PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
246. Menetas


__ADS_3

Tangan nya menggenggam erat telur itu, takut tertinggal. Satu tangan yang lain memegang dan mengangkat Pedang Phoenix Api nya untuk membantu penerangan.


Meski pun sangat gelap, tapi pedang Phoenix Api lumayan membantu.


di sisi lain, Ju Jiangniang dengan bawahan terperdaya nya memasuki aula tetua dengan langkah yang anggun.


"Kau akhir nya datang Jiangniang. " kata ketua cabang.


"Tentu saja , ketua memanggil mana mungkin aku berani untuk membantah. " Meski pun kata kata nya tampak merendah.


Tapi nyata nya itu adalah sindiran secara halus, bahkan ekspresi Jiangniang tidak sesuai dengan kata kata yang di lontar kan oleh bibir tipis nya.


"Jiangniang , kau duduk lah dulu. " Kata Ju Xun sambil memberi tanda untuk mengusir Ju Lingling dan Ju Lixing.


Dia duduk bahkan menyuruh bawahan nya untuk duduk juga.


"Ketua, harap tidak keberatan. Aku membawa mereka supaya mereka memiliki pengetahuan tambahan karena mendengar nasihat dari mu. " kata Ju Jiangniang.


"Tapi... Bukan kah lebih baik kalau hanya kita berdua yang berbicara ?" tanya Ju Xun mencari alasan lain nya.


"Ketua tenang, mereka tidak akan membuka atau mengeluar kan sedikit pun suara tanpa perintah dari ku. " kata nya.


Ju Xun pun kehabisan cara untuk mengusir Ju Lingling dan Ju Lixing pergi dari luar.


"Baik lah kalau begitu, aku ingin kau mengangkat Tuan muda Xie yang merupakan anak walikota Kota Changxue, dengan begitu koneksi kita akan bertambah luas. Aku yakin orang pusat akan setuju dengan keputusan ku. " kata Ju Xun.


Ju Jiangniang tidak terburu buru untuk menjawab melainkan memilih untuk menyesap teh nya terlebih dahulu dengan gaya yang sangat anggun.


"Ketua, apa maksud mu Xie Long ? Dia hanya walikota kecil yang tidak akan menambah bantuan sedikit pun pada Sekte Embun Salju. Bahkan dia masih harus bersujud di bawah Sekte Embun Salju. Apa yang harus di ambil dari diri nya ? Lagi pula aku sudah mengatakan siapa pun yang berhasil memenang kan 3 kompetisi sekaligus akan menjadi murid ku, tidak baik untuk mencabut kata kata. " Ucap nya dengan seringai kecil.


"Tapi, Tuan Xie akan membantu perdagangan kita yang merupakan sekte cabang. Selama ini aku sudah berusaha untuk membangun hubungan dengan nya, dan bukti nya bahkan ekonomi kita naik hingga dua kali lipat. " kata Ju Xun.


"Oh ya ? kalau begitu, bukan kah kau sama saja dengan meremehkan Sekte Embun salju ? Kau merendah kan diri di hadapan seorang walikota sedang kan kita adalah bawahan langsung seorang Kaisar yang Agung ?" Sindir nya dengan tajam.


"Ha ha ha lagi pula, tidak mungkin ada yang bisa memenang kan 3 pertandingan sekaligus. Kau pasti akan mengambil tuan muda Xie, dia sangat berbakat untuk usia nya. " kata Ju Xun.


"Ketua Xun memang pintar melawak, aku sudah menemukan calon untuk murid ku. Bakat tuan muda Xie bahkan tidak bisa di banding kan dengan orang ini. " kata nya langsung berdiri dan mengajak bawahan nya untuk pergi.


"Ju Jiangniang ! Aku akan membunuh calon murid mu itu !" Ancam Ju Xun.


Ju Jiangniang menoleh ke belakang dengan tatapan tajam dan dingin.


"Ada beberapa hal yang tidak boleh kau paksa kan, aku takut, bahkan ketua sekte utama tidak bisa melukai nya. " kata Ju Jiangniang.


