PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
Chapter 139 - Pengikut Abbadon IV


__ADS_3

"Yah, aku sangat kesal. " kata nya pura pura kesal padahal ia sangat senang melihat ekspresi Tu Long yang sangat gembira.


"Karena hari ini aku menang, aku akan memberikan mu pertunjukan yang baik !! Kau yakin sudah menguras bersih barang mereka ? Aku ingin membakar nya !" kata Tu Long dengan berapi api.


"Shtttt ! Jangan membakar nya, aku ingin lihat reaksi mereka, aku mengambil seluruh bahan pangan mereka, senjata mereka dan kau mengambil uang mereka. Menurut mu apa yang akan terjadi ? " tanya nya sambil menyeringai.


"Kau sungguh kejam dan tidak punya hati, tapi rencana mu bagus juga. Membakar nya hanya membuat mereka mati lebih cepat. " kata Tu Long.


"Ayo kita lanjut kan perjalanan menuju Kuil Api Surgawi, menurut apa yang ku dengar, mereka memiliki 2 artefak. " kata nya sambil berusaha mengingat ngingat informasi yang di dapat kan nya tentang Kuil Api Surgawi.


"Apakah itu artefak dewa juga ?" tanya Tu Long.


"Seperti nya bukan, karena tidak semudah itu untuk menemukan artefak dewa. Jika memang benar maka kemungkinan besar, Kuil Api Surgawi telah mengirimkan nya ke Abbadon. " kata nya dengan terus terang.


"Aku berpikir kalau mereka semua adalah tokoh fiksi tapi nyata nya mereka benar benar ada setelah melihat kematian Ning Er. " kata Tu Long takjub.


"Ya, awal nya aku kurang percaya juga, tapi memang kenyataan nya seperti itu. " Gumam nya sambil mengingat kembali pertemuan nya dengan Kakek Qian.


"Kau harus hati hati untuk ke depan nya nanti, karena jika benar apa yang di katakan oleh Ning Er maka kau akan di buru oleh iblis untuk artefak dewa di tangan mu. " Bisik Tu Long.


"Ya, aku sudah menyadari hal itu. Karena itu aku harus berhati hati untuk setiap saat. " kata nya.


"Ya, dan lihat kita sudah sampai di tujuan. " kata Tu Long menunjuk bangunan yang mengandung banyak sekali aura kebaikan dan cahaya.


"Aku tidak yakin kalau tempat seperti ini, ternyata tempat persembunyian milik Iblis. Jika seseorang hanya melihat saja maka mereka tidak akan percaya. " kata Tu Long.


"Kau benar, kali ini kita akan mendapat banyak barang jadi pastikan untuk membawa sebanyak mungkin. Masih banyak orang yang kekurangan di luar sana, lebih baik memberi orang yang kekurangan daripada di simpan untuk iblis seperti mereka. " kata nya dengan dingin.


"Betul sekali, aku melihat ada pemukiman yang dalam keadaan sangat buruk di perbatasan Provinsi Vermilion dengan Provinsi Golden Crow. " kata Tu Long.


"Ya, aku dengar kehidupan di sana sangat buruk. Aku ingin mendatangi nya tapi sayang belum memiliki waktu untuk hal itu. " balas nya dengan sedih.

__ADS_1


Lalu perhatian mereka teralihkan pada seseorang yang menutup pagar Kuil Api Surgawi dan menggunakan jubah seragam Kuil Api Surgawi.


"Maaf kan kami semua nya, untuk sementara Kuil Api Surgawi akan berhenti beroperasi, kalian dapat datang lagi minggu depan. " kata pria itu.


Dia pun mengerut kan dahi saat patung yang ada di depan Kuil Api Surgawi.


" Kami tidak akan pernah bosan untuk datang ke Kuil Api Surgawi, kami akan terus memuja dewa kebaikan hati !!" Jawab para pendoa dengan semangat.


"Dewa Kebaikan Hati ? Ini lebih mirip ke bentuk tubuh Abbadon. " Gumam nya.


