
Mendengar suara langkah kaki seseorang yang menuju kemari tepatnya ke arah kamarku ini, Noel memutuskan untuk bersembunyi di bawah tempat tidur. Entah maksud dari tujuannya bersembunyi apa aku tidak tahu, sepertinya ada sesuatu yang ingin dia pastikan.
"Aku mau bersembunyi dulu, kamu bantu aku jaga rahasia ya!" katanya dengan suara kecil, lalu ku balas dengan anggukan kemudian dia masuk kedalam ruang sempit di bawah tempat tidur.
"Baiklah, mungkin kamu penasaran apa yang akan dia bicarakan denganku," ucapku berbisik saat Noel sudah bersembunyi. Sebenarnya aku menebak tujuan kedatangannya, dia yang menuju kemari.
Pintu ruang kamar ini dalam kondisi tertutup namun tidak dikunci sama sekali jadi siapapun bisa masuk ketika aku sudah tertidur lelap. Ada alasan mengapa aku tidak menguncinya. Ya. Apakah dia mengerti untuk mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk. Tapi masih ada alasan lain selain itu.
Tok! tok! tok!
"Anita, kamu sudah tidur belum? Aku mau bicarakan sesuatu denganmu?" suaranya terdengar seperti suara Kino yang ingin memastikan aku yang didalam.
"Aku belum tidur, kamu masuk aja Kino."
"Ya, aku masuk."
Kino pun masuk kedalam, kemudian dia duduk di atas ranjang ku ini.
"Mau bicarakan apa?" tanyaku mengawali pembicaraan yang mungkin saja akan ditambahkan lagi oleh Kino nantinya. Sembari aku menghadap kepadanya dengan duduk bersila meski aku memakai pakaian minim.
"Aku mau membicarakan mengenai rencana untuk melawan raja dan menghentikan perang yang akan terjadi. Aku melihat di masa depan jika kita tidak akan menang melawan raja dan para pelindungnya, itu karena ada penghianat lagi diantara kita!"
Perkataan Kino barusan membuatku semakin tertarik untuk mencari tahu siapa penghianat itu, meskipun belum dipastikan jika perkataan yang di ucapkan benar.
"Di waktu alternatif aku mengetahui penghianat itu adalah Nie, apa dia yang kamu maksud?"
"Bukan. Yang ku maksud seperti di awal tadi, ada penghianat lagi diantara kita, cuma ini hanya spekulasi ku saja, karena pandanganku di masa depan mengarah pada saat momen kekalahan tim kita kalah. Apa kamu bisa menebak siapa dia, Anita?"
"Kamu benar, berarti ada lagi penghianat yang berkeliaran bebas berpura-pura berperilaku baik. Umm aku sih curiganya sama Willy."
"Willy, kenapa kamu berpikir begitu?"
"Aku mencurigainya karena dia orangnya sadistik yang kapan saja bisa memutuskan kehendak sesukanya, misalnya penghianatan nya dilatarbelakangi oleh pilihan seseorang yang mengancamnya karena suatu sebab."
__ADS_1
"Kenapa?" tanyaku bingung melihat Kino sekarang.
Kino menunjukkan senyumanya ketika aku selesai berbicara mengenai pendapatku tentang siapa penghianat nya.
"Jawaban kamu sesuai dengan penglihatan masa depanku," ucap Kino yang akhirnya memberitahu.
"Aku rasa pendapatku tentang Willy ada benarnya. Saat bersamanya aku terus mengamati sifat dan hal lain tentang dirinya."
"Terus Willy melakukan penghianatan apa hingga bisa membuat tim kita kalah? Tim yang kamu maksud mungkin ada Yanwu, Noel, Willy, Nie, Geisha, Kwen, Pria beraura dingin, dan yang lainnya kan?" tanyaku memastikan, mungkin saja Kino tahu tentang mereka melalui penglihatan masa depan.
"Tim kita banyak, aku bisa memastikannya. Aku pun masih ingat wajah-wajahnya. Untuk Willy sendiri alasannya penghianatan nya masih belum bisa aku pastikan, mungkin seperti yang dikatakan oleh mu, ya.. mungkin saja."
"Rencana? Kamu katanya mau membahas soal itu?" tanyaku menggantikan topik tentang penghianatan Willy sebelumnya.
