
"Huh... rasanya seperti ada sesuatu yang hilang dalam diriku setelah kembali ke waktu ini. Malahan diriku agak menyesal telah melakukan penghapusan kemampuan," gumam ku disela-sela memasukkan produk yang aku pilih kedalam keranjang.
Semuanya, cerita dan kenangan itu seperti sebuah mimpi indah maupun buruk. Tapi semua itu membuatku bahagia jika mengingat waktu kebersamaan dengan rekan-rekanku kembali.
Tapi bukan berarti di pengulangan waktu ini aku tidak dapat bertemu dengan mereka kembali, ada waktu bagiku untuk menemukan mereka.
Namun kali ini aku harus berhati-hati saat bergerak mencari mereka, karena aku sekarang ini tidak memiliki kemampuan apapun. Kemampuan berlian yang ku miliki saja juga ikutan menghilang, mungkin saja terhapus.
Pastinya aku lebih mengandalkan diriku untuk bertahan hidup di dunia ini, bukannya sekarang aku adalah ras manusia tidak berkemampuan.
"Sudah cukup, segini saja yang akan aku bawa pulang."
Dan baru ingat jika aku menemukan ponsel itu bukan di supermarket, melainkan di tempat lain. Aku pun mencarinya sampai mendapatkannya.
Terakhir aku bergegas kembali menuju rumah yang telah aku bersihkan setengahnya kurasa aku akan menetap di rumah itu untuk sementara.
Sesampainya, aku langsung saja menata barang-barang dan produk yang aku bawa dari supermarket terbengkalai tadi.
Memasukkan beberapa makan sesuai tempatnya pada lemari dekat dapur.
Lalu aku memasak setelah aku pasangkan tabung gas pada kompor, sebelumnya aku memang membawa banyak kebutuhan sehari-hari dari dalam supermarket tadi.
Untuk gas aku mengambilnya dari dapur supermarket tersebut.
Seingat ku aku pernah memiliki seekor kucing di dunia ini, tapi kucing itu adalah jelmaan dari Noel salah satu orang dari wilayah kerajaan.
Itupun aku bertemu dengannya untuk yang pertama kalinya saat aku berada di kediaman empat orang itu yang salah satunya adalah pengkhianat.
Hiyou si kacamata dengan kejeniusannya mampu menipu kami semua masuk kedalam jebakannya yang tak disangka-sangka.
Alhasil rencana terakhir itu gagal total, bahkan parahnya lagi rencana itu dibuat oleh Hiyou sendiri. Tapi aku masih penasaran kenapa dia jadi begitu teganya mengorbankan rekan-rekannya.
Padahal sebelum aku dan yang lainnya pergi menjalankan rencana itu, semuanya sudah seakan keluarga, bersenang-senang ria bersama dan saling mengobrol malam itu.
Nyatanya Hiyou malah mengkhianati kami semua dia diketahui pergi meninggalkan wilayah kerajaan menuju wilayah manusia tidak berkemampuan.
Lalu Brain juga membuatku agak memikirkannya untuk saat ini lantaran dia tidak ada kabar lagi setelah diriku dan dua rekanku terkena kemampuan ilusi dari Raja.
Tapi seingat ku dia mendapati masalahnya sendiri.
Sambil memasak aku memikirkan flashback yang pernah aku alami sebelumnya. Sebagiannya, sepertinya akan menjadi kenangan tak terlupakan.
Setengah jam memasak akhirnya selesai sudah, tinggal memakannya saja dengan tenang dalam kesendirian ini.
Tok..tok..tok...
Suara ketukan pintu membuatku tersedak, namun aku tahan sembari mengambil segelas air hingga menengguk air didalamnya sampai habis.
Beranjak bangkit sembari mempersiapkan diri untuk menghajar orang itu, tapi dari suaranya terdengar tidak asing di telingaku?
