Last Life

Last Life
Sang Raja Yang Berbeda


__ADS_3

Kamar ini sangat mewah hanya untuk tempat beristirahat menurutku dan terlalu elegan bagi orang sepertiku yang baru merasakan hal seperti ini.


Sepertinya Raja ada maksud tertentu mengapa dia membawaku kesini sudah jelas bahwa dia akan melakukan hal buruk kepadaku.


Di nilai pada saat dia menyeretku untuk masuk kedalam portal, lebih mencurigakan lagi saat dia membawaku masuk kedalam kamarnya, aku yakin sekali.


"Jangan salah paham, aku membawamu kesini karena ingin menunjukkan sesuatu kepadamu. Kemarilah, ikuti aku!" titah Raja kepadaku dan aku pun mengikutinya.


Ternyata aku salah menuduh Raja akan melakukan hal buruk kepadaku.


Aku memasuki ruangan lain yang berada didalam kamar ini Raja lalu menunjukkan padaku sebuah peti emas kecil yang kemungkinan terkunci.


Dia kemudian menjelaskan kepadaku apa isi peti tersebut yang katanya adalah sebuah buku terlarang yang memungkinkan seseorang bisa melintasi ruang dan waktu.


Meski padahal awalnya aku hanya menjadi pendengar saja, akan tetapi di salah satu perkataannya Raja mengatakan kalau buku ini mampu menghubungkan dunia alternatif.


Yang membuatku tertarik akan buku yang dibicarakan oleh Raja.


Aturannya, jika seseorang kembali ke tempat asalnya ada kemungkinan dia akan berbeda tubuh dari sebelumnya. Alasannya sederhana, lantaran waktu di dunia misterius ini dan tempat tinggalku berbeda jauh dengan waktu di tempat ini.


Tapi misalnya aku kembali aku sepertinya masih memiliki kesempatan untuk hidup, hanya saja ada masalah utama yang akan aku hadapi setelah kejadian aku di nyatakan meninggal.


Yang pastinya aku sudah berada di dalam tanah dan setelah aku kembali dalam artian diriku mati suri, aku mendapati masalah yang lebih besar lagi kayaknya.


Raja kemudian menjelaskan perbedaan waktu antara dunia ini dengan dunia alternatif bahwa 1 menit di dunia misterius ini sama dengan 20 menit dunia alternatif.


Setahuku sehari sama dengan 1140 menit jadi ada kemungkinan kecil jika aku dapat hidup kembali.


"Astaga... bukannya aku pernah bilang pada diriku sendiri untuk berhati-hati pada seseorang maupun informasi yang dia berikan. Kalau begitu aku akan memastikan keberadaan yang di ucapkan oleh Raja."


"Jadi apa alasan Yang Mulia menunjukkan peti ini padaku, setahuku Yang Mulia memiliki ambisi untuk memusnahkan ras manusia tidak berkemampuan?" tanyaku setelah Raja selesai menjelaskan tentang buku dalam peti itu.


"Tentu saja untuk membawamu pergi dari dunia terkutuk ini, sebab hanya dua orang saja yang berkesempatan pergi dengan buku terlarang itu!"


"Apa Yang Mulia tidak tahu perbedaan waktu antara dunia ini berbeda jauh dengan dunia alternatif, menurutku saat Yang Mulia kembali akan..."

__ADS_1


"Memang kenyataannya seperti yang kamu pikirkan, tapi aku punya cara untuk mengatasinya, asalkan kamu mau ikut denganku."


Dia kelihatannya sangat antusias sekali saat menyarankan agar diriku ikut dengannya melalui iming-iming menggiurkan.


Siapa saja mungkin menerima tawaran dari Raja, namun dalam hati aku menolak, dan akan aku katakan dengan jelas kepadanya.


"Apa Yang Mulia suka denganku, terus ambisi Yang Mulia pada manusia tidak berkemampuan bagaimana?"


"Sebenarnya masalahnya ada pada peti ini yang mengunci buku terlarang itu, dan kuncinya menurut ramalan hanya bisa diciptakan oleh ras manusia tidak berkemampuan!"


Semakin aku memikirkannya semakin pusing kepalaku malahan dari awal aku lebih baik memilih untuk tidak mengikutinya.


"Dan untuk yang kamu katakan barusan aku memang menyukaimu."


Dan ini bagian yang terburuknya aku harus membalas perasaannya dengan bijak agar tidak membuatnya tersinggung, bahkan jika aku membuatnya marah nasibku mungkin saja akan tragis seperti rekanku yang lain.


Dan berada diujung tanduk. Aku tidak mau itu.


"Tapi... apa benar Raja tidak tertembus oleh kemampuan memasuki ingatan milikku? Kalau begitu aku coba lagi saja."


