
Setelah memberitahu banyak informasi, mereka membunuh Hantu Kematian dan membakar nya.
"Seharusnya dia selalu bersama dengan bawahan nya, hitam dan putih." kata Qing Yu dengan bingung.
"Kakek Qian pernah bilang kalau Hantu Kematian akan meninggalkan bawahan nya jika sedang bersama Dewa Kehancuran." kata nya.
"Aih , bagai mana mungkin aku melupakan hal ini ?" Kata Qing Yu sambil menepuk dahi nya.
"Kalau memang benar Dewa Kehancuran datang kemari dan membuat keributan, maka kita harus secepat nya untuk menghentikan nya." kata nya dengan panik.
"Tentu saja, Dewa Kehancuran sangat ganas." kata Qing Yu.
"Eh iya, kenapa dari tadi kita memanggil nya Dewa Kehancuran ? Bukan nya Iblis Kehancuran ?" tanya Zhang Wei yang baru sadar.
"Tidak apa apa , tidak ada beda nya. Dia juga merupakan pengkhianat." kata Qing Yu dengan malas.
Dia mengangguk dan tidak menanyakan lebih lanjut , Zhang Wei memejam kan mata nya sejenak dan ketika membuka nya lagi mereka berdua sudah berada di dunia nyata.
Ju Jiangniang terlihat khawatir dengan keadaan nya.
"Apa kau baik baik saja ?" tanya Ju Jiangniang sambil membalik balik kan tubuh nya.
"Baik baik saja , hanya saja mungkin akan terjadi sedikit keributan. Lebih baik untuk mencari tahu di luar shifu." kata nya dengan tenang.
"Emh apa yang kalian lakukan ?" Tanya Wang Xirong dengan wajah mengantuk nya.
"Tadi , hantu kematian mengejar Zhang Wei." kata Qing Yu dengan langsung.
"Ah pria tua itu ? Aku sudah akan membunuh nya hari itu, tapi dia berhasil kabur." kata Wang Xirong dengan santai.
"Xirong, kau tinggal lah di paviliun untuk menjaga Sekte dan Shifu kau bantu lah Xirong. Nanti aku akan pergi bersama dengan Qing Yu memastikan kalau tidak ada keributan di kota." kata nya.
"Sebenar nya siapa mereka ini ? Hantu Kematian ? Dewa Kehancuran ?" Kata Ju Jiangniang dengan ekspresi bingung.
"Em nanti saja ya baru ku jelas kan. Selamat tinggal semua nya ! Ling'er, Yin'er , jangan pergi kemana mana ! Dengar kan perkataan kakak Xirong !" Perintah nya.
"Baik shifu, kami janji akan mengikuti kata kata kakak Xirong." kata kedua murid nya dengan serempak.
Dia mengangguk dengan puas sebelum pergi dengan ilmu meringankan tubuh nya yang di ikuti oleh Qing Yu.
Di sisi lain, di sebuah rumah gubuk yang berada di bagian utara kota Chang Xue. Duduk lah seorang pria dengan tudung hitam.
"Sialan, Hantu Kematian memang tak bisa di handal kan. " Umpat pria itu dengan kesal.
"Tapi aku sudah memperkirakan ini semua , saat nya untuk kembali mendatangi wanita itu. " kata pria bertudung hitam itu sambil menyeringai.
Pria bertudung itu menghilang seperti asap dan muncul di sebelah Qiu Lin yang masih terduduk dengan lemas di pojok ruangan.
"Ke kenapa kau datang lagi ?" tanya Qiu Lin dengan terbata bata.
"Aku tidak memiliki waktu untuk menunggu mu lagi, kau harus bergabung dengan ku atau aku akan membunuh ayah dan kakak mu." kata pria bertudung hitam itu sambil mengoyak kertas yang bergambar kan wajah ayah dan kakak Qiu Lin.
"Jangan, a ak aku akan mengikuti mu . Dengan satu syarat yaitu jangan menyakiti Zhang Wei." kata Qiu Lin dengan ketakutan.
