Last Life

Last Life
Bertambahnya Masalah


__ADS_3

Satu hal yang belum aku pastikan bahwa Kay sebelumnya tidak mengetahui jika adiknya memiliki keluarga dan dikaruniai anak.


Kay juga mengatakannya sendiri jika dia sudah sangat lama tidak menemui adiknya jadi dalam waktu lama itu membuatnya tidak mengetahui kabar lain tentang adiknya.


Tapi apakah mereka harus berpisah selama itu, yang aku takutkan misalnya saja anak Ryu terbunuh hanya karena ketidaktahuan Kay pada identitas perempuan pengguna ilusi mimpi sebelumnya.


"Apa istrimu itu memiliki poni dan berambut hitam panjang Ryu?" tanya Kay menyela pembicaraan Ryu dengan anaknya.


"... bagaimana bisa kamu tahu, sebelumnya aku tidak menceritakan tentang istriku padamu?" Ryu terkejut mendengar perkataan Kay barusan begitupula diriku.


Entah kenapa Willy hanya diam bersedekap hanya menjadi pendengar saja, dia dari tadi tidak berbicara lagi setelah mengobrol sebentar dengan Ryu.


Pandangannya terfokuskan pada anak perempuan yang sedang menatapnya intens dibalas tatapan tajam niat membunuh darinya.


"Semoga saja Willy tidak melakukan hal yang merugikan dirinya."


"Jika aku menjelaskan alasanku karena sebuah kecelakaan apa kamu akan memaafkan diriku?"


"Apa yang kamu katakan?"


"Istrimu..."


"Papa!! Dia menatapku dengan tatapan jahat aku takut..."


Pada akhirnya penjelasan Kay yang mengetahui tentang istri Ryu pun tidak dilanjutkan karena hal sepele tadi. Seakan-akan aku lihat ada yang aneh dengan ekspresi anak perempuan ini seperti halnya mencegah Kay mengatakan yang sebenarnya.


Padahal yang menatap tajam barusan bukan Kay, melainkan Willy.


"Aku akan ikut berperang, tapi pertama-tama bantu aku menemukan istriku. Walau bagaimanapun aku harus meminta izin darinya," ucap Ryu memutuskan pilihan pasti dengan syarat membantunya terlebih dahulu mencari istrinya.


Kamipun keluar dari bangunan ini demi membantu maupun mencari keberadaan istri Ryu di kota yang sudah menjadi hutan belantara ini karena banyak tanaman hijau tumbuh liar menutupi bangunan kota.


"Ckk, mencari keberadaan istrimu akan membuang-buang waktu saja."


Tidak disangka Willy melepaskan emosinya yang sejak tadi dia tahan.


"Willy... kamu jangan gitu, kita harus saling bahu-membahu membantu sesama," ucapku lembut demi mencegah hal buruk yang bisa saja terjadi.


"Kalau bukan karena dirimu aku sama sekali tidak mau mengikuti hal kekanak-kanakan seperti ini."

__ADS_1


Beberapa menit mencari di tempat yang sering dikunjungi oleh istri Ryu namun sekarang orang yang dicari belum kunjung ditemukan. Aku rasa mencari satu orang di tempat luas ini lumayan sulit.


Apalagi istri Ryu tidak menjelaskan kepada anaknya spesifik dia akan pergi kemana.


"Huh... kita cari dia ditempat kolam renang itu, dia sedang ada disana sekarang!" ucap Kay dia tiba-tiba langsung memberitahukan keberadaan istri Ryu, yang pastinya dia menemukan cepat karena menggunakan kemampuan miliknya.


"Kemampuanmu lumayan hebat, dengan mudahnya menemukan keberadaan istriku. Kurasa aku harus berterimakasih pada kakakku ini untuk membalas kebaikannya."


"Tidak apa. Kau pasti akan menyesal telah berkata seperti itu."


"Apa maksudnya..."


Di tempat wahana kolam renang yang sudah terbengkalai, setelah kami memasuki lebih kedalam terlihat ada seorang wanita yang sedang menunggu seseorang.


Dia mengenakan gaun paling menawan yang pernah aku lihat di tempat ini, seperti gaun kerajaan yang pernah aku pakai dulu.


Apa mungkin orang yang ditunggunya adalah orang yang paling istimewa sehingga dia mengenakan gaun cantik seperti itu?


"Quinn, kamu sedang menunggu seseorang?" tanya Ryu yang langsung menghampirinya istrinya itu, sedangkan aku dan yang lain bersembunyi di suatu tempat.


"...Ryu? Kenapa kamu ada disini? Bukannya kamu sedang menjalani pelatihan peningkatan kemampuan?"


