Last Life

Last Life
Penasaran


__ADS_3

"Kamu melamunin siapa, apa itu pria yang dibawa kabur, hah?"


"Iya. Lebih tepatnya aku memikirkan dia terus, takutnya dia di apa-apain disana!"


"Kamu tenang saja, dia mungkin baik-baik saja disana, dan mungkin sekarang ini sedang menunggumu."


"Kalau benar begitu aku tenang, tapi kalau dia kenapa-kenapa aku jadi merasa bersalah!"


"Yaa, itu terserah kalian, karena berhubungan sebelumnya?"


"Bukan! Aku sudah berjanji untuk keluar dari dunia ini bersamanya!"


"Hey... jangan menghayal terlalu tinggi sampai berjanji segala, di dunia ini tidak ada jalan keluar sama sekali, ingat itu!"


"Aww!"


Willy pun pergi setelah menekan jidatku dengan kerasnya menggunakan jarinya.


"Oh, ya! Aku akan mencari kayu-kayu disekitar sini untuk membuat api, karena kita akan bermalam disini!"


"Tapi perjalanannya...?"


"Sudah. Kita lanjutkan besok saja! Kita sudah berjalan sangat jauh dari tempat awal rumah itu!"


"Apa Willy juga menghitung jarak tempuhnya?"


Sementara itu, dua wanita itu terus merapikan dirinya sambil berdandan. Jujur saja, mereka memang cantik tapi tidak mau bekerjasama.


Saat aku berdiam diri melihat bangunan megah di depanku Nie datang dan menyampaikan apa yang telah dikatakan Willy kepadanya. Lalu menyampaikannya kepadaku sebagai peringatan agar aku tidak jauh-jauh darinya.


Meskipun cara menyampaikan jelas tapi Nie terlihat sangat tidak suka denganku, malahan kalau iya, dia membenciku dari cara menatapnya


Dekat bangunan besar ini ada sebuah kolam yang lumayan besar yang berisikan ikan-ikan di dalamnya. Kolam renang yang sengaja dibuat untuk dijadikan kolam ikan.


Yang terdapat ikan hias seperti ikan mas dan koi, serta untuk ukurannya lumayan jumbo untuk ikan seukuran nya, beda jauh dengan kebanyakan ikan hias pada umumnya.


Saat ini aku iseng jalan-jalan dihalaman bangunan megah ini. Tanpa diketahui oleh kedua wanita itu, lagipula mereka tidak akan peduli.


"Sepertinya memang benar kalau disini ada orang, mana mungkin kolam ikan ini bisa bersih dan dipenuhi ikan hias, didalamnya!"


"Lalu bisa aku asumsikan jika kolam ini baru dikuras beberapa hari yang lalu, dilihat dari kejernihan air dan lumut kecil yang mulai tumbuh!"


Aku pun mengecek kondisi sekitaran bangunan besar ini, sebelumnya Willy memperingati ku agar tidak terlalu jauh darinya.

__ADS_1


Tapi aku penasaran sama orang yang tadi mengintip dari atas sana, apa mungkin dia malu jika ada seseorang yang datang ke tempatnya? Atau merasa terganggu sampai...?


Ketika Willy lengah, aku sempatkan untuk pergi menjauh darinya, karena barusan dia melihat kearah bangunan ini. Aku pun Menaiki tangga berniat ke menuju ke lantas atas tempat orang tadi bersembunyi.


Di pikiranku aku lebih membutuhkan orang-orang berkemampuan agar dapat membantuku dalam setiap kondisi, bagaimanapun juga bersama-sama lebih baik daripada seorang diri.


Meskipun begitu, tapi nyatanya di kehidupan sebelumnya aku sangat malas dalam bergaul, sampai-sampai teman kerjaku enggan bersosialisasi denganku. Dan hanya jika dibutuhkan saja ketika mereka mulai mengajakku berbicara.


Namun aku senang karena memiliki dua teman yang mengerti akan pribadiku, dia adalah teman terbaikku hingga sekarang. Kami masih akur dan selalu bersama-sama dalam suka maupun duka.


Kimiyo dan Letnan mereka berdua sangat penting bagiku.


Kreek..!


Terdengar suara dari atas.


"Apa ini, kok anak tangga ini...?"


