Last Life

Last Life
Menuju Wilayah Berbagai Musim


__ADS_3

"Ya, aku serius. Ada satu cara untuk menghidupkan dirinya, tapi kamu harus berbagi kehidupan dengannya. Dan saat itu terjadi, ketika salah satu diantara kalian mati maka... yah kamu pasti mengerti bukan?"


Aku sendiri memahami apa yang dikatakan oleh Sekai perkataannya di akhir sempat dia tahan untuk tidak diterangkan.


Yaitu Reina maupun kekasihnya akan mati jika salah satu dari mereka duluan pergi. Tapi itu tidak terlalu mengerikan buatku, karena mereka akan menjadi sehidup semati.


Pastinya langsung diterima oleh Reina tanpa berpikir panjang lagi.


"Aku terima! Terus kalau kamu mau aku pergi bersama kalian aku pasti mau!!" jawab Reina begitu antusias serta aku melihat kebahagiaan disela wajah syukurnya.


Hanya saja hal yang telah Reina perbuat pasti tidak akan termaafkan oleh warga negara ini, terutama di wilayah sebelah. Mereka selamat dari kejadian kiamat itu.


"Baiklah... wajahmu begitu nyakin aku tidak akan meragukannya, cuma dirimu sekarang ini bagaikan penjahat paling kejam dan keji, bagaimanapun jika kami membawamu pasti akan ada banyak masalah di tengah jalan. Aku harap kamu tetap berada di kastil dan jangan memperlihatkan diri dalam jangka waktu yang lama. Berhubung kita ini berada dalam ketinggian jauh dari permukaan!"


Aku mengerti, itu artinya mereka tidak akan tahu pelaku kejadian tadi adalah Reina. Serta kemana perginya setelah itu.


"Eh, belum tentu juga sih. Ada kemungkinan lain yang membuatnya ketahuan, takdir mungkin mempengaruhinya juga."


"Tidak apa-apa, asalkan aku bisa bersama dengannya lagi apapun akan kulakukan!"


Cinta, semua ini terjadi karena perasaan itu. Dan Reina adalah salah satu dari miliaran lebih orang yang terkena efeknya. Beragam jenis dan asalnya.


"Baiklah, kita menuju kastil milikku yang berada di atas sana!" ujar Sekai seraya menunjuk ke langit dengan satu jarinya."


Awalnya Reina tidak mempercayainya, tapi setelah aku menyakinkan dirinya akhirnya dia percaya.


Sesaat setelah aku akan pergi bersama Sekai maupun Reina, Yanwu muncul tanpa disadari.


Berkata bahwa dirinya telah menyelamatkan semua nyawa para penduduk dari kejadian kiamat itu.


"Kamu baru terlihat lagi, setelah beberapa saat menghilang, tsk!?" ucap Sekai dirinya nampak kesal.


Beda denganku yang penasaran bagaimana caranya Yanwu menyelamatkan mereka semua.


Tapi jika aku pikir-pikir malah bakalan banyak musuh yang akan mencari keberadaan Reina, jika mereka tahu dia pelaku yang sebenarnya.


"Untuk itu aku meminta maaf, ada urusan penting yang harus aku selesaikan. Aku pun sudah menyelamatkan mereka semua, kecuali pemimpin negara ini, yang sekarang berada disini!" jelas Yanwu sembari menunjuk pemimpin negara yang aku lihat dengan seksama dia antara mati ataupun pingsan.


Beberapa menit kemudian, usai mendengarkan penjelasan dari Yanwu maupun rundingan tentang pemimpin negara yang masih hidup.

__ADS_1


Sekai maupun Yanwu setuju untuk tidak membunuhnya terlebih dahulu, karena akan berdampak pada warga negara di kedua wilayah.


Karena menurut Sekai kemampuan mereka yang sebelumnya dibatasi dan sekarang ini bisa bebas menggunakannya akan menjadi sesuatu hal baik maupun buruk.


Katanya untuk saat ini hal buruk paling banyak yang akan terjadi.


"Berarti kita akan membawanya ke kastil, aku takutnya dia memberontak..." ucapku sedikit khawatir, meskipun apa yang kulakukan iji hanya pura-pura saja.


"Disana ada penjara mimpi, dia tidak akan bisa kabur jika aku tidak melepaskannya lagi!" sahut Sekai.


Untuk situasi saat ini dijelaskan oleh Sekai kepada Yanwu di saat perjalanan menuju kastil.


