Last Life

Last Life
Rekan Baru Rencana Terakhir


__ADS_3

Tertarik dengan wanita ahli pedang dengan julukannya sendiri aku pun me-list nya sebagai kandidat yang akan menjadi rekan baru rencana selanjutnya.


Yang tentunya setelah aku melihatnya sendiri memalui kemampuan memasuki ingatan kepada wanita itu.


Lalu aku mendapati lagi kandidat yang tak asing bagiku, tertulis dalam informasi jika dia bisa merubah dirinya menjadi monster apapun.


Meregenerasi diri dengan cepat dan kebal terhadap ledakan berskala besar serta senjata api dalam bentuk monster terkuat nya.


Dirinya dalam wujud manusia pun diketahui memiliki kekuatan monster.


Jujur saja diriku sangat penasaran bagaimana Brain mendapatkan informasi ini dengan baik dan spesifik mengenai kemampuan para tahanan.


Aku pun me-list kandidat yang satu ini. Dengan alasan tidak gampang mati, karena jujur saja aku sudah muak dengan prajurit raja dan pelindungnya yang masih tersisa.


"Oh iya, aku lupa untuk memasuki ingatan Lina untuk mencari keberadaan raja dan membunuhnya secara langsung. Tapi aku khawatir, dengan kematian raja secara tiba-tiba, akan ada kemungkinan menyebabkan masalah yang serius."


Memilih untuk kesampingkan terlebih dahulu rencana tadi, aku pun melanjutkan lagi pemilihan kandidat yang bisa dijadikan rekan.


Tidak ada suara obrolan lagi, setelah Yin tertidur dipangkuan Lina. Bahkan Ryu terlihat sangat fokus pada buku informasi kemampuan para tahanan


Setelah lama mencari aku masih ragu pada kemampuan tahanan lain yang kurang memuaskan bagiku, serta ada yang memiliki kemampuan berbahaya.


Salah satunya adalah tahanan pria berkemampuan meledakan sesuatu sesuai dengan kemauan dirinya apa yang memang harus diledakkan. Bukan hanya itu saja, jangkauan ledakan yang diakibatkan olehnya bisa mencapai ribuan meter jauhnya.


Kemungkinan besar orang ini ditangkap Yanwu karena berbahaya bagi keseimbangan manusia di dunia ini. Dan bisa menjadi masalah jika dibiarkan berkeliaran bebas.


"Anita, apa kamu sudah mendapati kandidat yang memenuhi kriteria mu?" tanya Ryu.


"Aku dua orang saja, kalau kamu?" sahutku sekaligus bertanya balik.


"Aku satu orang, dia pengguna ilusi yang menurutku bisa diajak kerjasama!"


Brain lalu menaruh buku informasi tersebut, kelihatannya dia telah selesai memilih kandidat yang sesuai.


Lina juga aku lihat telah selesai membaca buku dengan jumlah halaman 56 bab ini.


"Semuanya, kita akan mendiskusikan pilihan kita. Dimulai dari Brain!" pungkas Ryu mengawali obrolan.

__ADS_1


"Aku ada 2 orang, salah satunya memiliki kemampuan yang sangat luar biasa, entah kalian akan setuju atau tidak dengan pilihanku. Dia ini memiliki kemampuan elemen, berjumlah 4 elemen utama!"


"Apa yang membuatnya berbahaya?" tanya Brain.


"Seharusnya Brain sudah tahu informasi mengenai orang yang disebutkan oleh Lina, diakan yang mendapati informasi kemampuan para tahanan. Tapi, kenapa dia bertanyah?"


"Karena keempat elemen ini petir, tanah, api, dan kayu yang dimilikinya, sangat kuat menurut informasi di buku ini."


"Aku setuju, asalkan dia mau diajak bekerjasama," sahutku.


"Aku juga setuju."


Serentak Brain dan Ryu langsung setuju setelah diriku selesai bicara.


Dilanjutkan dengan diriku yang menjelaskan perihal kandidat rekan baru seusai kedua orang pilihan Lina disetujui dalam beberapa menit setelah orang terakhir sedikit diperdebatkan.


Menjelaskannya dengan harapan tinggi dan keunggulan yang dimiliki oleh dua orang pilihanku. Yang akhirnya semuanya pun setuju.


Lalu Brain dengan kandidat pilihannya berjumlah tiga orang sekaligus, dia yang paling banyak dariku dan juga Lina.


Dua orang pilihan kemudian disetujui , tinggal satu orang pilihan terakhir yang belum dijelaskan oleh Brain.


Yang akhirnya aku dan yang lain setuju pada kandidat terakhir pilihan Brain dilanjutkan dengan pilihan Ryu yang langsung disetujui, karena kemampuan ilusi gadis tersebut lumayan berguna.


