
Selesai membahas rencana aku pun langsung menuju ke sel pria berpenampilan menarik, penasaran dengannya kenapa bisa berada disini. Dan ingin mengetahui kemampuan yang dimilikinya.
"Akhirnya ada malaikat yang akan menyelamatkan diriku dari sini, aku sangat beruntung," gumam pria berpenampilan menarik ini yang terlihat memakai pakaian kantoran.
"Kamu jangan terlalu percaya diri, aku kesini cuma penasaran padamu kenapa bisa berada disini?" tanyaku langsung to the point kepadanya.
Dan aku baru menyadari jika suara tahanan didalam sel akan dapat terdengar saat ada orang yang didekat sel.
Sebelumnya, aku melihat para tahanan yang sedang mengoceh namun tidak terdengar suaranya, hanya mulutnya saja yang seakan sedang berbicara.
"Tidak apa, aku siap meladeni bidadari cantik sepertimu. Karena aku ini kagum pada kecantikan manusia, khususnya pada perempuan sepertimu."
"Apa kamu ini monster, berkata kagum dengan menggunakan kata "manusia," barusan?" tanyaku lagi.
"Hey, itu tidak benar. Aku ini dulunya seorang aktris papan atas pada tahun 2015, kamu pasti mengenal diriku saat masih hidup?"
"Aku tidak mengenalmu sama sekali."
"Begitu ya, malangnya aku sudah dilupakan begitu saja. Jadi kemampuan ku ini bisa merubah tampilan seseorang menjadi seperti yang dia inginkan, ketampanan dan kecantikan bisa didapatkan secara instan dengan kemampuan milikku!"
Menurutku kemampuannya ini sangat menarik dan sangat dibutuhkan jika dia berada di dunia alternatif dimana kecantikan dan ketampanan seseorang banyak didambakan oleh semua orang dari berbagai kalangan.
"Kamu bisa berganti pakaian?" tanyaku spontan karena terkejut dengan pria ini yang dapat berganti pakaian dalam sekejap. Mengartikan bahwa kemampuan merubah penampilan miliknya sangat luas cakupan.
"Tentu saja, aku ini sangat luar biasa. Bagaimana jika kamu melepaskan diriku lalu aku akan membuat penampilan dirimu sangat cantik setiap harinya, aku bahkan mau di jadikan budak olehmu!"
"Perkataan pria ini sangat mengiurkan, tapi aku tidak mudah untuk ditipu oleh penipu rendahan sepertinya."
Belum sempat membuka mulut untuk menjawab tawaran pria ini aku dikejutkan oleh monster di sel sebelah. Yang tiba-tiba berada di dekat jeruji besi.
Aku bahkan tidak menyangka ada monster di dalam tahanan yang terlihat begitu menakutkan.
__ADS_1
"Cih, tipuan itu lagi yang kau katakan pada pendatang baru didalam penjara ini. Apa hanya itu saja yang kau bisa penipu ulung!" ucap monster berbadan besar tersebut pada pria berpenampilan menarik.
Mungkin keduanya saling membenci satu sama lain, aku bisa melihat wajah mereka berdua saat melirik satu sama lain dengan aura membunuh.
"Wanita, kamu pasti ingin tahu mengapa dia berada disini, bukan? Jadi aku terangkan kepadamu bahwa dia ini suka membunuh orang-orang yang berpenampilan kebalikan dari dirinya!"
"Bukan hanya membunuh korbannya saja, dia ini suka bermain-main dengan dengan tubuh korbannya. Dalam arti membakar, menguliti, mencabik, menyiksa saat masih hidup, dan banyak lagi. Aku mengetahuinya dari korban yang selamat dari kekejaman iblis sepertinya!"
Aku mengerti maksudnya, jadi itu alasan dia mendekam di penjara karena perbuatannya yang sangat kejam dan brutal tersebut.
Mendengar ucapan monster ini aku jadi penasaran dia bisa mengetahui detail kejahatan orang lain dari korban pria ini, lalu bagaimana dengan nya yang mendekam di penjara saat ini. Apa dia lebih jahat dari pria yang awalnya aku anggap sebagai sosok pria polos.
Serta diriku bisa menyadari jika Yanwu melakukan hal baik selama dia masih hidup.
