
"Ah ini adalah salah satu artefak, kalau aku tidak salah ini adalah Liontin Bintang Malam. " Gumam nya mengambil kalung yang tergantung di tengah tengah ruangan.
" Artefak ini dapat menyerap dan menahan supaya aura kematian di dalam ruangan ini tidak menyebar keluar. Kalau menurut perkiraan ku, maka artefak satu nya lagi berfungsi untuk mengeluarkan aura suci yang kita rasakan saat berada di luar Kuil tadi. " kata nya lalu mengambil Liontin Bintang Malam dan benar saja, aura kematian langsung menyebar ke seluruh desa di dekat Kuil Api Surgawi.
"Kembalikan artefak kami !!" Teriak orang di sekeliling mereka.
"Akhir nya kalian memutuskan untuk menampakkan diri, kenapa kalian begitu lama ? Apakah kalian takut dengan kekuatan ku ?" tanya nya.
Sebenar nya dari ia dan Tu Long masuk ke dalam bangunan Kuil, orang orang ini sudah datang dan bersembunyi.
Ia membiarkan itu, dan terus melangkah seolah olah tidak menyadari rencana orang orang dari Kuil Api Surgawi untuk mengepung diri nya dan Tu Long.
"Siapa kau ?!" Tanya seorang pria tua dengan tongkat.
"Kalau aku tidak salah, kau adalah tetua tertinggi Kuil Api Surgawi kan ? Ah tidak cocok untuk menggunakan nama Surga di tempat yang penuh dosa seperti ini. "
"Kau adalah kakek Liu Cheng dan merupakan ayah dari mantan kepala Kuil, Liu Yan. Juga merupakan ayah mertua dari Liu Ming, apakah aku benar ?" tanya nya.
"Bagaimana kau bisa tahu ?! Hanya orang di dalam Kuil yang mengetahui itu !!"
"Kau memiliki muka yang sama dengan si Ba*bi Liu Cheng itu. Tentu saja aku bisa dengan mudah menebak identitas mu. " kata nya dengan santai.
"Siapa kalian ?! Kami tidak pernah menyinggung siapa pun !!" Teriak kakek Liu Cheng.
"Oh, tidak pernah menyinggung siapa pun ya ? Kalau begitu aku ingin bertanya, siapa yang memasang poster ini ? Apa kalian sangat mengagumi ku ? Sampai sampai wajah ku di pasang hingga ke seluruh penjuru Kekaisaran ?" tanya nya sambil menyeringai.
"Ka.... kau Zhang Wei ?!" tanya Kakek Liu Cheng dengan gemetar.
"Tentu, kau tidak percaya ? Kalau kau tidak percaya, ya sudah, aku tidak rugi juga. " kata nya.
"Di mana kepala sekte Es Abadi ?" tanya kakek Liu Cheng.
"Ya mana ku tahu, kalian selalu menanyakan hal yang sama. Aku bahkan belum pernah mati, jadi jangan tanya aku kemana mereka. " kata nya dengan polos.
"Kami baru saja selesai dari Sekte Es Abadi, menurut mu apa yang kami lakukan di sana ?" Tanya Tu Long.
"Meratakan nya. " kata Kakek Liu Cheng.
"Tidak juga, kami tidak melakukan itu karena nanti akhir nya mereka yang akan melakukan nya sendiri. " kata Tu Long.
"Apa maksud mu ?"
"Menurut mu, dengan koin emas, senjata, seluruh pangan di curi. Apa yang akan terjadi dengan Sekte Es Abadi ?" tanya Tu Long.
"Kelaparan, kematian, penindasan, kemunduran, kemiskinan, pengurangan drastis murid sekte. "kata kakek Liu Cheng.
"Jadi, kau mau seperti Sekte Es Abadi yang tidak hancur, atau di ratakan dengan tanah ?" tanya nya.
"Kami tidak akan memilih dua dua nya !! Ayo serang mereka !"Teriak kakek Liu Cheng.
"Oh jadi ini pilihan kalian ? Baik, tidak masalah. berolahraga adalah aktivitas paling baik. " Gumam nya.
"Tu Long kau hadapi yang 5 itu dan aku akan menghadapi yang 5 ini termasuk kakek Liu Cheng. " kata nya.
