
Waktu berlalu begitu cepat, ajakan tadi sudah diterima oleh ras manusia dewa itu dengan baik tanpa adanya masalah yang tidak diinginkan.
Mengingat tatapan Kiki sebelumnya begitu intens menatapku sembari mengepalkan kedua tangannya. Ternyata dia sedang marah terhadap orang yang telah membuatnya membatalkan ritual tertentu. Tak lain adalah Leonin.
Kiki bercerita tentang ritual yang dapat membuat seseorang menjadi lebih kuat dari panduan sebuah buku yang berumur ratusan tahun.
Caranya dengan menumbalkan darah dari anak-anak kaisar, para bangsawan, raja dan sebagainya.
Dan setelah diselidiki oleh Sekai rupanya buku tersebut hanyalah kebohongan semata sebagai dendam terdahulu.
Buku tersebut memang berumur ratusan tahun hanya saja dibuat sedemikian rupa mendetail seperti kenyataan dalam isinya, memuat informasi cara seseorang menjadi lebih kuat dari sebelumnya pada setiap tahapan.
Menyadari hal itu membuat Kiki merasa bersalah karena melibatkan rekan-rekannya yang selama ini berjuang keras dan pada akhirnya sia-sia saja.
"Memangnya jika benar buku itu benar bisa membuatmu menjadi kuat dengan ritual itu, apa rencana mu setelahnya?" tanya Sekai.
"Tentu saja aku ingin sekali menjelajahi dunia ini, tempat kehidupan seperti bumi yang misterius dengan segala hukum alam didalamnya yang beda dari dunia alternatif!" sahut Kiki sembari menjelaskan, dia rupanya paham betul tentang banyak hal mengenai dunia ini.
Perkataannya itu memang ada benarnya, bahkan aku sendiri masih bertanya-tanya tujuan diciptakannya dunia ini.
"Lalu seberapa jahat dirimu sebelumnya?" sejenak Kiki terdiam atas pertanyaan dari Sekai, ia lalu membuka mulutnya.
"Hehe terlalu mendetail sekali pernyataan anda, baiklah, aku akui pernah membunuh dua puluh orang. Tapi jangan berpikir aku ini orang jahat, karena orang yang aku bunuh itu adalah orang jahat yang sebenarnya!"
"Oke, lalu untuk rekanmu?"
"Mereka berdua hanya.. rekanku dalam mencapai tujuan awal, tujuan kita searah. Namun mengetahui fakta tersebut aku memahami kenyataan, bahwa perjuangan keras kami selama ini seumpama seperti bermain-main saja."
"Tidak Kiki, aku senang bisa melalui semuanya bersama denganmu. Lagian dari perjalanan kita selama ini mencari orang-orang keturunan terkemuka tidaklah mudah, sulit dalam mencari maupun mengumpulkannya. Dirimu telah membuat kami berdua belajar banyak hal!" terang perempuan itu kepada Kiki yang aku lihat dengan ekspresi percaya diri.
"Benar apa kata Angela, aku bahkan berterimakasih kepadamu atas semuanya," sambung pria dari rekan ras manusia dewa itu.
__ADS_1
Aku sempat bertanya kepada mereka apakah selama ini mereka hanya membunuh orang-orang jahat dan belum membunuh seorang pun dari pihak kerajaan maupun bangsawan dan sebagainya.
Lalu perempuan itu menjawab dengan jujur bahwa mereka hanya membunuh orang jahat dalam perjalanan.
Sementara keluarga dari kelas bangsawan, kaisar, dan raja mereka tidak membunuhnya. Melainkan mengurung mereka dalam dunia ruang yang hanya dimiliki oleh ras manusia dewa.
Sekai kemudian menyuruh Kiki untuk melepaskan mereka semua lantaran mereka memiliki keluarga yang menantikan kedatangan sejak lama.
Benny menambahkan bahwa pertama kali mereka mengurung salah satu dari mereka sekitar lima bulan yang lalu.
"Tapi tenang saja, kami selalu bekerja dalam perjalanan guna memberi mereka makanan yang layak!" ujar Kiki dengan senyuman hangat. Aku lihat perempuan bernama Angela itu begitu menatap lekat Kiki dari samping, dan wajahnya itu mengartikan rasa suka.
Dengan kemampuan khususnya, Kiki memunculkan tiga belas orang dalam keadaan baik saja. Mereka adalah orang-orang yang terkurung dalam ruang ciptaan Kiki persis seperti kepunyaan Yanwu.