"Iya, aku mau menyampaikan rencana ku. Jadi, rencana tersebut mengharuskan kita untuk menyerang kerajaan dengan cara melakukan penyamaran, yang pastinya bersama orang-orang yang telah kamu sebutkan tadi!"
"Serius ini rencana mu?" tanyaku memastikan lagi mengenai rencana yang dijelaskan oleh Kino, takutnya aku salah mengartikan. Serta menurutku rencananya kurang menjanjikan.
"Ah iya, aku tahu siapa dia."
"Huh... syukurlah kalau ada, rencana kita kedepannya mungkin akan terbantu olehnya."
Orang yang ku maksud adalah Hiyou si ahli pembuat rencana dan taktik tidak terduga menurutku, dia lumayan bisa diandalkan sebagai otak rencana.
Dia rekan sekaligus temanku yang memiliki jalan pikiran sulit untuk di tebak, kalaupun bisa menebaknya, tidak seperti apa yang terjadi pada kenyataan yang telah diprediksikan.
Sayangnya dia tidak terlihat lagi setelah berpisah di hutan saat kami ada di wilayah manusia tidak berkemampuan.
Bahkan aku saat itu aku pernah menduga jika dia melakukan penghianatan, tapi sampai saat ini pun aku belum bisa memastikan. Belum ada bukti maupun riwayat tentangnya setelah kami berpisah.
Dia seperti halnya orang yang sulit untuk dicari maupun di temukan pada perkotaan ramai.
Cuma masalahnya saat ini aku belum mengenalnya lebih jauh, meski aku sudah pernah bertemu dengannya dan rekan-rekan nya pada saat di rumah itu.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong dia itu siapa? Apa memiliki kemampuan yang hebat dan berpikiran cerdas?" tanya Kino kepadaku mencari tahu tentang orang yang belum aku sebutkan.
"Dia itu seperti ketua di kelompok yang berjumlah empat orang, tapi belum pasti sih apakah dia ketuanya. Namanya Hiyou. Kemampuannya kalau nggak salah bisa menghilangkan diri maupun orang lain dan benda yang sudah ditentukannya.
"Padahal kemampuannya tidak terlalu hebat juga sih, tapi buat penyusupan kemampuannya bisa diandalkan, bahkan cocok sekali," kata Kino.
"Hm, benar sekali Kino. Yang membuatku bisa memasuki wilayah ras manusia tanpa kemampuan tidak lain karena ide dan kombinasi dari kemampuannya, sama satu orang lagi sih..."
Saat penyusupan waktu itu mereka berdua bekerjasama dalam mengkombinasikan kemampuan, Hiyou dengan kemampuan penghilang dirinya yang menyalurkannya padaku dan Kwen, serta Kwen sendiri dengan kemampuan mengubah sesuatu menjadi berukuran besar.
Aku juga ingat saat rencana penyusupan itu tidak berjalan mulus akibat Nie yang mengeluarkan suara saat memasuki wilayah penyusupan, yang membuat harus terdeteksi oleh sistem navigasi.
"Ya sudah, kita lanjut bicara lagi besok pagi saja. Kebetulan besok pagi aku mau pergi mengajakmu ke suatu tempat!"
"Iya, esok hari saja. Aku mau tidur, dah ngantuk hoemmm,"
Setelah Kino pergi meninggalkan kamarku aku baru ingat jika di bawah ranjang ku ada Noel yang bersembunyi. Karena pembicaraan tadi aku jadi lupa tentangnya.
Ku cek kebawah tempat tidur untuk menyuruhnya keluar, tapi rupanya dia sudah tertidur pulas saat aku mengeceknya.
"Apa karena dibawah terasa nyaman sehingga membuat Noel tertidur pulas?"
"Noel.. bangun..." ucapku berbisik saat membangunkannya sembari aku menyentuh pipinya dengan jari berulangkali. Tapi dianya tidak kunjung bangun sama sekali.
Pada akhirnya aku menyeret paksa Noel dari bawah ranjang, meski ini sangat merepotkan dan menguras tenaga karena dia lumayan sulit untuk aku tarik keluar dari bawah tempat tidur.
Aku hanya merasa kasihan padanya jika tidur di bawah lantai bisa saja membuatnya sakit setelah bangun.
"Eeeh..."
"Huh... Berat banget Noel. Apa jangan-jangan dia pingsan?
Setelah berhasil menariknya keluar aku langsung membopongnya ketempat tidur dan menyelimutinya serta mengeceknya dari dekat.
__ADS_1