__ADS_1
Dia mengeluarkan Pedang Api Phoenix, ke 5 orang itu berusaha untuk menyerang nya dengan tongkat dan pedang dari arah yang tidak terduga akan tetapi ia masih dapat dengan mudah menghindari serangan itu.
"Hanya seperti ini saja kekuatan kalian ?" pancing nya lagi.
"Kau !! Pedang Api : Tahap 3 !!" Raung salah satu dari mereka yang termakan dengan pancingan nya.
"Naga Menghancurkan Bumi !!" Dia memutar arah serangan nya menuju orang yang menyerang nya tadi dengan ganas.
Tubuh nya bergerak dengan sangat lincah seolah olah berubah menjadi naga yang Agung. Dia melakukan gerakan favorit nya, yaitu gerakan memutar.
Crashhh
Kepala orang itu terlepas dari tempat nya, dia hanya menyeringai kecil melihat reaksi yang lain.
" Kenapa kalian terkejut rekan kalian mati terlalu cepat ?" tanya nya.
Dia memutuskan untuk tidak bermain main lagi, dia menyerang dengan serius yang membuat semua nya menjadi lebih mudah.
Tanpa di sadari oleh Zhang Wei maupun Tu Long, karena mereka telah mengambil Liontin Bintang Malam.
Banyak desa desa yang terkena wabah karena aura kematian yang begitu pekat.
"Kepala desa, ada sekitar 30 orang dari desa kita yang terkena wabah hitam ini. " kata seseorang pada pria paruh baya.
"Huh, ada apa ini ? Sudah lebih dari 100 orang terkena wabah ini di desa kita. Belum lagi di desa desa sebelah. Kirim kan ini pada kaisar, An Gui. " kata pria paruh baya itu sambil memberikan kertas.
"Kita harus memberikan nama pada wabah ini, sebuah saja Wabah Kegelapan. "kata pria paruh baya itu.
"Kepala desa benar, di lihat dari asap hitam yang melilit tubuh korban nya. Korban juga terlihat semakin menua seiring berjalan nya waktu. " Kata An Gui setuju.
Desa desa yang lain keadaan nya tidak lebih baik bahkan jauh lebih buruk karena ada beberapa desa yang memiliki korban jiwa karena Wabah Kegelapan ini.
Langsung saja nama Wabah Kegelapan menjadi terkenal , orang orang yang mendengar itu terkejut dan tidak percaya.
Hingga akhir nya ada seorang kultivator yang merupakan prajurit Kekaisaran juga terkena Wabah Kegelapan.
Kaisar dengan cepat langsung mengisolasi prajurit itu, wabah ini menyebar dengan sangat cepat, hanya dalam waktu tidak sampai dari 1 jam.
Wabah menyebar dengan sangat cepat bahkan di luar akal sehat manusia, sudah banyak orang yang meninggal karena wabah.
Fang Lin memerintah kan untuk Kerajaan Vermilion supaya menutup jalur perbatasan dan tidak membiarkan siapa pun masuk dari luar provinsi termasuk dengan Bai Yi Ren.
Di sisi lain, Zhang Wei dan Tu Long yang baru selesai membereskan semua nya dan mengambil artefak satu lagi yaitu, Pedang Matahari Surgawi tidak mengetahui apa yang terjadi.
Mereka memutuskan untuk membakar bangunan sekaligus membakar mayat mayat para petinggi Kuil api Surgawi.
Karena meskipun mereka sudah mati, aura kematian masih terus keluar dari tubuh mereka, bahkan setelah jiwa mereka di ambil.
"Naga Api Penghancur : Tahap 5 !" Teriak Tu Long dan api besar menyembur dari mulut Tu Long.
Di tangan Tu Long juga keluar sisik sisik naga, dia yang melihat itu langsung menutupi tubuh Tu Long dengan jubah.
Supaya tidak menarik perhatian orang orang, tidak lama kemudian Tu Long menghentikan kegiatan nya. Api yang awal nya hanya membakar 1 bangunan kecil mulai merambat ke gedung gedung lain nya.
__ADS_1
"Aku masih belum terbiasa mengendalikan bentuk manusia ku, sehingga kalau menggunakan kekuatan bawaan naga ku, aku akan menunjuk kan identitas ku. " kata Tu Long.
"Ya, aku mengerti itu. Kau terbiasa menggunakan bentuk naga mu, maaf kan aku karena menyuruh mu untuk berubah menjadi manusia setidak nya untuk beberapa saat. " kata nya dengan rasa bersalah.
