
Dalam perjalanan menuju sebuah rumah yang begitu besar tempat aku pertama kalinya bertemu dengan orang berkemampuan telekinesis yang saat itu aku bersama dengan Geisha dan Nie, namun di waktu alternatif sebelum aku mengulang waktu.
Serta waktu dimana Willy melindungiku dengan berbagai usaha dan kemampuannya saat melawan orang berkemampuan mengerakan benda-benda disekitarnya.
Hanya saja Willy yang melindungiku saat itu bukanlah dirinya yang asli, melainkan Siniken yang menyamar atau menyerupai wajah Willy menggunakan kemampuan peniru wajah.
Memang tak habis pikir dia mau melindungiku hingga ia terluka parah demi mendapatkan kepercayaan diriku.
"Apa kamu sedang memikirkan sebuah tindakan yang dapat mengubah masa? Tapi kamu terlihat melamun begitu, aku jadi penasaran?" tanya Kino kepadaku seperti bisa menembus kedalam hati, mungkin karena dia melihatku yang seperti orang sedang melamun kan sesuatu. Dan memang benar karena dari tadi aku hanya diam saja saat berjalan ini. Sibuk pada pikiran diri sendiri.
"Um, aku hanya memikirkan tempat yang akan kita tuju saja, hanya itu yang kupikirkan sekarang!" jelasku spontan, karena Kino terlalu dekat saat melihat kearah ku. Seperti antusias sekali demi menunggu jawaban dariku.
"Lebih baik kamu rileks kan diri saja untuk sesaat, pikirkan hal yang membuatmu tenang dan nyaman. Sudah cukup apa yang kamu pikirkan itu, yang mala akan menjadi beban pikiran berkepanjangan jika dipikirkan terus-menerus," ucap Kino menasehati diriku, nadanya memang seperti orang yang berbisik tapi aku memahami dan mendengarkannya seratus persen.
Meskipun nasehat Kino ada benarnya tapi sebelum dia mengatakan hal itu aku jauh lebih awal memikirkannya. Bukannya aku sudah berenang di sungai dengan rileks nya tanpa memikirkan kehidupanku di dunia ini, bahkan membuatku bernostalgia pada rutinitas yang dulu aku lakukan.
Kacaunya di waktu senggang itu aku dikejutkan oleh bangkai ikan hiu yang masih hidup dan juga keberadaan Dion yang mengejutkanku.
Sampai di tempat yang dituju Yanwu mengucapkan peringatan bahwa didalam rumah ini ada seseorang yang memiliki kemampuan lumayan kuat. Dia pun menjelaskannya secara mendetail kepada kami berempat.
"Sebenarnya aku sudah tahu, tapi tak apalah."
Hari ini kebetulan sekali cuaca agak mendung dan bakal hujan dalam hitungan beberapa menit kedepan, namun sekarang ini belum waktunya.
"Rumah ini terlihat angker, mungkin didalamnya banyak hantunya."
__ADS_1
"Itu karena keadaan yang menjadikannya menakutkan, apabila rumah ini dibersihkan maka kesan horor dan angkernya akan hilang!" tegas Kino menimpali perkataan Willy.
Dedaunan yang sudah semakin menumpuk ditambah dengan pepohonan besar disekitarnya membuat rumah besar ini cocok dijadikan tempat syuting film aksi maupun film horor.
Entah sudah berapa lama rumah ini ditinggalkan, tapi yang pasti aku penasaran kepada orang yang menempatinya. Ya, orang itu yang memiliki kemampuan telekinesis.
Rencananya aku ingin mengajaknya berbicara empat mata dan melakukan kerjasama saling menguntungkan antara kedua pihak, namun mengingat kembali sifat orang itu tidak mudah diajak bicara maka aku menyerahkan hal itu kepada Yanwu. Entah cara apa yang akan dia gunakan agar orang itu mau menjadi rekan, seratus persen aku mendukung nya.
Memasuki rumah ini kami langsung saja disambut dengan baik oleh orang yang benar-benar memiliki kemampuan telekinesis.
"What? Mana mungkin seperti ini. Harusnya dia orangnya seakan pemalu dan tidak ingin diganggu, tapi mengapa sekarang ini dia... lain sifat??"
Aku bertanya-tanya dalam hati hingga merujuk kembali pada anggapanku sebelumnya, bahwa aku mengulang waktu tidak sama pada keadaan dan kondisi sebelumnya.
