PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
223. Pernikahan Zhu Hong


__ADS_3

"Kalian sudah selesai ?" tanya nya sambil menghirup teh yang di sediakan oleh pelayan.


"Sudah, mana hadiah yang kau kata kan tadi ? aku sudah tidak sabar !" kata Zhu Hong yang di tertawa kan oleh Long Nie.


"Ini." Jawab nya dengan singkat sambil mengeluar kan dua buah kotak yang berisi kalung.


"Lihat lah ini tulisan nama mu, untuk di gunakan oleh Long Nie. Lalu yang satu ini berisi nama mu untuk di guna kan oleh Zhu Hong. "


"dengan begini kalian akan mengingat satu sama lain, itu juga merupakan senjata spiritual. Aku menggunakan 12 kristal roh serta beberapa bahan lain nya. Itu bisa berubah menjadi pedang, kalian tinggal bayang kan saja pedang maka kalung itu akan berubah. " Ucap Zhang Wei dengan penuh kebanggaan.


"Terima kasih Zhang Wei, aku tahu kau pasti kelelahan dan kesulitan untuk membuat ini. Maaf merepot kan mu. " kata Long Nie merasa bersalah tapi tidak menutupi kebahagiaan nya saat melihat kalung itu.


Saat Zhang Wei mendengar kata kata Long Nie, ia langsung memasang wajah kesal.


"Kalian menganggap aku apa ?! Ini hanya hal kecil. Jangan terlalu sungkan ! Bukan kah kita sudah lama bersama ?" tanya nya sambil cemberut.


"Iya iya, kami yang salah. Maaf kan kami ya Zhang Wei. " kata Long Nie sambil tertawa pelan.


"Baik, kalian nanti akan menikah dan akan memberikan keponakan yang banyak kan ? " Tanya nya menggoda sepasang calon pengantin yang ada di depan nya ini.


"Tidak masalah, kau ingin berapa banyak ?" tanya Zhu Hong tanpa malu.


"Zhu Hong ! Zhang Wei !" Teriak Long Nie menutupi wajah nya yang memerah karena malu mendengar ucapan Zhang Wei.


Dari luar, terlihat Zhu Ling dan Zhu Liang yang tertawa tanpa suara karena melihat kebahagiaan anak nya.


"Ayo kita pergi, mereka terlihat sangat dekat. " kata Zhu Liang.


Mau tidak mau, Zhu Ling mengikuti perintah suami nya itu.


"Mereka terlihat sangat cocok, Zhang Wei juga terlihat sangat tulus. Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran keluarga Zhang sampai sampai rela mengusir anak sebaik Zhang Wei keluar. " kata Zhu Ling tak habis pikir.


"Kau benar, jika aku menjadi orang tua nya, aku justru akan sangat bangga. Padahal ia bisa saja kabur dari keluarga nya saat mendengar kabar itu atau tidak datang sama sekali. " kata Zhu Liang setuju dengan pendapat istri nya.


"Kalau begitu, aku iingin kita memberi nya lebih banyak kasih sayang yang tidak di dapat kan nya . " kata Zhu Ling.


"Tentu saja, lagi pula Zhang Wei adalah anak yang ceria. " Sahut Zhu Liang.


Zhang Wei yang baru menyelesaikan urusan nya dengan pasangan calon pengantin itu, merasa terharu saat mendengar percakapan kedua orang tua Zhu Hong.


"Terima kasih banyak. " Gumam nya pelan sebelum meninggal kan tempat itu.


Dia menyusuri kolam ikan mas yang ada di pekarangan belakang milik Klan Zhu.


"Zhang Wei !" Panggil Jiu Zhi.


Dia duduk di pinggir kolam dan menyandar kan tubuh nya ke tongkat kayu yang ada.


"Ada apa Jiu Zhi ?" tanya nya saat sudah masuk ke dimensi Fanrong.


