
"Lisa, bisakah kamu membantuku?" rayuku kepada Lisa setelah menemukan ide untuk menemukan sumur harapan yang memang samaran dari tempat penghapusan kemampuan.
Ada dua puluh lebih sumur harapan tersebut di wilayah ini dan itu sama halnya aku mencarinya dari satu negara ke negara lain.
Sangat merepotkan jika aku pakai cara sederhana, namun dengan gabungan kemampuanku maupun pengendalian dari kemampuan Lisa, masalah besar jadi sepele.
Langsung saja kami berdua melakukan kombinasi kemampuan untuk menemukan tempat penghapusan kemampuan.
Sepuluh menit berlalu akhirnya aku membuahkan hasil dan aku sudah menemukan tempatnya, yang ternyata tidak terlalu jauh dari tempatku sekarang.
Artinya keberuntungan berada di pihaku sekarang, ini sangat mengejutkan.
Sebenarnya selagi aku dan Lisa fokus menggabungkan kemampuan menjadi suatu kombinasi seperti hacker suara gaduh terus terdengar yang berasal dari peperangan itu.
Sepertinya Yanwu belum muncul untuk menghentikan mereka, dia bilang harus mengatasi senjata terkuat itu terlebih dahulu.
Tempatnya pun sangat jauh yaitu di luar bumi lebih tepatnya senjata terkuat itu dihubungkan pada sebuah satelit buatan.
"Aku akan pergi ke tempat itu, ternyata tak jauh dari sini!" ujarku bergegas menuju tempat tujuan.
"Kalau begitu aku akan ikut, dan rekanku pastinya ikut juga. Mengingat antisipasi sangatlah penting di misi tak bernama ini," sahut Lisa perkataannya barusan aku sangat setuju.
Beda dengan Ryu yang khawatir meninggalkan Yin didalam pesawat besar itu seorang diri, bahkan aku lihat Ryu nampak gelisah. Meskipun Yin sebelum ditinggalkan telah diberi petuah tegas oleh ayahnya.
Dharr!!
Mengejutkannya pesawat tempur menabrak bagian pesawat besar ciptaan Ryu lantaran dalam mode tidak terlihat sebelumnya.
Ryu spontan menuju ke atas dengan kemampuan airnya, sementara diriku bertugas untuk menghapus ingatan para pilot pesawat tempur itu yang mengetahui tiga pesawat rekannya menabrak sesuatu.
Sayangnya masalah besar kini aku hadapi dikala gelombang menghilangkan kemampuan sementara telah di pancarkan.
Alhasil diriku maupun rekanku tidak bisa menggunakan kemampuan dikala para penjaga menuju kemari.
"Lagi dan lagi. Situasi seperti ini selalu terjadi padaku. Kalau begini aku mengandalkan orang-orang kerajaan, semoga saja mereka mengetahui tempat dimana pemancar gelombang penghilang kemampuan berada dan menghancurkannya!"
Bruk!
__ADS_1
"Eh, mereka berjatuhan?" ucapku terkejut melihat para penjaga yang mengepung tumbang seketika seperti orang akan tak sadarkan diri."
Saat aku mendongakkan kepalaku ke atas ternyata Yin dalang dibalik kejadian barusan yang menurutku dia menggunakan kemampuannya, tapi bukannya orang berkemampuan sedang dalam keadaan seperti manusia biasa?
"Mungkin pesawat besar itu bisa menghalau gelombang penghilang kemampuan!" ujar Lisa dia menyimpulkan keadaan sama sepertiku.
Akhirnya diriku kembali masuk ke pesawat, dan bukan karena untuk mengantisipasi jika diriku berada di permukaan saat menuju tempat tujuan.
Melainkan teknologi mereka para ras manusia tidak berkemampuan sudah mengetahui keberadaan pesawat besar ini.
Di luar selain pesawat tempur mereka kerahkan untuk melawan orang-orang kerajaan mereka gunakan pula untuk menyerang pesawat besar ini.
Yang membuatku bingung dan bertanya-tanya ialah saat pesawat ini jatuh maka akan membahayakan bagi permukaan yang terhantam badan pesawat. Belum lagi jika meledak, bisa saja menimbulkan korban jiwa di pihak mereka.
