
Selagi aku bersembunyi, aku juga mengamati orang yang mirip dengan hantu tersebut dari kejauhan. Dilihat lebih jelas seakan dia melayang tidak menapakkan kaki di tanah meski kakinya ada, terlihat pula dia yang bisa menebus pohon dan batu berukuran besar.
"Apa ada hantu di pagi hari seperti ini, ya, mungkin aja sih. Tempat ini kan suasananya sepi dan kurang terkena cahaya matahari."
"Tapi kalau dilihat lebih teliti... orang itu seperti memiliki kemampuan merubah diri menjadi hantu. Aku jadi ingat siapa orang yang cocok untuk aku sesuainya sama kemampuan itu. Ah, iya. Siapa lagi kalau bukan Dion salah satu pelindung raja!"
Blup..
"Hmm??"
Agak lama aku mengamati orang itu yang aku rasa dia bukan hantu, kemudian aku memutuskan untuk kembali dan melaporkan hal ini kepada Noel. Karena sebelumnya dia berpesan jika ada yang tidak beres atau mencurigakan segera pergi dari tempat kejadian.
"Aah!? emm."
Saat berbalik badan terlihat bangkai ikan hiu yang sudah naik kepermukaan dengan mulut terbuka, tapi bukan itu yang membuatku terkejut. Melainkan tubuh ikan hiu tersebut sudah rusak parah namun memungkinkannya hidup kembali layaknya zombie.
"Kok bisa ya?" gumam ku masih bergidik ngeri.
Untungnya sebelum bangkai ikan hiu tersebut naik aku sudah keluar dari area sungai sehingga kemungkinan kejadian buruk tidak menimpaku.
Crash...
Sesaat setelah aku perhatikan agak lama demi menghilangkan rasa penasaran terhadap tubuh ikan hiu tersebut, tiba-tiba bangkai hiu itu bergerak kembali setelah diam mematung dan masuk kedalam air kembali lebih dalam hingga di dasarnya.
"Aneh sekali. Padahal tubuh hiu tadi ada yang berlubang, tapi kok masih hidup ya? Apa jangan-jangan dia belum mati cuma menyerupai bangkai? Hmm tetap saja bikin aku ngeri saay memikirkannya," gumam ku sambilannya bergegas pergi.
"Apa kabar Putri, akhirnya aku menemukanmu."
Suara seseorang di belakangku terdengar seperti sedang memanggil dan berbicara kepadaku dengan perkataannya yang begitu akrab. Hanya saja aku tidak mengetahuinya siapa?
__ADS_1
"Ya, mungkin cuma halusinasi ku saja, lebih baik aku pulang," ucapku seraya bergegas pergi namun dihentikan oleh orang tersebut dengan kedua lengannya yang berada di punggungku.
Yang membuatku bingung kehadiran orang ini tidak mencirikan sekali saat mendekatiku malahan baunya saja tidak tercium sama sekali.
"Kamu mau apa mencari ku?" tanyaku tanpa ragu dan langsung to the point, karena dugaan ku dia ini adalah Dion.
"Tentu saja membawamu kembali ke kastil. Raja sangat merindukanmu, apa kamu tidak memikirkannya?" jelasnya sembari bertanya perkataan tidak penting sama sekali kepadaku.
"Ya sudah, aku mau ikut bersamamu. Tapi aku tidak mau berjalan kaki untuk sampai ke kastil, itu sangat melelahkan dan membutuhkan waktu yang lumayan lama?" jawabku memainkan tahap meloloskan diri.
"Huh? Apa kamu beneran mau ikut? Bukannya ini seperti bukan dirimu ya?"
Tidak ada cara lain selain mengulur waktu untuk berbicara sedikit lama dengannya, karena aku ingin memasuki kenangan kelam miliknya.
"Aku beneran kali ini ngga memainkan trik, lagi pula aku sangat kelaparan jika begini terus. Di kastil aku bisa makan sepuasnya sama hidup dengan baik dan itu membuatku bahagia dibandingkan hidup di alam liar seperti ini."