"Tsk, aku mengakui kejahatan diriku. Dan aku sudah sepenuhnya sadar jika yang kulakukan itu sangatlah keji dan tidak bisa dimaafkan. Aku hanya berharap dapat menembus kesalahan diriku ini," ucap pria ini berat terlihat olehku dia mengeluarkan air matanya.
Aku pun mengabaikan mereka berdua dan memilih melenggang pergi untuk membicarakan sesuatu tentang rencana selanjutnya, menurut pendapat diriku.
"Sepertinya kita harus meminta bantuan dari orang-orang yang ada sini guna memperkuat rencana kita!" pungkas ku.
"Hmm, aku setuju," sahut Brain yang pertama setuju dengan pendapatku. Sementara Ryu terlihat terkejut dengan ekspresi ketidaksetujuannya, terlihat jelas dari wajahnya.
"Bukannya itu sangat berbahaya bagi kita, orang-orang disini bahkan belum diketahui kemampuan yang sesungguhnya. Bahkan bisa saja ada kemungkinan mereka membelot nantinya!" ucap Ryu memperkuat argumennya dengan alasan logis.
Di satu sisi aku melihat Lina yang masih menyangga dagunya mengamati pembicaraan dan belum berbicara sepatah katapun.
"Aku setuju. Karena aku bisa mengendalikan mereka setelah keluar dari sel, selalu," ucap Lina yang baru berbicara dan langsung setuju pada pendapatku.
Sarannya boleh juga karena Lina ini memiliki kemampuan mendominasi orang-orang untuk menuruti keinginannya.
"Kamu bahkan setuju, lalu bagaimana jika orang yang kamu kendalikan tidak berefek pada dirinya, dan berbalik malah menyerang kita?" cecar Ryu kepada Lina yang membuatnya bungkam saat ini.
__ADS_1
"Sebenarnya kamu terlalu banyak berpikir negatif ketimbang positifnya Ryu, kalau begitu akan aku katakan bahwa aku sudah berhasil mendapatkan informasi seputar kemampuan semua tahanan yang ada disini. Dan itu bisa mengatasi hal buruk yang kamu khawatirkan Ryu, bagaimana?"
Justru hal inilah momen mengejutkan bagi diriku saat Brain mengatakan hal barusan. Hingga membuatku bertanya tanya bagaimana bisa dia mengetahui informasi mengenai kemampuan pada tahanan.
"Oh, seperti biasa dirimu selalu membuatku terkesan, Brain. Seperti Hiyou dengan pemikirannya yang out of the box kalau gitu aku cek dulu kemampuan para tahanan."
"Artinya kamu setuju kan?" ucap Lina sembari melahap cemilan di dekatnya.
"Ya, aku setuju pada usulan Anita."
Saat ini aku mengecek informasi mengenai kemampuan para tahanan yang telah dibukukan oleh Yin dengan ilusi.
Aku lalu menemukan informasi wanita dengan kemampuan pedangnya yang dijuluki "slash master" dengan keahlian pedang ditambah tebasan nya yang kuat, dikatakan dalam buku ini dia bisa membelah gunung dengan pedangnya.
"Hihihi..."
Aku mendengar Yin tertawa kecil melihat kami bertiga yang sedang membaca buku.
"Ada apa denganmu gadis kecil?" ucap Lina mewakili ku.
"Eh, makasih menyebutku gadis kecil. Akhirnya ada yang sadar aku ini bukan anak kecil. Jadi aku ketawa karena melihat papa yang sedang membaca buku, saat berganti halaman malah terlihat seperti orang yang sedang melakukan pantomim!"
"Jadi yang dilihat Yin kami seperti sedang melakukan pantomim, hehe wajah sih. Karena informasi ini dibukukan dengan menggunakan kemampuan ilusi!"
"Ryu, anakmu sudah dewasa rupanya. Sepertinya kamu harus siap saat dia menikah nanti," bisik Brain kepada Ryu yang dapat aku dengar.
"Jangan ucapanmu jika tidak ingin menyesal!"
"Santai saja, aku ini cuma robot bukan diriku yang asli. Kamu tahu sendiri kan diriku yang asli seperti apa?" lanjut Brain.
Diri asli Brain yang masih aku ingat sampai sekarang adalah dirinya yang dingin dan minim bicara. Sampai-sampai aku menyebutnya pria beraura dingin.
__ADS_1