"Tidak apa apa, ayo pulang ! Nanti setelah semua nya selesai, api yang ku buat akan padam dengan sendiri nya. " kata Tu Long mengajak nya.
Mereka berjalan hingga sampai istana dan mereka di tahan oleh penjaga.
"Kalian tidak boleh masuk !"
"Kami adalah di undang Kaisar untuk datang kemari !" kata Tu Long marah.
"Penjaga biar kan mereka masuk, aku sendiri yang mengundang mereka. " kata suara berwibawa dari belakang mereka.
"Kaisar !" panggil mereka bersamaan.
"Tuan Zhang, ada yang ingin ku bicara kan dengan anda dan Tuan Tu juga. " kata Kaisar memimpin jalan.
Mereka masuk ke ruang kerja Kaisar yang sangat megah dan di penuhi oleh gulungan kertas maupun buku buku tebal.
"Tuan Zhang dan Tuan Tu, apa kah kalian sudah mendengar tentang Wabah Kegelapan ?"tanya Kaisar langsung pada inti nya.
"Wabah Kegelapan ? Apa itu ?" tanya nya.
"Kalian belum tahu ? Belakangan ini, lebih tepat nya 1 jam terakhir ini, desa desa dekat Kuil Api Surgawi mengalami wabah yang sangat mengerikan. "
"Aura kematian terus menempel di tubuh korban nya, orang orang yang terkena dapat menyebar kan nya ke yang lain jika yang sehat menghirup aura kematian dari korban. Sekarang sudah lebih dari 1.000 orang yang terkena Wabah Kegelapan dan 39 orang sudah meninggal. " kata Kaisar.
"Aura kematian ? Apa saja ciri ciri nya ?!" Tanya nya.
Dia berpandangan dengan Tu Long yang langsung mengerti apa yang di maksud dengan Wabah Kegelapan.
"Penderita mengalami sesak nafas, terlilit oleh asap hitam, dan terlihat semakin menua sebelum akhir nya meninggal. Kebanyakan orang di atas 45 tahun yang terkena wabah ini. " kata Kaisar.
Tok tok
Kasim kepercayaan Kaisar masuk sambil membawa gulungan informasi.
"Yang Mulia Kaisar , ini. " kata Kasim tersebut keberatan dengan keberadaan nya.
"Biar kan saja, Tuan Zhang dan Tuan Tu silakan duduk lagi. " kata Kaisar.
"Yang Mulia Kaisar, hamba membawa kan informasi tentang permintaan tolong dari Sekte Es Abadi dan kehancuran Kuil Api Surgawi. " kata Kasim sambil menunduk lalu berjalan sedikit mundur.
Wajah Kaisar tampak terkejut melihat informasi yang di bawakan oleh Kasim nya, dahi Kaisar pun mengerut.
"Tuan Zhang dan Tuan Tu, apa kah kalian tahu tentang ini ?" tanya Kaisar menunjuk kan gulungan kertas informasi.
"He he itu lah akibat dari menyinggung kami, mereka berani memasang harga untuk kepala ku, Maka dari itu aku akan membuat mereka menyesal atas hal itu. Anak mereka Liu Cheng kultivasi nya di lumpuh kan, keluarga nya mati, tidak dapat ber kultivasi lagi, bahkan di jual di rumah bordil. " Kata nya sambil memutar mutar gelas anggur yang di beri kan oleh Kaisar.
"Sedang kan Sekte Es Abadi, Ning Yang, berani berani nya mengejar ku dan berniat menyamar untuk masuk ke istana dengan identitas ku, lalu Ning Er dan ayah nya, mereka juga berniat untuk membunuh ku. Jadi aku akan buat mereka menyesal. Mereka bahkan tidak memiliki uang untuk menghidupi sekte selama 1 hari. "kata nya sambil menyeringai.
"Ning Yang ?! Dia ingin masuk ke istana menggunakan identitas Tuan Zhang ?!" teriak Kaisar terkejut.
__ADS_1
"Itu karena ia menginginkan Cermin Abadi, sedang kan itu di segel yang hanya dapat di buka oleh Kaisar. Jika itu tidak di segel maka sudah sejak lama, Ning Yang mengambil Cermin Abadi dari Kekaisaran Wei. " kata nya mencemooh Kaisar..
Bonus : 1 / 2