
"Terus ? Hubungan ku dengan perjamuan kaisar apa ?" tanya nya tidak mengerti.
"Dia mengundang mu, karena kau di kata kan telah banyak berjasa dalam dunia pengobatan." kata Qiu Long sebelum melanjutkan kata kata nya.
"Yang lebih buruk adalah Kaisar juga mengundang mu sebagai Zhu Tianjin." Lanjut Pria paruh baya itu dengan wajah muram.
"Kalau , begitu kita hanya bisa menyusun rencana sebaik mungkin." kata nya sambil menghela nafas berat.
"Kita mendapat giliran untuk duduk paling ujung dekat pintu masuk. Ada baik nya untuk tidak terlalu menampakkan diri mu." kata Qiu Long.
"Tapi ayah, dia pasti akan di panggil. Kenapa tidak mengatakan kalau Zhu Tianjin sedang dalam keadaan yang tak sehat ?" Tanya Qiu Lin.
"Tidak bisa , ini akan terlalu aneh untuk di lihat." kata Qiu Long sambil menggelengkan kepala.
Seluruh ibukota tidak ada yang tahu nama nya kecuali Qiu Long, orang orang memanggil nya sebagai master obat hebat.
Kali ini dia akan membuka penyamaran nya sebagai Zhang Wei dan sebagai murid dari Ju Jiangniang.
"Aku memiliki ide , serahkan ini pada ku ." kata nya dengan ide cemerlang.
Shifu nya itu seperti nya akan datang menjadi salah satu bawahan ketua Pusat yang merupakan ayah Ju Jiangniang.
"Apa kau yakin ?" tanya Qiu Lin.
"Ya." kata nya.
Dia pulang lalu mencari kakak nya yang berada di dalam dimensi Furong. Zhang Luo selalu melakukan latihan ketat dan itu tidak mengecewakan sama sekali.
"Kakak !" Panggil nya pada Zhang Luo yang sedang duduk memainkan kecapi di bawah pohon yang rindang.
"Zhang Wei, kemari lah." kata Zhang Luo sambil tersenyum .
Senyuman kakak nya itu sangat teduh , membuat nya merasa tenang. Kakak nya sekarang terlihat lebih bahagia dan tidak memiliki beban , bahkan terlihat menjadi lebih muda.
(Note : Foto Zhang Luo akan author taruh di instagram author @kc.pjn_writter. )
"Kenapa wajah mu seperti itu ? Apa kah ada yang bisa ku bantu ?" tanya Zhang Luo dengan lembut.
Dia bersandar di dada bidang kakak nya dengan manja sebelum menceritakan masalah nya.
"Kakak ,ini adalah waktu mu untuk menunjuk kan bakat mu." kata nya.
"Aku membutuhkan orang untuk mengganti identitas kedua ku. Kebetulan aku dan identitas kedua ku di panggil secara bersamaan oleh Kaisar." kata nya dengan pandangan memelas.
"Memang nya identitas kedua mu bekerja sebagai apa ? Sampai sampai bisa menarik perhatian Kaisar ?" tanya Zhang Luo tertarik.
"Aku ini kan takut kekurangan uang untuk bertahan hidup di dimensi ini, jadi aku bekerja sebagai pendongeng sambil memainkan kecapi." kata nya sambil menggaruk kepala nya.
Pletak
"Uang mu tidak akan habis jika kau menggunakan nya dengan baik, aku sebenar nya tidak masalah untuk menggantikan mu sebentar. Tapi , apa kah kau yakin untuk memberikan tugas ini kepada ku ?" tanya Zhang Luo dengan ragu ragu.
"He he he tentu saja sangat yakin , hanya kau satu satu nya yang mengerti diri ku dari dulu." kata nya dengan cara bicara yang berlebihan.
"Ya ya, baik lah aku akan berlatih di sini. Sana kau keluar lah , jangan menganggu permainan musik ku . Lihat lah karena kedatangan mu seluruh burung yang ada di dimensi menghilang." kata Zhang Luo dengan ekspresi pura pura marah.
"Kakak, apa kau lebih memilih burung burung itu dari pada aku ? " kata nya dengan cemberut.
Sebenar nya Dimensi Furong tidak memiliki makhluk hidup pada awal nya , tapi karena dia merasa sangat kesepian.