Tidak menyangka jika pilihan semua orang dapat disetujui dengan mudah tanpa ada penolakan, meskipun ada pilihan Brian yang sebelumnya didebatkan. Namun pada akhirnya diterima oleh semua orang termasuk diriku.


Langka selanjutnya kata Ryu yaitu menuju sel tahanan pilihan masing-masing untuk mengetahui secara langsung perawakan dan sifat serta kemauan kandidat itu untuk menjadi rekan.


"Kami memilihmu untuk menjadi rekan demi bergabung dalam rencana untuk mengalahkan raja, jika kamu bersedia aku akan membebaskan dirimu dari dalam sel ini!" jelas Ryu pada wanita ilusi pilihannya.


"Aku setuju, setuju sekali. Apapun syaratnya pasti aku akan setuju. Asalkan diriku bisa kembali menghirup udara segar dan bau rumput kembali!"


"Baiklah, kamu sudah dipastikan keluar nanti!"


"Terimakasih tuan, terimakasih semuanya."


"Sama-sama," balasku berbarengan dengan Lina.

__ADS_1


Lalu di sel tahanan orang yang bisa berubah menjadi monster dia susah sekali untuk aku bujuk, meskipun dengan rayuan manis sebagai cara agar dirinya mau menjadi rekan.


"Aku sudah betah disini, lagian hanya untuk melawan raja saja itu tidak ada untungnya buatku. Bahkan hal-hal yang kamu sebutkan tadi tidak menarik sama sekali bagiku!" ucap orang tersebut dengan wujud monster seraya melenggang masuk lebih dalam ke sel nya.


"Kalau begitu aku saja, aku bisa menggantikan dia tanpa ada permintaan sama sekali!"


Pria ini kemampuannya lumayan unik, sayangnya menurutku tidak terlalu hebat. Hanya dirinya saja yang gila "membunuh" sebelum di tahan disini.


"Kalau tidak salah kemampuanmu dapat membuat seseorang berpenampilan menjadi menarik dari sebelumnya yang biasa-biasa saja. Lalu, apa kelebihan dirimu selain itu?" ucap Lina.


"Memainkan peran penting sebagai seseorang yang menyelinap serta berada pada posisi apapun, aku janji akan melakukan hal yang berguna bagi kalian."


Dia terlihat memelas hanya ingin keluar dari sini, tapi belum tentu yang lain setuju.


"Baiklah, dirimu akan ditempatkan pada posisi pelindung yang senantiasa melindungi ratu!" kata Brain yang membuatku dan yang lain kini memperhatikan dirinya.


"Maksudnya Brain?" tanyaku penasaran dengan kata "ratu" yang diucapkan oleh Brain barusan, bisa jadi ada maksud dari kata ratu tersebut.


"Ratu yang aku sebutkan adalah dirimu Anita, kamu pantas untuk dilindungi."


"Ya... menurutku itu masuk akal Brain, Anita memiliki kemampuan luar biasa yang harus dilindungi," sahut Ryu, dia sepertinya sependapat dengan usulan Brain yang merujuk padaku.


"Benar, aku setuju sekali Anita dilindungi oleh orang sepertimu, sadistik yang memiliki kemampuan unik."


Lina pun setuju dengan usulan Brain maka tidak ada alasan bagiku untuk menolak pria berpenampilan menarik ini. Hanya saja diakhir ucapannya, Lina tersenyum penuh arti saat aku menatapnya.


Hingga beberapa orang yang kini telah menjadi rekan setelah membutuhkan waktu lama untuk membujuk dan membuatnya menjadi rekan secara sukarela.


Bahkan ada dari mereka yang menolak mentah-mentah.


Sementara satu orang pilihanku dan dua orang pilihan Brain memiliki permintaan mereka sendiri-sendiri. Yang salah satunya meminta kebebasan.


Dengan ini jumlah rekan baru ada 6 orang dengan kemampuannya masing-masing yang berbeda. Dan memiliki peran penting dalam rencana kali ini.


"Aku ingat-ingat lagi. Untuk pilihanku salah satunya telah tergantikan oleh pria berpenampilan menarik itu, satu orang dari Ryu, dua orang dari Brain, satu orang lagi dari Lina."


"Tinggal jalannya rencana ini yang harus kita pikirkan matang-matang setelah mendapatkan rekan baru yang lumayan bisa membantu kita nantinya!" ucap Ryu sembari menuding kertas besar bertuliskan "rencana akhir" beserta gambar untuk mempermudah penjelasan rencana, menurutku.

__ADS_1


"Kemungkinan rencana ini berasal dari idenya, sekarang aku paham, jika kali ini usulan rencana dari semuanya orang sangat penting untuk keberhasilan yang hakiki dan kemenangan mutlak yang sebelumnya tertunda."


__ADS_2