
"Kau saja yang sudah ketuaan, apa kau sudah terlalu lama terkurung di dalam pedang hingga kau tidak ingat umur ?!" kata Zhang Wei dengan sangat sangat kesal.
"Halah, bilang saja kau iri dengan masa hidup ku yang sangat panjang. " kata leluhur Tu Long tanpa rasa bersalah.
"Huh, untuk apa hidup panjang jika kesepian, kau bahkan sudah terkurung lebih dari 3 juta tahun. " Dengus nya.
"Kau !! Kurang ajar sekali dengan orang tua seperti ku !!" Kata leluhur Tu Long.
Sedang kan Tu Long sendiri duduk di sudut dengan bingung, ia sendiri bingung dengan sikap aneh leluhur nya.
Dia berpikir kalau leluhur nya akan sangat berwibawa, tapi nyata nya bahkan leluhur nya jauh lebih gila dari nya.
Dia juga bingung ingin membela siapa , jadi akhir nya ia memilih untuk tetap di posisi netral dari pada nanti ia yang kena imbas nya.
"Apa nya yang kurang ajar ?! Kau yang sangat menyebalkan !" kata Zhang Wei tambah kesal lagi.
"Kau !!"
"Kau!!"
"Kau !!" Kedua orang yang umur nya berbeda jauh itu tidak ingin berhenti berdebat hingga salah satu nya menang.
"Hentikan !! Hentikan perdebatan kalian !!" Teriak Tu Long.
Mereka berdua menghentikan perdebatan mereka dan menatap Tu Long dengan tatapan membunuh mereka.
Di tatap begitu oleh dua orang, kaki Tu Long pun sedikit bergetar dan ia perlahan lahan berjalan mundur.
Singkat kata 3 jam berlalu dan akhir nya Zhang Wei memilih mengalah kepada tua bangka itu. Dia menyiapkan kamar untuk Tu Long dan berjalan menuju kamar nya untuk mencari Hu Yin.
"Yin'er, Apa kau baik baik saja ?" tanya nya.
"Guru !" Hu Yin berlari ke arah nya dan memeluk nya dengan sangat erat.
"Guru, biar kan aku ikut dengan guru ke dimensi yang lebih tinggi !" mohon Hu Yin.
"Kau tidak boleh ikut dulu dengan ku, biar kan aku menjadi kuat terlebih dahulu dan aku akan membawa mu ke dimensi yang lebih tinggi. " kata nya dengan lembut.
Bukan nya ia tidak mau mengajak Hu yin, hanya saja ini dimensi menengah bukan dimensi rendah yang bisa ia takluk kan.
Kekuatan nya saat ini masih sangat lemah, ia takut kalau ia tidak bisa melindungi Hu Yin atau yang lain nya.
Ia berniat untuk pergi sendirian menuju dimensi menengah, dan tidak mengajak siapa pun.
"Kenapa begitu guru ? " tanya Hu Yin sedih.
"Yang aku maksud kan di sini adalah dimensi menengah, bukan dimensi rendah seperti ini, akan banyak orang yang jauh lebih kuat daripada guru, jadi karena itu, tinggal lah di sini dulu dan guru akan menjemput mu ketika guru sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk melindungi semua nya. " kata nya dengan senyum sambil mengelus rambut Hu Yin.
"Hem, aku akan menuruti guru. Tapi Hu Yin memiliki satu permintaan untuk guru. " kata Hu Yin.
"Apa itu ?"
"Aku ingin guru tetap menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, dan guru tidak akan melupakan Hu Yin ! Guru janji ?" tanya Hu Yin sambil mengulurkan jari kelingking nya yang kecil.
"Janji !!" Dia mengaitkan jari kelingking nya dan mereka berdua tertawa bersama.
"Guru hanya akan pergi sebentar, jadi pastikan untuk tidak mengurangi masa latihan mu sama sekali Yin'er, karena di atas langit masih banyak langit yang jauh lebih banyak langit yang jauh lebih tinggi. Kultivasi yang di pegang guru saat ini, baru lah awal sebelum mulai menjadi kultivator sebenar nya. " Nasehat nya.
