
Misi kali ini pun berhasil diselesaikan oleh Junjie dengan cara yang terbilang menyakitkan, meskipun begitu aku bersyukur melihatnya tanpa luka. Yang kini sedang menuju kemari.
"Anita, ayuk kita buat olahan dari buah, aku sudah masak sama siapin beberapa alat dan buah-buahan segar!" ujar Reina kepadaku.
Aku pun berdehem diikuti oleh anggukkan kepadanya lalu langkahku terhenti saat mengingat sebuah ruangan yang dapat memanipulasi waktu.
"Oh ya Sekai, bisakah aku gunakan ruangan waktu? Sebenarnya aku ingin mengolah berbagai olahan buah-buahan, namun dengan waktu yang terbilang cepat. Meskipun di ruangan itu aku menghabiskan waktu lama!"
Nampak Sekai yang memahami apa maksudku yaitu mempersingkat waktu mengolah buah-buahan menggunakan sebuah ruangan, sebut saja ruang waktu.
Sekai mengangguk pelan tanda mengijinkan sembari meminta di buatkan minuman dari buah kesukaannya. Dan tak lupa kepada Yanwu aku pun bertanya apa yang ingin dibuatkan olehku.
"Aku manisan buah, minuman dari anggur, dan bolu dari buah apa saja, terserah!"
Dengan senyuman manis aku pun mengangguk faham dengan permintaan Yanwu. Meskipun dia datar saat meminta.
Kemudian aku dan Reina menuju tempat ruang waktu.
"Berarti kita harus memindahkan semuanya dulu dong biar nggak ribet?" ucap Reina.
"Iya kak, tapi mudah kok, karena Sekai memiliki robot tertentu yang mampu memudahkan tugas tersebut tanpa harus menggunakan kemampuan," sahutku sembari menerangkan.
"Luar biasa ya ternyata Sekai, kalau begitu aku tidak harus gunain kemampuan. Tapi mengenai ruangan waktu yang kamu sebut barusan bagaimana cara kerjanya?" tanya Reina aku lirik tengah menaruh jarinya di dagu. Setelahnya, aku mengingat-ingat.
Hendak menerangkan ruangan itu dengan pengetahuan yang pernah aku dapati dari Sekai.
"Ruangan yang dapat memanipulasi waktu artinya... saat kita berada disana hingga melakukan aktivitas selama sehari misalnya, di waktu normal yaitu di luar ruangan hanya seperti beberapa menit saja!"
"Waa hebat sekali ruangan itu, seperti seseorang saja yang memiliki kemampuan mengendalikan waktu."
"Hehe iya, hebatnya lagi ruangan itu adalah ciptaan Sekai dari teori mekanika kuantum dan waktu!" ucapku menimpali.
"Iya kah, sepertinya dia adalah seorang ilmuwan sebelum dia berada di dunia ini. Hanya saja aku menyebutnya ilmuwan muda, dilihat dari wajah Sekai begitu tampan."
"Kamu suka sama Sekai kak?" selorohku menggoda Reina.
__ADS_1
"Haaa mana mungkin! Aku sudah punya kekasih, dia adalah pria yang sangat aku cintai dan membuatku sampai gila hingga menghancurkan sebagian kota besar itu. Aku dan Doro sekarang ini sudah terikat satu sama lain. Kami bahkan saling mencintai... aku jadi teringat saat dia menatapku."
Ternyata aku gagal dalam menggoda Reina dan malah berakhir aku yang iri padanya. Kini wajah merekah seperti sedang hanyut dalam lamunan terlihat pada Reina, yang mungkin saja sedang membayangkan hal-hal romantis saat bersama kekasihnya.
Tapi siapa sangka Reina adalah orang yang pernah dibutakan oleh cinta, bagiku pengalaman Reina tersebut adalah pelajaran hidup.
Beberapa saat kemudian, usai robot-robot memindahkan semua alat untuk mengolah buah dan juga buah itu sendiri. Kami berdua akhirnya mulai sibuk.
Pengalaman dari dunia alternatif membuatku lumayan pandai saat bermain dengan pisau dan melakukan segala aktivitas dapur lainnya.
Teringat saat aku merasa kesepian dan merasa lelah dengan pekerjaan. Aku pasti selalu berkutat di dapur berusaha menyibukkan diri dengan memasak.
Hingga bisa dikatakan aku seperti mantan koki dan chef handal.
"Astaga Anita.. kamu ternyata jago dalam hal dapur ya, aku tidak menyangka kamu selihai ini dalam memotong," puji Reina menatapku dengan wajah berseri, dia sepertinya terkesiap saat sadar aku memotong buah dengan begitu cepat.
