Last Life

Last Life
Untungnya Dia Datang Diwaktu Yang Pas


__ADS_3

Orang yang Sihan lawan akhirnya telah aku bereskan dalam sekejap menggunakan kemampuan memasuki ingatan. Begitulah diwaktu aslinya, sedangkan aku didalam ingatan pria tadi berasa seperti 10 menit lebih.


Disaat aku lihat pria targetku tadi, dia langsung jatuh begitu saja, yang sebelumnya dapat melayang di udara dan sedang berduel dengan dengan Sihan.


Mungkin sekarang ini Sihan sedang kebingungan melihat lawannya terkulai lemas dan jatuh pingsan tanpa diketahui penyebabnya.


Di arah lain aku juga melihat para prajurit kerajaan terlihat sedang menuju ke arah Sihan. Namun aku tidak membantunya karena aku yakin dia bisa mengatasinya tanpa bantuan sama sekali.


Aku lalu pergi meninggalkan tempatku sekarang ini, maksudku rumah penduduk sebagai persembunyian sementara diriku.


Keluar dengan hati-hati dan mengendap-endap untuk berjaga-jaga, bila perlu diriku akan terus mempertahankannya sampai bertemu dengan rekanku yang lain.


Lumayan jauh meninggalkan Sihan kini aku melihat kembali pertarungan sengit satu lawan tiga orang sekaligus.


Yang ternyata Klie melawan orang bertudung bersenjata pedang dikedua tangannya. Justru dia adalah lawan yang sulit melihat sebelumnya gerakannya sangat cepat.


Apa dia bisa disebut sebagai rival Klie yang dapat menandingi kecepatan gerakannya itu.


Dan mungkin saja Klie saat ini masih dalam pengaruh kemampuan Yanwu, yah, menurut pendapatku.


Boom!


"Apa itu? Kenapa bisa meledak di udara?"


Sebelumnya aku melihat pria yang tidak diketahui namanya itu melemparkan sesuatu sekecil batu pada Klie, lalu secepat mungkin dia menghilang dalam sekejap.


Demi mencegah hal tidak diinginkan aku pun lebih berhati-hati saat mengintip mereka bertarung dari kejauhan.


Serta bersiap-siap untuk membantu Klie salah satu pelindung raja yang kini berada di pihaku, jika sewaktu-waktu dia membutuhkan bantuan.


Maka aku terus mengamati pergerakan mereka yang bisa aku lihat saja, karena gerakan mereka sangat cepat hingga mataku tidak bisa menangkap kecepatan tersebut.


Mereka bertarung di halaman taman yang terdapat tanaman hias, aku bahkan melihat air mancur, bangku panjang, dan bunga-bunga indah berwarna-warni.


Ting!!!


Kini mereka saling bertemu sembari menahan pedang lawannya satu sama lain. Sayangnya ketika aku fokuskan untuk memasuki ingatan pria bertudung tersebut, mereka berdua melakukan pergerakan cepat lagi.


Sehingga diriku seakan kehilangan jejak keberadaan mereka saat ini.


Hanya suara pedang yang terdengar, namun wujud si pengguna belum bisa aku pastikan ada dimana, dan ingin rasanya aku berpindah tempat dari sini, tapi suara hantaman pedang mereka berdua terdengar sangat dekat dengan diriku.

__ADS_1


Brakk!!


"Emm..."


Hampir saja aku berteriak saking kagetnya mendengar suara keras bangunan terhempas beserta beberapa rumah disekitar ku yang hancur.


Aku pun langsung saja meninggalkan rumah yang tengah aku tempati ini, berusaha untuk menyelamatkan diri jauh sebelum masalah terjadi.


"Untungnya aku beruntung kali, kalau tidak, aku bisa saja terhempas tadi. Cuma, kenapa pertarungan mereka menimbulkan kerusakan seperti itu, yang sangat merugikan disisi pemilik rumah."


Aku urungkan niat untuk membantu Klie daripada aku terkena imbas dari pertarungan sengit tadi. Mau bagaimanapun nyawa tetap nomor satu, apalagi aku memiliki ambisi dan harapan agar dapat keluar dari dunia ini.


Sebenarnya saat aku berlari ini terdengar suara berisik yang kemungkinan adalah suara-suara yang ditimbulkan dari efek kemampuan mereka.


Detik ini terdengar dan detik berikutnya bisa saja tidak sama sekali.