"Baik lah kalau begitu, ajak dia untuk bertemu langsung. Lalu berikan ini di minuman nya, ini akan membuat nya tertidur sebentar." kata pria bertudung hitam itu sambil menyerahkan bubuk obat.
"Un untuk apa aku membuat nya tidur ?" tanya Qiu Lin takut takut sambil memegang bubuk itu.
"Kau bisa menjebak nya dengan begitu dia akan menikah dengan mu. Kau akan bisa menjadi salah satu istri utama nya. Kau juga bisa mengendalikan nya untuk menjauhi kekasih nya yang lain." kata Dewa Kehancuran sambil memegang bahu Qiu Lin.
Perlahan lahan dengan hasutan hasutan yang di beri kan oleh Dewa Kehancuran pada Qiu Lin, wanita itu akhir nya berada di bawah kendali Qiu Lin.
Satu hal yang tidak di ketahui oleh Dewa Kehancuran adalah Zhang Wei memiliki tubuh yang kebal dengan segala racun.
Tatapan Qiu Lin menjadi kosong dan suara nya menjadi lebih serak.
"Ingat seluruh perintah ku atau keluarga mu yang akan menerima akibat nya. Aku akan menilai dari hasil kerja mu kali ini." kata Dewa Kehancuran sebelum menghilang menjadi asap hitam.
Qiu Lin berjalan keluar dengan bisa tapi tatapan nya yang kosong membuat gadis itu tampak sedikit aneh.
Qiu Lin berjalan menuju Sekte Embun Salju , dan saat di sana kebetulan sekali kalau Zhang Wei sedang berjalan keluar dengan Qing Yu.
"Zhang Wei !" Panggil nya dengan datar.
"Qiu Lin ? Apa yang kau lakukan di sini ?" Tanya Zhang Wei dengan tatapan bingung.
"Aku ingin memberi tahu sesuatu kepada mu, ayo ikut aku." Ajak nya.
Zhang Wei pun yang bingung menatap Qing Yu meminta pendapat.
"Sebaik nya kita mengikuti teman mu dulu." kata Qing Yu dengan acuh tak acuh.
__ADS_1
"Baik lah , kami akan mengikuti mu Qiu Lin." kata nya dengan bingung.
Tatapan nya terfokus pada leher putih milik Qiu Lin. Lalu dia menatap Qing Yu, dan ternyata wanita itu juga terfokus pada Qiu Lin.
Mereka saling menatap sebelum mengangguk, dia menghela nafas pelan melihat pertarungan yang tak terhindarkan.
"Apa ada yang salah ?" tanya Qiu Lin saat mendengar nya menghela nafas.
"Tidak apa apa , aku hanya sedang menikmati udara segar." kata nya.
" Kita sudah sampai, kalian masuk lah. Aku akan menyiapkan minuman untuk kalian." Kata Qiu Lin mempersilakan mereka untuk masuk.
Dia berpandangan dengan Qing Yu untuk menyusun rencana.
'Target utama nya adalah aku , tapi untuk penjagaan lebih baik kau tidak usah membantu. Kau masuk lah dulu ke dimensi, nanti setelah dewa kehancuran datang baru lah kita menyerang nya.' kata nya dalam pesan mental.
'Baik lah , tapi hati hati. Wanita ini terlihat sangat licik.' kata Qing Yu sebelum masuk ke dalam dimensi.
Tidak lama setelah Qing Yu masuk ke dalam dimensi , Qiu Lin keluar sambil memberikan dua cangkir teh.
"Eh , kemana kekasih mu ?" tanya Qiu Lin.
"Dia pulang ke sekte terlebih dahulu karena tidak enak badan." kata nya.
"Oh ya, apa yang kau ingin kata kan pada ku ?" tanya nya.
"Minum lah dulu teh ini, ini adalah teh langka yang baru di kirimkan oleh ayah ku dari ibukota." kata Qiu Lin.