__ADS_1
"Apa ada orang? Aku mencium baru harum dari dalam, jika ada cepat buka atau aku akan menggunakan kemampuanku, karena terpaksa!" ancamnya yang kini menggedor-gedor pintu dengan keras.
Dan daripada tempatku menjadi berisik aku langsung menghampiri pintu depan rumah dan membukanya dengan segala persiapan.
Satu tanganku aku sembunyikan dibelakang sembari memegang semprotan cabai.
"Kamu... kenapa bisa ada disini?" tanyanya kebingungan menatap padaku. Dan dia adalah Willy hanya saja kenapa aku bertemu dengannya terlalu awal.
"Aku baru datang kemari, kau tahu!" jawabku.
"Begitu, aku mengerti. Hanya saja aku terkejut ada orang se... bagaimana kalau kita berkenalan?" ucap Willy sembari menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan denganku, tapi aku memiliki firasat tidak enak saat melihat tatapannya.
Ketika aku berjabat tangan diriku langsung saja di tarik olehnya, dan disaat hampir dekat dengan dadanya aku langsung melakukan gerakan bantingan.
Brakk!!
Klang!
"Argh! Boleh juga wanita cantik sepertimu bisa beladiri, aku semakin tertarik saja padamu."
Yah. Dia memang seperti ini sifatnya hampir sama dengan dirinya di waktu manapun persis seperti yang dijelaskan oleh Kino waktu itu.
Agar Willy tidak mudah melawan balik aku pum mengunci dirinya sekuat tenaga, sementara sabitnya aku taruh pada dekat lehernya sebagai ancaman.
"Oh, kau berani membunuhku, wanita? Asal kau tahu, aku ini abadi!" ucapnya yang membuatku lengah seketika. Kini posisiku malah berbalik dengannya.
Dia bangkit kemudian menahan tubuhku pada tembok saat memasuki rumah lalu mengikat kedua lenganku dengan tali yang entah dia temukan dimana.
Sebelumnya aku sengaja agar diriku terikat, meskipun ada resiko terburuk yang mungkin saja terjadi padaku.
"Tuan, aku sebenarnya hendak makan, tapi tuan malah menganggu jadinya aku sempat menjeda waktu makanku!" ucapku dengan suara lembut seakan-akan Willy telah berbuat hal paling buruk padaku.
"Kebetulan aku sedang lapar, karena mencari keempat orang itu! Karena dirimu mengatakan hal tersebut aku jadi merasa kasian padamu. Dan akan membiarkan dirimu makan bersamaku, tapi dalam kondisi terikat, apa kamu mengerti?!" tegasnya yang sudah termakan tipuan.
Barusan Willy berkata akan mencari empat orang bukannya dia hanya mencari dua orang Nie dan Geisha, itu artinya ada rekan setimnya yang masih selamat. Dua orang tambahan itu belum pernah aku dengar sebelumnya.
"Iya tidak apa-apa, perutku sudah sangat lapar tu..."
"Panggil aku Willy, aku tidak setua yang kamu bayangkan!"
"Aku mengerti Willy..." ucapku dengan nada kecil agak malu-malu untuk membuatnya lengah pada kesempatan berikutnya.
Aku pun duduk di bangku dengan kondisi tangan terikat sementara kakiku tidak sama sekali.
Lalu aku memohon kepadanya untuk menyuapi diriku, karena tanganku dalam kondisi terikat, dan dia dengan mudahnya mengiyakan hal tersebut dengan ekspresi memerah.
Merayunya beberapa saat sampai dia berpikir jika aku ini adalah gadis lemah yang pada akhirnya aku diijinkan untuk membuatkan sebuah minuman untuknya.
"Hehe mind control ku bekerja dengan baik padanya."
__ADS_1
Di dapur saat aku membuatkan makanan untuknya aku sempat memasukkan sesuatu yang akan membuatnya pingsan.
Misalnya saja dirinya beneran abadi belum tentu juga dirinya kebal terhadap efek obat penenang ini yang sengaja aku ambil dari supermarket untuk berjaga-jaga jika saja diriku tidak bisa tidur malam harinya.
