My Lovely Office Girl

My Lovely Office Girl
Eps 177 (Bekal makan siang)


__ADS_3

Ponsel Ayumi yang terletak di atas nakas kamar terus bergetar. Memperlihatkan sebuah panggilan Video masuk dari seseorang dengan nama kontak.


Daddy Tomato.


Sementara Ayumi tengah sibuk berjibaku dengan perkakas dapur. Dan tentu saja tidak menyadari jika suaminya kini sedang berusaha menghubungi.


"Yakin? Tidak mau Ibu bantu?" Tanya Tutih yang sedari tadi berdiri dan memperhatikan di dekatnya.


Sementara Ayumi yang sedang mempersiapkan segala macam bumbu, untuk memasak slice beef pesanan suaminya, menjawab dengan gelengan kepala.


"Ay? Randy telepon Ibu nih!" Maria muncul dari dalam kamarnya.


Wanita itu memberikan handphone miliknya kepada Ayumi. Yang segera perempuan itu raih, dan mendekatkan ke arah daun telinga.


"Ya, kenapa?" Ayumi langsung bertanya.


"Dimana?" Randy melayangkan pertanyaan konyol itu, sampai membuat Ayumi menatap Tutih dengan tatapan bingung.


Ayumi diam untuk beberapa saat.


"Ada apa?" Tutih bertanya.


Ayumi mengulum senyum.


"Kok dimana sih! Ya di rumah, dimana lagi!" Kata Ayumi sambil terus mengiris bawang bombai juga paprika. Sampai kepalanya miring ke kiri, ketika menahan ponselnya dengan bahu agar tidak terjatuh.


"Aku Vidio call hampir 20 kali kamu nggak jawab. Lagi ngapain sih? Aku mau tanya kamu jadi bawa makan siangnya atau tidak, kalau tidak ya aku makan di kantin atau order via online." Pria itu menggerutu.


Ayumi menghela nafas ketika mendapatkan cercaan dari suaminya, Randy. Jam masih menunjukan pukul 10, tapi pria itu sudah sangat bawel dan sibuk hanya untuk memastikan.


"Aku lagi masak sayang, sabar sedikit. Ini juga baru jam sepuluh, masa sudah bawel! Tungguin aja nanti aku tiba-tiba ngasih kabar udah di lobby!" Kata Ayumi.


Dua Ibu yang sedang berada disana hanya tersenyum melihat percakapan Ayumi juga suaminya. Yang mereka ketahui Randy memang sedikit pemarah tidak sabaran, dan sedikit manja ketika dia bersama Ayumi.


"Jangan bawel!" Kata Ayumi lagi dengan suara yang sangat lembut.


Bak seorang ibu yang sedang berbicara, dan menjelaskan sesuatu kepada anaknya.


Maria dan Tutih saling memandang, lalu tersenyum.


"Idih. Dibilangin jangan bawel, ya sudah kalau begitu aku nggak jadi anter makan siangnya yah! Beli saja deh disana, belum apa-apa udah ribet ah." Tegas Ayumi.


"Nah, … begitukan bagus." Ayumi tersenyum.


"Kalau begitu tutup dulu teleponnya, aku mau lanjut masak dulu biar cepat selesai terus kesana anterin makanannya.


Ayumi terlihat mengangguk, kemudian menoleh ke arah Maria dan segera mendekat.


"Hape nya, Bu!" Kata Ayumi.


"Sudah selesai?" Tanya Maria seraya meraih benda pipih itu, dan meletakkannya di atas meja.


"Sudah." Ayumi langsung membawa teflon, dan meletakkannya di atas kompor, yang langsung perempuan itu nyalakan.


Maria terkekeh pelan.


"Begitulah dia. Selalu rewel kalau bersama orang yang menurutnya sangat dekat dengan dia." Kata Maria.


Mendengar itu Tutih tersenyum.


"Ayumi pun sama. Dia akan sangat manja, … atau mungkin mereka saling memanjakan satu sama lain yah!"


Dan ucapan itu berhasil membuat wajah Ayumi merona, ketika melihat kedua ibunya terus menggoda sambil tertawa-tawa.


"Haduh. Ibu-ibu mending pergi deh, nge teh gitu di taman, aku nggak bisa fokus kalau kalian disini." Rengek Ayumi dengan perasaan sedikit kesal.