Langkah ku terhenti saat hendak melangkahkan kaki pada anak tangga yang ke delapan belas ketika aku hitung.


Clak! Sring!


"Jebakan!?"


"Huu untungnya aku tetap fokus dan waspada."


Tanpa merasa takut atau apapun aku melanjutkannya lagi langkahku dalam menaiki anak tangga.


Jleb!


"Lagi-lagi, banyak jebakan sekali disini. Itupun di bagian tangga nya, apalagi saat aku sampai di lantai atas! Benar-benar si empunya tidak ingin di ganggu!" ucapku spontan ketika kedua kalinya aku selamat dari jebakan.


Jebakan tadi lebih seperti serangan tiba-tiba dan mengejutkan, karena dari pinggir dinding keluar benda lancip seperti tombak.


"Sepertinya bangunan ini lumayan terawat, meskipun di luarnya tampak kotor."


Sampai di lantai atas lalu ku lihat sekitaran lagi, ku amati dengan teliti setiap bagiannya namun kelihatannya tidak ada yang mencurigakan.


Setelah berjalan beberapa langkah kedepan aku mendapati tengkorak manusia yang dijadikan sebuah tatakan tempat lilin.


Bukannya aku tidak kaget, tapi aku lebih memilih untuk memastikan apakah benar tengkorak itu asli atau Purwa rupa nya saja.


Dan ketika aku mendekatinya... Ternyata tengkorak ini benar-benar tengkorak manusia. Dan itu sangat mengejutkanku.

__ADS_1


"Hmm!?"


Aku malahan lebih penasaran mengapa tengkorak ini bisa berada disini, bukannya hukum dunia ini memiliki catatan bahwa ketika setelah seseorang mengingat tragedi terakhir bunuh dirinya. Dia akan lenyap begitu saja.


Yang artinya dia tidak akan sempat untuk dikubur, setelah itu. Bahkan tidak mungkin kalau sampai jadi kerangka.Tapi ini pengecualian, kenapa ya kira-kira?"


"Tunggu dulu! Kecuali... dia memang terbunuh."


Dan tiba-tiba saja benda-benda disekitar ku mulai terangkat, melayang di udara. Aku pun mengedarkan mata mencari seseorang, siapa tahu ada yang menyebabkan benda-benda di depanku melayang.


Tak lama kemudian, benda-benda melayang tersebut mulai terbang ke arahku dengan cepat.


Prang!!


Prang!!


Kini serpihan kaca mulai menyerang ku setelah beberapa benda lain seperti kayu dan barang elektronik lainnya menyerang ku dari awal, sebelumnya.


"Apa Willy tidak mendengarkan nya! Dari tadi kan aku diserang terus-terusan, dan suaranya pun pasti kedengaran dari bawah. Apalagi suara pecahan kaca tadi yang sangat berisik, mustahil kalau dia tidak mendengarnya sama sekali!"


Keluh ku sambil berlari dan menghindar.


"Ah, ada kain. Kurasa aku akan melakukan trik!"


Ku ambil kain putih yang tergeletak di lantai, lalu aku tutupi diriku menghadap ke serpihan kaca dan benda yang terbang ke arahku.


Saat inilah adalah kesempatan aku untuk bersembunyi, karena menggunakan trik tersebut aku seakan menghilang dari tempatku tadi.


"Sepertinya aku akan bersembunyi di sini dulu, dan mengamati sekitar sementara. Sampai... orang itu muncul."


Dan benar saja ada orang di dalam bangunan ini yang sedang mencari-cari keberadaan ku, rupanya.


"Jadi... dia hanya memiliki kemampuan telekinesis, dan tidak memiliki kemampuan pendeteksi sebagai kemampuan lebihnya."


"Tenang, aku nyakin dia tidak menemukanku yang bersembunyi disini. Trik tadi memang ampuh seperti biasa."


Flashback on


"Mari semuannya, kita lihat aksi selanjutnya Wanita cantik yang pandai sulap! Dengan aksinya yang akan berpindah tempat seketika!"


Saat itu aku berhasil melakukan trik sulap ku, sampai-sampai aku sempat membeli es teh dulu di belakang panggung.


"Woow!? Dia menghilang, luar biasa!!"

__ADS_1


Prok! prok! prok!


__ADS_2