Maksudku yang berbeda sangat dominan tidak dengan kesamaannya, seperti halnya aku mengunjungi dimensi lain yang ada diriku disana. Beda sifat, hobi, kehidupan, dan sebagainya.
Ini aneh, aku sungguh tak habis pikir saat memikirkannya lagi. Berspekulasi pun aku malas karena ada yang mendasari anggapan awal saat aku terbangun ketika sadar telah mengulang waktu, jika saat ini, di waktu ini, aku berada di waktu lain yang sama-sama berada di dunia aneh ini.
Mungkin Kino menyadarinya, cuma satu pertanyaan dalam diriku yang ingin aku tanyakan secara gamblang, mengapa dia merahasiakan akan hal ini kepadaku?
"Sepertinya kalian orang jauh yang sedang berencana mencari tempat tinggal, kalau boleh aku menyarankan kalian untuk tinggal disini saja!"
Tentu aku maupun yang lain akan berpikir dua kali sebelum menjawab tawaran menggiurkan orang ini, karena bila diamati perilakunya sudah terlihat mencurigakan dari awal. Hati-hati terhadap sikap ramah dan baik seseorang, karena kita tidak tahu apa alasan dibalik sikapnya itu.
"Tidak, terimakasih."
__ADS_1
Jawaban Yanwu membuat senyum manis orang ini kian meluruh hingga menampilkan senyum datar.
"Lalu apa tujuan kalian kesini, kalian bukan mau mengambil alih rumah ini bukan? Yang kemudian mengusirku."
"Benar sekali apa yang aku duga, bahkan orang ini berbeda sekali sifatnya dengan dirinya diwaktu alternatif. Dan perkataannya blak-blakkan sekali."
"Maaf jika temanku ini berbicara tidak enak, sebenarnya kedatangan kami kesini karena lapar serta mencari makanan ditempat anda. Kalau boleh, apa anda bisa memberi kami sedikit makanan?" ucap Kino membuatku terkejut dengan perkataannya. Bukannya jelas-jelas dia sedang berbohong.
Melihat reaksi yang lain mengiyakan seperti setuju akan kebohongan Kino tersebut aku pun sama, mengikuti alurnya saja. Yang dibuat oleh Kino.
Tak lama menunggu akhirnya kami disuguhkan oleh berbagai macam makanan di atas meja makan. Mengira jika sebelumnya orang ini tidak akan mau melakukan hal seperti ini, tapi nyatanya dia tidak keberatan sama sekali.
"Jadi apa sebenarnya rencana Kino saat melakukan kebohongan tadi, hmm??"
"Silahkan dinikmati, makanan ini aku suguhkan untuk kalian. Memang tepat kalian datang kesini, karena aku tinggal sendirian dan memiliki banyak stok makanan. Cuma satu yang ingin aku tanya, bagaimana bisa kalian mengetahui disini ada makanan? Bukannya dari luar rumahku ini terlihat menakutkan dan sudah rusak?"
"Dia mengklaim jika rumah ini miliknya, padahal rumah ini punya seseorang yang telat wafat. Lalu apa jawaban Kino menjawab pertanyaannya?"
"...itu aku mempunyai filing yang kuat akan sesuatu hal, apalagi saat aku lapar, aku dapat menemukan tempat yang ada makanannya?" jelas Kino kepada orang berkemampuan telekinisis, memang logis alasan yang diucapkan olehnya. Tapi ada celah orang ini bisa mengetahui kebohongan Kino saat ini.
Sampai pada suatu percakapan yang membuat waktu makan ini selalu tertunda, orang berkemampuan telekinesis tersebut akhirnya menunjukkan kemampuan sesungguhnya.
Seketika benda-benda dihadapan ku dan yang lain dibuat melayang hingga garpu, pisau, dan sendok melakukan formasi seperti menahan kami berdua untuk lari maupun melawan.
"Kesabaran seseorang ada batasnya, jika kalian memiliki maksud lain untuk datang kesini maka katakanlah! Kalau tidak, aku akan membuat kalian menjadi seperti yang aku sajikan ini!" ucapnya menekankan kata sajian atau makanan di meja ini. Tentu saja aku mengerti bahwa dia di waktu ini adalah seorang kanibal yang memakan daging manusia.
__ADS_1