
Setelah mendapatkan semua yang aku butuhkan setelah menentukan apa yang akan aku masak, selanjutnya tinggal membersihkan bahan-bahan ini dan tinggal aku eksekusi.
Dapur elegan dan terlihat rapi serta komplit seperti di masa modern sungguh membuatku terkejut, apa jangan-jangan Sekai yang membuatnya atau mengambil barang-barang ini kemudian memperbaikinya.
Itulah isi pikiranku saat ini harus menemukan jawaban memuaskan kalau tidak spekulasi dan dugaan saja agar bisa mengurangi rasa penasaran.
Satu jenis masakan telah aku buat yaitu sup dari sayur dan sup dari daging.
Beberapa menit kemudian hingga aku menyelesaikan masakan kedua masih sama jenis sup namun kali ini manis. Makanan pencuci mulut.
Sampai sudah sepuluh jenis masakan telah aku hidangkan tinggal di bawah saja ke meja makan utama, dibantu oleh robot menyerupai manusia yang membawakan satu persatu masakan buatan ku.
Kemudian aku meminta salah satu robot untuk memanggil mereka tentunya dengan alasan agar masakan ini tidak dingin.
Tidak menunggu waktu lama semuanya sudah berada di meja makan sembari aku menjelaskan pertanyaan yang mereka lontarkan. Yang salah satunya mengenai semua masakan ini dan hal lain berhubungan dengan memuji hasil kerja keras seseorang.
"Ini sungguh nikmat, aku tidak pernah merasakan kelezatan bertahan lama di lidah padahal aku sudah menelan makanan ini lumayan lama, apa ada bumbu rahasia dari resep sup ini Anita?" tanya Sekai di sela makan.
Semuanya terlihat melirik ke arahku menunggu jawaban yang di nanti-nanti.
Aku jawab dengan jujur bahwa dulu aku gemar memasak di waktu-waktu tertentu yaitu sepulang dari tempat aku bekerja. Dan jawaban lain yang menyertai masakan yang telah aku buat ini.
Semuanya sangat menikmati saat diam-diam aku amati, nyatanya aku berhasil dalam urusan memasak.
•••
Dua hari berlalu dan sekarang ini waktu bagi kami untuk keluar dari kastil selama menghabiskan waktu senggang dengan hal-hal menyenangkan dan bermanfaat.
Hanya saja Reina tidak ikut bersama kekasihnya setelah di atur oleh Yanwu dan akan ada giliran bagi setiap orang.
Dan semua orang menyetujui akan hal itu meskipun Sekai menolaknya dengan berbagai dalih menjorok ke hal buruk jika semua orang tidak pergi ke wilayah tujuan kali ini.
Menurutnya lebih banyak orang lebih baik dan bisa mengurangi resiko hal tidak diinginkan terjadi.
Yanwu saat itu mengatakan bahwa resiko lebih besar menanti jika semua orang pergi bersama-sama memasuki wilayah berbagai macam musim.
Perkataannya barusan aku cermati memang berlawanan dengan pendapat Sekai, dan aku setuju dengan itu.
Bukan karena meremehkan yang lain tapi Yanwu saja sudah cukup saat feeling ku mengatakan jika petualangan ini akan sempurna dan mudah saat ada dirinya.
__ADS_1
Yang akhirnya Sekai dibuat berpikir kedua kali dan setuju pada aturan Yanwu.
Aku, Sekai, Yanwu yang akan pergi kali ini. Anehnya, aku tetap diajak meskipun aslinya aku ini beresiko bisa saja terbunuh.
Memang aku siap untuk menjelajah wilayah ini dengan mereka demi menemukan salah satu ras manusia dewa. Tapi, aku ini tidak memiliki kemampuan.
Dan Yanwu seakan tidak ingin memberikan kemampuan kepadaku.
Sedangkan untuk keamanan mereka berdua yang akan menjagaku.
Aku hanya menanggapi dengan sabar padahal dalam hatiku sedikit jengkel ada teknologi dari ciptaan Sekai yang dapat melindungi untuk berjaga-jaga, tapi dia tidak menggunakannya.
Turun secara random karena ras manusia dewa itu belum terdeteksi keberadaannya oleh Yanwu kami bertiga lalu sepakat memilih tempat musim yang rasanya di tinggali oleh ras manusia dewa di tempat ini.
