
Pagi pagi sekali, Dimensi Furong telah di kejut kan oleh peristiwa yang di buat Zhang Luo.
Zhang Wei yang masih tertidur lelap di kamar nya tidak mengetahui peristiwa tersebut sampai sampai di panggil oleh salah satu sahabat nya.
"Hei ! Zhang Wei !" Teriak suara pria dari luar rumah Zhang Wei sambil mengetuk pintu dengan keras.
Tapi karena tidak mendapat jawaban dari pemilik rumah, pemilik suara itu langsung menerobos masuk ke dalam rumah.
Betapa terkejut nya pria itu melihat Zhang Wei yang masih tidur dengan nyenyak.
"Zhang Wei !" Teriak pria itu.
"Hoamm, ada apa Tu Long ? Kenapa kau membuat keributan di rumah ku ?" Tanya Zhang Wei sambil merubah posisi tidur nya.
"Kakak mu, memberi bunga dan meminta murid mu untuk menikah dengan nya. "Kata Tu Long dengan cara yang berlebihan.
"Oh hanya itu...... " Ucap Zhang Wei sebelum kembali tidur.
"Eh ?! Kakak ku melamar murid ku ?!" Tanya Zhang Wei sambil berteriak dan langsung duduk.
"Iya bodoh !" Kata Tu Long kesal setengah mati.
Dia tak memerdulikan itu dan langsung berlari keluar rumah nya dan meninggal kan Tu Long sendirian di dalam rumah nya.
Sedang kan Tu Long yang secara tiba tiba langsung di tinggal kan oleh Zhang Wei hanya dapat terdiam dan meratapi nasib.
"Sialan, aku yang memberitahu nya soal ini tapi dia langsung meninggal kan ku begitu saja ! " Umpat Tu Long dengan kesal.
Di sisi lain, Zhang Wei yang berlari larian dan memiliki nafas yang terputus putus membuat perhatian semua orang teralih kan pada nya.
Dia tidak memerdulikan itu dan melihat Hu Yin yang memasang wajah cemberut, justru yang di lihat nya adalah Nangong Ling yang memasang wajah bahagia.
"Kakak, apa maksud nya ini ?" Tanya nya dengan tatapan menusuk.
"Aku... aku sebenar nya belum selesai bicara kemarin. Aku bilang kalau aku menyukai Hu Yin sebagai adik ku, tapi sebelum aku bisa menyelesaikan kalimat ku, kau sudah terlebih dahulu merubah ekspresi sehingga aku takut kau tidak akan setuju. " Kata Zhang Luo dengan penuh rasa bersalah.
Dia tidak bisa berbicara, dia menoleh ke kiri dan melihat Hu Yin yang pergi menjauh dengan derai air mata.
"Kalian lanjut kan saja acara nya, selamat untuk mu Ling'er dan kakak Luo. " Ucap nya , sebelum berlari mengejar Hu Yin.
Setelah menjauh dari kerumunan, langkah Hu Yin perlahan lahan melambat. Seperti nya gadis kecil itu tidak menyadari kehadiran nya.
Hu Yin berjongkok sambil membenamkan wajah nya dengan isak tangis yang masih terdengar jelas oleh nya.
__ADS_1
"A.. aku harus nya tidak egois. Dengan begini, Ling Jiejie akan merasa bersalah pada ku. Aku harus nya lebih dewasa lagi dan menyadari perasaan Luo Gege pada Ling Jiejie. " Kata Hu Yin dengan sedih.
(Jiejie : Kakak perempuan
Gege : Kakak laki laki)
"Aku ingat Ling Jiejie pernah memberi tahu kalau diri nya selalu di bantu oleh Luo Gege. Bahkan tatapan Luo Gege pada Ling Jiejie berbeda, aku harus nya menyadari hal tersebut dari awal. Dasar bodoh. " Gumam Hu Yin sambil memukul kepala nya sendiri.
Dia keluar dari tempat persembunyian nya, hati nya merasa sakit mendengar kata kata yang keluar dari bibir kecil milik murid nya itu.
Tapi apa daya, ini bukan masalah uang atau kultivasi, melainkan ini adalah masalah hati. Dia tidak bisa membantu apa pun soal ini dan hanya bisa menghibur murid kecil nya.
"Yin'er, ini semua bukan salah mu. " Kata nya sambil merentang kan tangan nya.
Tanpa ragu ragu, Hu Yin langsung memeluk nya dengan erat.
"Shifu, ini memang salah ku. Seandai nya aku mendengar kan kata kata mu untuk tidak banyak terhubung dengan urusan duniawi dan hanya fokus pada kekuatan ku maka semua nya tidak akan seperti ini. " Kata Hu Yin sambil terisak.
"Yang penting kau sudah tahu kesalahan mu, tidak terlambat untuk mencari pasangan di lain hari. Umur mu masih muda , dan perjalanan mu masih panjang." Ucap nya sambil membelai rambut panjang Hu Yin.
"Sangat beruntung untuk dapat ber kultivasi di umur sekecil ini, apa kau tahu ? Begitu banyak anak yang memiliki bakat besar tapi tidak dapat mengembangkan nya dengan baik karena kemiskinan yang mereka alami. Oleh karena itu kau harus lebih bersyukur dengan apa yang kau miliki. " Nasihat nya.