Dan gantian Yanwu menjelaskan dirinya saat menyelamatkan para penduduk wilayah itu yang terbilang mustahil untuk diselamatkan semuanya.


Tapi mendengar penuturannya aku jadi percaya padanya meski tidak seratus persen.


Cuma aku bingung terhadap keganjilan berhubungan dengan Yanwu misalnya saat dia berjaga di depan penjara, dia tidak mencegah orang-orang. Dan sebagainya, masih aku simpan untuk ditanyakan kepadanya nanti.


•••


Berada di dalam tempat sebelumnya, yang Sekai sebut sebagai kastil. Aku kini sedang berlatih beladiri, karena sudah lama aku tidak melatih ketrampilan ini dan hanya penggunaannya saja yang singkat.


Dan salah satu pernah membuatku selamat dari kondisi terdesak.


Di ruang yang bisa aku ubah settingan keadaan, cuaca, tempat, dan sebagainya aku berlatih dengan sungguh-sungguh disini.


Memilih tempat paling aku rindukan setelah sekian lama, yaitu di pantai. Tempat dulu aku mencari kerang dan ikan sebagai sumber penghidupan sehari-hari, itupun saat aku masih kecil.


Sungguh, kenangan di tempat ini sangat banyak sekali. Beruntungnya aku masih mengingat sembilan puluh persennya.


Klek.


Seseorang terdengar membuka ruangan ini lalu menutupnya kembali dan dia adalah...


"Yanwu? K-kamu... mau... apa kemari, kenapa bisa tahu aku ada disini?"


"Mudah, tinggal melacak dirimu saja."


"Eh, um..."

__ADS_1


"Sudahlah, jangan dipikirkan. Lebih baik kamu lanjutkan latihan beladiri dan jangan pedulikan diriku, atau bila perlu aku bisa mengajarimu jenis beladiri di jamanku!"


"Boleh, boleh aku mau belajar dan berlatih denganmu!"


Setelahnya Yanwu nampak memerah membuatku agak tersenyum tipis.


•••


Setelah kekasih Reina dihidupkan dan hanya perlu waktu tujuh belas jam lamanya Sekai bekerja keras akhirnya, mereka berdua bisa bersama lagi.


Reina lalu menjelaskan semuanya kepada kekasihnya itu yang nampak kebingungan.


"Begitu ya, tapi orang tuaku gimana, mereka pasti mencari-cariku?" ucap kekasih Reina.


"Untuk sekarang kita menyembunyikan diri terlebih dahulu, nanti ada waktunya kita bertemu dengan keluargamu lagi, gapapa kan honey..."


"Itu... bisa aku terima, hanya saja kamu pasti tahu aku telah membuat putri pemimpin negara hamil!" sahutnya merasa tidak enak sembari menundukkan wajahnya sedikit, menurutku dia harus menjelaskan perihal itu dengan jelas dan jujur kepada Reina.


"Tidak apa-apa, aku memaafkan dirimu, yang penting kita akan bersama-sama selamanya..."


Pasti Reina sudah tahu sesuatu yang harusnya dijelaskan oleh kekasihnya apalagi sebelumnya dia menyiksa pemimpin negara sampai penuh luka.


Tapi aku sangat penasaran sama alasan itu.


•••


"Malam kedua Reina dan kekasihnya tinggal di kastil ini, mereka sepertinya bersenang-senang ya. Mungkin melakukan hal... argh... jangan di pikirkan! Aku harus fokus pada inti petualangan ini."


Aku berada di dalam kamar berusaha untuk tidur karena setengah jam aku belum terlelap, mataku tidak bisa terpejam cukup lama.


Lagi dan lagi aku terganggu oleh pikiran-pikiran dalam kepalaku dan itu sangat menganggu.


Yanwu bilang tujuan selanjutnya adalah wilayah berbagai musim yang katanya salah satu ras manusia dewa berada di sana.


Dan wilayah itu sangat berbahaya bagi seseorang dengan kemampuan tidaklah kuat maupun yang tidak memiliki kemampuan sepertiku.


Di sana juga ada pemimpin dari setiap musim yang menurut Yanwu memiliki sifat berbeda-beda.


"Berhati-hatilah dengan pemimpin kejam itu!!"

__ADS_1


Perkataan dan ekspresinya itulah yang membuatku tidak bisa tidur, karena aku memikirkan hal yang berhubungan dengan itu.


__ADS_2