"Aku hanya sering memasak, itulah mengapa aku jadi selihai ini..." jawabku dengan senyuman tipis.
Reina kemudian memperhatikan diriku sesekali saat aku berkutat pada hal lainnya, salah satunya ketika aku sedang mengupas kulit buah mirip seperti naga dengan cepat.
"Oh ya kak, sebenarnya masakan kakak itu luar biasa enak. Rasanya seperti makanan restoran bintang lima, kalau boleh tahu kakak juga suka memasak? Aku mau diajarin memasak agar jadi selezat gitu kak...!" pintaku dengan wajah memelas, sebenarnya sengaja agar rasa canggung diamati tadi tidak berlama-lama. Di satu sisi aku memanfaatkan kondisi untuk belajar memasak dengan Reina.
"Hehehe aku dulunya seorang maid, hmm seingatku begitu. Dan karena melihat wajah polosmu yang menggemaskan aku bakal ajarin kamu memasak super enak ala Reina!!" sahut Reina mau mengajariku. Dia begitu antusias saat aku lihat.
Beberapa jam berlalu. Saat aku cek pada jam di ponsel rupanya sudah dua jam kami berdua disibukkan dengan aktivitas ini.
Nyatanya begitu memuaskan menghabiskan waktu dua jam di ruangan ini lantaran di meja berukuran besar dan lumayan panjang itu terisi berbagai olahan dari buah.
Aku sendiri sudah tak sabar untuk memakannya namun teringat aku sekarang ini tidak sendirian lagi.
•••
Kami lalu makan bersama sembari bercerita mengenai aktivitas masing-masing terutama diriku yang ikut bercerita.
Di sini juga ada Priensa ras manusia dewa yang baru diajak bergabung di tambah Yuri yang sudah selesai dalam masa sulitnya.
__ADS_1
Ternyata Priensa melakukan kekacauan dikarenakan dirinya memiliki masa lalu yang rumit dan sedikit kelam.
Seperti yang disebutkan oleh Yanwu sebelumnya, Priensa menginginkan perhatian agar dirinya selalu ingat. Itulah sebabnya dia seakan menciptakan eksistensi kerusakan tanpa niat membunuh.
Namun pada satu kondisi dirinya tidak bisa selalu memperkirakan kemungkinan dimana perbuatannya itu tidak menyebabkan seseorang terluka.
Priensa juga mengakui bahwa dirinya memiliki niatan ingin merebut kota itu sebab ingin menjalankan peran seperti dalang dengan kemampuan ilusi miliknya.
Untungnya di sela-sela makan yang lain memberi nasehat dan perhatian tulus kepada Priensa hingga membuatnya nyaman dan menghilangkan pikiran negatif mengenai tekadnya itu.
Dan menurut penuturannya Priensa memiliki dua kemampuan sekaligus.
Malam yang dingin. Aku memikirkan kemungkinan yang terjadi jika misi ini berada pada penghujung dimana semua orang kembali ke tempatnya masing-masing.
Walaupun Sekai maupun Yanwu sedang meneliti agar waktu kami semua dapat digabungkan saat kembali di satu masa.
Akan tetapi hal itu belum ada perkembangan yang signifikan.
Sebelumnya diriku melihat mereka berdua tengah bekerjasama agar dapat terselesaikannya sebuah teori. Itulah mengapa Yanwu maupun Sekai terlihat seperti seorang rekan, tidak seperti sebelumnya saling bertengkar gara-gara urusan sepele.
Kemungkinan saat semuanya kembali pun beragam.
Salah satunya, sebagai contoh diriku. Dalam waktu asli aku sudah meninggal maka setelah kembali bisa saja aku hidup seperti time travel.
Jasadku masih bisa ditemukan serta diriku seperti halnya clone.
Atau happy Ending dan aku belum melakukan bunuh diri, namun pertanyaan ku. Apakah aku memiliki ingatan dari dunia ini saat hal tersebut benar-benar terjadi. Jika tidak loop akan terjadi.
Dan masih banyak lagi.
Aku memikirkan hal itu sampai larut malam tanpa rasa kantuk sedikitpun.
Dan untuk misi selanjutnya adalah negara jauh, suatu negara berpenduduk mayoritas tidak memiliki kemampuan.
Sama seperti wilayah ras manusia tidak berkemampuan, bedanya mereka disana hidup damai dengan ras manusia berkemampuan.
__ADS_1
Besok misi itu langsung dilaksanakan. Yanwu bilang ingin cepat-cepat mengumpulkan seluruh rekan satu rasnya.