya.
"Aku terlalu banyak memainkan rambutku yang menutupi wajah, makanya aku jadi jatuh begini."
"Emmm!?"
Hendak beranjak bangun dari posisi duduk akibat jatuh tidak disangka dari belakang ada yang membekap mulutku rapat-rapat.
"Diam! Atau kamu akan aku bunuh!" ancamnya padaku. Yang mana membuatku harus menuruti perkataannya.
Entah kenapa mereka bertiga tetap bertarung di atas sana tanpa melihat sekilas pun kebawah bahwa aku saat ini dibawa oleh seseorang.
Lagipula derasnya hujan mungkin saja membuat pendengaran mereka tidak peka terhadap suara-suara gaduh dibawah. Bisa saja karena posisi mereka yang jauh dari permukaan itulah yang susah untuk melihat keadaan dibawah.
Jdarr...
Brak!
Brak!
Gemuruh petir dan juga bagian-bagian bangunan yang berjatuhan menambah kesan gaduh saat hujan.
__ADS_1
"Sekarang kamu harus menurut, kalau tidak tahu sendiri akibatnya!" masih dengan perkataan menekan pangeran mengancam ku.
Saat dia mengancam pun sangat-sangat membuatku bingung hingga terlintas dalam pikiranku "bagaimana bisa pangeran ada disini sekaligus yang membekap mulutku dari awal?"
Yang aku tahu, aku melihat pangeran ada di atas dan masih bertarung melawan mereka bertiga saat orang yang membekap mulutku bukan pangeran sebelumnya.
"Emmm..."
Mulutku tertutupi oleh kain sementara kedua tanganku dipegang erat oleh pangeran. Sama sekali aku tidak bisa berteriak dan bergerak untuk kabur, bahkan ancamannya itu sangat fatal sekali apalagi bila aku melawannya.
"Jangan berbuat hal macam-macam karena ada sebagian kemampuan airku yang akan mengawasi!"
"Em..." balasku hanya bisa mengangguk, sepertinya aku butuh bantuan seseorang yang bisa membantuku.
Pangeran lalu pergi dari rumah kosong ini tempat dia menculik ku sekarang. Meskipun ada aksi yang bisa aku lakukan agar dapat meloloskan diri tetap saja aku mengurungkan niatan itu, karena disekitar ku ada air dalam formasi mengurung.
"Jadi kenapa pangeran bisa ada dua?" ucapku bertanya pada diri sendiri di dalam hati.
"Umm mungkin dia bisa meng-clone dirinya!"
Damm...
Tanah bergetar hebat seakan terjadi gempa saat suara keras dan mengagetkan terdengar. Yang pasti suara tersebut akibat gedung pencakar langit yang roboh tak jauh dari tempatku berada. Hanya saja jatuhnya lain arah.
Getaran akibat robohnya bangunan mengakibatkan material rumah ini berjatuhan seperti kayu, bagian dinding, dan jatuh dari langit-langit serta benda-benda.
Di saat aku melihat kayu besar yang hampir menimpa, saat itulah aku selamat berkat lindungan air yang melindungiku.
"Untungnya aku terlindungi..."
"Kino kemana sih, dia nggak muncul-muncul?" Padahal aku berharap dialah yang menyelamatkanku sekarang!"
Tap! tap! tap!
Suara hujan menyamarkan suara langkah kaki tersebut namun aku masih bisa mendengarnya yang sepertinya menuju kemari.
Dari kegelapan kini terlihat sosok menyerupai manusia perlahan mendekat kearah ku, dan.
"Hay!"
"Emmm...!?"
__ADS_1
"Stsss... jangan berisik! Nanti kita ketahuan!" ucap Kino memperingati diriku yang hampir heboh karena terkejut.
Panjang umur bagi Kino dia datang saat aku bicarakan dirinya.