Last Life

Last Life
Seakan Sebuah Kado Terindah


__ADS_3

Semilir angin ini lumayan membuat perasaanku menjadi nyaman lebih lagi ditambah pemandangan matahari terbenam yang sebentar lagi akan menghilang.


Hari sudah mulai gelap, tetapi aku masih duduk di tempat ini menunggu alam memerintahkan diriku untuk masuk.


Belum ada seseorang lagi yang datang kemari aku rasa mereka mungkin sedang sibuk pada urusannya masing-masing, atau mungkin Yanwu tidak memberitahu mereka posisiku sekarang ini.


Tak lama Kino datang menemuiku, mungkin karena dia mengetahui keberadaan ku.


"Ayo masuk kedalam Anita, tidak baik kamu berada diluar dengan kondisi angin seperti ini. Nanti kamu bisa sakit!" ucap Kino menasehati diriku untuk masuk.


"Sebentar lagi, aku mau melihat matahari tenggelam," sahutku.


"Huh... kamu ini.


Aku tidak menyangka Kino melepaskan sweater nya hanya untuk menutupi tubuhku yang diterpa angin. Bisa dibilang aku memang membutuhkan sesuatu yang dapat menutupi tubuhku.


Kini Kino memberikan sesuatu itu kepadaku dengan sweater nya yang hangat.


"... Terimakasih."


Dia kemudian duduk didekat ku, ku lirik dia sepertinya ingin menyaksikan matahari tenggelam sama sepertiku.


Setelah menikmati waktu santai tadi akhirnya aku masuk kedalam.


Sebelumnya Kino tidak banyak bicara saat melihat matahari tenggelam denganku, dia hanya menikmati keindahan sementara itu tanpa mengatakan sesuatu yang romantis.


Padahal aku menunggu kata-kata itu dari seorang cendikiawan sepertinya. Aku hanya penasaran apakah Kino sudah menghilangkan seratus persen kebiasaan buruknya dengan lawan jenisnya.


Beberapa dari rekanku lainnya berada di ruangan ini sedang duduk berhadap-hadapan pada meja makan panjang. Didepan mereka tersaji masakan super menggugah selera bagi yang melihatnya ataupun bagi mereka yang kelaparan.


Mengejutkannya rumah ini berubah 180° derajat dari yang sebelumnya. Dari lampu yang menyala dan dekorasi yang ada, semuanya tampak terawat dan baru seperti rumah ini tidak pernah ditinggali sebelumnya.


Sama halnya rumah ini satu-satunya yang selamat dan tidak mengalami bencana kiamat.


Tetap dalam keadaan tenang aku menghirup nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya perlahan. Kini aku duduk bersebelahan dengan Yin yang sedang menata makanannya sambil mengambil lauk-pauknya.

__ADS_1


Nie dan Geisha nampak membantu Yin mengambilkannya. Mereka berdua sepertinya suka kepada Yin.


Dalam hatiku sebenarnya aku bertanya-tanya, apa yang sedang terjadi sekarang ini. Apa aku sedang bermimpi?


Beberapa jam yang lalu rumah ini tampak gelap, sebagian rusak, dan didalamnya seperti rumah terbengkalai cuma tidak terlalu kotor. Tapi sekarang ini tampaknya seolah-olah aku berada di perjamuan makan rumah mewah di duniaku.


"Sebenarnya, ketika kamu sedang keluar tadi. Kami disini semuanya bekerja keras dalam membuat masakan enak yang tersaji didepan kita ini!" ucap Yanwu sepertinya merujuk padaku.


"Lalu tempat ini berubah karena kemampuan pengulangan waktu seseorang pada sebuah tempat."


Kurasa yang disebutkan oleh Yanwu adalah Kino, siapa lagi kalau bukan dia.


"Bukannya ini malah menarik pihak musuh?" tanyaku spontan.


"Tidak tidak, untuk itu aku sudah memperkirakannya dari awal jadi aku menggabungkan kemampuanku untuk menghilangkan keberadaan bangunan ini."


"Meskipun terang karena ada lampu yang menyala didalam bangunan ini tapi tidak akan terlihat ketika seseorang melihatnya dari luar."


"Jadi kita aman-aman saja, kamu tidak perlu risau," ucap Kwen menimpali perkataan Yanwu dengan senyum ramah kepadaku.


Semuanya terlihat sangat antusias saling mengobrol satu sama lain sambil menyantap makanannya, namun berbeda denganku. Ada perasaan kehilangan yang muncul tiba-tiba, entah maksudnya apa aku tidak tahu.


