
Setelah membutuhkan waktu yang lumayan cukup lama untuk menceritakan maupun menjelaskan kepada Noel apa yang akan terjadi dimasa depan, akhirnya dia benar-benar percaya kepadaku.
Apalagi setelah aku menjelaskan informasi tentang Kwen kepada Noel secara tepat dan akurat sehingga membuatnya percaya seratus persen padaku. Meski masih itu hanya perkiraan ku saja.
"Terus apa kamu mau mengubah masa depan dimulai dari sekarang?" tanya Noel kepadaku seusai kami saling menjelaskan lalu dia sibuk dalam pikirannya beberapa saat hingga kemudian bertanya.
"Tentu saja, bukanya ini kesempatan yang bagus untuk membalikkan keadaan!" jawabku sekaligus menyakinkan Noel terhadap apa yang aku ucapkan.
Aku tahu jika Noel tidak akan langsung percaya begitu saja kepadaku meski aku telah menjelaskannya disertai bukti yang nyata. Karena Noel ini memiliki penyakit paranoid akut.
Flashback on
"Hmm oh ya. Bisakah tuan memberiku informasi khusus tentang Noel, aku sangat ingin mengetahuinya?"
"Kamu suka dengan Noel?"
"...Enggak aku cuma penasaran aja sama dia dan kebetulan ingin mengetahui informasi dirinya."
"Aku mengetahuinya daripada siapapun. Baiklah, dengarkan baik-baik. Noel ini memiliki penyakit paranoid, dia tidak mudah percaya kepada siapapun meski terlihat sedang memercayai pada perkataan yang kamu ucapkan. Dia hanya memasang senyum manis dan raut wajah percaya untuk menutupinya!"
"Lalu makanan kesukaannya adalah hamburger, merah warna kesukaannya, film genre aksi dan sejarah favoritnya dari kecil dan..."
"Sudah. Aku tidak membutuhkan lebih dari itu."
"Ehem maaf aku terlalu bersemangat Putri!"
Flashback off
Saat itu aku sedikit memancing tuan Mizu agar menguak identitas asli dirinya dan aku yang dapatkan adalah informasi yang tidak terduga. Yaitu potongan teka-teki yang diperlukan untuk membentuk sebuah identitas milik tuan Mizu, lalu aku menyimpulkan bahwa dia adalah ayah Noel.
Namun aku masih belum bisa memastikan apakah tuan Mizu adalah ayah kandung Noel atau bukan.
"Udah larut banget, kamu ngga ngantuk?" tanyaku.
"Tidak tidak, aku sudah terbiasa menahan rasa kantuk. Jadi aku akan begadang saja malam ini, kamu mendingan tidur duluan aja, Anita!"
"Jam berapa sekarang? Ponselmu masih bisa nyala kan?"
"Masih, kamu tahu juga ya aku punya ponsel."
"Huu.. aku kan selalu menemanimu setiap saat!"
"Iya, kamu kan stalker."
"Hey mana ada!"
"Ngga mau ngaku ya..."
"Cukup kalian berdua!"
Tiba-tiba saja Kino terbangun dari tidurnya. Yang mungkin saja diakibatkan dari suara kami yang menganggu tidurnya.
__ADS_1
"Maaf Kino aku membangunkan mu," ucapku dengan raut wajah ku buat bersalah.
"Kamu tidak salah, yang salah itu dia si stalker," kata Kino merujuk pada Noel.
"Apa kamu bilang!?"
"Tenang-tenang, kalian berdua jangan berkelahi malam-malam begini. Suara kalian bisa terdengar dari luar!" ucapku memperingati sembari menengahi pertengkaran mereka.
"Dengarkan apa yang dikatakannya. Kamu memang pembuat masalah," tunjuk Kino kepada Noel.
"Tsk, kali ini aku tahan. Tapi sekali lagi kamu memicu emosi ku, kamu akan tanggung akibatnya!" ucap Noel memberi ancaman atas tindakan Kino berikutnya.
"Eh...? Bukannya Noel orangnya murah senyum ya, bukannya tadi dia terlihat seperti orang yang mudah marah."
Sebenarnya aku membuat mereka berdua ribut dari awal. Tujuannya tadi tidak lain untuk memastikan Noel. Kini yang aku dapatkan rupanya sifatnya lain dari dirinya.
Semoga saja aku kembali mengulang waktu yang sama persis dengan kondisi dan keadaan sebelumnya. Aku tidak ingin ada yang berbeda.
Tak lama keduanya pun sama-sama mengalah dan berdiam diri tak bergeming. Kemudian aku pun tidur setelah kelopak mataku terasa berat untuk terjaga.
