PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
235. Seruling Kematian


__ADS_3

Di dalam dimensi Pedang Jiwa Naga


Ada dua roh , yang satu manusia dengan pakaian yang berukiran naga yang membuat nya tampak sangat agung.


Yang satu lagi ada seorang pria yang menggunakan jubah hitam, aura Kematian terus menerus menguar dari tubuh nya tapi pria naga terus tenang dan tak merasa terganggu.


"Kau berhutang penjelasan kepada ku senior Long Chun ?" tanya pria bertudung hitam itu.


"Dia adalah reinkarnasi Han Feng." kata Long Chun dengan ekspresi tertekan.


"Apa ?! Bagaimana mungkin ? Tapi jika di lihat lihat , wajah mereka memang sedikit mirip , tapi anak ini lebih tampan dan juga kultivasi nya tidak terlalu baik di umur nya yang sekitar 19 atau 20 tahun." kata Pria bertudung hitam itu dengan lirih.


"Dia memang lebih tampan , kultivasi nya saat ini hanya sementara karena kultivasi nya sedang di segel oleh seseorang , aku bahkan tidak bisa mendeteksi orang yang menyegel nya." kata Long Chun.


"Dia di segel ? Lalu belum lagi Garis Darah Kaisar nya ?" tanya Pria bertudung hitam masih tidak percaya dengan kenyataan.


"Sejujur nya aku juga tidak tahu , tapi kata Qian Bei Garis Darah Kaisar nya telah di buang dan di ganti dengan Garis Darah Tuhan , Kultivasi nya saat ini berada di tingkat 4 Petir Surgawi." kata Long Chun.


"Garis Darah Tuhan ....... dulu dia tidak cocok dengan Garis Darah Tuhan dan sekarang bisa cocok sungguh langit yang memberi keadilan untuk tuan muda supaya bisa membalas kan dendam." kata pria bertudung hitam itu.


"Tapi jangan salah anak ini lebih pintar dan tak mudah di jebak , ia tegas dan tak mudah terpancing berbeda dengan pria itu yang sangat mudah terpancing." kata Long Chun sambil tertawa renyah.


"Kau benar , jika ada yang mengejek nya sedikit saja maka sudah pasti dia akan mulai marah." kata pria bertudung hitam itu sambil tertawa dengan riang.


Mereka berdua pun berbicara dengan santai dan melepas kan kerinduan , mereka berdua adalah bawahan Han Feng.


Asal usul Han Feng sangat lah misterius, sehingga tak banyak yang tahu dari mana pemuda yang memiliki bakat menentang langit itu berasal dari mana.


Hanya bawahan bawahan yang sangat setia dan menemani Han Feng dari nol mengetahui asal usul Han Feng.


Sayang sekali kematian Han Feng sudah menjadi rahasia umum bagi semua orang dimensi Dewa , berjuta juta tahun telah berlalu dan kisah legendaris yang menceritakan tentang perjalanan Han Feng pun mulai di lupa kan.


Hanya ada beberapa orang yang masih mengingat tentang Han Feng dan berharap kembali nya pahlawan itu untuk menstabil kan peperangan tanpa henti di dimensi mereka.


Tanpa satu pun orang tahu , sebenar nya Para Iblis yang menjadi lawan Han Feng tidak ada yang sanggup untuk membunuh nya.


Ada beberapa misteri yang belum terkuak dalam perperangan itu.


Di dunia nyata , bulan yang indah di temani permainan seruling yang menyayat hati siapa pun yang mendengar nya merupakan kombinasi yang sangat baik.


Zhang Wei sedang duduk di pinggir jendela nya dan mulai memainkan seruling nya yang bermandikan cahaya bulan yang sangat sangat indah.


Iringan lagu yang di penuhi kesedihan pun keluar dari seruling nya , beberapa orang yang mendengar naynyian seruling nya ikut menangis karena mengingat orang yang mereka cintai telah meninggal.


Zhang Wei memainkan nada ini untuk memperingati kematian Qian Bei yang sudah 40 hari dan kematian ayah nya yang sudah 7 hari.

__ADS_1


Tik


Satu bulir air mata menetes dari ujung kelopak mata nya yang sangat indah dan menawan. Meski pun begitu dia belum terlihat akan menghentikan permainan seruling nya.


Qing Yu yang berada di bawah sudah menangis terisak isak karena mengingat kematian Qian Bei yang menyedihkan.


Suara seruling Zhang Wei yang merdu terdengar ke seluruh klan , beberapa orang yang keluarga nya masih lengkap menangis dan merasa menyesal atas perbuatan perbuatan mereka.


"Permainan ini sangat indah , ingin kau nama kan apa ?" tanya Han Long Chun yang tiba tiba keluar.


"Tangisan Bulan Purnama."Jawab nya tanpa menoleh.


"Nama yang indah sesuai dengan bulan hari ini yang merupakan bulan purnama."Puji Han Long Chun.


"Justru karena hari ini bulan purnama jadi aku. memberi kan nama ini kalau tidak aku akan memberi nya nama Tangisan Bulan Sabit." Canda nya.


Dia menyimpan seruling kematian nya dan memilih untuk tidak menganggu ketenangan orang orang lagi.


Tidak ada yang tahu kalau itu adalah permainan seruling Zhang Wei kecuali Qing Yu.


Semua nya tidak menyadari penyebab mereka menangis , suara dari seruling begitu lembut dan menyentuh hati.