Dia mengangguk dan mengangkat cangkir, sekali wangi teh memasuki indra penciuman nya , ia langsung bisa mengetahui kalau di dalam teh ini memiliki racun tingkat tinggi.
'Racun ini akan membuat korban nya muntah darah hingga mati.' Pikir nya sebelum meminum teh itu.
Shh
Darah mengalir dari bibir nya,dia menjatuhkan cangkir nya ke tanah, Qiu Lin tampak ketakutan dan membantu nya untuk tetap duduk.
"Zhang Wei, zhang Wei ! Kumohon , untuk bertahan !" Teriak Qiu Lin historis sebelum berteriak seperti orang gila.
"Kenapa kau tega melakukan ini pada ku ?" tanya nya dengan lemah dan tak berdaya.
"Aku... aku di paksa seseorang ! Dia mengancam ku , kalau aku tidak melakukan ini maka dia akan membunuh orang tua ku. Zhang Wei, dia membohongi ku, dia bilang kalau ini hanya obat tidur. Hiks!"
"Kau keluarlah ! Aku tahu kau masih di sini ! Kau menipu ku ! Kau menjebak ku !" Teriak Qiu Lin sambil menangis.
Melihat Iblis Kehancuran telah keluar dari posisi persembunyian nya, dia langsung duduk dengan tegap dan menghapus noda darah yang ada di bibir nya.
"Aku tidak tahu kalau iblis Kehancuran yang sangat terkenal akan menggunakan bantuan manusia untuk melakukan keinginan nya." kata Zhang Wei dengan nada santai.
"Kau ! Bagaimana mungkin kau masih bisa bertahan ?!" Teriak Abbadon dengan marah.
"Ha ha ha racun seperti itu tidak menyakiti ku sama sekali melainkan membantuku. Aku justru perlu berterima kasih pada mu." kata nya sambil menyeringai.
Darah yang keluar tadi di sebab kan karena dia menggigit bagian dalam bibir nya hingga berdarah dan bodoh nya , Iblis Kehancuran langsung percaya begitu saja.
"Kau menipu ku ?! Dasar anak Sialan ! Aku akan membunuh mu !" Teriak Abbadon dengan marah.
"Bunuh saja kalau berani, aku ingin melihat apa kah kau sanggup untuk menerima hukuman yang di berikan oleh pemilik surga jika kau membunuh ku." kata nya dengan dingin.
"Kau berani nya mengancam ku ?!" Kata Abbadon dengan nada tinggi.
"Apa kau merasa sudah sangat hebat sampai sampai menggerakkan anak kecil ?" Tanya seorang wanita dengan suara merdu.
"Qing Yu ? Ah ternyata si pengkhianat. Apa kau tidak memiliki rasa malu lagi sampai sampai memiliki keberanian untuk bertemu dengan ku ?" tanya Abbadon dengan sombong.
"Humph ! Harus nya aku yang bertanya hal itu pada mu, seorang murid yang melukai bahkan hampir membunuh guru nya sendiri. Jika aku menjadi guru mu maka aku akan membunuh mu sampai mati. Apa kah menurut mu, kau bisa melukai guru mu jika dia benar benar bertarung serius dengan diri mu ?" tanya Qing yu merendahkan.
"Jangan membandingkan ku dengan si tua itu ! Dia yang salah dan memilih untuk memberi kekuasaan pada adik nya ,bukan aku yang merupakan murid satu satu nya !" Teriak Abbadon.
"kau itu terlalu serakah. Aku bahkan tidak tahan melihat keserakahan mu terhadap gudang harta para Dewa. Ingat lah satu hal ini, meski pun aku pernah berkhianat, paling tidak aku sudah berdamai dengan guru ku dan meminta pengampunan dari nya. Bukan seperti diri ku yang tak tahu diri , sama seperti kakak ku." Dengus Qing Yu.