Ju Jiangniang sudah menemukan banyak informasi Zhang Wei baru baru ini berkat Ju Lixing, dia juga pernah bertemu dengan wanita yang di katakan mengikuti Zhang Wei.


Dulu, Ju Jiangniang sangat di bangga kan oleh orang tua nya. Kekuatan dan bakat nya sangat tinggi untuk seumuran nya.


Hingga suatu hari, dia pergi ke Dimensi Api Hitam untuk menambah pengalaman. Ju Jiangniang bertemu dengan wanita aneh.


Wanita itu terlihat sangat menggoda dan mengerikan, bahkan dia harus mengalami luka dalam saat berhadapan dengan wanita itu di Dimensi Api Hitam.

__ADS_1


Dari situ lah ia mulai menurunkan kesombongan nya dan berlatih dengan giat. Dia juga mengunci diri lebih dari 10 tahun di dalam sekte nya untuk berlatih.


Sampai tiba hari ini lah, dia memilih untuk keluar lagi dari tempat latihan nya. Langkah kaki nya tidak menunjuk kan sedikit pun keraguan.


Di tempat Zhang Wei, pria itu sudah sampai ke dasar sungai yang sangat dalam dan gelap. Gelembung udara nya semakin mengecil karena tekanan yang begitu kuat.


grrr


Perhatian nya teralihkan oleh suara retakan yang berasal dari telur yang di genggam nya ini.


Dia melepas kan telur itu, dan telur itu mulai mengeluar kan sengatan listrik ke seluruh bagian.


Zhang Wei bergerak mundur untuk menghindari sengatan listrik itu, sengatan listrik itu tidak berhenti sampai akhir nya seluruh cangkang telur hancur.


Bussh


Cahaya putih yang sangat menyilaukan membuat nya menutup mata dengan rapat rapat. Setelah sinar l


putih itu mereda baru lah ia mencoba untuk melihat secara perlahan lahan, betapa terkejut nya ia ketika melihat seekor hewan yang tampak sangat unik.


Itu adalah seekor Qilin !!!


"Makhluk apa ini ? Qilin Es ? Qilin Air ?" tanya nya dengan raut wajah kebingungan.


"Aku Qilin Es, hanya aku satu satu nya Qilin Es murni yang tersisa. Ambil lah ini, ini sebagai tanda kesetiaan ku pada mu. " kata Qilin Es itu tanpa di duga duga.


Dia mengambil mutiara biru itu sebelum menelan nya, tubuh nya terasa sangat dingin hingga membuat nya menggigil kedinginan.


Sedang kan di bagian atas sungai, Ju Lingling yang baru datang langsung terkejut melihat banyak nya monster air yang naik ke atas.


"Hm sebenar nya ada apa ini ? Kenapa bisa terjadi hal ini ?" Gumam Ju Lingling sebelum memilih untuk menyuruh semua orang peserta naik dan tidak melawan monster air lebih lanjut lagi.


"Semua nya, naik lah. Jangan bertarung lagi. " kata Ju Lingling sambil membantu orang orang untuk naik.


Setelah 1 jam, dia melihat ada orang yang kurang, Zhang Wei.


'Nona, Zhang Wei masih belum keluar juga. Belum lagi ada yang aneh dengan Sungai Es Abadi. ' kata Ju Lingling.


'Apa yang aneh ?" tanya Ju Jiangniang santai.


'Banyak monster air yang keluar dan mereka menjadi dua kali lipat lebih ganas di banding kan biasa nya. Aku takut, Zhang Wei yang sedang berada di kedalaman dalam bahaya. 'kata Ju Lingling.


Drt


Pesan mental itu langsung di putus kan secara sepihak oleh Ju Jiangniang, saat ini Ju Jiangniang sedang dalam keadaan panik.


Dia langsung berlari menuju Sungai Es Abadi yang di ikuti bawahan nya, Ju Lixing. Dia sendiri tahu seberapa mengerikan nya Monster Air jika sudah mencapai kedalaman paling dalam.