Zhang Wei pergi menangkap berbagai jenis burung, burung pipit, burung gereja, dan beberapa jenis burung lain untuk menghiasi pagi.
"Ha ha ha ,kau sebaik nya mengingat umur mu yang sudah dewasa." Kata Zhang Luo dengan santai.
"Baiklah, baiklah , aku tidak akan menganggu acara tebar peson mu dengan para burung lagi." Canda nya sebelum keluar dari dimensi.
Jujur saja dia takut kalau tinggal lebih lama di dalam dimensi maka dia akan kembali di pukul oleh kakak nya.
Minggu Depan, di depan Asosiasi Matahari Bintang
Zhang Luo dan Zhang Wei memiliki postur tubuh yang lumayan mirip, Zhang Luo menggunakan jubah hitam kebesaran dan topeng.
Zhang Wei tidak menggunakan topeng dan menggunakan pakaian rapih serta kipas putih yang membuat ketampanan nya bertambah.
"Apa kah kalian semua sudah siap ?" tanya Qiu Long.
__ADS_1
"Sudah." Jawab mereka dengan serempak.
Yang pergi sebenar nya tidak banyak, hanya 10 orang . Mereka di bagi menjadi 2 kereta kuda dan kebetulan Zhang Luo berada satu kereta dengan diri nya.
"Paman Qiu, ini adalah kakak ku. Dia yang akan menggantikan ku." Bisik nya pada Qiu Long.
"Hmm, bagus juga ide mu. Dengan begini kita tidak akan khawatir lagi." Balas Qiu Long.
Sesampai nya di istana Kekaisaran ,mereka di sambut dengan mewah. Banyak orang yang menggunakan kain sutra yang berkualitas tinggi.
Zhang Wei mendengus pelan melihat orang orang dengan ekspresi menjijikan di depan nya ini, mereka semua berusaha untuk memberikan senyuman paling lebar mereka pada Kaisar.
Tapi dalam sekejap ekspresi muram nya menghilang saat masuk ke dalam istana , di sana ada shifu nya yang duduk di tempat Sekte Embun Salju dengan cadar merah muda.
Dia menunduk kan kepala nya saat melewati tempat duduk shifu nya.
"Salam kepada kaisar." kata Qiu Long sebelum bersujud di depan Kaisar.
Dia mengikuti langkah Qiu Long dengan bersujud di hadapan Kaisar.
"Ha ha ha kau terlalu canggung, ayo berdiri." kata Kaisar dengan ramah.
Dia menatap Kaisar dan menilai pria paruh baya di hadapan nya ini. Kaisar ini terasa sangat mulia dan aura bijak menyebar ke seluruh ruangan.
"Terima kasih Yang Mulia." kata Qiu Long lalu berdiri.
Mereka duduk di sudut tempat duduk mereka , dia melirik sekilas ke arah Ju Jiangniang. Wanita itu tampak nya terlihat bosan sendirian di dalam acara perjamuan makan.
Kaisar memanggil Kasim kepercayaan nya.
"Siapa yang berada di belakang Qiu Long itu ?" tanya Kaisar.
"Untuk menjawab Yang Mulia, yang menggunakan jubah hitam adalah Tuan Zhu Tianjin yang merupakan pendongeng terkenal. Yang satu lagi , yang berperan tampan adalah Zhang Wei."
"Zhang Wei seperti nya merupakan orang yang menjadi master obat yang anda undang. " kata Kasim lagi.
"Hm bukan kah kata mu kalau dia merupakan murid Sekte Embun Salju ? Dia yang membagikan uang di bagian utara kota Chang Xue bukan ?" tanya Kaisar sambil mengernyitkan dahi.
"Benar tuan, seperti nya dia masuk ke Asosiasi Matahari Bintang tanpa sepengetahuan sekte nya." kata Kasim dengan sedikit bingung juga.
"Sudah Yang Mulia , kemungkinan besar dia akan mengatakan bukti bukti yang telah di temukan nya pada perjamuan ini." kata kasim.
"Ha ha ha , sangat baik sekali. Aku akan menunggu hal tersebut terjadi." kata Kaisar.
Di tempat Zhang Wei, pria itu duduk dengan anggun yang membuat wanita wanita menggosipi nya. Mereka terpesona dengan para tampan dan aura berwibawa milik Zhang Wei.
