
Treeng!!
Pria pembawa sabit itu melompat disaat Noel masih di udara, saat Noel mencari pijakan. Dengan ayunan sabitnya, ia arahkan kedepan Noel dengan sekuat tenaga.
Namun Noel menghalau serangannya itu mengunakan kemampuan yang dimilikinya. Cahaya di tangannya berubah menjadi perisai sehingga sabit pria itu mengenainya sampai terdengar suara yang memekikkan telinga.
Sementara aku pun mendarat dengan hati-hati karena bekas tanah dan bebatuan terlihat ada yang lancip di bawah. Dikarenakan kemampuan pria pembawa sabit itu.
"Apa kamu baik-baik saja, Anita?" ucap Noel sesaat setelah mundur beberapa langkah dari pria itu, lalu menoleh dan berkata kepadaku.
"Iya, aku baik-baik aja."
Diam-diam aku masih mengamati kemampuan pria pembawa sabit itu dan berusaha mencari celah agar dapat mengalahkannya. Hitung-hitung untuk membalas budi.
"Sialan!" ucap pria itu.
Tang! Ting! Tang!
Kemudian keduanya beradu senjata sambil mengeluarkan kemampuan khususnya, dengan kecepatan dan akurasinya.
Gerakan Noel terlihat sudah terlatih sedangkan pria itu asal serang saja sekuat tenaga. Itulah pendapatku.
Sesaat kemudian.
__ADS_1
Pria itu dikalahkan oleh Noel, ia jatuh pingsan karena hantaman tangan kanan Noel sewaktu mengenai bagian samping leher pria itu.
Kemudian kami meninggalkan pria itu dan kembali melanjutkan perjalanan. Apalagi Noel bilang perjalanannya akan memakan waktu yang cukup lama.
Di perjalanan kami pun sedikit- sedikit mengobrol dan bercengkrama agar tidak bosan.
"Sebenarnya bagaimana dunia ini bisa ada, aku masih bingung?"
"Untuk itu aku juga tidak tahu. Tapi aku akan menceritakan kejadian masa lalu yang mengubah sejarah di dunia ini!"
Saat itu, lebih tepatnya di masa lalu. Terjadilah perang besar antara manusia tanpa kemampuan melawan manusia berkemampuan.
Masa terjadinya selama berabad-abad, lamanya. Era manusia tak berkemampuan saat itu mengalami kekalahan hingga harus terkurung di dalam penjara khusus. Pasca perang usai.
Namun tidak berhenti sampai disitu, manusia tak berkemampuan yang lolos dari kejaran, bersembunyi dan terus berkembang hingga sampai pada titik kecerdasan yang luar biasa.
Semacam kekuatan misterius yang dapat menghilangkan kekuatan secara tiba-tiba.
Dan hari itu, manusia tak berkemampuan dapat mengalahkan ras kami hingga beberapa dari kami terbunuh. Bahkan setengahnya lagi tertangkap dan dimasukkan kedalam penjara bawah tanah.
Beberapa tahun kemudian ras manusia normal melarang ras kami untuk tinggal bersamaan. Yang akhirnya ras kami di usir.
Lalu berabad-abad kemudian, terciptalah dinding pemisah yang tingginya setinggi langit membatasi dunia ras kami.
__ADS_1
Intinya dunia di bagi menjadi dua antara ras kami dan ras mereka.
"Tapi apa mungkin manusia normal dapat membuat dinding itu, itukan..?"
"Dinding itu tidak terlihat, lebih persis semacam gelombang. Yang tidak dapat memperlihatkan aktivitas maupun pergerakan yang ada di dalamnya!"
"Hmm, kalau begitu... Bagaimana jika ada orang yang tidak berkemampuan berada di wilayah ini, maksudku bukan di area yang seharusnya?"
"Maka orang malang itu memiliki dua kemungkinan dalam hidupnya, antara berjuang untuk hidup yang sewaktu-waktu bisa mengancamnya atau di temukan oleh organisasi baik seperti kami."
"Jadi maksudmu, kamu masuk kedalam organisasi itu dan menolong orang-orang yang seperti aku, untuk...?"
"Dikirim ke gerbang manusia normal sebagai jaminan yang sama."
"Oh... iya-iya, aku faham. Hanya saja aku masih penasaran bagaimana di dalam sana, bahkan dindingnya saja aku tidak tahu."
"Nanti akan aku tunjukkan setelah kita sampai, karena kebetulan markas kami lumayan dekat dengan salah satu dinding itu!"
Noel Menurutku adalah orang yang baik kelihatan dari sikap dan cara bicaranya yang ramah. Setiap menjawab pertanyaan ia selipkan dengan senyuman.
Tak tanggung-tanggung menceritakan kepadaku kejadian bersejarah di masa lalu mengenai dunia ini.
Cuma aku masih terus memikirkan bagaimana dunia ini tercipta dan manusia bisa ada di dalamnya. Setelah dia melakukan bunuh diri.
__ADS_1
Mungkin sekarang Noel mengira jika aku tidak memiliki kekuatan apapun, makanya dia repot-repot menolongku.
Jujur saja jika aku sebelumnya tidak bertemu Noel lalu di tengah jalan bertemu pria sabit itu, aku mungkin...