
Setelahnya, aku langsung saja mempersiapkan diri untuk mengubah takdir guna mencari tahu hal yang belum aku ketahui serta misteri dunia ini maupun pengulangan waktu yang dikatakan oleh Kino.
Mengapa secara terus-menerus terjadi padaku di setiap time line?
Aku mengganti pakaianku yang sebelumnya aku mengenakan dress tidur selutut bermotif bunga berwarna pink.
Dress tidur ini sangat cantik dan cocok sekali dengan diriku saat aku memperlihatkan seluruh tubuhku pada cermin, tapi di satu sisi aku sangat membencinya.
Sebab, dress ini adalah pilihan dari Raja.
Aku memakai pakaian kesatria berlapis baja dan ringan saat sudah aku kenakan pakaian ini yang harusnya dikenakan oleh prajurit baru.
"Kamu benar akan mengenakan pakaian itu Anita, apakah tidak berat saat kamu kenakan?" tanya Ryu sembari melihat diriku setelah usai berganti pakaian dan keluar dari suatu kamar tidur acak pilihanku.
"Tidak. Aku sudah terbiasa sekarang. Lagian kita akan menghadapi kemungkinan terburuknya dan mengubahnya menjadi lebih baik agar hal itu tidak terjadi," sahutku yang entah kenapa aku mengatakannya.
"Bagus, semangat dalam dirimu adalah modal utama yang mahal. Aku yakin jika kita akan menang!"
"Barusan Ryu mengatakannya dengan sangat..."
Tap..tap..tap..
Yin datang dan seperti biasa merusak obrolan di waktu-waktu penting, tapi melihat wajah ceria itu bagaikan obat pelipur lara.
Sekarang aku tahu obat paling mujarab yang kemungkinan berlaku dunia manapun salah satunya adalah seorang anak yang kau cintai, kekasih yang kau kasihi, dan ibu yang kau sayangi.
Aku mendekatkan wajahku ke telinga Ryu untuk membisikkan sesuatu padanya.
"Ryu, kurasa anakmu bertambah dewasa dia memakai pakaian seorang karakter wanita protagonis yang sesuai, jadi apa pendapatmu?"
Ryu langsung saja melototi Yin yang aku lihat dari samping dia sepertinya sedang serius untuk memberi petuah kepada anaknya.
"Maafkan aku ayah, aku akan jujur bahwa diriku memiliki kepribadian lain. Kepribadian itu... masokis!" ucap Yin sebelum Ryu membuka mulut.
"Ha... kamu ini masih kecil, tidak pantas memakai pakaian itu. Lantas apa hubungannya dengan kepribadian masokismu memakai pakaian ini, kita akan..."
Belum usai dia berbicara Lisa datang dengan pakaian yang sama dengan Yin membuat Ryu diam seketika, kemungkinan dia mencari bahan perkataan selanjutnya.
__ADS_1
"Aku mengikuti kak Anita yang jujur, tujuanku memakai pakaian ini agar diriku percaya diri yah, aku harap ayah memahami diriku..."
Usai berdebat akhirnya Ryu memperbolehkan anaknya memakai pakaian agak feminim dengan syarat harus dalam pengawasannya. Dan Yin menyanggupinya antusias.
Pencarian Yanwu pun dilakukan sebagai awalan serta memastikan suatu hal.
Menggunakan bantuan dari kemampuan air milik Ryu perjalanan menuju lokasi tempat pertemuan pertamaku dengan Yanwu pun jadi cepat sampai, bahkan mempersingkat waktu dan perjalanan sekaligus.
"Yeey kita akan berbelanja disini..." ucap Yin yang langsung diperingati oleh ayahnya untuk diam.
Sebuah tempat perbelanjaan serba ada terbilang cukup layak untuk ditempati, meskipun sudah lama terbengkalai. Tapi didalamnya tidak se-kacau yang orang pikirkan.
Selagi aku mencari keberadaan Yanwu yang saat itu hanya terdengar suaranya saja rekanku aku bebaskan untuk menjelajah tempat ini.
Tak lama mencari titik dimana saat itu aku mendengar suaranya kini aku mendengar suara Yanwu berbicara.