Saat sudah selesai menyiapkan minuman untuknya aku pun memberikannya dengan ramah sedikit dengan senyuman agar membuatnya tidak curiga pada kopi yang telah aku buatkan.
Tak lama Willy dibuat pingsan setelah beberapa saat dia menyentuh kepalanya dan mengakui dirinya merasa pusing, namun tidak mencurigai diriku telah memasukkan sesuatu pada minuman itu.
Dan pertama-tama aku harus mengamankan senjata miliknya terlebih dahulu setahuku Willy lumayan lihai saat menggunakan senjatanya berupa sabit seperti malaikat pencabut nyawa.
Berbeda saat dia tidak menggunakan senjata itu kemampuan bertarungnya sedikit melemah.
Lalu aku mengikatnya agak lumayan kencang agar dirinya tidak mudah melepaskan diri, dan saat dia bangun nanti aku akan memberinya kejutan serta membicarakan perjanjian.
Saat bangun Willy benar-benar terkejut, karena dirinya aku ikat sedemikan rupa seperti seorang yang handal mengikat.
Sekujur tubuhnya sengaja aku ikat agar makin susah dirinya melepaskannya.
"Beraninya kamu melakukan ini padaku apa kamu sudah bosan hidup, setelah aku keluar aku akan melakukan hal buruk padamu!" ancam Willy matanya melototi diriku
"Bukannya yang bertindak buruk adalah dirimu di awal, jadi tidak ada salahnya jika aku membalaskan dendam. Terus aku mau membicarakan perjanjian padamu!" sahutku yang langsung to the point.
"Aku tidak peduli dengan perilaku diriku sebelumnya, salahkan dirimu saja yang sangat menawan itu. Lagipula diriku sudah memberikan kelonggaran bagimu, malahan aku melakukan hal yang memalukan."
"Tidak ada jaminan kamu akan melepaskan diriku saat waktu makan itu selesai bukan, aku sudah tahu. Orang sepertimu hanya menginginkan pikiran kotor dalam pikiranmu!"
Willy terlihat berdecak kesal setelah aku mengatakan kepadanya bahwa dia adalah orang yang aku sebutkan.
"Kamu mencari empat orang bukan, dan dua dari mereka bernama Nie dan Geisha!"
"Bagaimana bisa kau tahu, apa dirimu memiliki semacam kemampuan psikis huh?"
"Tidak, lalu apa kamu menyebutkan nama keempat orang yang dicari dalam pikiranmu sebelumnya?"
"Tidak sama sekali."
Aku pun menjelaskan kepadanya mengapa aku bisa mengetahui Nie dan Geisha yang sejujurnya, karena jika aku menggunakan kebohongan bisa saja akan berakibat fatal nantinya. Dan hilang kepercayaan Willy padaku..
Untuk memperkuat penjelasan aku mengatakan tentang Willy yang belum pernah dia bicarakan kepada siapapun.
Bahkan masa lalu dirinya selagi masih hidup tak lupa aku katakan kepadanya.
Pada akhirnya Willy percaya dan mau menjadi rekanku untuk keluar dari dunia ini.
Ada sedikit informasi baru mengenai cara keluar dari dunia ini Kino bilang bisa banyak orang sekaligus, caranya dengan menemukan sepuluh manusia ras dewa di dunia ini.
Yang untungnya dia memberitahukan kepada diriku lokasi kediaman kesepuluh manusia ras dewa itu jadi tidak terlalu sulit untuk diriku maupun rekan yang telah aku ajak saat menemukanya.
Informasi lainnya pun ada perubahan pada waktu di dunia ini maupun dunia alternatif yang sebelumnya aku ketahui.
__ADS_1
"Baiklah, kita langsung saja bergegas menemui Nie dan Geisha. Lalu kita berpetualang untuk menemukan ras manusia dewa itu!" ucap Willy antusias.