Hal itulah yang membuat mood ku untuk mengobrol jadi hilang seketika.


Hanya Hiyou, pria beraura dingin, dan Lisa yang tidak ikut mengobrol.


Meskipun begitu aku tetap mengobrol ketika mereka mengajakku berbicara.


Makanan yang mereka buat memang mirip seperti menu-menu di restoran. Tersaji dengan baik dan menarik. Aku penasaran siapa koki yang memasaknya.


Tapi mengingat mereka saling bekerjasama dalam membuat masakan ini aku rasa tidak perlu dipertanyakan lagi siapa kokinya.


Selesai acara makan malam ini, aku ijin pergi meninggalkan ruangan tersebut untuk membersihkan badan. Niatnya aku ingin menjelajahi rumah ini untuk mengetahui seberapa jauh berubahnya.


Mengingat saat aku melihat halaman rumah ini tampilan luarnya seperti bangunan terbengkalai.

__ADS_1


"Astaga... tempat ini benar-benar berubah menjadi bangunan mewah pada tahun 2012 yaitu kediaman keluarga konglomerat, dilihat dari lukisan dan foto-foto yang terpajang."


Aku sendiri sangat takjub melihat sekitaran ku. Bukan hanya pada kediaman ini saja yang berubah 180° berbeda dari sebelumnya. Aku juga takjub serta mengagumi kemampuan yang dimiliki oleh Kino yang sungguh luar biasa ini.


Sepertinya dia menggunakan peningkatan kemampuannya untuk mengulang waktu pada bangunan ini.


Bahkan kamar mandinya sangat bersih jika dibandingkan dengan sesudah rumah ini mengalami bencana dan terbengkalai pada akhirnya.


Aku melepaskan semua pakaianku lalu masuk kedalam bak mandi yang sudah terdapat air serta sabun cair yang sudah larut didalamnya.


Kedua kalinya dalam sehari aku merasakan hal paling menyenangkan dalam hidupku seperti berada di duniaku, padahal aku berada di dunia berbeda dengan alternatif sesungguhnya.


"Tadi Hiyou bilang aku harus berada di ruangan tengah untuk membicarakan soal rencana penyerangan, sebelum jam 10. Dan memang harus malam ini juga semuanya membicarakan tentang rencana penyerangan kerajaan, soalnya besok adalah hari yang aku tunggu-tunggu."


Sudah berendam lumayan lama, akhirnya aku keluar dari bak mandi dan melakukan aktivitas lainnya.


Aku bertemu dengan Geisha yang baru selesai melakukan ritualnya di kamar mandi yang lain. Kami berdua berbasa-basi yang kemudian bersama-sama dalam memilih kamar tidur.


"Hai, aku disini untuk memberitahukan kepada kalian jika kamar disini lumayan banyak. Jadi tidak apa jika kalian ingin tidur sendiri-sendiri!" ucap pria berotot memberitahukan hal tersebut kepada kami berdua.


"Dan kabarkan hal tersebut kepada perempuan yang lain juga, serta jangan lupa kalian berada di ruang tengah sebelum jam 10 untuk membicarakan rencana penyerangan!" imbuhnya lagi kami berdua serentak membalasnya dengan anggukan.


"Maaf ya Anita, aku sepertinya akan tidur seorang diri saja. Tapi kita bisa bersama-sama mengecek kamar tidur di tempat ini."


"Tidak apa-apa kok, mari kita mengeceknya."


Aku memilih tempat tidur paling pojok dilantai dua, sementara Geisha berada disebelah kamarku.


Dikamar ini aku bisa mengisi daya ponselku yang artinya rumah ini sepenuhnya dialiri listrik, pastinya, karena semuanya yang aku lihat. Sesuatu yang menggunakan listrik berjalan dengan semestinya.


Merebahkan diri di tempat tidur yang nyaman ini sangat pas sekali dengan diriku yang kecapean melakukan aktivitas penuh, meskipun hanya setengah hari.


"Perutku kenyang sekali sesudah menghabiskan makananku tadi, huh... aku mau tidur sebentar lalu kembali berlatih menggunakan kemampuanku."


"Hmm aku penasaran bagaimana peningkatan kemampuan milikku?"

__ADS_1


Tak lama diriku merasa mengantuk hingga aku mulai memejamkan mata untuk tidur.


__ADS_2