
Sebuah portal tak jauh dari posisiku muncul memperlihatkan jati diri Raja yang begitu elegan saat dirinya keluar dari dalam portal itu, wajahnya begitu muda tidak seperti di waktu asli yang nampak agak tua.
Rupanya hal seperti ini belum aku sadari semenjak mengulang waktu, dan baru aku sadari hari ini juga. Prajurit yang sebelumnya serentak menuju ke arahku kini berhenti dan melakukan penghormatan kepada Rajanya.
"Bagus, bagus kalian memang tiga orang yang luar biasa, jika boleh perkenalkan diri kalian, kecuali Anita!" ucap Raja setelah membalas penghormatan para prajuritnya, dia kemudian memberi perintah kepada Marin dan Lu Yang.
Seingat ku di waktu utama Raja selalu memanggilku Putri jarang sekali baginya memanggilku dengan nama asliku sehingga diwaktu ini aku simpulkan banyak hal yang berubah.
Sepertinya halnya Ryu yang di waktu utama memiliki kembaran berstatus anak adopsi Raja, dia sering aku sebut Pangeran, sedangkan di waktu ini kembaran Ryu malah tidak berstatus Pangeran lain.
"Oh, suatu kehormatan bagi saya bisa memperkenalkan diri kepada Anda Yang Mulia... Perkenalkan nama saya Lu Yang," sahut Lu Yang sembari menunjukkan kerendahan diri kepada Raja, dia cukup terlihat meyakinkan.
"Memperkenalkan diri hanya membuang-buang waktu saja, cepat katakan saja tujuanmu yang langsung turun tangan ini, Raja pengecut!?" ucap Marin mencibir Raja tanpa ada rasa takut saat aku lirik, dia begitu sangat berani. Yang mana melakukan hal beresiko mengundang bahaya kepadanya, apalagi para prajurit mendengarnya.
"Baik, asal kalian tahu saja saya masih memberi kemurahan untuk membersihkan nama kalian, setelah banyak kejahatan yang kalian lakukan. Asal mau menjadi pelindungku!"
"Rumah mewah, hal yang kalian inginkan bisa diraih secara instan."
Tawaran dari Raja barusan begitu menggiurkan bagi mereka yang selaras pada ucapannya hanya saja aku masih belum mengerti kenapa Raja menginginkan diriku dan rekanku.
Dan kenikmatan itu bisa aku dapatkan tanpa menjadi bagian dari keanggotaan istimewa di kerajaan.
Kota A saja susah cukup bagiku orang yang suka kesendirian mengunjungi tempat-tempat sepi dan menikmati hari.
Dari spekulasiku bisa disimpulkan jika Raja membutuhkan kemampuan luar biasa dan pertahanan bagi dirinya. Tentu saja karena ada maksud tertentu sampai dia mengatakan akan membersihkan nama yang terlibat dalam penyerangan wilayah ini.
Terpikirkan olehku bahwa Raja masih memiliki niatan untuk menyerang wilayah manusia tidak berkemampuan, namun aku telaah masih kontradiksi dengan perdamaian antar ras beberapa jam yang lalu.
__ADS_1
Marin aku lihat mengeluarkan pedangnya dari sarung kemudian menghilang dari sampingku. Yang secara tak terduga sudah melakukan gerakan penyerangan kepada Raja yang kini sedang berada didekatnya.
Trash...
Pedang yang hampir saja dekat dengan leher Raja hancur pada bagian tajamnya setelah Raja menekan bagian itu.
Sementara Marin mundur kebelakang dan berjauhan dari Raja yang sebelumnya mampu menghentikan serangan pedang dalam keadaan tenang.
Teringat di kepalaku jika diriku pernah mendapati pedang misterius saat berada di rumah itu, lebih tepatnya aku menemukannya pada wadah kayu di kamar yang aku tinggali.
Aku seratus persen yakin jika pedang itu cocok digunakan oleh Marin seorang wanita yang ahli dalam teknik pedang dengan kelincahan dan kecepatannya yang luar biasa.
"Tsk, rupanya gelar Raja bukan sekedar sebutan saja ya. Aksimu barusan dalam menghalau serangan ku benar-benar bagus," gumam Marin.