Hanya saja hal itu diabaikan seakan resiko besar yang aku asumsikan hanyalah masalah sepele.
"Apa pesawat ini mampu menahan serangan mereka kak?" tanya Yin khawatir dia sekarang ini berada di suatu kamar tidur didalam pesawat. Aku mencoba membuatnya agar tidak penasaran pada hal tak perlu dia lihat.
"Kamu jangan pikirkan hal itu ya, kamu disini baik-baik dulu. Jadilah anak yang penurut ya... nanti aku kasih hadiah buat kamu, mau ngga?" ucapku mengalihkan topik pertanyaan Yin, karena selain aktif dia itu orangnya penasaran pada suatu mirip sepertiku.
"Aku mau, aku mau..."
Sebelumnya aku sudah mengkonfirmasi bahwa pesawat ini mampu menghalau gelombang penghilang kemampuan sementara sehingga Yin maupun Ryu masih bisa menggunakan kemampuannya.
Dan kesempatan ini digunakan untuk perlindungan diriku saat keluar dari pesawat yaitu Ryu akan membantuku turun sambil melindungiku dari berbagai serangan.
Bukan hanya dia seorang saja, tapi para robot yang aku lihat pertama kali didalam pesawat ikut membantu. Seakan mereka diciptakan dengan misi serupa pada keadaan saat ini.
Banyak peluru yang mengarah pada kami berdua saat turun kebawah untungnya laju peluru mesin bisa Ryu tahan menggunakan kemampuan airnya.
Diriku saat ini berada didalam air namun tengahnya terdapat udara yang membuatku bisa bernafas dalam kurungan air bah ini.
Dharr!!
Dharr!!
Bahkan Ryu tanpa ragu menyerang balik pesawat yang melesat sembari mengincar kami hendak mengeluarkan misil.
__ADS_1
Ternyata penglihatan Ryu bagus juga dan jeli.
Mendarat pada sebuah wilayah yang sudah dikosongkan kemungkinan para penduduk tempat ini sudah di evakuasi ke tempat yang lebih aman.
Diriku berlarian bersama dengan Ryu dari incaran penjaga wilayah yang turun dengan parasut, mereka aku lihat menggunakan sniper.
Dor!
Sementara aku lihat pesawat itu masih sangat tangguh tak tertembus oleh berbagai macam serangan.
"Baiklah, kita cepat-cepat menuju tempat itu agar tidak banyak masalah yang disebabkan oleh kehadiran kita yang rentan ini!" ujar Ryu yang aku balas dengan anggukan.
Scut!
Sepertinya semakin banyak penjaga yang mengincar diriku maupun Ryu sebelumnya menggunakan senjata yang berbeda.
Flashback on
"Kemungkinannya saat dirimu sudah menghapus kemampuan memasuki ingatan maka semuanya akan kembali pada kondisi normal, dimana dirimu terbangun pertama kali di dunia ini. Hanya saja kamu harus siap pada kemungkinan terburuknya!"
"Apa itu Kino?"
"Tidak memiliki kemampuan sama sekali, serta orang yang pernah mengingat dirimu lupa pada semua kenangan saat bersamamu!"
"Begitu ya, aku tidak masalah dengan hal itu. Lagian aku memiliki tujuan utama, jadi tidak masalah. Lagian aku masih mengingat tentang mereka dan juga dirimu kan, Kino?"
"Mungkin saja..."
Flashback off
Sampai di tempat penghapusan kemampuan yang disamarkan sebuah sumur aku pun mendekatinya dan memulai jalannya penghapusan segera.
Sementara Ryu menahan serangan mereka dan melupakannya, begitulah yang dia katakan padaku.
"Oh ya, Ryu. Aku senang bisa mengenal dirimu, entah di waktu awal maupun di waktu ini. Dirimu masih sama. Aku mungkin tidak sempat berpisah dengan yang lain tapi karena hanya dirimu terakhir yang aku lihat jadi aku harus mengatakan hal ini..."
"Aku pun senang bisa mengenalmu. Kalau boleh aku ingin mengatakan hal yang selama ini aku pendam. Aku tahu hal itu tidak pantas, tapi harus aku katakan bahwa diriku sangat mencintaimu Anita!"
__ADS_1
"Yaa, terimakasih karena telah mencintaiku..."