PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
109. Kematian Raja Kera


__ADS_3

"Apa kau tidak lelah meraung terus ? Nanti kau akan haus saat di neraka nanti. Aku dengar mereka tidak memiliki air bersih seperti di sini dan hanya ada aliran sungai api. Sedang kan ras kera bermusuhan dengan elemen api. Aku tidak dapat membayangkan betapa tersiksa nya mereka di neraka. " kata Zhang Wei sambil ngos-ngosan.


"Diam !!" teriak Raja Kera marah.


"Sudah ku bilang jangan marah marah, nanti cepat tua loh. " kata nya sambil memeletkan lidah nya.


"Diam lah, atau aku akan meremukkan tubuh mu !!" kata Raja Kera geram dan bersiap melemparkan serangan nya.


Zhang Wei yang telah berhasil menstabilkan pernafasan nya langsung bersiap menyerang juga. Jiu Zhi pun juga melakukan hal yang sama.


"Kau siap ?" tanya nya pada Jiu Zhi.


"Ya." kata Jiu Zhi tanpa ekspresi.


"1... 2...3....


Tinju Naga Api !!"


"Tinju Besi Mutiara !!" Teriak Jiu Zhi bersamaan.


Raja Kera yang tidak menyangka akan di serang dari dua sisi langsung terkejut dan terlempar mundur 300 meter.


Kaki Raja Kera sudah di lumpuh kan membuat Raja Kera hanya dapat menyerang dalam posisi duduk.


Namun meski pun kedua kaki nya sudah di lumpuh kan, mereka masih tidak boleh lengah mengingat kalau tenaga Raja Kera 10× di atas mereka.


Raja Kera yang marah mencabut 10 pohon sekaligus di masing masing tangan nya dan melemparkan nya ke Zhang Wei dan Jiu Zhi dengan marah.


Zhang Wei dan Jiu Zhi yang telah menyadari itu langsung menghindar , di tambah lagi dengan teknik tubuh besi milik Zhang Wei.


Sekarang matahari sudah mulai menunjuk kan diri nya kembali, kondisi Zhang Wei sendiri tidak terlalu baik dengan goresan di berbagai anggota tubuh nya.


Topeng nya sudah hancur kemana mana saat dia sedang menghindari serangan mematikan dari Raja kera.


Jiu Zhi memiliki luka yang tidak terlalu parah hanya saja saat ini Jiu Zhi sedang kelelahan sama seperti Raja Kera.


Zhang Wei dengan kaki yang gemetar berdiri dan menatap Raja Kera dengan ganas. Dia menyeret pedang nya menuju Raja Kera yang kelelahan.


"Hiahhhhh!! Naga Menghancurkan Bumi !!" raung nya marah.Dia menebas dengan sepenuh tenaga nya dan mengandalkan seluruh sisa dari Qi nya.

__ADS_1


Raja Kera yang tidak sempat memberikan perlawanan langsung terbelah menjadi dua di bawah pedang Zhang Wei.


Zhang Wei duduk dan menghela nafas lega lalu menoleh pada seluruh binatang ilahi yang telah pingsan karena kelelahan termasuk Jiu Zhi.


Zhang Wei melihat Inti Binatang yang sangat besar keluar dari tubuh Raja Kera. Dalam seumur hidup nya baru kali ini ia pernah bertemu dengan Inti Binatang sebesar ini.


Inti Binatang milik Raja Kera berukuran seperti kepala orang dewasa dan di tambah lagi dengan berat nya yang mencapai 20 sampai 30 kilogram.


Dia memasuk kan inti binatang pada Cincin Ruang termasuk dengan tubuh milik Raja Kera. Dia membuka cincin ruang nya dan mengambil Pil Penambah Qi.


Dia memakan 10 Pil dan merasa kalau Qi nya telah terisi hingga kira kira ¼ dari kondisi prima nya.


Dia dengan tubuh yang berlumuran darah berjalan dengan tertatih tatih menuju Long nie yang paling dekat dengan nya.


Dia mengikat tangan Long nie di sebuah tali yang sangat panjang. Di ikuti oleh Tian Li dan yang lain nya.


Tanpa di sadari nya, seorang pria paruh baya yang lumayan tampan sedang memperhatikan nya dari balik pohon.


Orang itu tidak lain adalah Tian Long, ayah nya Tian Li. Pada Awal nya, sebelum Jiu Zhi pingsan, Tian Long sudah berniat untuk turun tangan dan membantu.


