Last Life

Last Life
Kemampuan Khusus


__ADS_3

Pilihanku akhirnya jatuh pada si pus ketimbang mengikuti egoku. Sepertinya tidak ada salahnya jika aku mengikuti intuisi darinya.


Hanya saja arah yang diarahkan si pus berlawanan menuju ke arah sebelumya. Apa mungkin hal yang aku alami tadi adalah ilusi?


Lalu terpikirkan olehku jika si pus mungkin menipuku, haruskah aku memercayainya hanya karena beberapa saat aku bersamanya.


Yang pasti aku harus tenang dalam kondisi saat ini dimana kepalaku merasa pusing dan berdenyut-denyut.


Kesimpulan ku kali ini mengatakan, jika si pus adalah bagian dari keempat pria itu sebelumnya.


"Maaf pus aku berhenti disini!"


Meow...


Seraya si pus menoleh kearah ku seolah-olah dia ini hendak memberitahuku sesuatu, dari tatapannya aku tahu jika kucing ini juga menyimpan suatu misteri.


Entah kenapa si pus melihatku dengan tatapan tajam.


Wuss!!


Shut!!


Darrr!!


"Apa yang terjadi!? Kenapa aku bisa berpindah tempat lagi, dan siapa kedua orang itu. Mengapa mereka berkelahi disini?"


Aku kembali lagi kedalam mall besar ini secara mendadak tanpa aku sadari, seperti ada semacam kekuatan misterius yang telah men-teleport ku.


Lalu aku melihat tempat di depanku hancur hingga serpihannya berhamburan, bahkan rak produk mall pun juga kena imbasnya.

__ADS_1


Makanan dan minuman serta produk lain disini hancur karena ulah keduanya, aku yakin.


Ketika hendak bangun aku melihat pula lingkaran kebiruan yang melingkar di sekitaran ku, seperti sebuah shield yang melindungiku.


Gambaran dari kedua pria tersebut dalam pertarungan sangatlah lincah. Dari langkahnya, serangannya, dan teknik pertahanan di luar batas kemampuan manusia.


Aku menduga jika mereka ini adalah manusia yang memiliki kemampuan khusus itu.


Serta membuktikan kebenaran anggapan tentang dunia ini.


"Hentikan!!! Aku bilang kalian hentikan perkelahian ini!"


Omongan ku di abaikan begitu saja oleh mereka, cuma pria itu yang terlihat tersenyum ke arahku tadi. Dan ada perasaan familiar ketika aku melihatnya.


"Percuma saja, aku ini memiliki kemampuan manipulasi dimensi. Bocah sepertimu mana mungkin bisa menghentikan ku, jadi percuma saja kalau kau mencoba untuk kabur!"


"Kau!! Lihat ini baik-baik. Aku akan ciptakan manipulasi tingkat tinggi!"


Disini aku hanya seorang penonton yang mendengar serta menyaksikan mereka berdua berseteru.


Srashh.


"Huh, aku berpindah lagi?" sekali lagi aku berpindah dari satu tempat ke tempat lain.


"Tempat ini, kau mengirim aku untuk berlibur hah!"


"Jaga ucapanmu bocah, sebentar lagi kau akan tersiksa!"


"Em, boleh juga. Biar ku uji dulu kekuatan mu itu."

__ADS_1


"....."


Kini aku berada di dalam laut yang awalnya ada di kutub Utara, di tambah dengan suhu yang meningkat secara drastis dalam lautan ini. Saat ini pun sama, namun sungguh menyesakkan.


"Blub...blub.."


"eemm."


"Kalau hanya dingin mungkin aku bisa bertahan, tapi jika kedua ini di gabungkan aku tidak bisa!"


"Kemana pria bermulut besar itu, bukannya dia yang yang menyebabkan semua ini. Dia membuat pria itu marah sehingga ia menggunakan kemampuan terkuatnya."


"Apa mungkin dia lari dan meninggalkan ku? Kalau iya aku benar-benar akan mengutuknya."


"Maaf aku datang terlambat, sekarang aku akan mengeluarkan mu dari sini. Baiklah, aku mau kamu mengikuti saran ku! Bayangkan tempat sebelumnya, bayangkan dengan detail awal dari semua ini. Maka akan ada titik di mana hal tak terduga terjadi!"


"Lalu gambarkan lagi suasana dan rasanya!"


Tiba-tiba saja ada suara yang muncul dalam diriku seperti halnya melalui telepati.


"Jika kamu ingin lebih lama lagi hidup di dunia ini, maka ikuti saja saran ku!"


Mengikuti sarannya adalah sebuah kesempatan yang tidak akan aku sia-siakan. Aku harap aku dapat hidup lebih lama setelah ini.


"Hm. Apa kamu sudah kehabisan kata-kata, hah! Bocah!?"


"Apa yang kamu lakukan?"


Note: Pria berkemampuan manipulasi merasa heran dengan pria satunya, karena dia terus berkata tanpa suara dan kelihatan fokus pada sesuatu. Dengan meletakkan dua jari di samping dahinya.

__ADS_1


__ADS_2