Last Life

Last Life
Terlalu Banyak Perubahan


__ADS_3

Meskipun Kino datang membantuku disaat yang tepat ketika pangeran sudah pergi, tapi aku tidak nyakin dia bisa menghadapi air bagian dari kemampuan pangeran.


"Kino, di belakangmu...?"


Splash...


Elemen air dari kemampuan pangeran sepertinya merasakan bahaya karena kedatangan Kino, bahkan sekarang ini berusaha untuk menangkap Kino dengan cara menyerangnya bertubi-tubi.


Splash... brak!


Hingga rumah ini harus jadi sasaran empuk dari lolosnya Kino dalam menghindari beberapa serangan.


Kemudian Kino pergi meninggalkan ruangan ini diikuti oleh air kemampuan pangeran yang mana membuatku sendirian tanpa pengawasan.


Berkat pengalihan Kino barusan aku dapat lolos dari ancaman didekat ku, yang bisa saja mengancam nyawa sebelumnya.


"Keluar dari arah pintu didepan mungkin saja bisa membuatku ketahuan, hmm lewat jalan mana ya?"


Melihat jendela yang terbuka memberiku kesempatan untuk keluar lewat sana. Secara cepat aku keluar keburu kemampuan air pangeran menyadarinya.


Lalu aku lari sejauh mungkin mencari tempat persembunyian aman agar aku tidak diketahui oleh pangeran, bila perlu yang dapat memberiku kesempatan untuk memberi kode atau mengabari salah satu dari mereka Yanwu, Willy, dan perempuan itu.


"Jahatnya aku karena meninggalkan Kino sendirian, dia saat ini pasti dalam bahaya sekarang. Dikejar oleh kemampuan air pangeran. Mengingat lagi dia sebelumnya lihai dalam menghindari serangan mungkin dia saat ini baik-baik saja."


Berlari sekencang-kencangnya ditengah hujan entah mengapa membuat diriku seperti seorang atlit, aku lari tanpa henti tapi tidak membuatku kelelahan.


Kondisi ini menguntungkan bagiku.


Splash!


"Mau lari kemana kamu!"


"Hah? Kamu... kenapa... bisa ada disini?"


Tak disangka aku dihadang oleh air yang kemudian membentuk wujud manusia hingga menyerupai pangeran.


Padahal barusan aku sudah nyakin sekali bahwa aku tidak akan tertangkap saat kabur dilihat dari jarak tempat awal sangatlah jauh, aku rasa.


Yang membuatku bingung akan kehadiran pangeran yang tidak diundang saat ini. Seperti halnya dirinya tersebar disekitar wilayah ini.


"Tentu saja aku tahu kamu kabur, wanita cantik. Karena hujan ini!"


"Em? Apa maksudnya "hujan ini" aku tidak mengerti?"

__ADS_1


"Ya, sepertinya kamu masih kebingungan mengapa aku bisa tahu keberadaan mu, tapi itu tidak penting sekarang. Kamu harus ikut bersamaku karena tubuh asliku sedang terancam!"


Aku faham sekarang, jadi yang selama ini muncul dihadapan ku adalah clone pangeran dan bukan dirinya yang asli. Saat ini pun tubuh aslinya sedang terancam.


"Aku nggak mau...!" ucapku berteriak dengan suara yang lantang.


"Kau!! Berteriak lagi akan ku bunuh sekarang!!"


"Jangan... aku belum menikahi seorang pria satupun...hiks," sahutku berpura-pura terisak.


"Apa!? Mana mungkin wanita sepertimu tidak memiliki pasangan, dilihat dari penampilan dan bentuk tubuhmu terlihat jelas bahwa kamu sangat pantas memiliki 1 sampai lebih pria!"


"Enggak! Aku nggak punya sama sekali..."


"Hey... bagaimana kalau kita memadu kasih, aku jamin kamu akan puas?"


"Aku..."


Crak! plash...


"Siapa yang kau jamin akan puas heh!"


Dari arah belakang Willy datang secara sembunyi-sembunyi dan langsung mengarahkan sabitnya pada bagian belakang badan clone pangeran hingga terbelah. Tapi sedetik kemudian langsung berubah menjadi air yang memercik ke segala arah.


Memang saat ini wajahku terlihat shock didepan Willy sekarang, namun dalam hatiku yang paling dalam aku sangat-sangat beruntung dan merasa lega.


"Dia kira dia saja yang bisa memuaskan perempuan, heh, aku juga bisa! Mala lebih buas hehe.."


"Ya ampun, ternyata ancaman terbesarku adalah Willy!"