"Abbadon, jika kau memang tidak takut akan kekalahan. Maka lebih baik tunggu 5 tahun lagi yang merupakan waktu perang.Jangan melibatkan lebih banyak orang yang tak bersalah. Zhang Wei , ayo pergi !" kata Qing Yu membalik kan tubuh sambil mengajak Zhang Wei pergi
dia mengangguk dan saat mereka berdua akan pergi, Abbadon kembali memanggil mereka.
"Hei ! Apa kah si tua itu dalam keadaan yang baik ? Aku hanya penasaran saja ,bukan nya khawatir." kata Abbadon berusaha menyembunyikan kekhawatiran nya.
"Dia ? Guru mu ? Dia terluka parah dan kemungkinan besar tidak dapat di selamatkan. Dia seperti nya tidak akan mengikuti perang." Kata Qing Yu sebelum menghilang bersama Zhang Wei.
Sebenar nya Qing Yu tahu kalau sebenar nya kondisi Qian Xun tidak separah itu , hanya saja dia ingin melihat reaksi Abbadon.
Di Asosiasi Matahari Bintang, ruangan pribadi milik Qing Yu.
__ADS_1
Pria bertudung hitam yang selalu memancarkan aura menakutkan terduduk dengan diam. Dia membuka tudung nya yang menunjuk kan pria tampan dengan rahang yang tegas.
(note : Foto Iblis kehancuran atau abbadon nya akan di post di instagram author.)
Qiu Lin merasa seluruh ketakutan nya pada pria bertudung hitam ini hilang, bahkan jantung nya ikut berdebar debar.
Rasa pemujaan pada Zhang Wei pun berangsur angsur hilang dan digantikan dengan penampakan rupawan pria di depan nya ini.
abbadon terlihat sangat marah dan mengepalkan tangan nya dengan erat sampai sampai seluruh jari nya memutih sebelum menghilang seperti kabut.
meski pun Abbadon telah menghilang tapi pikiran nya terus menerus di isi oleh pria itu. Ini membuat nya hampir gila .
Bahkan saat ia membersihkan ruangan pun ,pikiran nya masih tertuju pada pria bertudung hitam itu. Sampai sampai tidak sadar kalau diri nya sudah menginjak pecahan cangkir Zhang Wei.
Di sisi lain, Zhang Wei dan Qing Yu sedang berada di bagian utara kota Chang Xue atau lebih tepat nya perbatasan kota Chang Xue.
"Kenapa kau melepaskan nya begitu saja ? Bagai mana kalau dia menyerang orang orang tak berdosa ?" tanya nya .
"Tidak akan , sejahat jahat nya dia , dia bukan lah Lucifer yang menyukai keributan antar manusia. Karena dia dulu adalah manusia biasa , jadi dia masih ada rasa keterlibatan dengan kehidupan manusia." kata Qing Yu sambil menghela nafas.
"Dia sebenar nya merupakan murid Qian Xun, hanya saja karena keserakahan nya. Dia di bawa oleh Iblis untuk menentang guru nya sendiri. Iblis tahu kalau Qian Xun sangat menyayangi murid nya sehingga membuat nya menjadi senjata yang ampuh untuk melawan Qian Xun."kata Qing Yu.
"Kau tahu dari mana semua ini ?" tanya nya.
"Dari cerita guru, dia menceritakan ini pada ku saat masih kecil. Aku yang masih kecil bahkan memaki maki Abbadon karena tidak setia tanpa tahu kalau aku juga melakukan nya di masa depan." kata Qing Yu dengan tetesan air mata.
"Semua nya salah ku, aku pikir kalau apa yang di kata kan kakak ku adalah kebenaran. Aku melupakan seluruh kebaikan dan ajaran guru termasuk cerita abbadon ini. Aku secara tidak langsung sama dengan Abbadon yang tak setia pada guru nya." kata Qing Yu sambil terisak.
Di kediaman Abbadon
Bawahan nya tidak ada yang berani menganggu tuan mereka , Abbadon terlihat sangat kacau dengan tampilan yang berantakan.
Ikatan rambut nya terlepas, beberapa guci anak sudah kosong dan banyak barang yang pecah di lantai.