"Tidak ada apa apa , hanya saja aku ingin mengajak mu pergi ke tempat keluarga ku. " Ajak Jiu Zhi.


Tanpa mereka sadari karena terlalu asik berbicara, ada seorang ibu paruh baya yang sedang membersihkan kolam ikan mas.


Terkejut dengan keberadaan Zhang Wei yang terlihat pingsan tapi tidak pucat atau pun dingin.


"Tolong ! Tolong !" Teriak wanita paruh baya.


Bahkan karena terlalu panik, wanita paruh baya itu menunjuk kan wujud asli nya yang merupakan burung vermilion.


"ada apa ?" tanya Zhu Hong dengan dingin.


"Ini tuan muda, ada seorang pemuda yang pingsan di kolam ikan mas. Hanya saja tubuh nya terlihat baik baik saja, mulai dari bibir nya tidak pucat dan tidak berkeringat dingin. "kata wanita paruh baya itu menjelaskan kondisi Zhang Wei secara rinci.

__ADS_1


"Mana ? Tunjuk kan jalan nya. " kata Zhu Hong sambil menahan tawa nya saat melihat orang yang di kata kan oleh wanita paruh baya itu.


Tawa nya pecah saat melihat perkiraan nya benar, bahkan Long Nie yang ada di sebelah nya ikut tertawa.


Di dalam dimensi Fanrong.


"Kami sebenar nya berempat. " kata Jiu Zhi.


"Berempat ? bukan kah sekarang sudah berempat dengan ku ? dan berlima dengan Tian Li ?" tanya nya tidak terima


"Bukan seperti itu. " kata Jiu Zhi pusing dan memukul dahi pria itu sendiri dengan pelan.


"Maksud ku, sebelum kami di pecah pecah oleh bangsa Naga Ilahi, kami berempat. Yang satu lagi adalah rasa Harimau Putih. Ia mungkin di berikan hukuman paling ringan. " kata Jiu Zhi sambil tersenyum pahit.


"Harimau putih sangat tunduk di bawah ras Naga Ilahi sehingga orang tua nya sangat menentang diri nya bergaul dengan kami. Jadi aku hanya ingin memperingatkan mu , kalau kau bertemu dengan wanita ini jangan melukai nya , aku mohon pada mu !" kata Jiu Zhi bahkan berlutut di hadapan nya.


"Cepat berdiri, kau hanya perlu memberikan ku gambar nya. Lagi pula, jika perang ini benar benar tak terelak kan maka seharus nya seluruh orang menggunakan baju perang kan ? Bagai mana kalau aku tidak sengaja dan membunuh nya ?" tanya nya.


"Jika memang sudah seperti itu, maka itu adalah tanda tidak jodoh. Dari awal, kami sudah mengalami banyak perbedaan. " Cerita Jiu Zhi sambil menghela nafas berat.


"Ya baik lah, akan ku usaha kan untuk mengingat seluruh bentuk wajah nya. "


Dia menghela nafas berat saat melihat gambar yang di beri kan oleh Jiu Zhi.


"Seperti nya akan lebih baik jika aku yang menggambar. Sebut kan ciri ciri wajah nya. " Perintah nya.


"Baik lah, mata nya bulat, wajah nya kecil, rambut nya selalu di kepang dua. Bibir nya tipis dan hidung nya kecil tapi mancung, kulit nya putih seputih dan sehalus salju. " kata Jiu Zhi.


"Seperti ini ?" tanya nya menunjuk kan gambar nya yang sudah jadi.


"Ya benar !! Ini sangat mirip, aku bahkan merasa kalau gambar ini hidup. " kata Jiu Zhi dengan senang.


"Sudah sudah, biar kan saja dulu gambar ini di taruh di sini, ayo keluar untuk melihat pernikahan Zhu Hong. " Ajak nya.


"Eh ini aku pernah melihat nya. " kata Qing Yu sambil memegang gambar teman Jiu Zhi.


