
Suara ledakan serangan paus tersebut lumayan keras hingga memekikkan telinga dan bisa saja terdengar dari radius yang lumayan jauh, aku khawatir orang-orang kerajaan menuju kemari lantaran kondisi ini memancing mereka kemari.
"Willy, kita harus bergegas pergi. Bila perlu mencari cara kabur dari sini. Takutnya mereka datang kemari gara-gara mendengar suara ledakan yang cukup keras!" saranku kepada Willy.
Cwos...
Sabit Willy dibuat meleleh ketika terkena bola hitam tersebut yang terus menyerbu seperti menargetkan Willy.
Diriku juga sama terancam oleh serangan bertubi-tubi yang untungnya aku memiliki tubuh atletis sehingga mudah menghindar dari serangan-serangan tersebut. Sembari aku melihat Willy apakah dia baik-baik saja.
Belum lagi ledakan bola hitam tersebut menghantui kepalaku lantaran aku terus memikirkan jika sampai aku terlalu dekat beberapa inci saja, maka kematian diriku sudah ditentukan pada detik dan menit ini.
Mengurus diriku saja kini aku sangat kerepotan apalagi membantu yang lain, terlihat Geisha menggunakan kemampuannya mengendalikan para roh demi menumbangkan satu hewan summon berkekuatan api.
Samar-samar aku melihatnya hingga aku harus fokus kembali pada bola hitam yang kini mengikuti pergerakan diriku kemanapun aku berada.
"Apa ngga ada yang bisa membantuku sekarang ini!"
Aku mendengus kesal karena posisiku sekarang sudah berada diujung tanduk, dan hampir dekat dengan kematian.
Dari kejauhan aku sempat menggunakan kemampuan diriku untuk memasuki ingatan paus berukuran besar yang melayang di udara, namun saat melakukannya seperti halnya kemampuan diriku tidak terjamah sama sekali pada paus itu. Dan aku tidak bisa memasuki ingatan paus tersebut pada akhirnya.
Hampir begitu dekat bola hitam dengan diriku saat aku berlari menjauh, sementara aku sendiri hanya bisa pasrah. Berharap bala bantuan segera tiba.
Auuu!!!
Tap!
Wosh...
"Apa aku berpindah tempat barusan?"
Aku spontan bertanya dalam posisi tergeletak, barusan aku merasa telah di dorong oleh suatu lalu sekarang ini aku sadar diriku sudah berpindah tempat.
Melihat sekitaran ternyata ada serigala berwarna biru langit berada didekat ku. Aku yakin jika serigala ini yang telah menolongku.
"Tempat ini..."
__ADS_1
Sepertinya aku berpindah tempat ke luar wilayah kerajaan dilihat dari bangunan terbengkalai dan tumbuhan hijau yang menjadi ciri khas.
Serigala tersebut menatap kearah ku seperti halnya menyuruhku untuk naik, lebih tepatnya menunggangi serigala tersebut.
Tanpa berpikir panjang aku langsung menaiki serigala tersebut lalu terbuka portal yang kemudian serigala ini memasukinya.
Akhirnya aku kembali ke tempat sebelumnya terlihat juga 5 serigala lain sedang mengalahkan hewan-hewan summon.
Serigala yang aku tunggangi lalu berbalik dan bergerak cepat menghindari area tempat portal summon tersebut.
Disaat aku melihat-lihat sekitaran tampaknya tidak ada rekan-rekanku satupun, yang kemungkinan mereka sudah pergi dari sini. Hanya dalam hitungan menit saja saat aku berpindah tempat dan kembali lagi kesini mereka seakan lenyap tidak tertangkap oleh pandanganku.
Sampai di suatu tempat yang tak jauh lagi aku bisa memasuki kawasan rumah-rumah penduduk, serigala ini lalu menghentikan langkahnya. Dia bahkan memberitaku untuk turun dengan bahasanya yang tidak aku mengerti.
Aku pun turun dan melihat keadaan di depanku yang sedang dilanda ancaman kemampuan seseorang. rumah-rumah yang tak jauh dari tempatku sekarang hancur hingga bagian-bagiannya melayang di udara.
"Kenapa jadi seperti ini, bukannya sama saja dengan perang melawan kerajaan?" ucapku tak percaya melihat keadaan tak sesuai harapan.