"Sepertinya Raja bisa mengimbangi kecepatan Marin, aku tahu dari informasi yang aku dapatkan. Jika Raja memiliki 56 kemampuan yang berbeda. Aslinya aku ingin memberitahukan hal ini kepada Marin berserta dirimu lebih awal, tapi dia tidak sabaran menyerang Raja duluan!" ujar Lu Yang tampak serius saat aku lihat wajahnya dari samping.
Tiba-tiba saja aku berpindah dan berada di suatu tempat berpisah dengan mereka berdua. Aku yakin diriku sekarang ini sedang dalam pengaruh ilusi.
Suara Raja terdengar olehku mengatakan hal barusan kepadaku secara terang-terangan mengenai tujuannya.
Ternyata dia masih memiliki niatan seperti itu yang artinya deklarasi perdamaian sebelumnya hanyalah pengaman untuk menyamarkan tujuannya itu.
"Aku yakin dirimu juga memiliki dendam kepada mereka. Beberapa hari yang lalu pesawat kubus terlihat di langit dan saat orang suruhan aku utus untuk mencari tahu kemana tujuan pendaratan kapal itu, orang suruhan ku mengatakan jika pesawat itu telah membunuh banyak orang dan mengincar suatu wilayah!"
"Apa perkataan Yang Mulia barusan dapat dipercaya?" tanyaku sembari menyimak jawaban yang akan dia berikan.
"Dirimu pasti akan percaya karena orang utusan itu seseorang yang kamu kenal dan percayai, namun sayangnya dia memilih berada di pihak ku. Dia adalah Noel!"
__ADS_1
Perkataannya cukup mengejutkan diriku, meskipun belum tentu benar kebenarannya yang dia ucapkan. Tapi, melihat ekspresi Raja yang serius entah mengapa aku merasa sedikit percaya kepadanya.
"Dengarkan aku, Anita. Aku ini memiliki ambisi untuk memusnahkan ras manusia tidak berkemampuan, sebab mereka secara diam-diam juga memiliki ambisi yang sama sepertiku. Pemimpin mereka adalah orang yang hampir sama seperti diriku."
"Aku juga tahu dirimu menyerang wilayah kerajaan tempat kekuasaan ku ini hanya demi melenyapkan diriku, karena aku ini orangnya bengis dan kejam."
Pada akhirnya aku tetap menolak untuk bergabung di pihaknya dan Raja berulangkali meminta agar diriku bersedia menerima kerjasama yang diiming-imingi dengan sesuatu mengiurkan.
Kembali pada kenyataan, diriku sebelumnya seakan mengalami mimpi sekejap aslinya aku tetap pada keadaan yang sama.
Marin lalu menyerang Raja tanpa bersenjatakan pedang yang sebelumnya hancur pada bagian penting sebuah pedang.
Gerakannya semakin cepat dan semakin cepat hingga mataku hanya melihat bekas keberadaan dirinya bergerak.
Sementara Raja terus menghindar dan prajurit yang tak jauh dibelakangnya masih tidak bergeming kemungkinan mereka menunggu perintah dari sang Raja.
Aku pun membantu Marin sembari berusaha memasuki ingatan Raja.
Beberapa saat diriku mencoba nyatanya kemampuan itu tidak bisa menembus kedalam ingatan Raja. Seperti halnya ada pelindung yang melindungi dirinya.
Maka aku menggunakan kemampuan berlian dan mengarahkan berlian lancip ke arah Raja disaat Marin sudah menjauh darinya.
Namun baginya serangan itu hanyalah sebuah kertas dia dengan mudahnya melenyapkan berlian lancip yang menuju kearahnya.
"Belum lagi para prajurit itu, jika mereka bergabung untuk menangkap kita. Peluang kemenangan menjadi kecil, kecuali manusia ras dewa datang dan membantu kita saat ini!" ucap Lu Yang.
Dam!!!
__ADS_1
Dharr!!
Terdengar suara gaduh dari jauh diikuti suara ledakan yang menyertainya yang mungkin saja sedang terjadi pertarungan disana.