Dilihat dari kejauhan wajah istri Ryu terlihat sangat gelagapan mengetahui suaminya menanyakan perihal dirinya.


"Kebetulan aku sudah selesai berlatih, dan sangat ingin bertemu denganmu. Bagaimana jika kita merayakan keberhasilan diriku dengan makan malam bersama? Aku juga sangat merindukanmu."


"Selamat untukmu sayang, kamu berhasil mencapai tujuan mu dari awal. Aku benar-benar bangga memiliki suami sepertimu. Umm lalu, bagaimana keadaan Yin? Apa dia sudah makan?"


"Terimakasih apresiasinya sayang, aku bahagia memiliki istri sepertimu di dunia ini."


Dari sudut pandang ku mereka berdua sepertinya baik-baik saja tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tapi firasat ku mengatakan akan ada hal buruk yang terjadi.


Semoga saja firasat tadi hanya angin lalu dan hal buruk tidak terjadi sekarang.


"Wah... sepertinya memiliki pasangan dan menikah adalah hal yang luar biasa. Aku jadi bersemangat ingin mencari cinta sejati."


"Dari mana anak umur sepertinya belajar hal seperti itu?" ucap Willy sambil berdecak dia berada di sampingku.


"Sttt... diam, kata Kay kita tidak boleh berisik, ingat."

__ADS_1


Sebenarnya Kay berpesan untuk tidak menunjukkan keberadaan kami saat pertemuan Ryu dengan istrinya.


Alasannya tidak jelas hanya karena dia pandai berbicara saja kami jadi mengikuti omongannya. Aku pun tinggal menebak saja apa yang terjadi kedepannya.


"Kondisi Yin sekarang baik-baik saja, dia hanya perlu mengisi perutnya yang kosong. Dia menunggumu pulang untuk memasak sesuatu yang enak."


"Lalu... aku ingin bertanya padamu, kenapa kamu memakai gaun mencolok ini?"


"Itu... aku sedang..."


"Menunggu seseorang kan? Yin sudah mengatakannya kepadaku sebelumnya. Jadi siapa orang yang kamu temui?"


"Maaf adikku, orang yang dia temui adalah diriku sebenarnya!" ucap Kay yang tiba-tiba sudah ada didekat mereka berdua, padahal tadi dia ada di tempatku sekarang.


Aku rasa ini awal dari firasat buruk yang aku rasakan sebelumnya, dan benar-benar terjadi secara tidak terduga seperti ini.


"Apa maksudmu?"


"Kami ini memiliki hubungan rahasia semenjak aku bertemu dengannya, adikku."


"Jadi ini maksud dari perkataan mu tadi saat di menjelaskan dirimu yang mengetahui tentang istriku!!"


Sepertinya ada masalah rumah tangga yang menyangkut antara mereka berdua, meskipun aku tidak terlalu faham tapi aku bisa memahami situasinya.


Jangan bilang akan ada pertarungan sengit antara kakak beradik.


"Dari awal pertemuan aku dan istrimu memang sebuah kecelakaan, sama sekali aku tidak mengenal dia. Lalu entah mengapa dia mengganggap diriku sebagai orang yang spesial baginya, sebutan suami terlalu mengejutkan bagiku. Yah, dia mengira diriku adalah kau!"


"......."


"Jadi aku minta maaf tentang hal itu, sekalian aku ingin mengatakan bahwa aku mencintainya."


Kenyataan pahit harus diterima Ryu pada akhirnya, sebenarnya yang salah dari kejadian itu bukanlah dirinya melainkan kakaknya yang secara ceroboh tidak menceritakan tentang dirinya.


Bahwa dia adalah kembaran Ryu, dan bisa juga hal tersebut disalahkan kepada Ryu karena dia tidak memberitahukan tentang kembaran dirinya.


Meskipun begitu tidak pas juga untuk menyalakan Ryu sepenuhnya, istrinya pun patut dipertanyakan.


Tapi apa aku harus berurusan dengan rumahtangga mereka. Lebih baik aku mengamati saja dari sini, Willy pun sama tidak terlalu memperdulikan urusan orang lain yang tidak terlalu penting.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang, aku tidak mengetahui sebelumnya... Kalau kamu mempunyai kembaran," ucap istri Ryu terlihat menyesali perbuatannya. Dan kurasa anggapan ku benar adanya.


"Hahaha kamu sendiri ternyata menikmati sekali ya hubungan seperti itu, aku tahu kamu sudah menyadarinya namun kamu tetap memaksa merahasiakan diriku dari kakakku."


__ADS_2