"Jangan lupa untuk datang lagi karena minggu depan adalah waktu persembahan darah untuk Dewa. " Lalu pria itu membubarkan kumpulan pendoa itu dan menutup pintu


"Persembahan darah ?" gumam nya sambil menatap ke arah Tu Long.


"Ini membuat ku tambah ingin memusnah kan tempat ini. " kata Tu Long.


Mereka berdua berjalan masuk dan dengan mudah membuka pagar itu, pria yang sebelum nya sedang menutup pintu langsung terkejut melihat kehadiran nya.


"Maaf, kuil tidak di buka untuk sementara, datang lah minggu depan untuk berdoa. " Usir pria itu dengan pelan.


"Apa maksud mu ?!" Teriak pria itu mengambil tongkat dan menghunus kan ke arah nya.


"Jangan membuang buang waktu ku, jadi mati lah !" perintah nya dan tanpa aba aba mata dan hidung pria itu mengalirkan darah.


"Wah, teknik apa itu ?!" Tanya Tu Long antusias.


"Teknik serangan mental, aku mencoba nya. Dia masih sangat lemah jadi aku bisa menggunakan teknik ini. " kata nya dengan jujur.


Di pos penjaga, orang orang yang sedang bermain catur langsung terkejut saat mencium bau amis darah.


"Ini..... Bau darah !! Siapa yang berani menganggu kita ?" tanya seorang pria gendut.

__ADS_1


"Jangan terlalu tegang, mungkin saja si kurus sedang menyimpan darah persembahan. " kata seseorang dengan tidak peduli.


"Tapi, ritual persembahan darah akan di lakukan 1 minggu lagi. " kata si gendut itu.


"Kau periksa saja, kau sedang tidak bermain juga kan ? Kenapa tidak kau saja yang periksa ?" Tanya orang yang sedang bermain catur tanpa menoleh.


Akhir nya si gendut berjalan sendirian dan bertemu dengan 2 orang yang tidak di kenal nya. Dia langsung waspada melihat kedua orang ini.


Di tempat Zhang Wei, dia berjalan menuju dalam dan bertemu dengan orang yang sangat gendut, bahkan berat nya bisa mencapai 200 atau 300 kilogram.


"Apa kau teman si kurus itu ?" tanya nya.


"Siapa kalian ?" tanya si gendut itu dengan waspada.


"Orang yang akan mengambil nyawa kalian semua !" kata nya sambil menyeringai.


"Mati lah !" Teriak nya dan membuat pohon pohon bergetar , pohon bergetar dengan sangat kuat.


Si gendut itu menutup telinga nya, berusaha untuk tidak mendengar teriakan nya. Tanpa di sadari oleh si gendut itu, orang orang lain yang di tempat lain.


Terbaring dengan darah mengalir karena mendengar teriakan yang Zhang Wei berikan. Para petinggi Kuil langsung berjalan keluar untuk melihat apa yang terjadi.


Di tempat Zhang Wei, ia berjalan masuk dengan Tu long ke dalam bangunan Kuil dan aura kegelapan dan aura kematian yang pekat langsung menghantam tubuh nya.


"Hmm Ha, ini aura kematian yang sangat pekat, seperti ada beberapa orang yang seperti Ning Yang. " kata nya sambil menilai aura kematian.


"Kalau begitu, bukan kah ini akan menjadi pertarungan yang sulit ? Saat itu kita melawan Ning Yang saja lumayan merepotkan. " kata Tu Long.


"Bukan seperti itu maksud nya, maksud ku adalah mereka memiliki aura kematian yang sama dengan Ning Yang tapi itu belum tentu mereka sama kuat nya dengan Ning Yang. "


"Jika mereka semua sekuat Ning Yang, untuk apa mereka selama ini tunduk di bawah perintah Kaisar ?" tanya nya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ah ini adalah salah satu artefak, kalau aku tidak salah ini adalah Liontin Bintang Malam. " Gumam nya mengambil kalung yang tergantung di tengah tengah ruangan.


Note : Buat semua nya maaf ya hari ini pendek, karena author lagi kurang enak badan. Jadi mohon pengertian nya 🙏🙏


__ADS_2