
Sebuah ambisi yang mengarah pada tindakan buruk maupun tidak berperasaan dari ras manusia dewa yang akan diajak bergabung kali ini.
Aku kini membaca laporan terkait ras manusia dewa itu yang katanya pernah membuat batu sebesar kota di gurun pasir itu saat dirinya hilang kendali.
Yang untungnya batu besar tersebut dapat dihalau dengan bantuan sejumlah besar orang dengan kemampuannya masing-masing.
"Apa dia pernah membunuh dan diketahui aksinya itu?" tanyaku kepada Yanwu.
"Belum. Dia tidak pernah dikabarkan membunuh, hanya saja eksistensinya digambarkan seperti pembuat kekacauan dan ketakutan bagi penduduk kota itu!"
Kembali aku merenung menyelami gambaran kehidupan ras manusia dewa itu menurut versi ku. Demi menemukan cara untuk mengubah pikirannya tentang ambisi menguasai kota di gurun pasir.
Menurutku pasti ada sebab kenapa dia hendak menguasainya, selain menjadi dalang seperti yang dikatakan oleh Yanwu.
"Menurutku dia ingin menjadi penguasa kota itu, ya secara realistis memang seperti itu!" ucap Leonin terlihat malas, namun dirinya sempat berpendapat.
"Bukan, lebih tepatnya dia ingin menggeser posisi pemimpin kota itu. Dan ras manusia dewa itu tidak memiliki niatan agar dirinya menjadi pengusaha penganti. Sebab, dia berusaha untuk mengiring opini penduduk kota tentang ketidakberdayaan pemimpinnya dalam mengatasi kekacauan yang disebabkan oleh ras manusia dewa itu!" timpal Doro yang menurutku nampak masuk akal, anggapannya dapat diperkuat dari informasi barusan bahwa ras manusia dewa itu tidak pernah membunuh.
"Tapi bisa saja dia pernah membunuh namun tidak diketahui. Hmm, benar-benar rumit."
Pada akhirnya pembahasan tersebut dipercepat dan Yanwu langsung menunjuk siapa saja yang ikut dalam misi.
"Kenapa aku, aku ini orang baru benarkan?" tanya Junjie penasaran kenapa dirinya ditunjuk di awal.
"Benar apa yang dikatakannya, bisa saja dia...?" timpal Reina tidak dilanjutkan kalimatnya.
"Aku hanya menebak bahwa dia bisa mengatasi keinginan terpendam ras manusia dewa itu jika sudah waktunya!" jelas Yanwu tidak ku mengerti sama sekali apa maksudnya.
"Lebih rincinya, bisakah kamu ulangi?" sambung Doro.
Yanwu nampak menghela nafas "Ras manusia dewa itu kesepian semasa hidupnya, itulah mengapa dia menjadi eksistensi buruk di kota. Sebenarnya dia memang sengaja, agar orang-orang di dunia ini menyadari kehadirannya. Dia memang tidak memiliki niat membunuh dari awal dan sudah memperkirakan perbuatannya bisa diatasi oleh penduduk kota itu!" terang Yanwu kali ini membuatku lumayan mengerti.
"Hei... tapi tidak ada hubungannya dengan diriku yang ikut serta, aku masih memiliki urusan dengan seseorang!" ucap Junjie dia menolak sekali lagi dengan dalih tidak ada hubungannya dia dalam misi, sembari melihat ke arahku sekilas.
Lalu Yanwu menjawab alasan pasti Junjie diikut sertakan dalam misi penting dan rahasia ini, yang hanya diketahui oleh target ras manusia dewa berikutnya.
Dia mengatakan bahwa Junjie dapat memuaskan wanita itu, dikarenakan kemampuan spesial Junjie dapat mempercepat regenerasi luka pada tubuhnya sendiri maupun tubuh orang lain.
__ADS_1
Masih belum aku mengerti, Yanwu kemudian menegaskan wanita dari ras manusia dewa itu memiliki jiwa psikopat akut yang dipendamnya sejak lama.
Sehingga ada niatan menguasai kota itu lalu membuat orang-orang dalam kontrol dirinya, tindakan wanita itu Yanwu asumsikan untuk lari dari jiwa gilanya.
"Oke, aku akan ikut, tapi ijinkan aku mengajak Anita juga!"
"Hah? Tapi aku sudah ikut misi dari awal, aku mau istirahat...!" tolak ku dengan alasan yang jelas.
"Benar apa yang dikatakan oleh adikku, hari ini kami berniat akan membuat berbagai olahan dari buah-buahan!" timpal Reina mendukung diriku, untungnya dari awal aku sudah mengantisipasi.