Hanya saja pakaian mereka saat ini terlihat sedikit kusut dan wajah mereka terkejut saat bebas.
"Kau! Beraninya menangkap kami dan mengurung kami dalam penjara itu! Ku bunuh..." belum selesai menyelesaikan kalimatnya, pria itu dibuat pingsan oleh Angela hanya dengan jentikan jari.
Dilanjutkan dengan yang lainnya, hal itu agar mereka tidak rusuh saat dipulangkan ke tempat asalnya masing-masing.
Dengan tekad kuat ia bilang akan bertanggungjawab atas tindakan buruk itu.
Pada akhirnya aku pun ikut membantu dalam memulangkan mereka semua.
•••
Dua hari berlalu, sampai akhirnya kami berhasil memulangkan semua orang.
Keputusan saat ini berada di tangan Kiki apakah dia bersungguh-sungguh ikut dalam misi untuk kembali ke dunia asal. Atau menolak dengan alasan logis.
"Aku ikut, lagian aku bosan berada di dunia ini. Ada hal yang ingin aku lakukan saat aku hidup kembali!" ucap Kiki serius terlihat dari wajahnya tanpa ada keraguan sedikitpun.
__ADS_1
Berbeda dengan Kyo yang tidak ikut bersama dengan Kiki malahan mengajak Angela untuk tetap disini.
Kiki tidak mempermasalahkan keputusan mereka berdua, namun ia mencoba untuk mengajak mereka berdua yang menurutnya sudah seperti keluarga sendiri.
Angela pun begitu antusias dari sebelumnya terlihat murung ketika aku perhatikan. Tapi setelah Kiki berucap begitu dia langsung memutuskan untuk ikut dengan wajah berseri-seri.
"Tidak Angela, kamu memiliki impian di dunia ini bukan? Seingat ku kamu ingin menjadi ratu!" sela Kyo malu-malu. Dia berusaha menahan Angela, ya, aku rasa begitu.
"Benar, tapi... hal itu sudah tidak ingin aku kejar lagi, karena diriku... ingin kembali ke dunia asal. Walaupun kehidupanku sebelumnya yang ku ingat berat membuat sampai bunuh diri, tapi jika bersama dengan Kiki aku tidak apa-apa!" jelas Angela yakin dengan keputusannya.
"Ya, lalu apa mungkin setelah kembali ke dunia asal kalian berdua dan mereka yang ikut dalam misi itu dapat bersama? Bukannya kita berasal dari masa dan waktu yang berbeda-beda? Aslinya saja aku memanggilmu nenek, Angela!" sahut Kyo. Perkataannya itu membuatku menatap wajah Sekai dari samping.
Mengingat permasalahan seperti itu masih dalam proses memahami dan belum mendapati kesimpulan pasti.
Angela saat ini terlihat menundukkan wajahnya, dia mungkin ragu akan keputusannya.
Mereka bertiga lalu menatap diriku maupun Sekai lekat menunggu jawaban dari pertanyaan secara tak langsung tadi dari penuturan Kyo.
Jujur saja, aku tidak bisa membohongi mereka sekarang ini. Karena diriku ingin menghilangkan kebiasaan buruk tersebut.
"Aku tidak bisa memastikan kepada kalian bahwa setelah kembali ke dunia asal kalian akan bersama di waktu yang sama. Tapi kami memiliki orang-orang yang pintar dalam hal ruang dan waktu, hal itu akan kami teliti lebih lanjut. Dengan baik. Dan jika hasil tersebut kurang memuaskan kalian boleh saja membatalkan bergabung bersama kami!" ucap Sekai serius dan begitu tenang saat menyampaikan. Meskipun harus berkata mengenai hal yang berisiko, tapi mendengar kejujuran tersebut ku harap Kiki tetap mau bergabung.
Mereka bertiga dalam keadaan diam saat ini, beberapa menit berlalu hingga Kiki ku lihat membuka mulutnya.
"Hmm, kalau begitu aku harap sesuai seperti keinginan semua orang!" ucapnya seperti ada arti tersirat.
"Kamu pasti tidak ikut kan, Angela?" tanya Kyo.
"Um... sebenarnya aku bingung, tapi diriku menyakinkan aku agar ikut bersama mereka!"
"Serius?"
__ADS_1
"Mmm."
"Kalau begitu aku tidak mempunyai pilihan lain."