"Kalian akan ku musnah kan ! Aku tidak mau menjadi bawahan orang lain ! " kata Abbadon dengan mabuk.
"Lucifer , tunggu pembalasan ku ! Kau menjadikan ku alat untuk menyakiti si tua itu !" Raung Abbadon sebelum membanting vas bunga yang berada di sebelah nya.
Pyarrr
Bawahan nya ketakutan, bahkan ada beberapa yang pingsan karena ketakutan.
"Guru, apa benar yang di katakan oleh Qing Yu ?! Kenapa ?! Kenapa kau tidak mengatakan hal itu dari awal ?!!!"
"Kau selalu mengatakan kalau kau telah gagal mendidik ku dan menyesal karena memiliki murid seperti ku ! Apa kah ini hanya alasan mu supaya aku tak merasa bersalah ?! Kenapa kau tidak jujur saja dari awal !!!"
Dia berjalan maju ke depan , di mana yang ada lukisan wajah nya dan guru nya. Belum lagi di sebelah nya ada patung guru nya.
Dia jatuh berlutut di depan patung guru nya.
"Apa kah kau akan menerima ku jika aku bersujud di hadapan mu ? Seperti yang di lakukan Qing Yu ? Kenapa kau tidak mengatakan kalau kau sebenar nya menyayangi ku !!"
"Aku selalu beranggapan kalau kau hanya kasihan dengan ku yang merupakan pengemis jalanan. Seharusnya aku lebih sadar , ini memang salah ku. Kau dimana guru ?" tanya nya sebelum tertidur di kaki.pantung Qian Xun.
Di tempat Zhang Wei
Pria itu kembali ke paviliun murong setelah memastikan tidak ada apa pun yang terjadi, seluruh nya kembali seperti biasa nya.
hanya Qiu Lin yang tidak seperti biasa nya, wanita itu menjadi sangat tergila gila dengan Abbadon.
2 Hari kemudian
zhang Wei menggunakan topeng dan jubah kebesaran untuk menutupi seluruh tubuh nya. Hari ini adalah waktu nya untuk bertemu ayah Qiu Lin, Qiu Long.
Kalau biasa nya dia menggunakan topeng setengah maka kali ini dia menggunakan topeng penuh, yang hanya menunjuk kan mata nya.
Sebenar nya menggunakan topeng ini ,membuat nya agak sulit bernafas tapi ya mau bagaimana lagi demi tidak ketahuan.
Sesampai nya di Asosiasi Matahari Bintang cabang Chang Xue , dia di arah kan oleh salah satu pelayan untuk menuju aula pertemuan.
di sana sudah ada kepala toko cabang, Qiu Lin yang sudah tampak seperti biasa lagi dan seorang pria paruh baya.
"Apa kah kau yang bernama Zhang Wei ?" tanya pria paruh baya itu dengan tegas.
"Ya, anda pasti tuan besar Qiu. " kata nya membungkuk untuk memberi salam pada orang yang lebih tua.
"Kau seperti nya masih muda ?" tanya Tuan Besar Qiu.
"Aku yakin, sebelum datang kemari pasti anda sudah mencari tahu tentang ku terlebih dahulu." kata nya sambil tersenyum tipis di balik topeng nya.
"Ternyata kau sangat tidak sabaran. Baik lah , aku juga tidak terlalu suka dengan basa basi. Lebih baik langsung ke inti pembicaraan, aku datang kemari untuk memastikan identitas mu sebagai pemilik saham."
__ADS_1
"Aku harus memastikan kalau kau siap secara mental untuk menjadi salah satu pemegang saham, Asosiasi Matahari Bintang banyak terlibat dalam hal hal politik sehingga kau mungkin akan menerima banyak tekanan dari pesaing. Kaisar juga penasaran dengan identitas mu yang tiba tiba muncul." kata Tuan Besar Qiu berhenti sejenak.
"Minggu depan , Kaisar mengundang asosiasi untuk menghadiri perjamuan nya."