Last Life

Last Life
Kemampuannya Atau Anugerah


__ADS_3

Pagi hari aku bangun pukul 04.30 guna menyiapkan diri agar lebih siap lagi sebelum rencana yang sudah tertulis pada tim penyusupan dilakukan, yang aku sendiri berada di tim tersebut.


Antara lain beranggotakan diriku, Brain, Nie, Kino, dan Yin yang berpindah tim.


Kini diriku melakukan rutinitas yang biasanya sering dilakukan menjelang pukul 05.00 salah satunya olahraga peregangan tubuh.


Lalu kebiasaan tidak pernah aku lupakan ketika bangun tidur ialah minum segelas air putih, bila perlu segelas lagi jika memang aku merasa haus.


Seusai melakukan peregangan di tempat tidur yang masih gelap hanya cahaya dari bulan yang menerangi, masuk melalui jendela sedikit terbuka. Aku pun langsung saja beranjak dari tempat tidur menuju jendela.


Di luar sangat gelap sekali dibandingkan dengan didalam rumah ini, meskipun cahaya bulan menerangi diluar.


Aku fokus pada bangunan tak jauh dari rumah yang begitu menyeramkan kondisinya. Dan sudah rusak di bagian luarnya ketika aku melihatnya secara teliti.


Memandanginya sembari membayangkan kejadian yang aku ciptakan dalam pikiranku. Aku melamun sebentar, lalu melenggang pergi ke luar kamar.


Sunyi sepi tidak ada suara berisik saat aku menuju kamar mandi.


"Yang lain masih pada tidur ya, tapi apa iya mereka tidur setenang ini tanpa ada suara sedikitpun. Seperti orang mati saja!"


Mencuci muka lalu menyikat gigi, kemudian mandi pagi-pagi sekali.


Di jam 05.00 aku mendengar suara dari setiap kamar yang ditempati. Kini aku berada di perpustakaan didalam rumah ini sedang membaca buku catatan.


"Kamu sudah disini dari tadi?"


Yanwu mengejutkan diriku dengan suaranya yang terdengar kecil dan lembut.


"Ya... aku sedang membaca buku disini," jawabku tetap masih fokus membaca buku.


"Aku kesini juga melakukan hal yang sama, membaca dan memikirkan lagi rencana cadangan bila ada situasi dan keadaan nantinya tidak sesuai dengan rencana awal!"


Sebenarnya Yanwu ini orangnya aneh dan misterius menurutku, dia bisa saja mengalahkan orang berkemampuan hebat dengan kemampuannya yang beragam itu.


Hanya saja dia terlalu menyembunyikan identitasnya.


Jujur saat ini aku sedang malas sekedar untuk mengobrol dan lebih memilih untuk membaca buku catatan dari tuan Mizu mengenai kemampuan diriku.


"Iya..."


"Ya sudah kamu lanjutkan baca saja, jangan pedulikan aku."

__ADS_1


Aku bahkan masih memikirkan Yin yang tadi masih tidur pulas meskipun diriku sedang melakukan olahraga peregangan tubuh.


Malah aku meninggalkannya disana sendirian, aku harap dia tidak kaget setelah bangun.


Di catatan terakhir buku ini mengatakan bahwa kemampuan diriku bisa diperkuat memalui latihan yang setiap hari aku lakukan, namun aku merasa seperti tidak ada kemajuan signifikan.


Malahan catatan ini lebih fokus pada teknik menguasai kemampuan ketimbang memperkuat menuju pada tingkatan tertentu.


"Tunggu, aku kenapa berpikiran negatif terus-terusan semenjak aku mandi? Dan badanku merasa tidak enakan sekarang ini."


Lalu bisa juga mencakup area luas seperti suatu kota, negara, dan...


"Catatan dalam buku ini sobek, halaman selanjutnya pun kosong tidak ada tulisan sama sekali."


Semuanya sudah berada di halaman depan rumah dan bersiap memulai rencana masing-masing tim. Dan merincikan kembali rencana utama gabungan dari semuanya.


Setelah selesai membahasnya tim lain langsung bergerak, sementara timku masih menunggu Brain menggunakan kemampuannya yang tidak aku ketahui.


Bisa saja kemampuan berpindah tempat memungkinkan dirinya membawa rekan-rekannya. Atau mungkin kemampuan yang tidak ada dalam bayanganku.