Wosh...


"Puing bangunan besar?"


Brakk!


"Apa kamu tidak apa-apa Anita?"


"Yanwu, akhirnya aku menemukanmu!?"


Aku langsung saja memeluk Yanwu dengan erat setelah dirinya tidak disangka-sangka menyelamatkan diriku dari sebuah puing bangunan besar yang tepat mengarah kepadaku.


"Yah... kamu berhasil menemukan diriku."


"Tidak. Ini mungkin takdir atau mungkin saja keberuntungan diriku lagi!"


"Sepertinya kamu baru saja mengalami peristiwa menenangkan secara tiba-tiba yang bisa saja merenggut nyawamu?"


"Eh... kamu bisa tahu?"


"Ekspresi dan perkataanmu tadi memberi maksud tertentu sehingga diriku menyimpulkannya. Tapi syukurlah, aku bisa menemukan dirimu. Sebenarnya aku sedang mencarimu kemana-mana!"


Yanwu menjelaskan kepadaku bahwa para penduduk desa wilayah kerajaan sudah dievakuasi dengan menggunakan kemampuan milik Brain.


Sementara penyerangan masih berlangsung hingga raja turun tangan, Yanwu memberi informasi jika sang raja masih belum terlihat sama sekali.

__ADS_1


Setelah menjelaskan informasi berkenaan dengan misi penyerangan terhadap raja, Yanwu kemudian melesat dengan pijakannya yang meninggalkan bekas pada tanah.


Ketika aku melihatnya, rupanya dia hendak membantu Klie. Sementara diriku di tinggal pergi begitu saja, yang tak lama badanku terlindungi oleh shield berwarna emas transparan.


Saat ini Klie dan Yanwu bergabung melawan pria bertudung itu, secara bersama serta saling mengkombinasikan kemampuan masing-masing.


Sampai tidak ada celah bagi pria bertudung itu untuk menghindar. Dikarenakan gerakan Yanwu juga sama halnya cepat dengan mereka berdua.


Pukulan keras mendarat di pipi pria itu dilanjutkan dengan pukulan keras dari Klie pada area perut, aku dapat melihatnya karena ada gerakan normal.


Dam!!!


Pukulan pada area perut Klie tadi rupanya mendorong tubuh pria bertudung kebawah hingga terhempas kuat dibuktikan dari suara jatuhnya.


Aku berlarian mengejeknya karena penasaran dan sangat mengejutkan karena pendaratan keras barusan membuat tanah berlubang, yang sepertinya pria malang tersebut tengah ada didalamnya.


"Hati-hati Anita! Dia bisa saja pulih lalu menjadikanmu sebagai sandera nantinya!" ucap Yanwu memperingati diriku lantaran menengok pada lubang lumayan besar tercipta karena pendaratan keras pria bertudung.


Yanwu kini berada dibelakangku, bahkan ada hawa kehadiran orang lain selain dia yang pasti adalah Klie.


"Yanwu, apa pria tadi sudah mati? Dia tidak merintih kesakitan?" tanyaku.


"Dia masih hidup menurutku, pukulan Klie yang dalam kendali sudah aku atur agar tidak terlalu mematikan. Kamu tau kan Anita, hukum kecepatan?"


"Tau... Lah kok kamu bisa tahu sih, bukannya kamu dari zaman yang berbeda?"


"Ya, memang. Dan aku mengetahuinya dari seseorang yang katanya dari masa depan, dia itu orang yang aku cari!"


"Masa depan? Kira-kira seperti apa orangnya?"


"Kamu lupa ya, aku kan pernah ceritakan kepadamu. Dia itu sangat mirip denganmu Anita!"


"Hmm aku baru ingat, cuma saat itu kamu menceritakan tentangnya saja tidak dengan "masa depan" yang berhubungan dengannya tadi."


Makin penasaran diriku pada orang yang dicari Yanwu, apalagi rupanya sangat mirip denganku.


"Apa aku ini orang yang sama saat Brain membicarakan diriku untuk yang pertama kalinya aku bertemu dengannya?"


Aku masih ingat dengan jelas rekaman ingatan dari awal diriku berada di dunia ini beserta kejadian apa saja yang pernah aku alami.


"Sekarang kita bergegas membantu yang lain, sembari menemukan potongan petunjuk keberadaan raja yang sekarang ini entah dimana?" ucap Yanwu.

__ADS_1


__ADS_2