"Kau pernah bertemu dengan nya ? Dimana ? Itu teman Jiu Zhi. " Tanya nya, bisa di lihat kalau ada harapan yang besar di wajah Jiu Zhi.


"Aku tidak terlalu ingat, aku akan berusaha keras untuk mengingat nya. " Wajah Jiu Zhi langsung berubah kecewa tapi segera menutupi nya.


"Baik lah, kalau begitu, siap siap. " Dia langsung keluar di dimensi nya.


Mata nya masih terlihat agak gelap. Tapi setelah mengedip ngedip kan mata nya, ia bisa melihat Zhu Hong yang sedang menempel kan wajah nya dengan wajah Zhang Wei.


"Aaa ! Apa yang kau lakukan ?!" Teriak Zhang Wei terkejut.


"Kau di temu kan pingsan oleh bibi pelayan halaman belakang, kata kan pada ku, kenapa kau memilih untuk pingsan di sana ?" tanya Zhu Hong penasaran.


"Kebetulan lewat sana , kau tahu sendiri kalau kamar ku dan kamar mu harus melewati halaman belakang atau lewat danau buatan di depan." Kata nya dengan kesal.


"Tapi kan kau bisa tunggu masuk ke kamar dulu baru pindah ke dimensi, bagai mana jika kau di temu kan oleh orang jahat ?" tanya Zhu Hong tak kalah kesal.


"Jiu Zhi memanggil ku tiba tiba, jadi aku kira ada yang penting. Lagi pula ini pekarangan keluarga mu , apa kah di sini banyak penjahat ?" tanya nya dengan sengit sambil mendelik ke arah Jiu Zhi yang hanya tertawa tanpa rasa bersalah.


"Baik lah, baiklah. Hentikan permasalah sepele ini. " kata Long Nie mendamaikan.


"Dengar kata calon istri mu itu ! Padahal sebentar lagi akan menikah tapi sikap masih seperti anak kecil. "Ejek nya.


"Kalian terlihat bagus dalam pakaian itu, aku jadi ingin menikah juga. " kata Tian Li dengan berlebihan.


"Diam kau anak kecil !" kata Jiu Zhi.


Mereka pun pergi keluar, menggiring pengantin yang akan menikah itu. Zhang Wei dan yang lain nya di hitung sebagai keluarga dari mempelai wanita, Long Nie.

__ADS_1


"Dengan ini, kalian akan menjadi sepasang suami istri yang akan setia sampai maut yang memisah kan !" kata Zhu Liang.


"Hore !!" Teriak mereka ramai ramai tapi tidak dengan Zhang Wei.


Duk


Zhang Wei menendang meja yang ada di samping nya beberapa piring makan berjatuhan. Meja itu melayang menuju ke tempat Zhu Hong dan Long Nie.


"Apa yang -"Ucapan Jiu Zhi terputus saat melihat puluhan panah mengarah ke arah Zhu Hong dan Long Nie.


Panah panah itu menghantam ke arah meja, dan tidak ada yang terluka sedikit pun. Dia mengeluar kan pedang nya yang berwarna merah darah.


"Keluar lah !" Teriak nya dengan lantang.


"Anak muda, kau seorang manusia tapi memiliki penglihatan dan indra yang sangat baik. Bahkan lebih baik dari pada Ras Harimau Putih. Aku ke mari hanya ingin melihat keponakan ku yang akan menikah. Betapa sedih nya hati ku saat aku tahu kalau aku tidak di undang. " kata laki laki tua itu yang di ikuti 10 orang lain nya.


"Ras Naga besi !" Teriak Klan Zhu dengan panik.


"Apa yang kau ingin kan di sini Long Yao ?!" Teriak Zhu Liang dengan marah karena ada yang berusaha untuk melukai menantu dan anak nya.


"Paman Yao, lama tak bertemu. Aku bahkan terlalu merindukan mu, aku sangat rindu pada masa masa kau menjemur ku di lapangan selama berjam jam. Ha ha. " Long Nie tertawa sinis sebelum berjalan maju dan langsung berhadapan dengan Long Yao.