Serta dia ini sedikit sekali saat berkata, bahkan saat berbicara guna memberikan semangat pun hanya sebatas yang diperlukan dan inti daripadanya.


Yang lain saja menanggapinya dengan anggukan kecil dan perkataan "ya" beruntungnya di tim ini ada Yin jadi tidak sunyi sekali.


Dan seperti biasa Brain tidak menjawab malah fokus pada dirinya saat ini, entah apa yang ada di dalam pikirannya sehingga dia seserius begitu.


Tiba-tiba saja tanah bergetar seperti terjadi gempa dadakan.


"Gempa!?"


"Yee..."


"Apa yang kamu lakukan?"


Ada suara gemuruh yang aku dengar dari bawah dan...


Keluar pesawat terbang yang sangat besar untuk ukurannya. Aku sendiri membandingkannya dengan diriku seperti semut dan raksasa.


"Kemampuan diriku sebenarnya menciptakan sesuatu menurut gambaran dalam pikiranku, apapun itu!"


"Anehnya, sesuatu itu akan muncul dari dalam tanah."

__ADS_1


Aku yang mendengarnya pun hanya dibuat menganga saja.


Dan ternyata penyebab dirinya selalu fokus tadi bisa di simpulkan guna menciptakan pesawat super besar ini dan terlihat sangat canggih.


"Bukannya pesawat ini terlalu besar untuk dijadikan tumpangan kita menuju kerajaan, dan sangat rawan terdeteksi oleh pihak musuh karena ukurannya yang sangat besar ini?" tanya Kino berpendapat.


Aku sendiri setuju mengenai pendapatnya Kino tersebut.


"Siapa bilang pesawat besar ini untuk kalian?" tandas Brain dengan tatapan dinginnya.


"Bukannya sudah jelas pesawat ini sebagai tumpangan kita walaupun ukurannya terlalu besar?" ucap Nie menimpali.


"Akan aku jelaskan, pesawat ini tidak terlihat oleh orang lain selain kalian. Karena sudah aku atur pengaturan didalamnya. Lalu pesawat ini akan digunakan untuk menyelamatkan orang-orang tidak berkemampuan yang ada di wilayah luar kerajaan!"


"Lebih tepatnya di suatu bangunan rahasia."


Melalui penjelasan tadi rupanya kami tidak menaiki pesawat tersebut. Yang kini semakin tinggi berada di udara hingga menutupi matahari.


Luar biasanya tidak meninggalkan jejak bayangan sama sekali.


Kini keluar dua mobil yang kata Brain dapat digunakan sebagai tumpangan menuju kerajaan. Sebuah mobil dengan kecepatan tanpa batas ketika aku memasukinya dan melihat meteran kecepatan.


Aku bersama dengan Kino dan dia yang mengendarai mobil, tak lupa pula si kecil Yin yang duduk dibelakang.


Mobil satunya lagi terdapat Nie dan Brain, dan Brain sendiri yang akan mengendarainya.


Kerennya, kata Brain mobil ini bisa melayang di udara maupun berada beberapa inci dari tanah untuk bergerak seperti mobil pada umumnya.


Dibalik kemampuannya itu Brain memberitahukan jika sewaktu-waktu ciptaannya itu lenyap akan seketika.


Tergantung kondisinya nanti dan fokusnya yang bisa saja drop.


Aku rasa kemampuan Brain ini sangat aneh tapi bisa dikatakan sebagai kemampuan luar biasa menurutku.


Banyak sekali manfaat pada saat menggunakannya yang tak lepas dari resiko yang harus di terima ketika hal buruk terjadi. Ya. Menurutku seperti ini.


Brem...


Mobil melaju dengan kecepatan sedang dan tidak menimbulkan suara berisik ketika jalan.


Untuk penunjuk arah menggunakan map yang ada didalam keunggulan mobil, maksudku seperti mobil mata-mata yang canggih. Bentuk map tersebut bundar.

__ADS_1


Tapi aku melihatnya bagian bundar tersebut bukan untuk map saja, dipinggir nya aku lihat ada gambar mengartikan kompas, sistem navigasi, dan sambungan drone.


"Serius mobil ini sangat canggih seperti di masa depan?"


__ADS_2