
Diriku lalu melesat cepat ketika pelindung ini terbuka lebar diikuti oleh pergerakan Yanwu yang kemudian memimpin arah terbangku. Diriku bahkan diincar oleh berbagai macam serangan amunisi yang mengarah langsung kearah ku maupun Yanwu.
Ada yang mengenai diriku lalu meledak hingga yang menimbulkan asap begitu banyak mengaburkan pandangan setelah meledak hingga membuat diriku sesekali berhenti di tengah jalan.
Luar biasanya amunisi tersebut tidak berefek sama sekali padaku karena diriku terlindungi oleh shield khusus.
Terlihat Yanwu menyerang orang itu terlebih dahulu menggunakan kemampuan miliknya, berupa serangan dari jarak jauh.
Namun yang ditargetkan malah diam tidak bergerak lantaran serangan jarak jauh dari Yanwu tersebut sama sekali tidak menyentuhnya.
Pria berkemampuan senjata api lalu memunculkan portal lumayan banyak seperti halnya kemampuannya yang ditiru oleh orang itu.
Lalu keluar berbagai senjata api dan mengarahkannya pada pria pengguna ilusi itu, sebenarnya ada jeda penyerangan kemampuan yang sama dari si pengguna ilusi kepada kami.
Dia sepertinya sengaja memberikan kesempatan bagiku dan yang lain untuk menyerangnya. Dan tidak lagi menyerang kami lagi dengan portal yang keluar senjata api.
Dorr!!!
Blush...
Sama sekali tidak bisa tersentuh bahkan amunisi berbagai senjata api tersebut menghilang ketika belum dekat dengan pria itu.
Kurasa lawan ini memang benar benar menyulitkan sekaligus membebani diri saat hendak mengalahkannya. Dan perlu dicari tahu kelemahannya secara spesifik agar mudah diatasi.
Kini giliran-ku melakukan penyerangan, kurasa aku akan menyerangnya dari berbagai arah. Udara yang berada di manapun membuat diriku dapat menciptakan berlian dari jarak jauh. Lalu dengan itu aku membentuknya menjadi senjata khusus dengan ujungnya yang lancip pada sekitaran area pria itu.
Sama seperti sebelumnya, serangan apapun sama sekali tidak dapat mengenainya. Dan kini senjata lancip yang aku buat saat mengarahkannya kepada si pengguna ilusi menghilang dengan sendirinya.
"Bagaimana ini Yanwu, kita sama sekali tidak bisa menyentuhnya? Aku menduga dia sedang menyiapkan rencana besar untuk mengalahkan kita!"
"Oke, aku punya ide. Jadi salah satu dari kita harus ada yang menyentuhnya secara langsung, dan menyerangnya secara bersamaan. Yang mana artinya kita menggabungkan antara kenyataan dan ilusi!"
"Aku yang akan menyentuhnya, sementara dirimu menyerangnya secara terus-menerus. Dan tidak usah khawatir pada efek serangan mu, karena sama sekali aku tidak terpengaruh!"
Yanwu memberitahukan idenya melalui telepati kepadaku yang aku balas dengan anggukan saat melirik kepadanya.
Wosh...
Yanwu terlebih dahulu bergerak, karena dia yang bertugas untuk menyentuh pria berkemampuan ilusi tersebut dengan kecepatan yang dimilikinya.
Shut!
Di ikuti oleh pergerakan diriku dan pria berkemampuan senjata api yang sudah bersiap menembak.
"Bulp..."
Mengejutkannya diriku sudah berpindah di dalam lautan secara tidak terduga, ketika aku hendak menyerangnya.
__ADS_1
Ketika aku melihat sekeliling semua portal mengarah langsung kepadaku dan juga pria berkemampuan senjata api.
Entah senjata macam apa yang saat ini digunakan namun dilihat lebih jelas mengeluarkan sesuatu berwarna hijau.
Yang kini mengepung keberadaan diriku dan juga pria berkemampuan senjata api.
Aku semakin susah bernafas karena pelindung milik Yanwu tidak berguna pada kondisi saat ini, tidak memungkinkan bagiku untuk bernafas dalam air.
Perasaan Dejavu sekali lagi aku alami berserta rasa kesal kepada seseorang yang kini telah tergantikan.
Akhirnya diriku mengingat kembali peristiwa saat berada dalam ilusi seseorang, ketika bersama dengan Noel waktu itu.
Saat itu aku juga sama berada di dalam lautan dan nafasku semakin lama semakin habis ketika berada di dalam air.
Serta mengingatkan diriku lagi pada orang berkemampuan manipulasi.