Sesampai nya di sana, dia langsung berlari dan meloncat ke dalam sungai. Kecepatan renang nya benar benar di luar nalar manusia.


Bahkan Ju Xun sekalipun tidak sanggup untuk berenang secepat itu. Sedang kan di atas Ju Lingling dan Ju Lixing sedang merawat orang orang yang terluka.

__ADS_1


Dalam waktu singkat, Ju Jiangniang berhasil menemukan Zhang Wei, di sebelah nya ada seekor Qilin.


"Qilin Es dalam legenda ?" Gumam nya sambil bertanya tanya.


"Jangan ganggu tuan ku, dia sedang berlatih. " kata Qilin Es itu dengan sangat dingin.


"Itu tuan mu ? Bukan kah lebih baik kalau berlatih di atas ?" tanya nya lagi.


"Tidak, di sini adalah tempat paling baik. Meski pun elemn es di sini tidak bisa di kata kan baik tapi yah lumayan lah untuk tempat berlatih nya. " Kata Qilin Es tanpa menoleh sedikit pun.


"Aku akan menunggu di sini kalau begitu. Kalau boleh aku bertanya, apa kah kau adalah Qilin Es yang ada di legenda ?" tanya Ju Jiangniang.


"Bukan urusan mu. " kata Qilin Es itu dengan dingin.


"Ayo lah, aku sangat mengagumi mu, apa lagi bagian tanduk mu yang lucu dan kaki mu. Belum lagi bentuk mu yang imut dan sikap mu yang galak menambah kesan lucu pada diri mu. " Ucap nya tanpa sadar.


"Jika kau berbicara lagi maka aku tidak akan segan untuk merobek mulut mu. " kata Qilin Es itu tanpa perasaan.


Di dalam dantian Zhang Wei.


Pemuda itu hampir tidak bertahan karena serangan dingin yang terus menerus menghantam tubuh nya tanpa ampun.


Tapi perlahan lahan setelah ia perhatikan, Es itu membentuk sebuah pulau sendiri di dalam dantian Zhang Wei.


Rasa dingin yang menusuk pun perlahan lahan hilang, indra pendengaran nya kembali seperti semula. Dia membuka mata nya dengan perlahan lahan yang menunjuk kan kedua mahkluk yang pernah di lihat nya.


"Kau wanita yang tadi ada di paviliun putih itu bukan ?" tanya nya dengan penuh selidik.


"Kau benar, aku lah yang akan menjadi guru mu nanti. " kata Ju Jiangniang dengan ramah.


"Kau Tetua Jiangniang ?" Tanya nya dengan terkejut.


"Ya, kau bisa memanggil ku Shifu mu nanti. "Canda Ju Jiangniang.


"Tapi kalau kau tidak keberatan kau bisa memanggil ku Jie Jie, lagi pula umur kita tidak berbeda jauh. Hanya berbeda 7 tahun, jadi kau tidak perlu terlalu canggung. "


"Ah baik lah, Jie Jie. " kata nya dengan hati hati.


Sedang kan di dalam dimensi Zhang Wei


Qing Yu dan Wang Xi rong sedang menghela nafas kasar sambil mengumpat tanpa henti.


"Sialan, wanita itu berusaha untuk mengambil Zhang Wei !" Kata Xirong dengan frustrasi.


"Kau benar, sungguh tak tahu malu. Dia bahkan meminta di panggil Jie Jie, tapi karena pada dasar nya kekasih kita ini sangat polos dan suci, dia mau mau saja di suruh begitu !" kata Qing Yu pasrah.


"Sabar, lagi pula bukan kah akan sangat ramai jika menambah satu orang lagi ?" tanya Hu Yin dengan polos yang membuat semua nya ingin muntah darah karena kesal.


Bonus like 115 k : 1 / 2


Notes : Mulai sekarang, bonus chapter akan di adakan setiap kekuatan 5 k mulai dari 125 k, 130 k, 135 k dan seterusnya nya. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2