Tutih dan Maria tertawa kencang, kemudian mereka menuruti keinginan Ayumi. Keduanya pergi ke arah pintu taman belakang yang selalu terbuka.


***


"Terimakasih, Pak." Kata Ayumi, kemudian dia keluar dari dalam sebuah mobil taksi yang dia jadikan sebagai alat transportasi untuk mengantarnya ke kantor sang suami.

__ADS_1


"Sama-sama Neng." Supir itu menjawab.


Ayumi menutup pintu mobil taksi itu, kemudian berjalan memasuki sebuah kawasan perkantoran, dimana kini suaminya berada. Dan untuk pertama kalinya dia melihat tempat sehari-hari Randy menghabiskan waktu dari pagi hingga sore.


Sebuah gedung berbentuk oval, dengan kaca mengkilap disekelilingnya.


"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" Seorang security yang berdiri di pintu masuk langsung bertanya, dengan senyuman yang terlihat begitu ramah.


"Mau antar makanan, Pak!" Jawab Ayumi sambil tersenyum malu-malu.


"Silahkan ke meja resepsionis terlebih dahulu." Security itu mengarahkan.


Ayumi mengangguk, lalu dia berjalan ke arah meja, dimana dua orang wanita berpakaian rapih duduk disana.


"Selamat siang, Mbak. Saya mau antar makanan untuk Pak Randy." Sedikit ragu, namun Ayumi mencoba memberanikan diri.


Sedikit sulit untuk dirinya yang seorang introvert. Hanya saja Ayumi mencobanya, dan itu tidak seburuk yang dia bayangkan.


Salah satu dari wanita itu berdiri, dia tersenyum ketika mengenali perempuan cantik yang saat ini mendatangi meja kerjanya.


"Ibu Ayumi?" Katanya.


Ayumi tertegun. Dia sedikit terkejut saat ada yang mengenali dirinya, padahal ini kali pertama Ayumi menapakan kaki disana.


"Mmmm, … i-iya!" Ayumi tersenyum canggung.


"Silahkan. Bapak Randy sudah menunggu di lantai 5, ya!"


"Langsung saja?" Ayumi sedikit ragu.


"Iya, tadi Pak Randy sudah memberi pesan jika anda datang langsung saja naik ke atas." Jelasnya sambil terus tersenyum.


"Baiklah, terimakasih." Ucap Ayumi dengan senyuman manisnya seperti biasa.


Setelah itu Ayumi berjalan mendekati pintu lift, segera masuk saat pintunya terbuka, menekan tombol angka lima, dan mundur beberapa langkah sampai benda itu tertutup kembali dengan perlahan-lahan.


Ting!!


Klek!!


Pintu ruangan paling sudut terbuka. Dan munculah Randy setelah beberapa detik lalu seseorang memberitahukan kedatangan istrinya.


Randy tersenyum ke arah Ayumi.


Perempuan dengan rambut yang di biarkan tergerai. Memakai dress berbahan kaos dengan warna hitam yang begitu kontras di kulit putihnya. Belum lagi bulatan menggemaskan di area perut, membuat Randy merasa gemas dengan seketika.


"Ay, kemarilah." Randy merentangkan tangannya.


Ayumi segera meraih tangan suaminya, yang langsung Randy genggam, dan di tarik ke arah satu ruangan yang bisa di bilang cukup luas.


Ruangan yang di dominasi dengan warna abu-abu, dan barang-barang berwarna senada, hanya ada beberapa yang terlihat berbeda, yaitu meja kerja yang terbuat dari aku jati, dan kursi kebesaran Randy yang berwarna hitam pekat.


"Naik taksi?" Tanya Randy kepada Ayumi, seraya mendorong kedua bahu istrinya agar segera duduk.


"Iya. Mobil di rumah banyak, tapi aku nggak bisa pake, sayang yah!" Kata Ayumi.


Dia tertawa cukup kencang.


"Kalau sudah lahiran kita belajar, oke!?" Randy menatap istrinya.


Ayumi mengangguk.


"Mau makan sekarang? Aku bawa lauk dan nasinya cukup banyak. Siapa tahu kamu mau kasih Pak Raga atau siapa gitu." Ayumi membuka Tote bag berukuran besar yang dia bawa dari rumah, lalu mengeluarkan beberapa kotak nasi dan slice beef paprika lada hitam buatannya.