Raja rupanya mengetahui saat diriku hendak memasuki ingatannya, meskipun aku terlihat senormal mungkin agar tidak ketahuan. Tapi tetap saja ada hal yang membuat diriku ketahuan.


Akibat hal tadi aku berada dalam situasi canggung seperti ini, dan aku tidak tahu harus berkata apa untuk menjelaskannya kepada Raja.


"... maaf aku tadi..." ucapku agak menundukkan wajah merasa malu.


"Huh... terserah apa yang mau kamu lakukan, tapi aku ingatkan jika dirimu tidak bisa menggunakan kemampuan itu padaku. Dan kita akan bekerjasama untuk menguasai wilayah ras manusia tidak berkemampuan, setelah menemukan orang yang tepat guna membuat kunci peti ini!"


Dia kemudian melenggang pergi setelah selesai bicara tanpa memberitahukan kepadaku dia akan pergi kemana, rasanya aku seperti dicampakkannya saja olehnya.


Beberapa menit berlalu setelah menunggu kabar dari Raja seseorang mengetuk pintu kamar ini dan menyuruhku untuk menemui rekanku yang sebelumnya disandera.


Kini aku berada di ruang makan dengan meja panjang yang sudah dipenuhi oleh makanan lezat ala kerajaan.


Sama seperti jamuan makan pada umumnya dengan nuansa elegan.

__ADS_1


Aku melihat Yin melirik ke arahku saat aku memasuki ruangan ini, baru beberapa detik dia langsung saja berlari ke arahku dan memelukku seperti biasa diiringi oleh Isak tangis, sementara Ryu maupun Lisa serta rekan pilihannya sedang duduk di meja makan itu dengan ekspresi datar.


Mereka kelihatannya bersikap dengan hati-hati dalam keadaan seperti ini.


Kemudian Raja menyuruhku dan yang lain untuk makan bersama. Tidak ada obrolan disela-sela makan yang ada hanyalah suara dentingan garpu dan pisau.


Setelahnya aku dibawa ke suatu tempat oleh Raja tanpa pendampingan para prajurit, dan Raja menegaskan agar diriku tidak berbicara terlebih dahulu dengan rekanku.


Dia membawaku ke sebuah tempat dimana banyak wadah kaca berisi cairan dan spesimen berbentuk manusia.


Setelah keluar dari wilayah kerajaan setelah melewati portal yang digunakannya sebagai sarana berpindah tempat.


"Ini adalah tempat rahasia percobaan yang aku lakukan selama ini!" ujar Raja membalikkan badannya disela pembicaraannya.


"Apa Yang Mulia menggunakan orang dari ras manusia tidak berkemampuan sebagai objek percobaan?"


"Kamu tahu banyak ternyata, itulah mengapa aku suka denganmu. Pemikiran mu sebenarnya luas, hanya perlu dedikasi saja agar dirimu menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Dan aku bisa mewujudkan itu!" ucap Raja sembari mendekatkan wajahnya padaku, membuatku jadi tidak tenang.


Padahal apa yang dia banggakan kepadaku jujur saja membuatku agak kesal dan tidak menggambarkan diriku ber-pemikiran luas.


Meskipun kini wajahnya terlihat muda dan lumayan tampan, tapi dia itu orang yang jahat. Setahuku, umurnya menurut hitunganku sudah menginjak usia 43 tahun.


"Maaf Yang Mulia, kurasa hal seperti ini terlalu berbahaya!" ucapku beralasan hingga menghentikan apa yang akan dilakukannya, dia sebelumnya semakin dekat saja denganku.


"Apa itu, jelaskan!"


"Emm..."


Beberapa saat aku tidak menjawab sehingga Raja melihat malas kepadaku dan memilih pergi mendahului menuju sebuah wadah kaca berisi seseorang dalam keadaan tanpa busana.


Aku mengikutinya dari belakang guna melihat seseorang itu dari dekat dan dia adalah Kino.


"Kino... apa itu beneran dia, bukannya dia telah lenyap dari dunia ini. Mengapa dia menjadi salah satu kelinci percobaan Raja?"


Tentu saja hal ini membuatku bertanya-tanya. Aku ada dimana, aku sedang apa, dan aku siapa.

__ADS_1


"Dia ini seseorang yang memiliki kemampuan luar biasa, untungnya aku sempat mendapatkan bagian tubuhnya sebelum kejadian tragis menimpa anak muda ini hingga dirinya tewas dan lenyap terkena serangan itu," jelas Raja padaku, sementara diriku hanya menatap lekat wadah kaca yang mengurung Kino didalamnya.


__ADS_2