Pagi harinya aku bangun kesiangan kira-kira jam sembilan baru aku bangun. Mungkin karena aku tidur terlalu kemalaman sehingga bangun pun agak kesiangan begini, hanya saja apakah tidak ada yang membangunkan diriku sebelumnya.
"Haaa selamat pagi dunia..."
Rasanya saat bangun begitu nikmat ketika tidurku sangat nyenyak semalam, padahal sebelum mengulang waktu aku sempat menyaksikan pemandangan mengerikan dan super sadis.
"Kino? Kamu belum bangun juga ya."
"Aku masih mengantuk Anita... sebentar lagi, kasih aku waktu beberapa menit."
"Baiklah, aku kasih satu menit."
"Iya iya, aku bangun. Kamu ini seperti seorang istri yang membangunkan suaminya yang malas kerja ya?"
"......."
Aku beranjak dari tempat tidur sambil membetulkan rambutku. Lalu keluar dari kamar yang sudah di manipulasi waktunya oleh Kino, dan betapa terkejutnya saat aku melihat tempat ini yang berubah menjadi bersih.
"Huh!?"
Tentu saja aku terkejut, seingat ku, selain kamar yang aku tempati tadi semua ruangan di rumah ini sangat kotor dan berdebu. Namun kini tampak berbeda dari yang sebelumnya.
Lalu terlintas dalam benakku jika aku kembali mengulang waktu yang sama, tetapi berbeda kondisi maupun keadaan.
"Kok tempat ini beda ya?" ucap Kino yang sudah ada di sampingku.
"Kino, kamu menyadarinya kan. Ada yang berbeda?"
"Emang sih... rumah ini berbeda keadaan dari waktu normal kita."
"Jadi kita tidak kembali diwaktu yang sama kan?" tanyaku.
__ADS_1
"Kayaknya sih iya!"
Sudah senang sekali aku kembali ke waktu ini, eh mala jadi begini. Beda keadaan dan beda kondisi."
"Lihat itu, ada orang yang menyapu," seru Kino.
Kamipun mencoba menghampiri seorang wanita yang nampak sedang menyapu untuk bertanya kepadanya.
"Maaf, aku mau bertanya!"
"Kalian udah bangun ya... Maaf aku jadi membangunkan kalian." seorang wanita berpakaian pembantu yang tersenyum ramah kepadaku dan Noel saat kami menyapanya.
"Anda siapa ya?" tanyaku sambil membalas senyuman ramahnya dengan senyum milikku.
"Aku kebetulan berjumpa dengan pria bernama Noel dijalan dia lalu menyuruhku untuk membersihkan tempat ini!"
"Kok bisa ya wanita ini mau-mau saja diperintah?"
"Sebenarnya aku mau disuruh oleh pria itu karena sebelumnya aku membuat perjanjian dengan nya!"
"Perjanjian apa?" tanya Kino ikut nimbrung.
"Kira-kira aku akan membantu kalian selama di rumah ini dan menjaga kalian saat di luar. Sebagai gantinya dia akan membalasnya, maksudku membalaskan dendam ku kepada orang yang telah membunuh sahabat-sahabatku!"
"Gitu ya, cukup sepadan sih. Tapi menurut kamu bagaimana Anita?"
"Membantu dan menjaga kami berdua saat di rumah ini dan di luar sana, memangnya dia memiliki kemampuan seperti apa sampai-sampai Noel membuat perjanjian dengan nya?"
"Kamu melamun ya?"
"Enggak Kok, aku cuma penasaran aja sama kemampuannya," sahutku berbisik kepada Noel.
"Maaf kalau aku membuat kalian merasa tidak nyaman, setelah ini aku akan selalu menjaga jarak kedepannya."
"Bukan begitu, anda boleh melakukan apa yang tertulis didalam perjanjian sesuai dengan kemampuan anda, kami berdua ngga melarang kok!"
"Terimakasih."
"Iya sama-sama."
Siang hari aku pergi sendirian untuk mengejek keadaan di sekitar tempat ini.
"Sama sih, tidak ada yang berbeda. Cuma aku harusnya bertemu dengan pria sabit itu disana."
Sembari aku mencari keberadaan Noel yang masih belum kutemukan disekitar area ini. Area bekas kota yang terdapat bangunan-bangunan terbengkalai.
Yang diselimuti oleh tumbuhan merambat dan terlihat hampir tertutupi olehnya.
"Hallo gadis!"
"Heh siapa yang memanggilku dari arah belakang?"
__ADS_1