Semua wanita merasa sangat terkagum kagum dengan paras Zhang Wei entah dari kalangan bangsawan mau pun pelayan.
Mereka semua mendambakan wajah sempurna milik Zhang Wei. Dia tertawa ringan di dalam hati setelah menerima begitu banyak pujian.
Sebagai balasan nya dia melemparkan senyum kepada mereka yang memuji nya.
"Ah ! Rasa nya aku ingin pingsan." kata salah satu pelayan dengan tergila gila.
"Ini benar benar sempurna. Aku tidak tahu kalau ada orang yang sesempurna dia !" Bisik yang lain dengan berapi api.
Di bagian dekat tahta , seorang putri kekaisaran menatap Zhang Wei dengan tatapan tergila gila.
"Ayah, kau harus menjodohkan ku dengan nya." kata putri kekaisaran itu pada Kaisar dengan manja.
Itu adalah putri kekaisaran ke 3, Yu Jingling. Dia adalah putri manja yang merupakan putri kesayangan Yu Mingfeng.
Karena Yu Jingling ini merupakan anak nya dengan Permaisuri Kekaisaran Xia.
"Jingling, ayah tidak menjanjikan apa pun. Tapi akan ayah usaha kan." kata Yu Mingfeng sambil tersenyum tipis.
"Tapi , kenapa begitu ayah ? Bukan kah dengan jabatan mu kau bisa mendapat kan semua nya dengan mudah ?" tanya Yu Jingling.
"Dia berasal dari Asosiasi Matahari Bintang dan Sekte Embun Salju, dan juga asal nya masih belum di ketahui. Tidak bijak untuk menyinggung dua kekuatan besar kekaisaran sekaligus. Lagi pula , cinta tidak dapat di paksa kan." kata Yu Mingfeng dengan bijak.
Yu Jingling terlihat cemberut dan duduk di samping ayah nya .
"Tapi ayah, aku tidak melihat seseorang yang lebih pantas dari ku untuk menjadi istri nya. Kita adalah kekaisaran terbesar di dimensi ini." kata Yu Jingling masih tak menyerah.
"Sudah lah Jingling, jangan terlalu banyak berharap. Dunia masih sangat luas , belum tentu kita yang terbaik." kata Yu Mingfeng dengan tegas.
__ADS_1
Yu Jingling menghela nafas kesal , Kaisar Yu yang melihat itu hanya bisa menatap dengan kecewa kepada putri nya.
Seperti nya dia sudah terlalu memanjakan putri nya sampai sampai hampir tidak memiliki kebijakan lagi.
Anak perempuan nya ini sangat berbeda dengan istri nya, istri nya adalah perempuan yang tenang dan bijak serta pintar dalam menilai situasi.
Dia memulai pidato pembukaan untuk perjamuan, ada 3 kekaisaran yang bekerja sama untuk menekan kekaisaran Xia.
Dia sengaja mengundang mereka bertiga supaya melihat betapa kuat nya kekaisaran Xia , dia berharap ketiga orang itu akan mundur.
"Terima kasih untuk semua nya yang sudah hadir ke acara perjamuan ku, terutama tamu utama kita kali ini. Perwakilan Kekaisaran Jiu, Kekaisaran Qin, Kekaisaran Ming." kata Kaisar dengan aura berwibawa nya.
Tapi yang di dapat kan oleh kaisar adalah tawa meremehkan dari ketiga pihak yang membuat anggota kekaisaran Xia marah.
Kaisar segera mengangkat tangan nya agar keributan ini tidak di lanjut kan lagi.
Di sisi lain Zhang Wei menyesap teh nya dengan anggun, tidak lupa untuk tetap memegang kipas nya.
"Aku juga mengundang Master Obat yang telah menolong banyak orang, dan pendongeng terkenal yang sudah pasti kalian pernah dengar, Zhu Tianjin." kata Kaisar mengalihkan topik pembicaraan.
Dia dan kakak nya berdiri dengan sopan sambil menunduk kan kepala.
"Terima kasih Kaisar karena telah mengundang kami." kata mereka dengan serempak.
Kaisar mengangguk sebelum menyuruh mereka untuk kembali duduk, Jiangniang yang merasa mendengar suara yang di kenal nya.