Tapi saat ia melihat tekad yang sangat kuat di dalam mata Zhang Wei, dia langsung mengurungkan rencana nya untuk membantu.


Sebenar nya jika dia menunjuk kan aura nya saja atau menunjuk kan diri, maka Raja Kera itu akan lari terbirit birit.


Dia sendiri terkagum kagum melihat kemampuan yang di miliki oleh Zhang Wei. Karena seluruh orang tahu kalau tingkat 1 ranah bela diri 10 kali lebih kuat dari tingkat 9 Ranah Jiwa.


Dia dapat melihat kalau kerjasama antara Zhang Wei dan Jiu Zhi sangat baik dan itu adalah salah satu faktor mereka dapat menang.


Di dimensi atas maupun dimensi Ilahi, tidak banyak ada yang kekuatan nya sama dengan Zhang Wei.


Dia dapat perkirakan kalau setidak nya, Zhang Wie dapat menghadapi 5 atau bahkan 6 orang dengan kultivasi yang sama dengan nya.


Kekuatan yang mengerikan seperti itu dapat di hitung dengan jari bahkan di dimensi atas sekalipun.


Dia tersenyum tipis saat melihat Zhang Wei telah mengikat seluruh binatang Ilahi di sebuah tali besar.


Di tempat Zhang Wei


Kali ini, ia telah berhasil mengikat seluruh nya dan bersiap untuk berangkat menuju Kota Yang Guang.

__ADS_1


Dia dengan susah payah dan beberapa kali gagal untuk terbang sambil membawa semua orang di belakang nya.


Tapi pada akhir nya dia berhasil melakukan nya setelah mencoba berkali kali untuk melakukan nya.


Zhang Wei tersenyum senang dan sekaligus tidak percaya dengan apa yang dia hadapi. Karena meskipun dia mendapatkan luka yang tidak sedikit, paling tidak pengalaman nya berkembang dengan sangat pesat.


Dia menurunkan tali nya dengan perlahan ke tanah dan dengan paksa mengambil alih formasi Bunga Mawar dari Long Nie.


Dia telah mempelajari cara nya dari Tian Li untuk berjaga jaga. Dengan sedikit usaha dia pun berhasil mengambil alih Formasi Bunga Mawar.


"Buka!!" perintah nya dan formasi bunga mawar menyingkirkan salah satu kelopak nya sebagai jalan masuk bagi Zhang Wei dan teman teman nya.


Bai Yi Ren yang telah menunggu kedatangan nya langsung panik dan memanggil orang untuk mengobati luka yang di alami nya.


"Apa kau baik baik saja ?!" tanya Bai Yi Ren panik.


"Guru tenang saja. Aku baik baik saja, aku berharap guru Yao dapat mengobati luka luka yang di alami oleh temanku terutama Li Xiu. Dia mengalami luka yang paling parah di antara kami semua. " kata nya.


"Baik lah, kau bisa beristirahat. Aku akan mengurus luka luka teman mu. Kau bisa beristirahat dengan tenang sekarang, aku akan menyuruh orang untuk mengantar makanan ke kamar mu. " kata Yao Xin.


"Terima kasih guru atas perhatian mu. Aku akan istirahat dulu. " kata nya dengan lemah, dia pun pamit dan masuk ke dalam pekarangan Klan Zhang.


Dia memasuki kamar nya dan mengobati luka luka nya dengan Qi nya , dia bermeditasi untuk memulihkan kembali Qi nya.


Dia juga memakan beberapa tanaman yang berguna untuk penyembuhan dan beberapa pil Rubah Laut yang di buat nya.


Dengan bantuan Pil Rubah Laut, luka luka nya telah mulai menutup dan tinggal menunggu waktu untuk menghilangkan bekas nya.


Dia menghela nafas lelah, sambil menunggu dia mengambil kain putih yang di sediakan di kamar nya lalu mengeluarkan pedang nya dari cincin penyimpanan nya.


Dia mengelap pedang nya dengan penuh kasih sayang. Pedang nya yang sangat indah dengan ukiran naga saat ini di lumuri oleh darah.


Namun meskipun di lumuri oleh darah, ukiran naga pada pedang tidak tertutupi sedikit pun oleh darah.


......................


...****************...


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


JANGAN LUPA BUAT LIKE, COMMENT DAN VOTE BUAT CERITA PEDANG JIWA NAGA.


__ADS_2