"Oke. Melihat matamu aku percaya kamu tidak berbohong, tapi kita akan menunggu seseorang agar cepat sampai ke tempat tujuan, karena dia memiliki kemampuan teleportasi!"
Dion pun mau-mau saja menuruti perkataan ku, lalu dia duduk pada batu besar yang aku tunjukkan.
"Beberapa lama kita menunggunya?"
"Oh, lumayan lama. Tapi kita akan segera sampai ke kastil saat orang itu muncul. Jadi kamu tenang saja, tunggu dia sebentar lagi dan bersabarlah."
"Perkataan kayak ada kontradiksi, dia mengatakan untuk menunggu orang itu lumayan lama lalu perkataan berikutnya sebentar lagi. Dan di akhir menyuruhku untuk bersabar?"
Kini aku fokus pada diriku untuk dapat menggunakan kemampuan milikku yang lama belum kupakai lagi. Berhubung suasana di tempat ini membuat diriku fokus lebih cepat maka aku tidak akan membuang waktu lebih lama lagi.
Sebelumnya aku sudah memikirkan situasi apabila Dion mencurigai ku maka aku pun berpura-pura untuk tidur disampingnya. Serta memanfaatkan diriku untuk merayunya.
__ADS_1
Yang pada akhirnya dia mau memberikan sandaran padaku setelah kembali pada wujud manusianya.
Sama seperti sebelumnya aku berada di tempat yang sangat gelap tak ada cahaya sama sekali. Tempat ini benar-benar gelap seakan aku dalam keadaan buta. Hingga kemudian muncul warna-warna yang perlahan menciptakan gambaran tempat yang berbeda dari sebelumnya saat aku berada di sungai.
"Sepertinya ini adalah ingatan kelam Dion, aku bahkan merasakan aura dari kenangan ini. Cuma apa benar ingatan ini yang membuatnya mati yang kemudian berada di dunia aneh itu?"
Aku kini berada disebuah taman bermain yang tidak terlalu ramai lalu melihat ada anak kecil sedang bermain-main seorang diri. Padahal di sekitarnya ada lima anak-anak sebayanya asik bermain bersama teman-temannya yang lain.
Tak lama datanglah dua orang dewasa yang menurutku mereka adalah orang tua anak itu yang asyik bermain sendirian.
Plak!
Saat aku menghampirinya tiba-tiba saja perempuan yang aku duga ibu dari anak ini menamparnya ia jatuh tersungkur, seketika pemandangan ini dilihat oleh anak-anak lainnya.
Sama halnya dengan orang yang berlalu lalang, tak lama mereka bertiga masuk kedalam mobil setelah anaknya dimarahi habis-habisan.
Di sebuah rumah yang lumayan besar bak orang kaya sepertinya keluarga ini tinggal. Potongan yang dipercepat tentang ingatan anak ini terus berjalan sembari memperlihatkan ingatan kelamnya.
Dia diperlakukan buruk dan kejam oleh kedua orang tuanya, lalu diperlukan dengan sangat tidak manusiawi dengan menyakiti anak ini pada setiap peristiwa dan waktu.
Hingga pada suatu malam saat orang tuanya tertidur lumayan pulas anak ini beraksi di tengah malam yang sebelumnya aku melihat tatapan kebencian dalam dirinya.
Sambil memegang pisau ia lalu membunuh orang tuanya sekaligus tanpa ampun menggunakan dua pisau berukuran besar.
Sebelumnya membunuh orang tuanya yang tanpa mengeluarkan suara anak ini melakban mulut kedua orangtuanya.
Ya. Malam itu adalah malam dimana peristiwa tragis terjadinya pada dua orang sekaligus yang dilakukan oleh anaknya sendiri.
Setelah kedua orangtuanya dinyatakan meninggal saat mengeceknya sendiri, anak ini lalu menangis tanpa henti-hentinya sambil berada ditengah-tengah kedua orangtuanya.
__ADS_1
Malam itu tepat pada pukul dua dini hari. Anak ini melakukan aksi yang terbilang sadis, bagaimana bisa anak yang aku kira polos dan teraniaya ini melakukan hal yang sangat kejam.