Orang orang hanya merasakan betapa sedih nya mereka atas kepergian orang yang mereka cintai , seolah olah kembali membuka luka lama.


"Tidak. Permainan seruling ku lebih berharga di banding kan seluruh harta dunia. Tidak boleh di gunakan dengan sering atau harga nya akan turun." Ucap nya.


"Halah , jual mahal. Tapi memang mahal sih , dulu saat aku masih menjelajah dunia , aku pernah mendengar kontes seni yang di adakan di dimensi Agung 5 tahun sekali. Setiap pemenang mendapat kan hadiah yang besar dan gelar bangsawan." kata Han Long Chun.


"Benar kah ?" tanya nya .


"Ya benar, perkiraan itu akan di laksana kan 1 tahun dari sekarang kalau menurut perhitungan dan juga kau akan mendapat kan kristal roh tingkat raja." kata Han Long Chun dengan santai.


"Kristal Roh tingkat raja ?" tanya nya.


"Ya , kristal roh di bagi menjadi beberapa tingkat lagi , yaitu kristal roh tingkat raja dan kristal roh tingkat Dewa." kata Han Long Chun dengan santai.


"Aku baru dengar tentang hal itu. Huft, ternyata aku memang belum tahu terlalu banyak soal dunia yang sangat luas ini." Gumam nya sambil menghela nafas.


"Sebentar lagi aku berulang tahun untuk yang ke 20 tahun tapi tahun ini terasa sangat sepi tahun tahun sebelum nya di rayakan oleh orang tua angkat ku lalu tahun lalu di raya kan oleh kakek Qian. Aku bingung apa kah sebaik nya tahun ini tidak di raya kan ? Bagai mana menurut mu Long Chun ?" tanya nya.


"Sebaik nya raya kan saja , kita akan makan di kedai mi bertiga." kata Long Chun.


"Bertiga ?" tanya nya bingung.


"Han Liu Liang juga akan ikut. Bukan kah begitu ?" tanya Han Long Chun.

__ADS_1


"Ya aku akan ikut untuk merayakan ulang tahun mu untuk pertama kali nya." kata Han Liu Liang setelah mendapat pelototan dari Han Long Chun.


Alasan nya merana adalah karena Qing Yu dan Wang Xi Rong serta kedua murid nya sedang melakukan pelatihan tertutup.


Pokok nya semua yang ada di dimensi nya kecuali Zhu Hong dan Long Nie sedang melakukan pelatihan tertutup di dunia nyata.


Zhu Hong dan Long Nie sedang dalam fase saling tempel menempel seperti lem jadi tidak mungkin Zhang Wei menganggu mereka.


Jadi dia menyimpul kan kalau tahun ini dia merayakan ulang tahun sendirian tanpa di temani oleh orang orang terdekat nya .


"Kau tidak akan pernah sendirian, percaya lah pada ku." kata Han Long Chun meyakin kan nya.


"Baik aku mempercayai mu !" kata nya dengan semangat sebelum memeluk Han Long Chun dan Han Liu Liang.


"Ayo minum arak sepuas nya !!" Kata nya mengeluarkan arak dari cincin ruang nya.


Dia tidak repot repot untuk menuang kan arak ke cangkir kecil melainkan langsung meminum nya dari guci arak.


1 jam kemudian sudah ada sangat banyak guci kosong , Zhang Wei sudah mabuk parah yang membuat seluruh pipi nya memerah.


Prok prok


Han Long Chun menepuk pipi Zhang Wei yang tiba tiba memeluk nya dengan erat.


"Long Chun jangan pergi , kau sudah menemani ku dari awal. Jangan meninggal kan ku di pertengahan jalan." kata Zhang Wei dengan nada khas orang mabuk.


"Ya ya aku tidak akan meninggal kan mu." kata Han Long Chun dengan risih.


"Long Chun , aku menyukai Xi Rong tapi juga menyukai Qing Yu , apa yang harus ku lakukan ? Aku tidak ingin memberi harapan palsu pada mereka berdua." kata Zhang Wei lagi.


"Kau ingin jalan tengah ? aku akan menyaran kan mu untuk tidak menikah atau kau mau menikahi mereka berdua." kata Long Chun dengan kaku.


"Tapi... apa kah mereka akan setuju ? Long Chun , bagai mana menurut mu ? Apa kah aku bisa menakluk kan seluruh dunia dengan wajah tampan ku ini ? Berapa istri yang akan ku miliki di masa depan ?" tanya Zhang Wei sambil memeluk Long Chun.


Bruk


Long Chun melempar tubuh Zhang Wei ke lantai dan mendengus pelan.


"Tanya saja pada mereka setuju atau tidak !! Jangan tanya kan pada ku !!" Teriak Long Chun menahan malu karena di tertawa kan oleh Liu Liang dari tadi tanpa henti.


" Henti kan tawa mu ! Tidak ada yang lucu dari ini !" Teriak Han Long Chun pada Han Liu Liang , tapi bukan nya berhenti tapi justru semakin menjadi jadi.


Tawa nya sangat lebar bahkan dalam ratusan ribu tahun terakhir.


"Aish kau ini , cepat bantu aku lepas kan dia ! Dia terus menerus memeluk ku lalu menangis , tertawa dan banyak hal aneh lain nya." Kata Long Chun dengan lelah karena tubuh nya kembali di peluk oleh Zhang Wei dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2