Aku menduga jika cairan berwarna hijau ini terhirup atau menyentuh diriku akan ada efek sampingnya. Maka sebisa mungkin aku menjauhinya yang kini semakin lama semakin mendekat.
Dalam kesusahan ini akhirnya pria berkemampuan senjata api membuka sebuah portal lalu menarik diriku untuk masuk kedalamnya.
"Uhuk! uhuk!"
Keluar dari dalam air dan berada di tempat yang berbeda setelah memasuki portal, aku langsung saja memuntahkan air yang masuk kedalam kerongkongan.
"Dimana ini?"
Setelahnya aku bertanya kepada pria tersebut yang membawaku ke tempat berbeda. Tempat ini menurutku adalah asal dari berbagai senjata api yang dia keluarkan ketika memunculkan sebuah portal.
"Tenang saja, tempat kita sekarang berada di pusat kota C yang tak ada orang sama sekali, karena wilayah ini penuh akan hewan buas!"
"Hmm, terus gimana soal menghadapi orang tadi?"
"Kita akan kembali kesana melalui portal yang aku hubungan dengan Yanwu, jadi bersiaplah sekarang!"
Aku pun memasuki portal lagi setelah pria ini memasukinya lebih dulu.
Tempat sebelumnya ketika diriku belum berpindah kedalam lautan. Kini aku tidak melihat pria itu dan juga Yanwu, namun aku bisa melihat kembali perempuan berkemampuan listrik.
"Jangan mendekat! Aku bisa saja membunuhmu!" ancamnya ketika aku hendak mendekatinya.
Diriku pun dibuat tak percaya mendengar perkataannya barusan, apalagi dia tidak dalam keadaan terluka yang sebelumnya tertembak di bagian kepala.
"Aku sudah keluar dari ilusi tadi, sekarang kalian tidak bisa menghentikan diriku."
"Hey... apa yang kamu gumam kan! Kita ini masih sekutu, sialan!" timpal pria berkemampuan senjata api yang berada di sampingku.
Melihat emosi pria ini semakin membuncah membuat diriku berpikiran jika dia ini telah lolos dari pengaruh Yanwu, hanya saja dimana keberadaan Yanwu sekarang.
__ADS_1
"Kalaupun pria ini masih berpihak padaku, aku rasa bukan saatnya diriku merasa aman seolah olah sedang terlindungi. Akan ada kemungkinan terburuk jika diriku tidak berhati hati!"
"Sekutu apanya, aku sendiri menganggapnya cuma sekedar genjatan senjata saja. Dan kini orang yang menegaskan tidak diketahui keberadaannya, maka genjatan senjata kita telah berakhir!"
"Sekarang pun aku harus menyelesaikan tugasku membunuh kalian, para pembangkang raja!" cecar perempuan itu tanpa henti sembari mengancam diriku dan juga pria ini.
Disekitar tubuhnya diselimuti cahaya biru yang kemungkinan adalah listrik.
"Katakan saja perkataan terakhir kalian, aku akan mendengarkannya sampai habis."
"Cih, berani sekali mengancam diriku, dasar manusia rendahan! Lihat saja, tengkorak kepalamu akan berlubang sebentar lagi!" balas pria ini sembari mengangkat satu lengannya yang memegang suatu senjata api dengan desain tidak aku ketahui, bahkan aku baru melihatnya.
Sebenarnya tangan satunya yang berada dibelakang tubuhnya sedang memegang senjata api juga. Namun dia sembunyikan, hanya aku yang tahu.
Dor!
Dor!
Dor!
Yang membuatku bingung kenapa pria ini menekan pelatuk pada dua arah yang berbeda setelah peluru pertama melesat tepat pada posisi perempuan itu
Sementara dua peluru tadi melesat ke arah kiri dan kanan perempuan itu.
Wosh...
"Dia menghilang?"
Dor!
Jrash...
Wosh...
Dor...
Jrash...
"Percuma saja menggunakan trik lama seperti itu, tetap saja dirimu masih bisa tersentuh, dan peluru tadi hanya seperti batu kecil saja yang terbang ke arahku!"
"Hehehe..."
Pria itu tertawa saat dirinya tersungkur akibat serangan listrik pada tubuhnya barusan. Yang aku kira dia sudah pingsan.
Dor!
"Argh!"
__ADS_1
Portal muncul dari arah belakang perempuan itu yang kemudian keluar senjata api dan juga satu lengan yang memegangnya.
Melesatkan peluru langsung pada bagian kepala perempuan itu hingga berlubang. Melihatnya saja diriku dibuat tercengang, akibat kecerobohan perempuan itu sendiri sehingga dirinya lengah di persekian detik sebelum dirinya tertembak.