"Akhirnya kamu datang juga, Anita. Aku sudah menunggumu berjam-jam lamanya. Dan entah mengapa aku kembali terkurung di dalam mall ini, sepertinya berhubungan dengan..." ucapannya berhenti sampai disitu kemungkinan ada sesuatu yang disembunyikan oleh Yanwu padaku.
Seingat ku Yanwu terbebas hanya karena berbicara saja denganku dan nyatanya memang benar dia bebas sekarang, itu sangat aneh sekali.
Yanwu berada di hadapanku lagi sehingga aku bisa melihatnya lebih lama saat ini.
"Hihihi iya kok bisa ya?" ucapku sembari tertawa kecil melihat ekspresi jarang Yanwu.
Langsung aku ceritakan semuanya kepada Yanwu secara mendetail. Dia terlihat fokus saat aku menjelaskannya atau hanya ingin menatapku lebih lama.
Pandangannya menyiratkan jika dirinya memahami perkataan sederhana yang aku ucapkan.
Usai sudah menjelaskan akhirnya aku mengajak Yanwu untuk bertemu dengan rekanku serta rekannya juga.
"Kali ini akan mudah ada dirimu bersama kami, kurasa dirimu terlalu banyak melewatkan momen penting," ucap Ryu sembari menepuk bahu Yanwu.
Beda dengan ayahnya Yin malah senang melihat pakaian yang dikenakan oleh Yanwu menatapnya tajam seperti halnya ingin memiliki.
"Jadi kita akan memasuki wilayah ras manusia tidak berkemampuan ya, lalu... kemungkinan terburuknya mereka akan menggunaka senjata terkuatnya itu!" ucap Lisa mengingatkan.
"Tenang saja, aku bisa mengatasinya dengan mudah. Masalah utama sudah teratasi asal kalian tidak ditargetkan oleh alat itu saat aku tidak bersama, hidup kalian bisa aman dari alat itu!" jawab Yanwu.
__ADS_1
"Hmm, baguslah. Kita bisa menghemat tenaga!" ucap rekan pilihannya Lisa.
Keluar dari mall ini tidak disangka kami berpapasan dengan Klie salah satu pelindung Raja yang memiliki kemampuan bergerak cepat pada langkahnya.
"Apa kabar Linasa Contessa, ucap Klie membungkukkan badannya sedikit kepada Lisa yang kadang sering aku panggil Lina.
Tentu saja hal ini sesuai dengan tujuan Lisa mengikuti rencana terakhir waktu itu hanya demi menyelamatkan orang yang dicintai dari pengaruh Yanwu.
Kedua balas dendam kepada Raja yang dia kira telah membunuh Klie.
Lisa langsung saja memeluk Klie dengan erat diiringi oleh isak tangis seperti orang baru berjumlah lagi dengan sanak saudaranya maupun orang paling penting dalam hidupnya setelah lama tidak bertemu.
Kini anggota baru bertambah satu sehingga total keseluruhannya ada enam orang termasuk diriku.
Perjalanan selanjutnya menuju wilayah ras manusia tidak berkemampuan.
Dari kejauhan terdengar suara gaduh dan ledakan seperti halnya bom yang dapat aku dengar secara jelas.
Sepertinya prajurit kerajaan ada yang sudah memasuki wilayah utama ras manusia tidak berkemampuan dilihat dari keadaan saat ini.
Secuil dari prajurit yang berperang di luar wilayah.
"Kita akan melalui jalur atas, bawah, atau..." tanya Lisa sempat terpotong.
"Bagiku memasuki wilayah itu sangat mudah, hanya saja aku tidak bisa membawa kalian juga!" ucap Klie.
Aku melirik ke arah Yanwu dia terlihat kebingungan saat aku melihatnya.
"Ada apa?" tanyaku.
"Cincin ruang berada di tanganmu kan Anita?"
"Eh, hanya itu kah yang membuatnya bingung?"
Setelah memutuskan langkah selanjutnya kami pun akan memasuki wilayah ras manusia tidak berkemampuan melalui jalur udara.
Karena pesawat besar ciptaan Brain yang saat itu berguna untuk mengevakuasi para penduduk desa dari kemungkinan buruk berada didalam cincin ruang.
__ADS_1
Hal itu tidak aku sangka-sangka dan seperti biasa Yanwu selalu mengejutkan diriku di setiap momen.
"Tapi, bukannya menggunakan pesawat besar akan terlihat mencolok?"