"Ya Shifu, aku mengerti. Setelah pernikahan Ling Jiejie aku berjanji akan melakukan pelatihan tertutup sampai aku memiliki kekuatan yang sama dengan Ling Jiejie yang sekarang. "Kata Hu Yin dengan tekad yang kuat.
"Aku akan meminta maaf dan merenung kan kesalahan ku. " Kata Hu Yin sambil menunduk.
"Bagus, kau mengambil keputusan yang tepat. Kalau begitu, ayo kita pulang !" Ajak nya.
Mereka bergandengan tangan dan sekilas seperti teman yang sedang bersama, tanpa ada kesedihan sedikit pun.
Sesampai nya di tempat tadi, dia melihat Nangong Ling yang sedang berpelukan erat dengan kakak nya.
Dia tersenyum tipis melihat kedua nya dan mendoakan yang terbaik untuk kedua nya.
"Ling Jiejie dan Luo Gege maaf kan aku karena sikap ku yang gegabah. Aku berjanji tidak akan mengulangi nya kembali. " Kata Hu Yin.
"Tidak apa apa, seharus nya aku yang meminta maaf kepada mu. " Kata Nangong Ling dengan tatapan bersalah dan menatap Hu Yin.
"Tidak apa apa, aku harap kalian berdua bahagia. Aku sebentar lagi akan pergi melakukan pelatihan tertutup. " Kata Hu Yin dengan senyum yang di paksa kan.
"Apa kah kau tidak bisa menunggu sampai kami menikah ? Kami akan menikah minggu depan. " Kata Nangong Ling dengan tatapan memohon.
"Tenang, aku akan melakukan pelatihan tertutup setelah kalian berdua menikah. Jadi Ling Jiejie bisa tenang. " Kata Hu Yin dengan senyum biasa nya.
__ADS_1
Dia merasa bingung, harus merasa senang atau merasa sedih. Senang karena tidak terjadi pertengkaran di antara kedua murid nya.
Dan sedih dengan nasib yang di alami oleh murid kecil nya, harus merasa kan sesuatu yang di nama kan patah hati di umur yang terbilang masih sangat muda.
Tapi dengan begini juga cocok, sehingga perbedaan umur yang di miliki kedua nya tidak terlalu jauh, kakak nya ini sudah hampir berumur 40 tahun.
Mungkin untuk manusia yang hanya memiliki umur sampai 80 dan beberapa yang beruntung sampai 100 tahun, umur 40 sudah termasuk tua.
Tapi bagi kultivator yang bisa hidup minimal 180 tahun, umur kakak nya ini masih bisa terbilang muda.
Sedang kan umur Nangong Ling sendiri sudah matang untuk menikah.
"Zhang Wei, maaf membuat mu salah paham. " Kata Zhang Luo dengan tatapan meminta maaf.
"Tidak ada yang perlu di maaf kan, di sini aku lah yang salah karena terlalu gegabah saat mendengar cerita mu. " Kata nya sambil menepuk bahu kakak kesayangan nya itu.
"Aku akan membuat kan pakaian khusus untuk kalian berdua. " Kata nya.
"Tidak perlu, itu akan merepot kan mu untuk sementara waktu. " Tolak Zhang Luo.
"Tidak perlu merasa sungkan jika kau menolak, maka anggap saja aku membuat nya untuk murid ku. " Kata nya tak ingin di bantah.
"Baik lah, Terima kasih banyak Zhang Wei." Ucap Zhang Luo.
"Jika kau mengucap kan terima kasih lagi karena hal sepele seperti ini maka mulai sekarang kita bukan saudara lagi. "Canda nya.
"Baik lah, mulai sekarang aku tidak akan sungkan dengan mu. " Kata Zhang Luo dan mereka akhir nya tertawa bersama.
Zhang Wei masuk ke rumah nya yang sedikit berantakan sebelum mulai menyiapkan bahan bahan untuk membuat pakaian pernikahan yang akan di gunakan oleh murid nya nanti.
Yang pasti pakaian itu di buat dengan rumit oleh nya, ada gambar phoenix api yang sangat indah dan menambah keanggunan pengguna nya.
Warna hijau mendominasi pakaian pengantin wanita, berbagai macam hiasan juga terpasang dengan indah.
Hari demi hari berlalu dengan kecepatan yang sangat ekstrim membuat Zhang Wei tidak menyadari kalau hari ini adalah hari pernikahan Zhang Luo dan Nangong Ling.
Rumah demi rumah memasang pita merah menambah kesan penuh kebahagiaan.
Sebuah panggung kayu kecil yang tertata dengan indah dan di hiasi dengan kain kain merah menyala membuat orang yang melihat dari jauh pun tahu kalau ini adalah hari bahagia.
Dia menatap dengan antusias ke arah selatan, dari sana ada sepasang manusia yang berjalan dengan anggun.
Dia dan Hu Yin menggunakan pakaian merah terang, yang selaras dengan warna pakaian pengantin pria.
__ADS_1