
Salah satu teman wanita Willy mengajakku untuk berbicara empat mata dengannya, dia sengaja menarik tanganku agar aku menjauh dari mereka berdua.
Tentu saja aku ingin menepisnya, namun jika aku menolak maka sama saja aku kehilangan muka karena merujuk pada pribadiku sendiri.
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu!"
"Mmm, aku..."
"Kamu malu-malu ya, gapapa kok. Ini cuma tentang pendapatku saja. Aku langsung to the point ya, sebenarnya aku merasa kalau Willy berbeda jauh sekarang!"
"Maksudnya apa, aku tidak mengerti?"
"Kamu belum mengenalnya ya, emang udah berapa hari kalian bersama?"
"Uhm.. kira-kira udah satu hari."
"Gitu ya, pantas saja kamu belum menyadarinya."
"Jadi, kamu juga sadar ya dengan perubahan Willy, hmm??"
Kamipun kembali setelah obralan singkat tadi.
Disini Willy menceritakan tentangku kepada mereka kalau aku adalah orang kerajaan yang sekarang ini sedang dicari. Namun respon kedua cewek itu seperti kesal kepada Willy.
"Apa kamu bilang! Dia orang kerajaan yang dicari?"
"Kenapa bisa sih, kamu terlibat hal seperti itu. Bukannya kami sudah cukup ya bersama sama terus..."
"Tenang aja, aku malahan akan menjadikan dia orang ketiga!"
__ADS_1
"Apa!?"
Plak!
Pukulan mendarat di pipi sebelah kanan dan kiri Willy oleh keduanya.
"...maaf, kalau aku menganggu kalian aku bakal pergi..."
"Jangan jangan! Kamu bukannya mau menyelamatkan temanmu ya, bagaimana kalau dia menunggu disana?" Willy menahan tanganku.
"Emm,"
Setelah menyakinkan kedua teman wanitanya, Willy memberitahu kepada mereka mengenai informasi pria yang aku cari.
Siapa tahu dua orang wanita ini pernah berjumpa atau melihat keempat pria yang aku temui saat itu.
"Aku belum pernah bertemu dengan orang yang kau sebutkan!" ucap Geisha kepada Willy dibalas dengan memalingkan muka setelah.
"Kalau kamu Nie, pernah lihat nggak?"
"Nggak sama sekali. Itu tidak penting buatku, humph. Apalagi memikirkan pria lain, bukan urusanku!"
"Huh... mungkin karena mereka berempat pintar bersembunyi, ya kan Anita?'
"Kayaknya."
Sepanjang perjalanan aku lelah melihat kedua wanita itu terus menggoda Willy, mereka berdua bahkan selalu menempel dengan Willy sambil mengobrol di perjalanan.
Sementara aku yang disampingnya selalu dicuekin dan di kacangin oleh mereka.
__ADS_1
"Hebat banget ya, Willy. Bisa membuat kedua wanita itu terobsesi terhadap dirinya. Malahan umur wanita-wanita itu beda jauh dengannya!"
Tentang kemampuan kedua wanita itu aku masih belum mengetahuinya, jujur saja wanita yang dari awal berusaha untuk dekat denganku sekarang ini sangat acuh kepadaku malahan.
Lalu wanita yang satunya terlihat tidak menyukaiku sedari awal, aku faham karena pernah bekerja dilingkungan yang keras.
Jadi aku sedikit faham mengenai wanita yang mempunyai niat baik berteman denganku, bukan mereka yang mau berteman karena ada yang di incar.
Bisa saja orang yang betul-betul ingin menjauhi seseorang, yang terkadang menggunakan cara lembut seperti yang dilakukan oleh Nie kepadaku.
Karena lelah kamipun beristirahat di kerumunan mobil-mobil yang telah usang.
Kini aku menyantapnya roti isi coklat sebagai makan siang ku kali ini.
"Waah.. banyak banget makanannya!!!"
"Dia cuma mau memetik hasil saja," gumam ku dalam hati menggerutu, sebab Nie membuka tas ku tanpa izin terlebih dahulu.
Di sekitar tempat ku sekarang ini terlihat ada bangunan besar lumayan megah yang beraura menarik perhatianku.
"Aah!? Ada seseorang di sana?"
Ketika aku melihat kearah atas aku melihat seseorang yang mengintip dari atas, lalu dia cepat-cepat bersembunyi kembali.
Bukannya siluet atau bayang-bayang namun penglihatanku benar-benar menangkap seseorang, lalu siapakah dia?
"Ada apa, Anita? Kamu aku perhatikan melihat kesana terus, ada apa?" ucap Willy sambil menepuk pundak ku. Membuatku agak kaget.
"Enggak kok, cuma lagi kebetulan melamun aja!"
__ADS_1
"Melamun?"