__ADS_1
Hu Yin mendengarkan nasehat nya dengan serius dan mengangguk tanda mengerti, Hu Yin mengulur kan tangan dan menyuruh nya untuk melihat tingkat kultivasi yang dimiliki oleh Hu Yin.
Sebenar nya ia sudah tahu kalau Hu Yin sudah mencapai tingkat 3 penempaan tulang, tapi ia tetap pura pura terkejut supaya Hu Yin senang.
"Wah, kau sudah naik 2 tingkat dari terakhir kali kita bertemu !!" kata nya dengan semangat.
"Ya !! Hu Yin akan berlatih lebih keras lagi guru dan Hu Yin pastikan kalau , Hu Yin tidak akan mengecewakan guru!"
"Bagus !! Aku senang dengan semangat mu, tapi jangan lupa untuk beristirahat Yin'er. "
"Baik guru, Yin'er mengerti !"
Saat mereka berdua baru saja duduk bersila, ada saja yang menganggu kultivasi mereka.
Tok tok
Dia menahan kemarahan nya dan membuka pintu untuk melihat siapa yang menganggu nya, jika itu Tian Li maka akan ia pastikan kepala Tian Li akan memerah.
Karena Tian Li sudah sangat sering menganggu nya saat ia sedang ber kultivasi.
"Tuan, anda di panggil ratu ! Kata Ratu, orang dari Kekaisaran Wei telah tiba dan Ratu sedang menjamu semua orang dari Kekaisaran Wei. Ada total sekitar 30 orang. " kata pelayan itu dengan panik.
"Kekaisaran Wei ya ? Sungguh menarik !" kata nya sambil membenarkan topeng nya.
"Yin'er, kau latihan saja di sini, ada semut yang harus ku urus. Berlatih lah dengan tenang Yin'er. "kata nya dengan senyum manis.
"Baik guru !! Hati Hati !!" kata Yin'er sambil melambai lambaikan tangan.
Dia mengibaskan tangan dan sebuah lapisan perisai berwarna merah terbentuk di depan pintu kamar nya.
"Tunjuk kan jalan nya. " kata Zhang Wei pada pelayan tadi.
Mereka berjalan dan aura berwibawa keluar dari tubuh Zhang Wei seolah olah ia adalah seorang penguasa.
Tidak perlu waktu lama, mereka sampai di tempat ruang makan yang sudah terisi dengan banyak orang asing.
"Jenderal !" panggil Fang Lin untuk duduk di sebelah wanita itu.
"Ratu !" Ia menunduk kan kepala untuk memberi salam, dia ingin menutupi identitas nya untuk sementara.
Dia membuka kursi dan duduk di sebelah Fang Lin.
"Jadi, bisa kalian jelas kan terhadap kematian salah satu pengawal kami. " kata salah satu pria dengan wajah yang sangat arogan.
"Pengawal ? Itu kan pengawal kalian, kenapa kalian menanyakan nya pada kami ?" tanya nya sambil memutar cangkir nya.
"Tentu saja, kami mengirim kan satu pengawal kami untuk membeli burung yang kalian miliki. Jangan pura pura tidak tahu !" kata orang itu berusaha menekankan aura nya pada diri nya.
"Ha ha sungguh lucu sekali, kata mu membeli ? membeli apa nya ? Membeli atau lebih tepat nya mengambil dengan menjual nama ' Kekaisaran Wei akan mengejar mu !!' begitu ?" tanya nya menirukan gaya bicara orang yang mengejar mereka saat itu.
Brakkk
Pria itu memukul meja makan dengan sangat kuat hingga menimbulkan keretakan pada meja. Sedang kan pria muda di samping nya menahan tangan pria tua itu.
"Kau harus mengganti kerugian yang kami rasakan dengan merusak meja kami. " kata nya dengan tenang lalu meminum anggur nya.
"Paman Yi kau harus tenang , kami akan mengganti meja mu tapi tolong jelaskan, apa yang terjadi dengan pengawal ku ?" tanya pria muda itu dengan lembut. Dia melihat sebentar lalu menurunkan anggur nya.