Saat aku menoleh kebelakang, rupanya serigala tadi sudah pergi, yang menurutku berpindah tempat dengan kekuatannya.
Disini aku sendirian tidak ada siapa-siapa maupun orang-orang yang berlalu lalang atau pergi menjauh dari area rawan ini. Aku pun menduga jika para penduduk sudah dievakuasi.
Kesimpulannya, Brain sudah mengevakuasi mereka dan membawa para penduduk pergi dengan pesawat tersebut. Artinya Lisa sudah mengendalikan seluruh penduduk, yah, tapi masih sebuah kesimpulan dariku dan bukan kebenaran yang hakiki.
Benar saja saat aku berlarian menuju ke arah hancurnya rumah-rumah, satupun aku tidak melihat penduduk yang masih berada di kediamannya. Yang ada didalam maupun diluar.
Sambil bersembunyi pada rumah penduduk di setiap langkah ketika sudah dekat dengan api yang berkobar tak jauh dariku, terlihat prajurit kerajaan sedang menghadapi seseorang.
Api yang sangat besar menutupi gerangan yang diserang para prajurit menggunakan kemampuannya.
Memasuki kedalam rumah dan menuju ke lantai atas, akhirnya aku mengetahui siapa orang yang menyebabkan api sebesar ini.
Dia dapat melayang di udara dan mengeluarkan api dari kedua tangannya, mengarahkannya pada pasukan prajurit yang sedang menyerangnya secara bersamaan.
Blarr!!
Beberapa dari mereka ada yang terbakar dan dilahap oleh api yang bergerak seperti hidup. Api tersebut bahkan bisa menghempaskan mereka dengan mudahnya.
__ADS_1
"Argh!!!"
"Argh!!!"
Teriakan keras terdengar nyaring ditelinga ku mendengar mereka yang kesakitan saat terbakar oleh api.
Meskipun mereka sudah bergabung untuk mengalahkan orang berkemampuan api itu tapi tidak cukup kuat sekedar untuk mengalahkan pria tersebut.
"Dia sebenarnya berada di pihak mana?"
Sampai-sampai aku bertanya kepada diriku sendiri demi menjawab pertanyaan tersebut.
Blarr!!!
Api menjalar kemari sehingga diriku harus secepatnya pergi meninggalkan rumah ini. Melihat pria itu sudah gila dengan tawa jahatnya dalam mengontrol api membuat diriku jadi geleng-geleng kepala.
Entah kemana aku akan pergi, aku masih terus memperhitungkan langkah selanjutnya. Belum ada tujuan pasti diriku akan kemana.
Apalagi sekarang ini aku sudah berpisah dengan yang lain, dan bisa saja bahaya sedang menungguku.
Dirasa sudah jauh dari tempat sebelumnya aku sangat yakin jika para penduduk desa sudah dievakuasi.
Di bagian atas bangunan ini aku melihat seseorang sedang bertarung di udara. Tidak jelas siapa kedua orang itu karena wajah mereka samar-samar aku lihat.
Hingga salah satunya mengerakan puing-puing bangunan yang telah rusak dan mengarahkannya kepada orang yang dilawan.
Cukup dengan melihat kemampuannya saja aku bisa menebak siapa orang tersebut, dan dia adalah orang berkemampuan angin bernama Sihan. Salah satu tim penyerangan.
Jika dia sedang berada di wilayah ini bisa jadi tim penyerangan yang lain juga berada di cakupan area penduduk.
"Desa ini bernama Grapeyard."
Kegaduhan mulai terdengar sesaat setelah puing-puing bangunan dan rumah penduduk diarahkan oleh Sihan kepada orang yang dilawannya.
Dari jauh aku juga membantu dengan memfokuskan diri memasuki ingatannya, meskipun hanya percobaan tapi tidak ada salahnya aku mencobanya.
"Aku berada didalam ingatan orang ini, ternyata aku bisa memasuki ingatan seseorang dari jarak yang lumayan jauh!?"
__ADS_1
Kini aku dalam ingatannya, dan langsung saja aku mengakhiri orang ini tanpa pandang bulu. Dilihat dari kemampuannya yang bisa menjadi ancaman jika tidak segera ditangani.