"Baiklah, baiklah aku tidak akan mengajaknya, mengingat dia kelelahan karena hal kemarin. Hanya saja aku meminta alat yang dapat membuatku berkomunikasi dengannya!" Junjie akhirnya setuju untuk ikut dalam misi hanya saja dia mempersulitnya dengan meminta sesuatu, dan berhubungan erat denganku pada permintaannya itu.
Tap.. tap.. tap..
Suara langkah kaki mengalihkan atensi ku mengarah pada Sekai yang dikelilingi oleh robot menyerupai bola yang dapat terbang tanpa sayap dan baling-baling.
"Kebetulan sekali, aku butuh seseorang yang akan dijadikan subjek dari rekaman detail dan jelas robot-robot ciptaan ku ini!" ucap Sekai.
"Apa alat itu bisa membuatku ketika sedang bertarung dilihat oleh dia?" tanya Junjie seraya menunjuk ke arahku.
Aku pun langsung pergi sembari berhenti sejenak kemudian menoleh, dan berucap.
"Aku mau ke belakang!"
Tiga dari mereka menjawab beberapa lagi mengangguk.
Yanwu bilang misi kali ini akan berlangsung singkat jika yang ikut adalah orang sesuai dengan misi dan kecocokan dengan ras manusia dewa itu, mungkin maksud Yanwu semalam adalah Junjie.
Jujur saja aku tidak menyangka dari awal. Yanwu sudah memperkirakan semuanya pada setiap misi, sekarang sudah jelas saling berhubungan.
Itulah mengapa dia mengatur ras manusia dewa manakah yang pertama kali di ajak bergabung.
Saat berjalan menuju kamar kecil aku jadi penasaran dengan keadaan sang raja itu sekarang, apa dia masih terpuruk sampai sekarang karena istrinya pergi tuk selamanya?
Sebenarnya dia hanya pemimpin kota yang kejam dan aku menyebutnya raja karena alasan tertentu.
Sampai di sel Tanaki aku langsung menanyai kabarnya, ternyata setelah aku amati dia dalam keadaan baik-baik saja. Hanya saja aku harus berhati-hati saat berada didekatnya.
__ADS_1
Meskipun sekarang ini dia ada di dalam penjara.
Di mengaku baik-baik saja kemudian mengaku jika dirinya kesepian.
"Apa boleh aku meminta dibuatkan sesuatu olehmu?"
"Apa itu?"
"Hidangan yang dulu sering istriku buatkan untukku saat diriku sedang sakit, dan setelah aku memakannya aku akan kembali bersemangat!"
"Hmm, kamu tidak sedang merencanakan sesuatu kan? Lagian aku tidak punya resepnya."
"Tenang saja, ikuti kata-kataku! Gula.."
"Tunggu! Jangan termakan tipu daya penipu itu, dia pada akhirnya akan mempermainkan dirimu Anita!" ucap seseorang yang aku kenal suaranya. Dia barusan memperingati diriku.
"Junjie? Kenapa kamu bisa ada disini? Bukannya kamu sedang...?"
"Diskusi tadi sudah selesai, aku kemari karena mengikuti harum dirimu. Dan pria yang pandai menciptakan robot itu sedang mengoperasikan layar besar untuk melihat berbagai aktivitas ku saat misi melalui rekaman robotnya!" jelas Junjie sembari menatapku serius. Dia memang sedang memperhatikan diriku melalui penjelasan tadi.
"Jadi pada akhirnya kamu dengan siapa menyelesaikan misi ini, bukan sama aku kan?" tanyaku ingin memastikan.
"Hahaha tidak, kamu cukup perhatikan saja diriku pada layar besar itu. Karena aku sendirian dalam misi kali ini!"
"Huh...? Tapi kan bahaya kalau kamu sendirian, kenapa ngga sama yang lain saja? Aku sarankan ke Yanwu ya!"
Junjie menahan tanganku saat aku hendak pergi menemui Yanwu.
"Tidak apa-apa, sendirian malah membuatku semakin semangat karena layar besar itu akan selalu menyoroti diriku! Asal kamu menontonnya saja dan membantuku lewat alat komunikasi suara aku pasti bisa menyelesaikan misi tersebut!"
Alasan yang tidak masuk akal dan malah membahayakan diri sendiri menurutku, kecuali hal ini sudah dalam perkiraan Yanwu lagi.
Tapi mendengar kata aku bisa membantunya lewat layar aku jadi lega.
Pasti Junjie bisa melaluinya dengan mudah. Ya, tapi tetap saja berisiko.
"Apa kalian berdua bisa pergi dari sini, aku sudah muak melihat kemesraan kalian disini, ku mohon pergilah jauh-jauh! Aku mengaku sebelumnya hendak menipu!"
__ADS_1