__ADS_1
"Pengawal mu datang dengan marah marah, bahkan tidak memberi ku muka. Apa kah itu dapat di katakan dengan membeli ?" tanya nya.
"Kalau begitu maaf kan kami, ayo paman Yi kita akan pulang. " kata pemuda itu menarik tangan pria yang di panggil paman Yi itu.
"Ta... tapi pangeran, aku ingin memberi nya pelajaran terlebih dahulu kalau tidak aku tidak akan puas. " kata paman Yi.
"Sudah lah , ayo pulang. " pria muda itu lagi lagi berusaha menyeret pria tua itu.
Ia merasakan sesuatu aura yang akrab dengan barang yang di berikan oleh orang tua nya.
"Tunggu ! " panggil nya.
"Ya ?" tanya pria muda itu bingung.
"Apa kau mengenal benda ini ?" ia mengeluarkan sebuah barang yang sudah sangat lama ia tidak menyentuh nya.
Itu adalah kalung yang memiliki lambang bulan, kata ayah angkat nya, itu adalah kalung yang di berikan oleh orang tua nya.
Pria muda itu terlihat menegang saat melihat kalung bulan ini, ia juga mengerut kan kening saat melihat reaksi pria muda itu.
"Ka.. kau !" kata pria muda itu tergagap dan berjalan mundur.
"Tunggu, boleh jelaskan pada ku ?" tanya nya dengan memelas.
"Paman Yi, pergilah terlebih dahulu aku akan berbincang dengan pria ini. " kata pria muda itu dingin.
"Ta.. tapi tuan muda, keselama-" ucapan paman Yi terpotong.
"Pergilah !!" teriak pria muda ini marah.
"Fang Lin, pergilah dulu. Masuk ke kamar Yin'er dan suruh ia buka pintu nya. Atau kalau tidak cari lah Tu Long untuk menjaga kalian sementara. " bisik nya.
Fang Lin mengangguk dan langsung mencari kamar Hu Yin. Dia dengan mudah membuat ruangan kedap suara.
Dia juga membuat pelindung sehingga orang orang tidak dapat menyerang mereka. Dia duduk bersila di hadapan pria muda itu dan langsung menatap pria muda itu dengan serius.
"Sudah lama ya ? Sudah 17 tahun sejak saat itu. " Gumam pria itu.
"Ah, perkenal kan aku pangeran ke 7 dari Kekaisaran Wei, Wei Ling. " kata pangeran itu.
"Aku sendiri tahu sedikit tentang kalung ini dan aku tidak menyangka kalau kau sudah sangat besar sekarang. " kata Wei Ling tertawa.
Karena lapisan pelindung, orang dari luar tidak dapat melihat ke dalam dan dari dalam mereka dapat melihat ke luar.
Terlihat juga paman Yi yang sedang berusaha menghancurkan pelindung yang di buat oleh diri nya.
"Kau tahu sedikit tentang kalung ini? " tanya nya antusias.
Dia membuka topeng nya dan Wei Ling tampak terpesona dengan keindahan wajah nya.
"Hem, aku tahu hanya sedikit tentang asal usul kalung bulan ini, waktu sungguh sangat cepat berlalu dan kau sekarang sudah 17 tahun. Sungguh mengagumkan !!" kata Wei Ling sambil bertepuk tangan.
"Boleh ceritakan tentang asal usul yang kau ketahui ?" tanya nya dengan memohon.
Bukan nya ia tidak sabaran hanya saja dia sangat sangat penasaran dengan wajah orang tua nya.
Note : Author akan ada ujian dari tanggal 30 sampai 4 Desember, jadi dalam jangka waktu itu author tidak akan up untuk bonus, jika ada bonus like maka akan di tunda sampai tanggal 5 Desember. Author akan usaha kan untuk up terus setiap hari nya , mohon doa nya supaya ujian author bisa berjalan dengan baik. Terima kasih 🙏
__ADS_1