Diam beberapa saat sampai akhirnya Willy mengengam tanganku.


"Kamu baik-baik saja?"


"Ya, aku baik-baik saja!" jawab singkat diriku.


"Baiklah kita pergi sekarang, aku akan membawamu."


"Kyaa!!"


Willy membopong diriku seraya dia melompat dengan lompatannya yang tinggi.


Sekarang ini aku sampai ditempat terbuka tak jauh dari bekas bangunan pencakar langit yang sudah roboh, saat ini pangeran sedang dalam keadaan terikat dan dijaga oleh Yanwu dan perempuan yang aku lupa namanya atau sama sekali tidak berkenalan sebelumnya.

__ADS_1


"Cih, hampir saja aku mendapatkan mangsa empuk," ucap pangeran saat melihatku baru sampai.


Shut! Bugh!


Mengejutkannya seusai dia berbicara begitu Willy langsung saja menghajarnya di bagian wajah. Tidak lama keluarlah darah segar dari hidup pangeran.


"Kamu kira wanita adalah mainan!" kata Willy pada pangeran yang dalam posisi duduk.


"Padahal dia sendiri begitu..." gumam Yanwu yang secara tak terduga sudah ada di sampingku, dia seakan ber-teleport.


Setelah lama berunding dan menjelaskan situasi ternyata pangeran ini benar-benar terbukti adalah dirinya yang memiliki sisi jahat haus akan membunuh dan menyiksa. Hanya saja dia tidak tahu menahu soal kerajaan, dan itu sangat membuatku bingung.


Pengulangan waktu ini benar-benar membuatku bingung yang bahkan sebagian rencana tidak bisa dijalankan lagi setelah aku tahu akan hal ini.


"Aku ini kebetulan tinggal disini!" jelas pangeran lagi seperti ingin memberitahukan sesuatu atau mengubah topik pembicaraan.


"Tinggal disini berarti disekitar sini?" tanya perempuan yang tidak aku ketahui namanya, memiliki suatu perjanjian dengan Noel.


"Tidak. Aku tinggal tepat dibawah kalian!" tandas pangeran.


Karena hujan semakin deras akhirnya kami semua berteduh dan tinggal sementara pada sebuah bunker


yang diketahui berguna untuk menghindari kiamat.


Dan baru aku tahu ternyata tempat ini adalah suatu tempat yang diwaktu alternatif pernah aku singgahi saat bersama dengan Geisha, Nie, pangeran, Siniken, dan orang berkemampuan telekinesis. Yang sekarang ini dikurang dalam cincin ruang milik Yanwu.


Memang ada begitu banyak perbedaan seiring waktu begitu pula dengan kesamaannya. Entah mana yang paling dominan diantaranya, aku masih belum bisa memastikan pengulangan waktu ini.


Yang penting sekarang ini kami menemukan tempat berteduh starategis guna beristirahat dan tempat persembunyian sementara dari orang-orang kerajaan. Malahan bisa memberi waktu bagiku untuk menguak segala macam konspirasi.


Lalu ada yang aneh, mengapa pangeran tidak mengancam atau memanipulasi Willy dengan Geisha dan Nie. Itupun Willy tidak terancam sama sekali sebelumnya.


Artinya tindakanku sebelumnya memicu perubahan takdir masa depan pada penglihatan Kino, bahwa kejadian saat ini tidak terjadi seharusnya.


"Oh iya, ngomong-ngomong dimana Kino sekarang? Batang hidungnya masih belum kelihatan dari tadi?"


"Tidak mungkin kan dia terbunuh dengan mudahnya, kecuali... dia dalam kesulitan sekarang! Kalau begitu aku tanya pangeran saja."


Penasaran dengan keberadaan Kino saat ini yang tak kunjung kembali sejak terakhir hendak menyelamatkanku kini aku menuju pada tempat pangeran sedang ditanyakan beberapa pertanyaan oleh Yanwu.


Sampai di ruang 201 tempat yang memang tidak terlalu besar dan kecil kemungkinan digunakan sebagai ruang intimidasi.


Aku sendiri tidak tahu mengapa tempat seperti ini bisa ada dalam bungker kiamat dibawah tanah ini.

__ADS_1


"Permisi, apa boleh aku menyela?" ucapku meminta izin menunda pembicaraan yang sedang berlangsung antara Yanwu dan pangeran.


"Hm, boleh saja, lagipula aku sudah hampir kehabisan pertanyaan?" sahut Yanwu langsung berbalik badan dan menyambut kedatanganku saat memasuki ruangan.


__ADS_2