Musim salju, sehingga kami memakai pakaian tebal saat menjelajah.
"Apa sudah terdeteksi?" tanya Sekai untuk yang ketiga kalinya kepada Yanwu di tengah pencarian.
Aku maupun keduanya jalan kaki menembus salju tidak dengan teknologi maupun kemampuan.
Alasannya pemimpin tempat ini bisa mengetahui keberadaan seseorang dari jarak jauh saat menggunakan kemampuannya. Ataupun saat teknologi digunakan.
Baru saja dijelaskan oleh Yanwu secara mendadak setelah aku mengatakan lebih baik menggunakan kemampuan tertentu untuk bergerak dalam salju ini.
Sudah lama berjalan kami belum menemukan seorang pun di wilayah ini dan sekitaran nampak putih tidak ada sesuatu yang terlihat seperti tanda-tanda kehidupan.
Rumah-rumah pun tidak aku temukan disepanjang perjalanan rasanya aku berjalan seperti ini bagaikan tanpa tujuan.
Dengan hati sabar aku berharap pada Yanwu agar dia dapat menemukan orang yang dicari itu.
"Tunggu, kita berada di atas mereka!" ujar Sekai dengan ekspresi menyakinkan pada ucapannya.
"Maksudmu apa Sekai?" tanyaku.
"Kehidupan di wilayah ini sudah lama tenggelam oleh salju, buktinya tidak ada orang maupun sesuatu seperti pohon dan rumah atau bangunan!"
"Ya, kau benar. Semua orang di wilayah ini sebenarnya sudah tiada," timpal Yanwu membuatku terkejut.
"Lalu bagaimana sekarang, kita salah memilih tempat yang ada ras manusia dewa itu?" sahut Sekai.
__ADS_1
"Tidak, dia ada di tempat ini. Baru saja aku menggunakan kemampuan milikku dan dia langsung menuju kemari!"
"Berarti dia adalah pemimpin tempat ini juga ya?" tanyaku memastikan.
"Begitulah."
Tak lama sejak langkah kami terhenti sembari menunggu kedatangan ras manusia dewa itu tiba-tiba saja ada badai salju tak jauh dari sini.
Semakin lama semakin bergerak menuju kemari.
"Itu... badai saljunya kemari!?" ujarku jika saja mereka tidak mengetahuinya, tapi kemungkinan itu kecil sekali. Lalu kenapa mereka berdua tidak khawatir sama sekali.
Ternyata badai itu adalah jelmaan ras manusia dewa yang kami cari.
Menghilang begitu saja setelah menyatu menjadi seorang pria berambut putih.
"Kenapa kalian melanggar aturan tempat kekuasaan ku ini?" ucapan pertama yang dia ucapkan terlalu tidak memperdulikan kedatangan diriku maupun yang lain.
"Sebuah perjanjian, kami datang kesini untuk mengajakmu bergabung menjadi anggota kastil. Tujuannya mencari ras manusia dewa dan mengumpulkannya untuk menciptakan jalan keluar dari tempat ini!" jelas Yanwu langsung ke intinya.
"Tidak tertarik, lebih baik kalian pergi saja!"
"Hei... keluar dari dunia ini bisa membuatmu menjalani kehidupan baru nantinya, pikirkan dulu sekali lagi," imbuh Sekai guna meyakinkan ras manusia dewa itu.
Sayangnya tetap saja pria itu menolak dengan alasan logis yang dapat aku terima jika berada di posisinya.
Dia yakin dirinya bunuh diri karena hidup di jaman perang sebagai seorang tentara dan saat itu benar-benar kacau.
Terpaksa bunuh diri daripada menjadi korban kekejaman pihak musuh mengetahui pihaknya dibombardir oleh serangan telak.
Apalagi semenjak dirinya berada di dunia ini katanya dia bisa melakukan apapun yang dia mau.
Maka Yanwu memutuskan untuk kembali ke kastil dan mencari ras manusia dewa lainnya.
"Ada harga yang harus kalian bayar karena berani mengusik ketenangan diriku!"
Saat kami pergi dan baru beberapa langkah meninggalkannya.
Ras manusia dewa itu menahan kami dengan kemampuannya.
__ADS_1
Salju dibuat senjata tajam melayang tepat di atas kepalaku dengan jumlah banyak.