Dia memberi tanda ke arah kedua orang tua Zhu Hong untuk mundur dan membiarkan Long Nie menyelesaikan urusan nya sendiri.


Kekuatan Naga tua ini cukup kuat, mungkin di Petir Surgawi tingkat 4 atau tingkat 6.


Sedang kan Long Nie yang kultivasi nya di Qi Surgawi di jamin bisa menghadapi Long Yao.


Long Nie berlatih bertahun tahun untuk mengendalikan kekuatan nya selama berada di dimensi milik Zhang Wei.


Bahkan Zhang Wei akan kesulitan jika berhadapan dengan Long Nie tanpa menggunakan jurus khusus.


"Kultivasi mu naik jauh keponakan ku, kata kan pada paman mu ini, di mana kau menemukan harta karun ?" Tanya Long Yao dengan mata serakah.


"Kau ingin tahu di mana aku mendapat kan kekuatan ini ? Aku bisa mengirim mu ke sana !" kata Long nie dengan dingin.


Long Yao adalah kakak dari selir ke 3 ayah nya, ayah nya memiliki 7 selir dan ia adalah anak dari istri resmi tapi sayang nya ibu nya sudah meninggal.


Long Yao, si Naga tua ini bisa seenak nya karena keponakan nya, anak selir ke 3 menjadi jenius Klan Naga Besi.


Bahkan mengambil hati ayah Long Nie, dan sekarang selir ke 3 itu di angkat menjadi istri resmi ayah nya.


Tapi bagi Long Nie, tidak ada yang pantas untuk menggantikan posisi ibu nya.


"Kau bisa menemukan harta karun di neraka !!" Teriak Long Nie, sekitar nya berubah menjadi besi karena kemarahan nya.


Perlakuan buruk selalu menimpa nya saat ia masih tinggal dalam Klan, dan ini adalah langkah awal untuk membalas dendam.


"Mati lah !" Tubuh Long Yao dan pengikut nya berubah menjadi besi.


"Long Xin, aku masih belum membalas dendam, anggap lah ini sebagai permulaan Perang antara aku dan kau !" kata Long Nie sambil mengenggam erat pedang nya.


"Long Nie ! Kau baik baik saja ? Aku akan mendukung apa pun yang kau lakukan. " Kata nya menghibur dan memberi Long Nie semangat.


"Apa yang kau kata kan benar Zhang Wei, tanpa kekuatan kau hanya akan menjadi sampah tapi dengan kekuatan kita bisa mengendalikan takdir kita. " kata Long Nie.


"Takdir tak bisa di lawan, percuma seberapa keras pun kau melawan. Tidak ada yang sanggup untuk melakukan itu. " kata Qing Yu sambil menguap.


"Dalam sejarah yang tercatat, ada seorang anak muda yang di anggap cacat dan tidak memiliki kekuatan, tiba tiba berubah menjadi Naga di antara ular. Tapi sayang nasib nya tak bagus, dia sebenar nya adalah jenius kultivasi. " Cerita Qing Yu dengan kata kata yang tidak beraturan.


"Pria itu berasal dari dimensi yang tidak pernah kita bayang kan. Ia berasal dari sebuah akademi dan akademi itu menyiksa nya secara terus menerus, ia di tindas, di kucil kan dan hal buruk lain nya menimpa diri nya. Ia sadar kalau tanpa kekuatan ia tidak bisa apa pun, tapi pada akhir nya ia masih mati dengan tragis tanpa penolong dan tidak berhasil membalas dendam pada akademi nya. Sungguh tragis bukan ? tapi itu adalah kenyataan. " Lanjut Qing Yu sambil menaik kan bahu.


Zhang Wei merasa ada sebuah hasrat terpendam yang keluar dari tubuh nya saat mendengar kata kata Qing Yu.

__ADS_1


bonus like : 1/ 2


__ADS_2