Langsung membalik kan badan dan melihat murid kesayangan nya itu juga berada di sini.
Zhang Wei tersenyum ke arah Ju Jiangniang dengan manis, masalah nya karena arah Ju Jiangniang dan Yu Jingling satu arah.
Maka Yu Jingling merasa diri nya lah yang mendapat senyuman dari Zhang Wei ini membuat nya semakin percaya diri.
"Kali ini aku mengundang kalian untuk membicarakan perdamaian antara keempat kekaisaran." kata Kaisar Yu.
"Ha ha ha akhir nya kau membuka mulut juga soal ini, aku sudah menunggu lama untuk ini."Yang berbicara ini adalah Kaisar Qin.
"Benar , meski pun kami lebih lemah dari pada kekaisaran Xia tapi kami tidak akan menyerah." kata Kaisar Ming.
"Sebenar nya , bukan kah lebih baik jika langsung perang ? Aku ingin melihat apa kah Kekaisaran Xia sekuat yang di katakan ." kata Kaisar Jiu dengan aroma sebelum menekan seluruh ruangan dengan aura kematian nya.
Beberapa pengawal dan pelayan jatuh pingsan dalam waktu singkat, sebelum para ahli yang ada di ruangan tersebut sempat untuk bertibertindak.
Aura kematian yang lebih pekat keluar dan menekan Kaisar Jiu.
"Kaisar Jiu, bukan kah tidak baik untuk menekan seluruh orang di sini ? Bukan kah ini terlihat sangat arogan ? Atau kaisar Jiu memang berkepribadian seperti itu ?" tanya seorang pemuda sambil memegang kipas kebanggaan nya.
"Siapa kau ?! jangan ikut campur !" Teriak Kaisar Jiu tidak mau kalah.
Kekuatan nya saat ini naik 5 tingkat menuju tingkat 7 Petir Kaisar berkat racun yang di berikan Abbadon.
"Siapa aku tidak penting, seharusnya aku yang bertanya begitu ! Kau entah berasal dari mana tiba tiba langsung menekan kami semua . Bukan kah itu adalah hal yang aneh ?! Atau kau memang datang dengan niat buruk ya ?!" Cecar nya pada pria tua itu.
Tiba tiba serangan bola energi yang tertuju ke arah nya menyerang nya dengan kecepatan tinggi, dia menahan bola energi itu dengan kipas nya.
Meski pun tidak terluka tapi itu cukup untuk membuat nya mundur beberapa langkah dan kipas nya hancur berkeping keping.
"Hentikan, tolong beri aku muka !" kata Kaisar dengan nada menindas ke arah Kaisar Jiu.
"Master obat Zhang, apa kah kau baik baik saja ?" tanya Kaisar.
"aku baik baik saja Kaisar." kata nya sebelum duduk ke meja nya lagi.
Setelah duduk, Zhang Luo menceramahi nya panjang lebar.
"Kau ini, bagai mana jika kau ternyata terluka ? Jika kau tidak cepat maka nyawa mu yang akan melayang. Apa kah kau begitu tidak sayang nyawa mu ?" tanya Zhang Luo dengan tegas.
"He he maaf kan aku kakak , aku benar benar refleks saja untuk langsung menghilang kan tekanan dari pria tua gila itu." kata nya dengan tatapan memohon pada kakak nya agar tidak marah lagi.
"Aku akan memaafkan mu dengan satu syarat, yaitu membuat kan ku banyak makanan enak." kata Zhang Luo sambil tertawa pelan.
"He he he siap kakak, aku akan menyiapkan banyak makanan." kata nya sambil tersenyum lebar.
Ju Jiangniang terus menerus mengambil pandangan menuju murid nya , Zhang Wei. Harus ia akui kalau dia masih merasa sangat canggung jika harus berbicara dengan Zhang Wei.
Bukan karena marah atau apa hanya saja jika melihat wajah Zhang Wei ,itu mengingatkan nya ke malam itu dan hal itu membuat nya malu setengah mati.
__ADS_1
Tapi melihat dandanan Zhang Wei di perjamuan ini membuat nya sedikit kesal apa lagi melihat banyak nya orang yang terpesona dengan ketampanan Zhang Wei.