Randy terdiam tidak percaya.


"Aku kira kamu hanya masak untukku saja." Randy menatap Ayumi, lalu tersenyum penuh arti.


"Nggak enak dong. Masa kamu makan sendiri doang nggak mau bagi-bagi! Jangan pelit, nanti Baby-nya ikutan pelit pas besar nanti."


Perempuan itu mengarang. Sementara Randy hanya mengangguk, pertanda bahwa pria itu percaya dengan ucapan istrinya.

__ADS_1


"Bisa tolong siapkan makanannya? Aku mau berikan ini dulu kepada yang lain." Pria itu segera beranjak pergi ke arah luar.


"Apa cukup?" Tanya Ayumi sebelum Randy benar-benar keluar.


Randy mengangguk, dia membawa beberapa kota nasi beef yang Ayumi bawa, lalu meninggalkan ruangannya untuk memberikan kepada Raga juga beberapa pekerja di lantai itu.


Sementara Ayumi mulai membuka kotak makan khusus untuk suaminya. Nasi putih, dengan beef paprika lada hitam, juga sayur brokoli rebus yang dia jadikan sebagai pelengkap, tak lupa air minum dan buah-buahan yang sudah Ayumi potong-potong agar memudahkan sang suami untuk memakannya.


"Makanlah, saya sudah ada, … ya sama-sama!" Suara Randy terdengar begitu jelas, dan tak lama setelahnya pria itu kembali masuk, dan duduk di sofa yang sama dengan Ayumi.


Randy menatap makanan itu, tersenyum dan mmbelarih menatap Ayumi.


"Apa kamu tidak repot?"


"Repot. Hanya saja bayi besarku sedang merajuk dan terus meminta agar aku mengantarkan makan siang untuknya." Kata Ayumi cukup serius.


Namun Randy hanya tertawa karenanya. Betapa sangat konyolnya dia, ketika memohon kepada Ayumi untuk membuatkan bekal makan siang, dan harus perempuan itu pula yang mengantarnya.


"Kamu sudah makan?" Randy mulai meraih sendoknya.


Ayumi mengangguk.


"Selamat makan." Ayumi tersenyum.


Randy menyendok nasi juga beef, kemudian menjejalkan kedalam mulunya, dan mengunyah dengan raut wajah berbinar.


"Enak." Kata Randy.


Pria itu memberikan dua jempol ibu jarinya kepada Ayumi.


"Makanlah, sayurnya juga. Sudah itu buah-buahan dan jangan lupa minum air yang banyak."


"Baik, Mommy."


Dengan lahap Randy menikmati makan siangnya. Tidak terlalu mewah, hanya masih putih yang masih hangat, dengan lauk beef paprika dan saur brokoli, namun rasanya terasa begitu nikmat, hingga tanpa sadar dia makan dengan sangat terburu-buru, seolah takut jika bekal yang Ayumi bawakan ada yang merebut.


"Bukan mulutmu, Mom!" Dia menyodorkan sendok kehadapan Ayumi.


Perempuan itu menolak, dia menggelengkan kepalanya.


"Cepatlah."


"Sayang aku sudah makan." Tolak Ayumi lagi.


"Kamu kenyang?"


Ayumi mengangguk, lalu mengusap perut bulatnya yang terlihat sangat menggemaskan.


"Baiklah kalau begitu suapan ini untuk, Baby Tomato. Dia masih lapar, … berbeda dengan Mommy yang sudah kenyang." Randy kembali mendekatkan sendok itu pada bibir Ayumi.


"Tapi …"


"Cepatlah, dia butuh banyak nutrisi agar tumbuh kembangnya bagus."


Dan mau tidak mau dia membuka mulutnya, karena menolakpun tidak akan bisa, pasti ada akal-akalan lain yang Randy lakukan.


"Sudah!"


"Sekali lagi." Randy sedikit memaksa.


"Aku tidak mau, nanti kekenyangan dan ketiduran disini. Bahaya!"


"Ada kamar untuk istirahat. Tenang saja!"


"Tidak mau, Abang."


Ayumi menggeser tubuhnya agar lebih menjauh. Membuat Randi terdiam menatap istrinya dengan tatapan penuh permohonan.


"Aku kenyang." Rengek Ayumi.


"Baiklah baiklah." Katanya lalu melahap semua bekal makan siangnya.

__ADS_1


__ADS_2